Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Kampus

Makin Mahal Hingga Kurang Aman, Inilah Alasan Mengapa Kos-kosan di Dinoyo dan Kerto Malang Makin Sepi meskipun Dekat Banyak Kampus  

Iqbal AR oleh Iqbal AR
11 April 2025
A A
Makin Mahal Hingga Kurang Aman, Inilah Alasan Mengapa Kos-kosan di Dinoyo dan Kerto Malang Makin Sepi meskipun Dekat Banyak Kampus   kos dekat kampus

Makin Mahal Hingga Kurang Aman, Inilah Alasan Mengapa Kos-kosan di Dinoyo dan Kerto Malang Makin Sepi meskipun Dekat Banyak Kampus  

Share on FacebookShare on Twitter

Dinoyo dan Kerto ini daerah strategis, dekat dengan banyak kampus di Malang, tapi kenapa kos-kosannya makin sepi?

Anggapan bahwa kos-kosan yang dekat kampus itu nggak pernah sepi mungkin sudah saatnya dilunturkan perlahan. Setidaknya dalam konteks Malang, dan inilah yang terjadi di Malang beberapa waktu terakhir ini. Beberapa kawasan dekat kampus yang selama ini terkenal dengan kos-kosan, yang selalu dipenuhi mahasiswa, kini perlahan ditinggalkan dan menjadi semakin sepi.

Dalam unggahan video dari akun instagram @info_malang, menunjukkan bahwa daerah Dinoyo dan Kerto, dua kawasan yang dekat dengan kampus dan banyak kos-kosan, kini perlahan sepi. Padahal dua kawasan ini cukup strategis. Ke UB dekat, ke UM dekat, ke UIN, Unisma, dan UMM juga dekat. “Mahasiswanya puluhan ribu, tapi di kawasan yang justru paling dekat sama banyak kampus sekarang sepi dan jarang peminat. Ada apa?” begitu tulis @info_malang.

Sebenarnya, kos-kosan di kawasan Dinoyo dan Kerto ini nggak bisa dibilang sepi-sepi banget. Kos-kosan di sana masih rame, dan masih diminati banyak mahasiswa dari luar Malang. Masih banyak mahasiswa yang lalu-lalang di dua kawasan ini. Namun, jika dibandingkan dengan keadaan 5-10 tahun lalu, memang kos-kosan di kawasan Dinoyo dan Kerto ini memang lebih sepi dan lebih sedikit peminatnya.

Ada apa? Entahlah. Nggak ada satu sebab mutlak mengapa kos-kosan di Dinoyo dan Kerto ini makin sepi. Ada banyak faktor, ada banyak hal yang kemungkinan menjadi penyebab mengapa kos-kosan di daerah Dinoyo dan Kerto ini makin sepi meski dekat dengan kampus-kampus. Setelah mengumpulkan komentar warganet dan pendapat beberapa kawan, saya bisa menyimpulkan beberapa kemungkinan penyebab hal ini terjadi.

Harga sewa kos di Dinoyo dan Kerto makin mahal

Adalah hal wajar jika kos-kosan yang lebih dekat dengan kampus itu harganya sedikit lebih mahal dari kos-kosan lain yang agak jauh. Perbedaan harga 100-150 ribu itu masih cenderung wajar. Namun, kalau beda harganya lebih dari angka itu, maka ini yang jadi masalah. Apalagi kalau ukuran, bentuk, dan fasilitasnya sama.

Inilah yang mungkin terjadi dengan kos-kosan di daerah Dinoyo dan Kerto. Banyak mahasiswa yang mengeluhkan harga sewa kos-kosan di daerah Dinoyo dan Kerto yang makin mahal. Ada yang mengeluh biaya kosnya di daerah Kerto sebesar 550 ribu di tahun 2023, tapi belum termasuk biaya keamanan, dapur, listrik, dan kamarnya cuma 2,5 x 1,5 meter, serta parkiran sempit. Padahal tinggal nambah 100 ribu, sudah bisa dapat kamar yang lebih “layak” di kawasan Suhat (Jl. Soekarno-Hatta).

Ada juga keluhan biaya kos 1,1 juta tapi tanpa AC dan belum termasuk listrik, meski kamarnya cukup luas, parkiran luas, serta kamar mandi dalam. Untuk ukuran Malang, harga segini memang terlalu mahal, sih. Memang benar bahwa ada harga ada kualitas, cuma kalau begini ya agak nggak masuk akal namanya. Maka nggak heran kalau banyak mahasiswa cari kos-kosan di daerah lain. Nggak apa-apa lebih jauh dari kampus-kampus, yang penting layak dan good deal.

