Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

Kolombus, Kelompok yang Meresahkan Pemilik Hajatan di Makassar

Munawir Mandjo oleh Munawir Mandjo
7 Januari 2023
A A
Kolombus, Kelompok yang Meresahkan Pemilik Hajatan di Makassar

Kolombus, Kelompok yang Meresahkan Pemilik Hajatan di Makassar (Pixabay.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Kolombus adalah seburuk-buruknya musibah bagi para pemilik hajatan

Di dalam budaya Bugis-Makassar, sudah menjadi kebiasaan umum jika seorang kerabat melakukan hajatan baik acara perkawinan, sunatan, akikah atau acara-acara yang menuntut tuan rumah menyediakan makanan, kerabat dekat maupun jauh biasanya datang untuk memberikan bantuan. Seperti memasak ataupun menyiapkan makanan bagi para tamu undangan. Namun, bukannya mempermudah kelangsungan acara, ada beberapa orang dari mereka yang malah merusak jalannya acara, bahkan sampai membuat pemilik hajatan merasa malu setengah mampus di muka tamu undangan.

ADVERTISEMENT

Masalah itu muncul karena makanan yang sudah disediakan dengan perhitungan jumlah yang pas bahkan lebih, tiba-tiba tak mencukupi. Kondisi itu tentu akan menimbulkan citra negatif bagi penyelenggara hajatan. Mereka akan dianggap pelit, sampai tak becus mengadakan hajatan.

Apa penyebab makanan yang sudah diperhitungkan sesuai jumlah undangan bahkan lebih, membuatnya tak cukup? Umumnya biang keladi di balik fenomena itu adalah kehadiran kelompok pabungkus-bungkus atau tukang bungkus-bungkus. Kelompok ini merupakan sebutan bagi orang-orang yang suka membungkus makanan saat ada hajatan baik dengan sepengetahuan pemilik ataupun tanpa sepengetahuan pemilik hajatan.

Kendati disebut kelompok, tapi orang-orang ini beraksi sendiri-sendiri. Sebab, mereka melakukannya demi memenuhi kepentingan pribadi, bukan kepentingan kelompok. Namun karena orang-orang semacam ini biasanya hadir di setiap acara-acara hajatan dan merugikan pihak penyelenggara, secara konsensus sifat buruk itu diidentikkan oleh masyarakat Bugis-Makassar dalam sebuah kelompok khusus yang kemudian disebut Kolombus.

Sebenarnya kelompok ini dibagi ke dalam dua tipe. Pertama, Kolombus yang beraksi setelah hajatan usai, dan Kolombus yang beraksi saat hajatan sedang berlangsung. Untuk tipe pertama mungkin masih dapat ditoleransi sebab mereka melancarkan aksinya setelah hajatan usai. Jadi meski mereka beraksi, tidak akan mengganggu jalannya hajatan. Kendati telah usai, mereka melancarkan aksinya tanpa sepengetahuan pemilik hajatan. Mereka mengambil makanan sesuai keinginan lantas disembunyikan di tempat tertentu sebelum akhirnya dijemput saat ingin meninggalkan tempat hajatan.

Selanjutnya ada tipe kedua, tipe ini yang paling berbahaya. Kolombus yang beraksi saat acara sedang berlangsung. Saat pemilik hajatan sibuk menyiapkan makanan atau menemani tamu undangan, mereka akan mulai melancarkan aksinya. Mereka akan memisahkan makan yang masih tersedia di dapur atau makanan yang belum disajikan untuk tamu ke tempat yang sudah mereka siapkan. Dalam situasi semacam itu, umumnya mereka tidak perlu repot menyediakan tempat khusus. Mereka hanya membutuhkan kantong kresek yang bisa mereka peroleh dengan mudah.

Setelah memisahkan makanan untuk  dirinya, mereka lantas menyembunyikan makanan itu di tempat yang aman dari jangkauan kerabat dan pemilik hajatan. Setelah acara usai, mereka lantas memasukkan ke dalam tas, atau berusaha membawanya tanpa tidak terlihat oleh pemilik hajatan sebelum akhirnya pergi meninggalkan acara.

Baca Juga:

Menyandang Gelar Andi sebagai Perempuan Bugis Itu Membanggakan, tapi Ekspektasi Orang-orang Kadang Kelewat Melelahkan

Orang yang Menggelar Hajatan hingga Menutupi Jalan Umum Patut Dibenci, Bikin Susah!

Kolombus semacam ini yang kerap merusak jalannya acara. Jika hanya seorang yang melakukan praktik demikian mungkin kekurangan makanan masih bisa diatasi, namun jika yang melakukan praktik semacam itu berjumlah tiga sampai lima orang, makanan yang tersedia buat tamu mungkin tak akan mencukupi. Parahnya praktik-praktik buruk yang umum didominasi kaum ibu-ibu ini bahkan dibawa sampai ke kantor tempat mereka bekerja. Tak jarang kehadiran mereka dalam sebuah acara yang digelar oleh kantornya mengalami situasi sulit, karena makanan yang tersedia tidak mencukupi tamu undangan.

