Netizen Indonesia Memang Paling Nggak Sopan, di Tengah Kabar Duka Masih Ada yang Bacot Ngeributin Agama Kiki Fatmala

Netizen Indonesia Memang Paling Nggak Sopan, di Tengah Kabar Duka Masih Ada yang Bacot Ngeributin Agama Kiki Fatmala

Netizen Indonesia Memang Paling Nggak Sopan, di Tengah Kabar Duka Masih Ada yang Bacot Ngeributin Agama Kiki Fatmala (Unsplash.com)

Aktris senior, Kiki Fatmala, meninggal dunia. Tapi, apa yang dilakukan netizen Indonesia? Nyinyir soal agama!

Kemarin (1/12/2023) dunia hiburan Indonesia berduka. Salah satu aktris senior Indonesia, Kiki Fatmala, berpulang ke sisi-Nya setelah berjuang melawan kanker. Selamat jalan Kiki Fatmala. Terima kasih telah telah menghibur saya lewat sinetron legendaris Si Manis Jembatan Ancol bersama Ozy Syahputra yang kerap saya saksikan lewat layar kaca televisi tahun 90-an.

Hanya berselang beberapa jam setelah kabar duka tersebut mengudara di dunia maya, saya dibuat frustrasi oleh banyak sekali netizen Indonesia yang nggak bisa mengontrol jarinya. Alih-alih mengucapkan ucapan duka atau doa dengan pantas, banyak netizen Indonesia yang mempermasalahkan agama Kiki Fatmala.

Saya ulangi. Selang beberapa jam setelah kabar duka meninggalnya Kiki Fatmala mengudara, saat keluarga yang ditinggalkan sedang berduka, ada beberapa netizen kurang ajar yang mempermasalahkan agama yang dipilih Kiki Fatmala hanya karena dia pindah agama!

Ngapain ngurusin orang lain?

Jujur, saya saja baru tahu kalau Kiki Fatmala pindah agama setelah membaca komentar para netizen Indonesia yang kurang ajar tersebut. Selama ini, saya cuma enjoy menonton sinetron legendaris Si Manis Jembatan Ancol yang dibintangi Kiki Fatmala tanpa merasa perlu kepo apa agama beliau. Ketika ada kabar miring seputar konflik Kiki Fatmala dengan ibu kandungnya viral pun, saya nggak pernah susah-susah buat kepo. Ngapain saya kepoin urusan orang lain yang nggak saya kenal secara langsung? Mengurus kehidupan diri saya sendiri saja sudah susah.

Sebagai umat muslim, saya tahu apa konsekuensi yang akan diberikan kepada seorang muslim yang memutuskan untuk murtad atau pindah agama. Selama puluhan tahun, banyak ustaz maupun guru agama yang sudah panjang lebar menjelaskan hal tersebut. Kalau masih penasaran apa konsekuensinya, bisa kalian googling sendiri.

Tapi yang jadi pertanyaan sekarang, apakah pantas kita menghakimi pilihan seseorang yang memutuskan untuk pindah agama dan telah meninggal dunia? Lagi pula, bukankah konsekuensi tersebut, seandainya benar pun, ditanggung oleh individu yang bersangkutan? Kenapa pula orang yang nggak kenal secara langsung kayak netizen Indonesia sibuk mengurusi keputusan tersebut?

Saya kadang gemes deh sama komentar orang-orang yang sok suci itu. Memangnya situ sudah pasti dijamin masuk surga? Situ panitia kiamat? Nggak heran sih kalau label sebagai netizen paling nggak sopan pernah disematkan ke warganet kita.

Sialnya, saat ini, kita hidup di era media sosial. Orang bisa berucap apa pun kepada siapa pun sesuka hati di mana saja dan kapan saja, tak terkecuali saat ada kabar duka soal Kiki Fatmala kemarin. Saya yakin, netizen Indonesia yang hobinya nyinyir nggak akan berani mengucapkan ucapan nyinyirnya tersebut di hadapan orangnya kalau ketemu secara langsung. Kalau diciduk juga nanti nangis, saya jamin!

Kebanyakan yang komentar pakai akun bodong

Saya amati, dari dulu orang-orang yang suka nyinyirin agama orang lain ini memang nggak punya prestasi apa-apa. Ketemu langsung saja nggak pernah, tapi kok bisa-bisanya nyinyirin orang lain yang belum pernah ia temui secara langsung? Pakai akun bodong lagi! Berani bacot di media sosial kok pakai akun bodong?

Daripada sibuk nyinyir, mending cuci muka. Olahraga di gym, lari pagi, nonton film, atau lakukan kegiatan lainnya, deh. Habiskan energi kalian untuk hal-hal lainnya yang lebih bermanfaat ketimbang nyinyirin Kiki Fatmala pindah agama. Orangnya sudah meninggal lho, kok ya nggak ada simpatinya sama sekali?

Buat netizen Indonesia yang suka nyinyir, apalagi nyinyirin agama orang lain atau nyinyirin keputusan seseorang untuk pindah agama, lebih baik kalian segera bertobat sebelum terlambat. Hidup matinya seseorang nggak ada yang tahu. Siapa tahu, selang beberapa jam setelah kalian nyinyir, kalian ikutan menyusul dipanggil Tuhan. Nggak ada yang tahu, kan?

Sebagai penutup, sekali lagi, saya turut berduka atas wafatnya Kiki Fatmala. Terima kasih telah menghibur saya dan Generasi 90-an lainnya bersama Ozy Syahputra dan kawan-kawan lewat sinetron legendaris Si Manis Jembatan Ancol. Untuk kerabat dan keluarga Kiki Fatmala, semoga selalu diberi ketabahan dan kekuatan.

Penulis: Raden Muhammad Wisnu
Editor: Intan Ekapratiwi

BACA JUGA Tingkat Kesopanan Online Netizen Indonesia Paling Buruk se-Asia Tenggara.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Exit mobile version