Baca Juga:

Kota Malang Mirip Bandung: Sama-Sama Adem dan Sejuk, tapi Lebih Rapi dan Terawat

Yamaha Lexi Adalah Motor yang Terlalu Santai tapi Sebenarnya Tegas, Paling Cocok Dipakai oleh Orang Kota Malang

Beberapa bangunannya lawas, dan masih gabung dengan rumah induk semang

Sepengetahuan saya, masih cukup banyak kos-kosan di daerah Dinoyo dan Kerto yang masih gabung dengan rumah induk semang. Inilah yang mungkin jadi pertimbangan bagi mahasiswa atau calon penghuni kos zaman sekarang. Mereka sudah tidak melihat sebuah kos-kosan yang gabung dengan rumah induk semang sebagai kos-kosan yang nyaman.

Anak-anak sekarang lebih memilih kos-kosan yang terpisah dengan rumah induk semang. Mereka merasa kos-kosan yang pisah dengan rumah induk semang itu lebih nyaman, lebih ada privasinya, serta lebih longgar terkait jam malam dan sebagainya. Makanya, banyak mahasiswa di Malang yang lebih memilih kos-kosan di daerah Mayjend Panjaitan, Suhat, atau Sigura-Gura yang lebih banyak kos-kosan terpisah dari rumah induk semang.

Faktor lain adalah masalah bangunan. Ada cukup banyak kos-kosan di daerah Dinoyo dan Kerto yang bangunannya lawas, dan beberapa cenderung kurang layak. Dindingnya berjamur dan kurang kokoh, terlalu lembab, sirkulasi udaranya kurang bagus, serta ukuran kamarnya terlalu kecil dan sempit. Hal-hal ini yang jadi pertimbangan bagi mahasiswa yang cari kos-kosan. Nggak heran kalau mereka cari di tempat lain.

Selain itu, banyak anak-anak sekarang yang lebih memilih untuk mengontrak rumah rame-rame ketimbang ngekos. HItung-hitungannya lebih murah, dan lebih nyaman aja kalau ngontrak rame-rame. Nggak ada jam malam, aturan lebih longgar, dan lebih bebas aja gitu.

Makin kurang aman, dan beberapa kali jadi titik konflik

Banyak yang bilang bahwa kos-kosan di daerah Dinoyo dan Kerto ini keamanannya agak mengkhawatirkan. Ada beberapa kasus motor anak kos hilang dicuri di parkiran kos-kosan, pihak pemilik kos lepas tangan, dan kasusnya nggak beres. Kalau urusan keamanan ini saja nggak beres, maka ini jadi preseden buruk. Nggak heran kalau dua kawasan ini perlahan ditinggalkan.

Selain itu, khususnya di daerah Dinoyo, kerap terjadi konflik antarmasyarakat. Kalau kalian ingat (atau coba kalian googling saja), beberapa kali konflik antar masyarakat yang melibatkan beberapa kelompok masyarakat/mahasiswa ini titik kejadiannya ada di Dinoyo. Saya nggak perlu sebutkan konfliknya antara siapa dengan siapa, tapi yang pasti Dinoyo ini kerap jadi zona merah ketika konflik itu terjadi.

Sekarang, siapa yang nyaman tinggal di daerah yang keamanannya agak mengkhawatirkan dan kerap jadi titik pecahnya konflik? Nggak ada. Makanya nggak heran kalau banyak anak kos yang meninggalkan daerah Dinoyo dan Kerto untuk pindah ke daerah lain yang lebih aman dan tidak ada konflik.

Semua situasi ini memang sangat disayangkan. Ngekos di Dinoyo dan Kerto ini padahal enak, lho. Kampus-kampus dekat, banyak makanan murah dan enak, banyak warkop murah dan nyaman juga. Sayangnya, faktor biaya kos yang mahal, kualitas kos-kosan yang kurang oke, serta faktor keamanan dan kenyamanan masih jadi masalah. Andaikan faktor-faktor ini bisa diatasi, saya yakin kos-kosan di Dinoyo dan Kerto ini akan rame lagi, akan dibanjiri peminat lagi.

Penulis: Iqbal AR
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA Kos Dekat Kampus di Malang, Harga Elite Fasilitas Sulit

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 11 April 2025 oleh

Tags: dinoyokertokos-kosan di malangMalang
Iqbal AR

Iqbal AR

Penulis lepas lulusan Sastra Indonesia UM. Menulis apa saja, dan masih tinggal di Kota Batu.

