Culture Shock Orang Jogja Datang Kondangan di Tegal. Ada Welcome Drink seperti di Hotel-hotel

5 Culture Shock Orang Jogja Datang Kondangan di Tegal. Ada Welcome Drink seperti di Hotel-hotel Mojok.co

5 Culture Shock Orang Jogja Datang Kondangan di Tegal. Ada Welcome Drink seperti di Hotel-hotel (unsplash.com)

Saya orang Jogja yang kini menetap di Tegal. Banyak hal baru dan unik yang saya dapatkan di sini, salah satunya pengalaman kondangan di Tegal yang jauh berbeda dengan Jogja. Selama ini saya terbiasa dengan resepsi pernikahan yang menyajikan prasmanan atau piring terbang ala kondangan Solo. 

Ketika tinggal di Tegal dan menghadiri resepsi pernikahan di Kota Bahari ini, saya benar-benar mengalami culture shock. Banyak sekali perbedaan antara resepsi pernikahan di Tegal dengan di Jogja. Di bawah ini yang paling mengejutkan bagi saya orang asli Jogja:

Kondangan di Tegal dapat welcome drink

Layaknya kondangan pada umumnya, sebelum masuk ke gedung atau rumah tempat resepsi, kita mengisi buku tamu terlebih dahulu. Terdapat kotak amplop di samping buku tamu untuk tamu undangan memasukkan amplop. Setelah itu, tamu undangan akan  mendapatkan welcome drink dan makanan camilan di atas cawan kecil. 

Welcome drink di pesta pernikahan biasanya es kuwut, teh hangat, atau kopi. Sementara camilan yang disajikan berupa tahu aci, gorengan atau kacang. Welcome drink dan snack seperti ini belum pernah saya temui ketika kondangan di Jogja.

Pengantin tidak dipajang di pelaminan

Biasanya, pengantin dipajang di pelaminan dan diapit oleh wali atau orang tua pengantin selama acara berlangsung. Ini jauh berbeda dengan kondangan di Tegal. Alih-alih salaman dan mengucapkan selamat menempuh hidup baru di pelaminan, pengantin menunggu tamu di depan meja buku tamu sambil mempersilahkan tamu untuk menikmati hidangan yang telah disiapkan. Betul-betul pengalaman baru bagi saya.

Walimahan berbeda dengan resepsi

Umumnya teman-teman di Kerohanian Islam atau Keluarga Muslim Kampus menggunakan kata walimahan sebagai pengganti kata resepsi. Ketika mendapatkan undangan walimahan di Tegal, tentu saya mengira walimahan yang dimaksud adalah resepsi pernikahan. Betapa terkejutnya saya ketika sampai di tempat tujuan walimahan yang dimaksud adalah pengajian. 

Di Tegal biasanya pernikahan dirayakan dengan resepsi dan walimahan. Acara walimahan juga dibedakan antara bapak-bapak dan ibu-ibu. Lazimnya acara walimahan ini hanya dihadiri orang terdekat dan diselenggarakan setelah acara resepsi pernikahan.

Tidak ada istilah njagong manten

Saat di Jogja, saya terbiasa dengan istilah njagong manten sebagai pengganti kata datang sebagai tamu ke pesta pernikahan. Saat saya mengucapkan kata njagong manten, teman-teman saya di Tegal tertawa terbahak-bahak. Istilah njagong manten tidak familiar diucapkan di Tegal. Di Tegal, kata njagong sama artinya dengan duduk. Pantas saja istilah njagong manten terdengar lucu bagi teman-teman saya.

Kodangan di Tegal dapat nasi berkat

Di Jogja saya lebih sering menikmati konsumsi respsi pernikahan dalam bentuk prasmanan. Sementara di Tegal, saya lebih sering menjumpai nasi berkat untuk dibawa pulang setelah datang ke resepsi pernikahan.  Umumnya nasi berkat tersebut dibungkus menggunakan ember atau kardus makanan. Porsi nasi berkat tersebut sangat besar sehingga dapat dinikmati oleh satu keluarga. Umumnya nasi berkat terdiri dari beberapa macam lauk seperti ayam, daging hingga telur.

Di atas adalah lima perbedaan antara resepsi pernikahan di Tegal dan Jogja. Tentu tidak ada yang benar dan salah dalam budaya merayakan pernikahan. Yang salah, utang kanan kiri demi membuat resepsi pernikahan yang mewah dan megah.

Penulis: Arief Nur Hidayat
Editor: Kenia Intan

BACA JUGA Derita Tinggal di Kelurahan Panggung Kota Tegal, Salah Satunya Sering Lihat Mayat

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Exit mobile version