Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Pojok Tubir

Kita Sebaiknya Nggak Perlu Nyinyir PNS yang Menuntut Upah Layak

Ahmad Arief Widodo oleh Ahmad Arief Widodo
23 Mei 2022
A A
15 Istilah yang Sering Digunakan dalam Kegiatan Instansi Pemerintah PNS

15 Istilah yang Sering Digunakan dalam Kegiatan Instansi Pemerintah (Dani Kurniawan via Shutterstock.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Banyak akun anonim di Twitter yang kerap membahas pekerjaan sehari-hari dari PNS. Mulai dari hal-hal yang menyenangkan dan lucunya bekerja di birokrasi negeri Wakanda ini. Akan tetapi ada satu hal yang secara persisten diperjuangkan oleh akun-akun tersebut yaitu pendapatan yang layak. Ya, kalian tidak salah baca kalau yang mereka tuntut adalah PENDAPATAN yang LAYAK.

Setiap kali mereka membahas tentang hal tersebut, banyak netizen yang mengkritik tentang tuntutan mereka. Ada yang bilang bahwa gaji PNS di negeri Wakanda telah mencukupi, ada pula yang bilang kalau gajinya nggak sesuai tinggalkan saja pekerjaannya dan lain sebagainya. Bagi netizen yang budiman sebaiknya kalian nggak perlu nyinyir dulu sebelum tahu beberapa fakta yang akan saya sampaikan ini:

#1 Perbedaan tunjangan yang signifikan

Mungkin kalian kerap kali membaca berita tunjangan PNS bisa sampai puluhan juta. Sayangnya itu hanya sampel kasus yang amat kecil. Kalau emang semua dapet segede itu, nggak ada ceritanya mereka gadai SK.

Bahkan tidak sedikit pula PNS dari beberapa instansi yang tidak mendapatkan tunjangan sama sekali. Sebab, perihal tunjungan ini tergantung dari kemampuan instansi masing-masing. Ada juga yang mendapatkan tunjangan yang tidak besar tapi pembayarannya tidak lancar karena satu dan lain hal. Semua hal tersebut saya ketahui berdasarkan curhatan-curhatan yang saya temukan dan dengar.

Hamparan seratus ribuan (Shutterstock.com)

#2 Gaji pokoknya nggak besar

Jika kamu seorang single dengan pendidikan terakhir S1 dan memiliki pengalaman kerja selama nol tahun, gaji pokok yang akan didapatkan sebesar Rp2.579.400. Jumlah ini sedikit lebih tinggi dari pada setengah Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK) Kota Bekasi. Apalagi di masa CPNS yang hanya mendapatkan 80 persen dari gaji pokok PNS.

Gaji tersebut besar ketimbang UMP kota di Indonesia kebanyakan? Iya, betul. Namun, pertanyaannya adalah: gaji pokok PNS kelewat besar atau upah minimum kota KELEWAT KECIL?

Dan kalian tahu sendiri, uang segitu, mana bisa hidup layak? Jangan bawa-bawa argumen gaya hidup melulu, denial itu namanya.

Uang (Pixabay.com)

#3 Gaji pokok tidak naik setiap tahun

Berbeda dengan yang dialami oleh para pegawai swasta yang nyaris setiap tahunnya bisa mengalami kenaikan UMK, gaji pokok PNS tidak naik setiap tahunnya.

Baca Juga:

4 Alasan Pegawai P3K Baru Harus Pamer di Media Sosial

Tunjangan Kinerja buat ASN, Beban Kerja buat Honorer, di Mana Adabmu?

Terakhir gaji pokok naik pada 2019, kurang lebih sekitar tiga tahun lalu ya. Sebelum kenaikan tersebut, kenaikan gaji pokok terjadi pada 2015. Rentang waktu kenaikan terakhir dengan kenaikan sebelumnya kira-kira selama empat tahun.

#4 Media yang berlebihan

Kalau boleh menunjuk satu biang keladi yang bikin banyak PNS mengeluh terhadap pendapatannya sendiri adalah media. Media ini kerap kali “menggoreng” besaran pendapatan dan THR dari PNS. Sayangnya media lebih sering mengambil (untuk tidak mengatakan sengaja) sampel yang memiliki pendapatan sampai puluhan juta.

Uang baru khas Lebaran (Shutterstock.com)

Berita tersebut bikin persepsi yang keliru tentang PNS. Padahal, sebenarnya, mereka ya hampir sama dengan pekerja lainnya: punya keresahan yang sama. Jejaring pengaman memang lebih unggul, tapi di sisi lain, sama saja sebenarnya.

#5 Pada dasarnya, ya sama dengan kalian semua

Sejatinya PNS dengan pegawai swasta itu sami mawon. Sama-sama sebagai buruh, hanya beda majikan saja. Pegawai swasta dipekerjakan oleh perusahaan, sedangkan PNS dipekerjakan oleh pemerintah.

Jadi menurut hemat saya, wajar seorang PNS bisa menuntut pendapatan yang layak. Maka nggak perlu dibesar-besarkan oleh netizen apalagi sampai dinyinyirin. Kita tuh sama-sama kelas pekerja, nggak perlu saling berantem. Nanti malah semakin mudah dibohongi oleh oligarki.