ArtikelTerkait

4 Mie Ayam Malang yang Aneh, tapi Tetap Bikin Nagih Terminal Mojok.co

4 Mie Ayam Malang yang Aneh, tapi Tetap Bikin Nagih

15 April 2022
3 Hal yang Membuat Saya Tidak Bisa Melupakan Malang (Unsplash)

5 Hal Menjengkelkan di Malang yang Nggak Kalian Temukan di Feed Instagram

1 November 2025
Malioboro Ekspres: Kereta Api Primadona Sobat Malang-Jogja yang Mati Suri

Malioboro Ekspres: Kereta Api Primadona Sobat Malang-Jogja yang Mati Suri

31 Mei 2023
5 Aturan Tidak Tertulis yang Harus Dipahami Wisatawan Saat Liburan ke Malang

5 Aturan Tidak Tertulis yang Harus Dipahami Wisatawan Saat Liburan ke Malang

20 Februari 2025
Pare Nggak Akan (Bisa) Pisah dari Kediri kayak Batu yang Pisah dari Malang, Levelnya Beda, Bolo!

Pare Nggak Akan (Bisa) Pisah dari Kediri kayak Batu yang Pisah dari Malang, Levelnya Beda, Bolo!

19 Desember 2023
Pengalaman Mengunjungi Warung Kopi Cetol Malang, Warung Kopi yang "Mengerikan"

Pengalaman Mengunjungi Warung Kopi Cetol Malang, Warung Kopi yang “Mengerikan”

13 Februari 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

5 Kasta Penunggang Yamaha NMAX Dari Hina sampai Berbahaya

5 Kasta Penunggang Yamaha NMAX, dari yang Hina sampai yang Paling Berbahaya

22 Maret 2026
Normalisasi Utang Koperasi demi Kucing, Itu Bukan Tindakan Aneh apalagi Anabul Sudah Seperti Keluarga Mojok.co

Normalisasi Utang Koperasi Kantor demi Kucing, Itu Bukan Tindakan Aneh apalagi Anabul Sudah seperti Keluarga

18 Maret 2026
Gresik Ternyata Bisa Bikin Arek Surabaya Kaget (Wikimedia Commons)

Nasib Orang Surabaya di Gresik: Bertahan Hidup di Tengah Matinya PDAM dan Ganasnya Sistem Inden SD

19 Maret 2026
Bertahan dengan Innova Reborn Jadul daripada Ganti Innova Zenix karena Terlalu Canggih untuk Orang Kabupaten seperti Saya Mojok.co

Bertahan dengan Innova Reborn Jadul daripada Ganti Innova Zenix karena Terlalu Canggih untuk Orang Kabupaten seperti Saya

16 Maret 2026
Lulus Kuliah Mudah Tanpa Skripsi Hanya Ilusi, Nyatanya Menerbitkan Artikel Jurnal SINTA 2 sebagai Pengganti Skripsi Sama Ruwetnya

Kritik untuk Kampus: Menulis Jurnal Itu Harusnya Pilihan, Bukan Paksaan!

19 Maret 2026
Di Desa, Lari Pagi Sedikit Saja Langsung Dikira Mau Daftar Polisi (Unsplash)

Di Desa, Lari Pagi Sedikit Saja Langsung Dikira Mau Daftar Polisi

19 Maret 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=1k7EQFkTWIM

Liputan dan Esai

  • Penyesalan Pindah Kerja dari Jakarta ke Jogja: Selain Gaji Kecil, Budaya Pekewuh Ternyata Memperlambat Kerjaan
  • Jadi Gembel di Perantauan tapi Berlagak Tajir saat Pulang, Bohongi Ortu biar Tak Kepikiran Anaknya Remuk-remukan
  • Rela Utang Bank buat Beli Mobil Ertiga demi Puaskan Ekspektasi Mertua, Malah Jadi Ribet dan Berujung Sia-sia
  • Ujian Pemudik Lajang: Jadi Sasaran Pinjam Uang karena Belum Nikah dan Dianggap Tak Ada Tanggungan, Giliran Nolak Dicap Pelit
  • Rasa Sanga (8): Lontong dan Kangkung dalam Khazanah Suluk Sunan Bonang, Jalan “Merasakan” Kehadiran Tuhan
  • Memelihara Kucing adalah Patah Hati yang Direncanakan, Tapi 1.000 Kali pun Diulang Saya Akan Tetap Melakukannya

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.