Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

Ketindihan: 3 Macam Sleep Paralysis yang Saya Alami 10 Tahun Terakhir

Yusuf oleh Yusuf
7 Desember 2020
A A
Ketindihan: 3 Macam Sleep Paralysis yang Saya Alami 10 Tahun Terakhir Terminal Mojok
Share on FacebookShare on Twitter

Kalian pernah mendengar kata “ketindihan”? Orang Jawa menyebutnya dengan istilah lebih ndeso: “tindien”. Saya tidak hanya pernah mendengar istilah ini, saya adalah orang yang jadi langganan makhluk-makhluk tak kasat mata untuk “ditindihi”.

Dalam satu bulan, setidaknya saya bisa mengalami ketindihan sebanyak dua sampai tiga kali. Bahkan dalam sebuah kegiatan mahasiswa yang diselenggarakan di luar kota, saya tidak pernah tidur, baik siang maupun malam, lantaran takut ketindihan. Padahal kegiatan itu dilaksanakan selama satu minggu.

Saya sudah mengalami ketindihan, sejauh yang saya ingat, sejak SD. Artinya, itu lebih dari 10 tahun yang lalu. Maka, sebagai seseorang yang memiliki track record panjang dalam dunia pertindihan, saya akan menceritakan pengalaman-pengalaman menarik tentang hal ini.

#1 Ketindihan ganda

Istilah ini saya ciptakan sendiri biar kelihatan agak cerdas. Siapa tahu bakal disandingkan dengan teori “Gerak Ganda”-nya Profesor Fazlurrahman atau ikatan ganda dua unsur kimia? Begini, setiap orang yang mengalami ketindihan, pasti akan berusaha sekuat tenaga untuk bangun. Masalahnya, setelah ketindihannya hilang, ia tidak bangun, melainkan kembali jatuh ke alam mimpi.

Di suatu malam, seperti biasanya saya mengalami ketindihan. Saya berontak agar bangun. Akhirnya saya bisa bangun. Setelah bangun, saya jalan-jalan di sekitar rumah, karena waktu itu pagi hari dan suasana kampung masih sejuk. Ketika akan berjalan kembali ke rumah, lha kok saya sadar bahwa jalan-jalan itu cuma mimpi. Ketika tahu bahwa itu mimpi, otomatis saya berontak untuk bangun, dan terjadilah ketindihan ronde kedua. Ting ting ting…

Saya cukup sering mengalami hal ini. Jadi, selain sering mengalami ketindihan, dalam satu malam saya bisa ketindihan tiga sampai empat kali. Menyadari bahwa mimpi kita hanyalah mimpi, kemudian kita berusaha bangun, itulah ketindihan. Di antara dua ketindihan, biasanya ada mimpi yang kita anggap nyata. Dan itu lebih nyaman daripada harus menyadari bahwa mimpi itu mimpi. Kadang, lebih baik untuk tidak mengetahuinya, Hyung.

#2 Ketindihan horor

Ketindihan seperti ini memang jamak terjadi. Dunia medis memang mengklaim bahwa fenomena ini bisa dijelaskan melalui sains, bahasa kerennya “sleep paralysis”. Tetapi, kearifan lokal orang Indonesia yang mengaitkannya dengan budaya mistis tidak mudah untuk digusur.

Mengingat cerita saya di awal ketika mengikuti kegiatan mahasiswa, bagaimana mungkin saya tidur di sebuah tempat yang baru dan selalu mengalami sleep paralysis? Seolah-olah wajib ‘ain hukumnya. Saya juga pernah mendengar cerita mengenai ranjang-ranjang horor, yang ketika orang tidur di atasnya, pasti mengalami ketindihan.

Baca Juga:

Konten tidak tersedia

Selain itu, efek magis ketika kita mengalami ketindihan juga cukup mengerikan. Entah ini datang dari imajinasi liar kita atau memang ada demit yang nongkrong di atas dada kita, wallahu a’lam. Yang jelas, fenomena ini memang membuat makhluk-makhluk tak kasat mata itu bisa kita rasakan kehadirannya. Dalam beberapa kasus, saya merasakan kehadiran makhluk seperti itu. Begitu saya mak jegagik terbangun, dia terbirit-birit lari. Dasar pengecut, beraninya kok pas orang tidur!

#3 Ketindihan yang menyakitkan

Selain doi, sleep paralysis ternyata juga cukup menyakitkan. Beberapa sleep paralysis memang membuat dada kita sesak, susah napas, sakit kepala, bahkan sampai merasa seperti ada batu besar yang menekan kepala. Sakit sekali, sumpah! Ketika terbangun dari ketindihan yang seperti ini, saya biasanya trauma dan memilih untuk tidak tidur lagi.