Bagi para PNS yang merasa digaji dengan kurang layak, sebaiknya terus meningkatkan pelayanan agar lebih banyak masyarakat yang yakin bahwa kamu layak digaji lebih baik lagi. Sedangkan untuk netizen, lebih baik memberikan masukan yang positif agar nggak pada ribut satu sama lain. Sebab sebagai sesama pekerja, kita harus saling menguatkan.

Penulis: Ahmad Arief Widodo
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA 6 Alasan PNS Nggak Perlu Cari Jodoh di Media Sosial

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Anda penulis Terminal Mojok? Silakan bergabung dengan Forum Mojok di sini.

Terakhir diperbarui pada 23 Mei 2022 oleh

Tags: pekerjapnsupah layak
Ahmad Arief Widodo

Ahmad Arief Widodo

Penulis lepas yang fokus membahas kedaerahan, dunia pemerintahan dan ekonomi. Stand like a hero and die bravely.

ArtikelTerkait

4 Hal yang Bikin PNS Dapat Hukuman Disiplin terminal mojok.co

4 Hal yang Bikin PNS Dapat Hukuman Disiplin

10 November 2021
Status Karyawan Tetap Nggak Istimewa di Mata Gen Z. Buat Mereka yang Penting Kerja dan Dapat Benefit Tinggi

Status Karyawan Tetap Nggak Istimewa di Mata Gen Z. Buat Mereka yang Penting Kerja dan Dapat Benefit Tinggi

29 November 2023
pns main zuma mojok

Apa Salahnya PNS Main Zuma? Ada Manfaatnya kok!

26 Agustus 2021
6 Kegiatan yang Biasa Dilakukan PNS Setelah Pensiun terminal mojok.co

6 Kegiatan yang Biasa Dilakukan PNS Setelah Pensiun

13 Februari 2022
Cara Gadai SK ke Bank: Syarat, Ketentuan, dan Produk-produk yang Harus Diketahui

Cara Gadai SK ke Bank: Syarat, Ketentuan, dan Produk-produk yang Harus Diketahui

1 Oktober 2022

5 Hal yang Perlu Diketahui tentang Perjalanan Dinas PNS

25 Agustus 2021
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

7 Kebiasaan Orang Kebumen yang Terlihat Aneh bagi Pendatang, tapi Normal bagi Warga Lokal Mojok.co

6 Mitos di Kebumen yang Nggak Bisa Dibilang Hoaks Begitu Saja

3 Februari 2026
Julukan “Blok M-nya Purwokerto” bagi Kebondalem Cuma Bikin Purwokerto Terlihat Minder dan Tunduk pada Jakarta

Purwokerto Memang Kota Wisata, tapi Wisatawan Tak Diberi Petunjuk dan Dibiarkan Bingung Mau ke Mana

5 Februari 2026
Jatim Park, Tempat Wisata Mainstream di Malang Raya yang Anehnya Tetap Asyik walau Sudah Dikunjungi Berkali-kali Mojok.co

Jatim Park, Tempat Wisata Mainstream di Malang Raya yang Anehnya Tetap Asyik walau Sudah Dikunjungi Berkali-kali

6 Februari 2026
Alun-Alun Jember Nusantara yang Rusak (Lagi) Nggak Melulu Salah Warga, Ada Persoalan Lebih Besar di Baliknya Mojok.co

Jember Gagal Total Jadi Kota Wisata: Pemimpinnya Sibuk Pencitraan, Pengelolaan Wisatanya Amburadul Nggak Karuan 

6 Februari 2026
4 Aib Guci Tegal yang Membuat Wisatawan Malas ke Sana Mojok.co

Objek Wisata Guci Tegal Harus Bangkit karena Kabupaten Tegal Tak Ada Apa-Apanya Tanpa Guci

2 Februari 2026
Mie Ayam Bikin Saya Bersyukur Lahir di Malang, bukan Jogja (Unsplash)

Bersyukur Lahir di Malang Ketimbang Jogja, Sebab Jogja Itu Sudah Kalah Soal Bakso, Masih Kalah Juga Soal Mie Ayam: Mengenaskan!

2 Februari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=e8VJPpjKf2Q

Liputan dan Esai

  • Ironi TKI di Rembang dan Pati: Bangun Rumah Besar di Desa tapi Tak Dihuni, Karena Harus Terus Kerja di Luar Negeri demi Gengsi
  • Self Reward Bikin Dompet Anak Muda Tipis, Tapi Sering Dianggap sebagai Keharusan
  • Gen Z Pilih Merantau dan Tinggalkan Ortu karena Rumah Cuma Menguras Mental dan Finansial
  • Lasem Lebih Terkenal daripada Rembang tapi Hanya Cocok untuk Wisata, Tidak sebagai Tempat Tinggal
  • Mahasiswa KIP Kuliah Pertama Kali Makan di AYCE: Mabuk Daging tapi Nelangsa, Kenyang Sesaat untuk Lapar Seterusnya
  • Ormas Islam Sepakat Soal Board of Peace: Hilangnya Suara Milenial dan Gen Z oleh Baby Boomers

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.