Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Gaya Hidup Kesehatan

Keseleo, Musibah “Sepele” yang Amat Menyebalkan

Akbar Mawlana oleh Akbar Mawlana
14 April 2023
A A
Keseleo, Musibah "Sepele" yang Amat Menyebalkan

Keseleo, Musibah "Sepele" yang Amat Menyebalkan (Pixabay.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Saya tidak menyangka di tengah Ramadan ini, saya harus mendapatkan musibah “sepele” berupa kaki keseleo. Ironisnya lagi, kejadiannya terjadi ketika pulang dari buka bersama. Peristiwanya bermula ketika kaki saya terperosok ke jeglongan jalan, sepele kan penyebabnya? Sungguh perih rasanya hati ini, yang seharusnya bahagia karena perut sudah kenyang, serta mendapatkan bingkisan. Lha, kok malah harus terperosok ke jeglongan jalan hingga membuat kaki saya keseleo.

Sebenarnya, ini bukan pertama kalinya saya mengalami kaki keseleo. Jika dihitung semenjak SMA sampai sekarang, setidaknya sudah empat kali saya mendapatkan musibah berupa kaki keseleo.

Mendapatkan musibah seperti ini bukan perkara yang menyenangkan. Kalau teman saya bilang, “Enak ya kakimu keseleo, bisa banyak rebahan dan mendapatkan perhatian lebih dari orang sekitar.” Sungguh ingin rasanya diri ini berkata “ndasmu” di dekat telinganya. Soalnya, mengalami kaki keseleo tidak ada enaknya sama sekali.

Memang, cedera ini jelas kalah keren dan mentereng dengan jenis cedera lain. Cedera metatarsal, ACL, hamstring, kan keliatan keren tuh. Orang pasti kalau denger cedera gituan bakal maklumin. Kalau keseleo, ya kayak kawan saya tadi, reaksinya aneh. Keseleo kok enak. Ndasmu.

Mungkin kalau pakai “sprain” gitu jadi keliatan cool dan gawat kali ya? Padahal ya artinya podo waeee.

Keseleo itu beneran nggak nyaman

Tapi, beneran, keseleo itu nggak nyaman. Sama sekali nggak nyaman. Rasa tidak nyaman yang paling utama adalah menahan rasa sakit, terutama saat awal jatuh. Menahan rasa sakit kaki keseleo saat awal jatuh rasanya bukan kaleng-kaleng. Sakitnya bisa sampai ke ubun-ubun. Dari saking sakitnya, bisa membuat penglihatan menjadi gelap. Mungkin ini terkesan berlebihan, cuman memang sesakit itu saat awal jatuh.

Usut punya usut, penyebab penglihatan menjadi gelap saat awal jatuh menurut tukang pijat yang saya datangi, bisa terjadi oleh faktor aliran darah tersumbat, jantung berdebar kencang, dan ada rasa kaget. Sehingga, akan mempengaruhi penglihatan menjadi gelap.

Tapi, sesakit-sakitnya menahan rasa sakit ketika awal jatuh, lebih sakit lagi menahan pijatan dari tukang pijat. Rasa sakitnya yang begitu mendalam, berhasil membuat mata saya terbelalak dan mulut berteriak kencang. Sampai-sampai seusai pijat, badan saya merasakan lemas seperti kehabisan banyak tenaga. Cuman mau bagaimana lagi, kalau tidak dipijat, mungkin rasa sakit di kaki akan semakin parah.

Baca Juga:

Derita Real Madrid: Pemain Kelelahan, Diterpa Badai Cedera, Pelatih Keras Kepala, Manajemen Bebal, Lengkap!

Cinta Palsu Eden Hazard

Iye-iye saya tahu harusnya nggak perlu dipijat, badan punya mekanisme penyembuhan sendiri. Tapi gimana ya, Lur, kadung je.