Dalam kondisi seperti ini, saya merasa sedang dekat dengan Tuhan karena saya selalu meneriakkan namaNya, meskipun tidak ada satu kata pun yang berhasil keluar dari mulut. Tapi, memang rasanya kayak mau meninggal, Gaes. Sangat menyakitkan dan menakutkan.

Namun, tidak semua ketindihan itu menyakitkan. Sebagian kondisi yang saya alami rasanya biasa-biasa saja, tidak menimbulkan rasa sakit berlebihan.

Dalam berbagai sesi curhat bareng teman-teman, mereka selalu mendadak menjadi orang bijak. Menasihati saya agar berwudhu sebelum tidur, membersihkan kasur, membaca doa, tidak banyak pikiran, tenang, tidak terlalu lelah, dan seabrek nasihat indah lainnya.

Sepanjang saya menggeluti karier di dunia pertindihan, saya menyimpulkan satu hal: tindihan tidak pernah disebabkan oleh faktor tunggal. Bisa jadi saya sudah berwudhu, berdoa dengan tulus, membersihkan kasur, dan lain-lain, namun iblis yang nongkrong di kamar saya ternyata bandelnya nggak ketulungan.

Bisa jadi kamar kita steril dari iblis, namun beberapa kondisi tubuh kita mengharuskan kita untuk mengalami ketindihan seperti yang dijelaskan oleh medis. Bisa jadi karena kelelahan, overthinking, habis diputusin pacar, malam minggu sendirian di kos, atau sebab-sebab lain yang tidak kita ketahui.

BACA JUGA Hantu Baik Yang Mau Gendong dan Nganterin Pulang Orang Malas Mandi

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 6 Desember 2020 oleh

Tags: ketindihansleep paralysis
Yusuf

Yusuf

Orang-orang biasa

ArtikelTerkait

Konten tidak tersedia
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

7 Indikator Purwokerto Salatiga Daerah Terbaik di Jawa Tengah (Unsplash)

Purwokerto Nyaman, tapi Salatiga yang lebih Menjanjikan Jika Kamu Ingin Menetap di Hari Tua

1 April 2026
Tragedi Nasi Rames Sancaka Utara- Beli Mahal, dapatnya Bangkai (Wikimedia Commons)

Tragedi Nasi Rames Sancaka Utara: Membayar Tiket Eksekutif demi Uji Nyali Makan Nasi yang Sudah Almarhum

29 Maret 2026
Kerja Dekat Monas Jakarta Nggak Selalu Enak, Akses Mudah tapi Sering Ada Demo yang Bikin Lalu Lintas Kacau

Kerja di Jakarta Memang Kejam, tapi Masih Banyak Hal yang Bisa Disyukuri dari Kota yang Mengerikan Itu

29 Maret 2026
Trauma Naik PO Handoyo Kelas Eksekutif, Niat Cari Kenyamanan dengan Bayar Mahal Malah Berakhir Menderita Mojok.co

Kapok Naik PO Handoyo Kelas Eksekutif, Niat Cari Kenyamanan dengan Bayar Mahal Malah Berakhir Trauma dan Menderita

31 Maret 2026
Unpopular Opinion, Mojokerto Adalah Kota Paling Layak untuk Hidup Bahagia Sampai Tua Mojok.co

Mojokerto, Kota yang Tak Pernah Move On dari Masa Lalunya dan Tak Bisa Lepas dari Apa-apa yang Berbau Majapahit

2 April 2026
ASN Rajin Adalah Tempat Sampah Buat Atasan (Shutterstock)

Kalau Kalian Masih Ingin Jadi ASN di Era Ini, Sebaiknya Pikir 2 Kali. Tidak, 3, 4, bahkan 100 Kali kalau Perlu

28 Maret 2026

Youtube Terbaru

https://youtu.be/AXgoxBx-eb8?si=Oj6cw-dcHSgky7Ur

Liputan dan Esai

  • Mencintai Musik Underground di Madura: Merayakan Distorsi di Tengah Kepungan Dangdut
  • Ambisi Beli Mobil Keluarga sebelum Usia 30, Setelah Kebeli Tetap Gagal Senangkan Ortu dan Jadi Pembelian Sia-sia
  • Gelar Siswa Terpintar Tak Berarti buat Kuliah UB, Terdampar di UIN Malah Jadi Mahasiswa Goblok, Nyaris DO dan Lulus Tak Laku Kerja
  • Vario 160 Adalah Motor Buruk Rupa yang Menyalahi Kodrat Motor Honda, tapi Sejauh Ini Menjadi Matik Terbaik yang Tahan Siksaan
  • Resign dari Perusahaan Bergaji 3 Digit di Luar Negeri karena Tak Merasa Puas, Kini Memilih Kerja “Sesuai Passion” di Kampung Halaman
  • Punya Rumah Besar di Desa: Simbol Kaya tapi Percuma, Terasa Hampa dan Malah Iri sama Kehidupan di Rumah Kecil-Sekadarnya

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.