Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Gaya Hidup Kesehatan

7 Kesalahan Saat Minum Obat yang Nggak Disadari Banyak Orang

Intania Lathifah Kirana oleh Intania Lathifah Kirana
29 Maret 2024
A A
7 Kesalahan Saat Minum Obat yang Nggak Disadari Banyak Orang

7 Kesalahan Saat Minum Obat yang Nggak Disadari Banyak Orang (Unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Kita tanpa sadar melakukan beberapa kesalahan saat minum obat padahal bisa berdampak tidak baik bagi kesehatan, lho.

Saat mengonsumsi obat, tentu kita perlu cermat untuk selalu membaca aturan pakai guna menghindari terjadinya efek samping serta memastikan agar pengobatan yang diberikan dapat memberikan hasil efektif. Terlebih setiap obat memiliki cara kerja dan efek samping yang berbeda-beda.

Nyatanya, kita kerap kali melakukan kesalahan minum obat yang justru berdampak pada kerja obat yang tidak maksimal. Oleh karena itu, supaya terhindar dari kesalahan yang justru berdampak tidak baik bagi kesehatan, sebaiknya simak poin-poin berikut ini.

#1 Kesalahan pertama, memberikan obat sirup menggunakan sendok makan

Ketika mengonsumsi obat sirup, kita sering kali menggunakan sendok makan atau sendok teh sebagai takaran dosis. Padahal ukuran sendok di berbagai tempat tidak selalu sama. Sendok makan yang biasa digunakan di rumah kira-kira hanya sekitar 8 ml, sementara untuk sendok teh sekitar 2,5 ml. Namun nyatanya, dalam ilmu kefarmasian, volume sendok makan yang dimaksud adalah 15 ml dan untuk sendok teh sebesar 5 ml.

Ketidaksesuaian ukuran tersebut dapat menyebabkan dosis yang masuk ke dalam tubuh berbeda dengan dosis yang sudah ditetapkan. Kesalahan minum obat ini dapat mengakibatkan hal-hal yang tidak diinginkan. Misalnya, manfaatnya jadi tidak optimal, atau justru dapat menimbulkan efek samping terhadap tubuh.

Agar terhindar dari hal-hal tak diinginkan tadi, dianjurkan untuk menggunakan sendok takar sebagai takaran dosis. Dengan begitu, dosis yang diberikan akan lebih akurat sehingga proses penyembuhan bisa lebih optimal dan terhindar dari efek samping akibat kesalahan dosis.

#2 Pemahaman terkait jangka waktu obat yang diminum ketika perut kosong

Dilansir dari Pharmacist, beberapa bahan tertentu seperti suplemen besi, statin, obat-obatan tiroid, proton pump inhibitor, sukralfat, dan digoksin, harus dikonsumsi pada saat perut dalam keadaan kosong. Terkait hal tersebut, nyatanya masih banyak yang salah paham terhadap jangka waktu perut kosong yang dimaksud.

Berdasarkan Kementerian Kesehatan, yang dimaksud perut kosong ialah saat kondisi lambung dalam keadaan kosong, yakni 30-60 menit sebelum makan atau 2-3 jam setelah makan. Sebab pada beberapa senyawa tertentu, makanan dan beberapa minuman dapat memengaruhi cara kerjanya. Misalnya, mengonsumsi obat tertentu bersamaan dengan makan dapat mencegah lambung dan usus menyerap obat, sehingga efektivitasnya jadi berkurang. Oleh sebab itu pemahaman ini penting untuk diketahui agar tidak terjadi kesalahan saat minum obat yang menyebabkan pengobatan jadi kurang maksimal.