Rasa sakit yang tak kunjung usai

Seusai mendapatkan pengobatan dengan pijat, perkara tak lantas usai. Saya masih harus menahan rasa sakit, sekalipun tidak sesakit sebelum mendapatkan pijatan. Sebab, sakitnya kaki keseleo tidak bisa langsung tuntas dalam waktu sehari. Minimal kata tukang pijatnya adalah tiga hari, bahkan bisa lebih. Tiba-tiba saja saya teringat dengan teman yang kakinya keseleo akibat bermain futsal, baru sembuh selama sepuluh hari.

Itu baru kaki. Coba keseleo lidah, wah, bertahun-tahun tuh sembuhnya.

Dengan tidak bisa tuntasnya rasa sakit dalam waktu sehari, membuat aktivitas sehari-hari menjadi terganggu karena semuanya harus dijalankan sembari menahan rasa nyeri. Tidur saja rasanya tidak lagi nyaman. Kaki geser sedikit, langsung muncul rasa nyeri. Sehingga, menjadi sulit untuk memiringkan kaki. Mau tidak mau jadinya harus banyak tidur dengan telentang.

Belum lagi saat azan berkumandang, ada rasa tidak bahagia di hati saya. Dengan kaki keseleo, ada semacam rasa acuh untuk beribadah. Bukan karena enggan menghadap Tuhan, cuman untuk mengambil wudu dan melakukan gerakan salat, rasanya berat sekali dengan harus menahan nyeri.

Ada semacam tantangan tersendiri salat sambil menahan nyeri di kaki. Apabila kaki tidak keseleo, saya bisa berdiri, rukuk, dan sujud dengan khidmat. Lalu semuanya berbeda. Dengan rasa nyeri, membuat gerakan salat menjadi tidak khidmat. Rasanya ingin segera menuntaskan salat dengan cepat.

“Kenapa tidak salat duduk saja?” tanya teman saya dengan nada menasihati. “Bukannya tidak mau salat duduk, cuman sudah terbiasa salat berdiri. Saya pernah mencoba salat dengan duduk ketika kaki keseleo, rasanya ada yang aneh dan mengganjal di hati. Makanya, saya paksakan tetap salat berdiri,” jawab saya.

Buang air besar jadi derita

Yang paling menyebalkan adalah saat buang air besar. Biasanya aktivitas buang air besar menjadi aktivitas menyenangkan, lantaran bisa merenungkan hidup. Cuman dengan kaki keseleo, rasa nikmatnya hilang seketika. Sebab, dengan posisi pantat duduk ke kloset, otomatis kaki menyanggah ke bawah agar seimbang. Dengan menjadikan kaki sebagai penyanggah, otomatis kaki akan tertekan dan lambat laun rasa nyeri semakin meningkat.

Dan saya tidak bisa membayangkan sakitnya orang yang kakinya keseleo sambil buang air besar dengan kloset jongkok. Saya saja yang menggunakan kloset duduk saja nyerinya naudzubillah.

Kata teman saya yang kakinya keseleo akibat main futsal, rasanya buang air besar dengan kloset jongkok seperti ingin menghilang dari dunia. Semuanya serba repot. Kalau tidak buang air besar, perutnya mulas. Sedangkan kalau buang air besar kakinya menjadi sangat nyeri.

Mendengarkan pengakuannya, saya masih bersyukur masih punya kloset duduk. Setidaknya tidak terlalu sakit-sakit banget menjalani kehidupan dengan kaki keseleo.

Meskipun saya lebih bersyukur lagi tidak mengalami kaki keseleo. Selama empat kali mengalami kaki keseleo, selama empat kali itu pula dunia saya serasa seperti runtuh, harus menahan sakit dan menjalani aktivitas dengan tidak menyenangkan. Jadi, nikmat kesehatan mana lagi yang kamu dustakan?

Penulis: Akbar Mawlana
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA Jenis Cedera yang Sering Dialami Pelari, Jangan Dianggap Sepele

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 14 April 2023 oleh

Tags: cederakeseleomusibah
Akbar Mawlana

Akbar Mawlana

Alumni S1 Sosiologi dan sekarang menjadi pegiat literasi. Suka menulis isu sosial.