Karena aksinya dalam sebuah acara, kelompok-kelompok semacam ini patut diwaspadai. Mereka akan merugikan penyelenggara acara, membungkus segala jenis makanan: daging, ikan, kue kering, kue basah, sayur, sup, apa pun itu yang mereka anggap enak.

Sedikit saran bagian kalian yang ingin menyelenggarakan hajatan, usahakan menunjuk atau memberi tanggung jawab khusus kepada satu orang yang dipercaya menyimpan dan memantau semua makanan yang akan disiapkan. Sebab, kelompok ini tak akan beraksi jika ada mata yang mengawasi atau orang menegur mereka. Sedangkan untuk para Kolombus, jangan bikin malu pemilik acara dong, setidaknya saat kalian ingin membawa pulang makanan, mintalah saat acara sudah usai sehingga tidak menyusahkan pemilik hajatan.

Penulis: Munawir Mandjo
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA Tidak Ada Hajatan yang Menguntungkan

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Anda penulis Terminal Mojok? Silakan bergabung dengan Forum Mojok di sini.

Terakhir diperbarui pada 7 Januari 2023 oleh

Tags: HajatanKolombusmakassar
Munawir Mandjo

Munawir Mandjo

Aparatur Sipir Negara

ArtikelTerkait

Apa pun Genre Musik Kalian, Lagu Dangdut Wajib Ada di Acara Pernikahan terminal mojok

Apa pun Genre Musik Kalian, Lagu Dangdut Wajib Ada di Acara Pernikahan

15 September 2021
Culture Shock Orang Bugis Makassar yang Merantau ke Bali, Salah Satunya Kaget Lihat Honda Vario di Mana-mana

Culture Shock Orang Bugis Makassar yang Merantau ke Bali, Salah Satunya Kaget Lihat Honda Vario di Mana-mana

28 September 2024
Kebiasaan di Hajatan Pedesaan yang Nggak Masuk Akal kondangan jawa tengah

Kondangan di Desa Jawa Tengah adalah Kondangan Paling Perfect, Melayani Tamu Sepenuh Hati, Dilayani bak Raja!

13 Juli 2024
Unhas Makassar Si Jago Kandang: di Indonesia Timur, Ia Juara, di Luar Itu, Bukan Siapa-siapa

Unhas Makassar Si Jago Kandang: di Indonesia Timur, Ia Juara, di Luar Itu, Bukan Siapa-siapa

10 Juli 2025
Tidak Ada Hajatan yang Menguntungkan Terminal Mojok

Tidak Ada Hajatan yang Menguntungkan

5 Januari 2023
pelaku bom bunuh diri mojok

Bom Bunuh Diri dan Narasi Menggelikan yang Menyertainya

29 Maret 2021
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Kenapa banyak pemilik motor Honda trauma servis di AHASS? (Unsplash)

Kenapa banyak pemilik motor Honda nggak mau servis motor di bengkel resmi atau AHASS?

10 Juli 2026
Nasib Stasiun Karawang: Terasing di Rel Sendiri, Kalah Mentereng dari Stasiun Cikarang

Nasib Stasiun Karawang: Terasing di Rel Sendiri, Kalah Mentereng dari Stasiun Cikarang

8 Juli 2026
Bakso Malang adalah makanan khas Jawa Timur terbaik no debat (Wikimedia Commons)

Bakso Malang adalah makanan khas Jawa Timur yang paling bisa diterima semua lidah orang Indonesia ketimbang kuliner Jatim lainnya

12 Juli 2026
Malang pernah terkenal dengan solidaritas masyarakatnya yang tinggi. sayang, solidaritas itu kini bisa dengan mudah dibeli

Malang pernah terkenal dengan solidaritas masyarakatnya yang tinggi. sayang, solidaritas itu kini bisa dengan mudah dibeli

12 Juli 2026
Cerita beli kendaraan pertama, menabung mati-matian demi Honda Vario Techno 125 bekas. Dulu prihatin kini jadi kenangan manis Mojok.co

Cerita beli kendaraan pertama, menabung mati-matian demi Honda Vario Techno 125 bekas. Dulu prihatin kini jadi kenangan manis

8 Juli 2026
Pengalaman saya sebagai lulusan jurusan Hukum Islam yang memilih jadi petani kopi di desa, ilmunya nggak sia-sia Mojok.co

Pengalaman saya sebagai lulusan jurusan Hukum Islam yang memilih jadi petani kopi di desa, ilmunya nggak sia-sia

12 Juli 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=6Xo_K0G3FRg


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.