ArtikelTerkait

Mempelajari 7 Fase Hidup Terberat Saat Menginjak Usia Kepala Dua

Kalimat Keramat Orang Jawa kalau Ia Merasa Tersakiti

12 Juni 2020
Cinta Palsu Eden Hazard

Cinta Palsu Eden Hazard

6 Juni 2023
Menangani Keseleo Tanpa Harus ke Rumah Sakit

Menangani Keseleo Tanpa Harus ke Rumah Sakit

16 April 2023
5 Hal Tak Terduga Saat Patah Tulang Terminal Mojok

5 Hal Tak Terduga yang Terjadi Saat Patah Tulang

16 Oktober 2022
Lebih Baik Nonton Eri Pras Live di TikTok ketimbang Nonton Real Madrid, Bikin Sakit Hati doang!

Derita Real Madrid: Pemain Kelelahan, Diterpa Badai Cedera, Pelatih Keras Kepala, Manajemen Bebal, Lengkap!

11 Desember 2024
suga bts labral tear mojok

Mengenal Labral Tear, Cedera Bahu yang Dialami Suga BTS

9 November 2020
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Sukabumi Belum Pantas Jadi Peringkat 6 Kota Paling Toleran, Soal Salat Id Aja Masih Dipersulit Mojok.co

Sukabumi Belum Pantas Jadi Peringkat 6 Kota Paling Toleran, Soal Salat Id Aja Masih Dipersulit

27 April 2026
Kalau Mau Ketemu Orang Baik, Coba Naik Trans Jogja (Unsplash)

Kalau Mau Ketemu Orang Baik, Coba Naik Trans Jogja

27 April 2026
Menyalahkan Ortu yang Menitipkan Anaknya di Daycare Adalah Komentar Paling Jahat dan Tidak Perlu Mojok.co

Menyalahkan Ortu yang Menitipkan Anaknya di Daycare Itu Jahat dan Nirempati

26 April 2026
Bandung Setelah Lebaran Jadi Surga Wisatawan, tapi Mimpi Buruk Warlok Mojok.co semarang

4 Hal yang Lumrah di Bandung tapi Tampak Aneh di Mata Orang Semarang

30 April 2026
Mahasiswa Jurusan Sosiologi Nggak Perlu Iri dengan Jurusan Filsafat yang Kerennya Hanya Sesaat Mojok.co

Meskipun Prodi Sosiologi Tidak Relevan dengan Dunia Industri, Menghapusnya Hanya Akan Menghambat Kemajuan Bangsa Ini

30 April 2026
12 Istilah Hujan yang Aneh dalam Bahasa Jawa, Ada “Tlenik-Tlenik” hingga “Kethek Ngilo” Mojok

12 Istilah Hujan yang Terdengar Aneh dalam Bahasa Jawa, Ada “Tlenik-Tlenik” hingga “Kethek Ngilo”

30 April 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=smSJ4KOJ5ac

Liputan dan Esai

  • Harga yang Harus Dibayar dari Pembangunan di Papua: Hutan Rimbun Diratakan Alat Berat, Alam dan Masyarakat Adat Terancam
  • 8 Tuntutan “Jujur” Buruh di Mayday 2026: Ciptakan Lapangan Kerja, Kendalikan Dampai AI, hingga Lindungi Pekerja Platform Digital
  • Telepon dari Ibu bikin Saya Sadar, Kerja di Australia Tak Seindah Konten Medsos dan Bahagia Tak Melulu soal Gaji Ratusan Juta
  • Perburuan Burung Kicau untuk Penuhi Skena Kicau Mania Tinggi: Jawa Jadi Pasar Besar, Bisa Ancam Manusia dan Bumi
  • Ngasih Bintang 5 ke Driver Ojol meski Tidak Puas Tak Rugi-rugi Amat, Tega Hukum Bintang 1 bikin Sengsara Satu Keluarga
  • Bahaya Dolar ke Rupiah Makin Gila dan Tembus 17 Ribu, Lalu Menjadi Gambaran Negara Sakit yang Semakin Kritis, Masyarakat Kecil dan Perintis Perlahan Mati

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.