Baca Juga:

Jalan Sompok, Jalan yang Bikin Warga Semarang Tetap Sehat karena Banyak Dokter Praktik di Sini

Minyak Gosok sampai Obat Kuat, Ini 5 Obat Cina yang Wajib Ada di Rumah Saya

#3 Pemahaman terkait frekuensi minum obat

Ketika diberi resep dan diarahkan untuk mengonsumsinya 3 kali sehari, beberapa orang masih menganggap bahwa frekuensi sebanyak 3 kali tersebut dapat dilakukan pada jam berapa pun, asalkan pada hari yang sama. Padahal ini adalah kesalahan minum obat yang sebaiknya dihindari. Ketika aturan pakai menginstruksikan 3 kali sehari, artinya obat tersebut harus diminum setiap 8 jam.

#4 Mengonsumsi produk susu berdekatan dengan waktu minum obat

Dilansir dari GoodRx, beberapa bahan seperti bisfosfonat, antibiotik tetrasiklin, antibiotik fluorokuinolon, suplemen besi, dan obat-obatan tiroid akan berinteraksi dengan produk susu. Menurut Vital Record, susu dapat mengganggu penyerapan zat besi di perut. Selain itu, kalsium yang ditemukan dalam produk susu dapat mencegah tubuh menyerap antibiotik tetrasiklin dan siproflaksasin serta obat-obatan tiroid, sehingga lebih sedikit senyawa aktif dalam aliran darah, yang pada akhirnya menurunkan efektivitas.

#5 Anggapan bahwa yang paten lebih manjur daripada generik

Harga obat generik yang jauh lebih murah dibandingkan paten sering kali menciptakan stigma masyarakat terhadap kemanjurannya. Makanya kita kerap menjumpai orang-orang yang merasa ragu ketika hendak mengonsumsi obat generik.

Padahal dilansir dari Kementerian Kesehatan, perbedaan antara paten dan generik terletak pada hak patennya di mana obat diproduksi dan dipasarkan oleh perusahaan farmasi yang memiliki hak paten. Sementara yang generik merupakan obat paten yang telah habis masa patennya sehingga dapat diproduksi oleh seluruh perusahaan farmasi. Selain itu, perbedaan lainnya antara obat generik dan paten ada pada warna, kemasan, label, dan bentuknya.

Pada produksi obat paten dibutuhkan biaya penelitian, uji coba dalam skala besar, serta biaya pemasaran, sementara yang generik tidak perlu melakukan penelitian dan uji coba dalam skala besar karena telah dilakukan sebelumnya. Perbedaan biaya produksi inilah yang membuat harga yang paten lebih mahal dibandingkan generik. Jadi, bukan karena perbedaan kualitas antara yang paten dan generik, ya.

#6 Menggerus tablet sebelum diminum

Menggerus tablet kerap kali dianggap menjadi solusi bagi mereka yang kesulitan menelan obat. Namun nyatanya, ini adalah kesalahan saat minum obat yang tidak boleh dilakukan. Sebab, tidak semuanya dapat digerus, terutama tablet salut.

Dilansir dari Pharmacist’s Letter, beberapa yang tidak boleh digerus antara lain bisakodil, diklofenak, esomeprazol, dan asetaminofen. Sebab, ada beberapa tablet yang disalut lapisan tertentu untuk mendukung mekanisme kerja obat tersebut. Jika tablet digerus, lapisan khususnya akan ikut hancur sehingga mekanisme kerja obat dapat terganggu, dan justru akan menimbulkan hal-hal yang tidak diinginkan. Misalnya, pelepasan obat yang terlalu cepat, terurai oleh asam lambung, atau bahkan dapat mengiritasi dinding lambung.

#7 Membuka cangkang kapsul sebelum diminum

Serupa dengan tablet, nyatanya membuka cangkang kapsul sebelum diminum tak bisa dilakukan secara sembarangan. Berdasarkan Rosemont Pharma, banyak kapsul dirancang dengan sifat pelepasan berkelanjutan untuk memastikan penyerapan obat secara bertahap. Membuka atau menghancurkannya dapat menyebabkan pelepasan seluruh dosis secara cepat, menyebabkan toksisitas yang diikuti dengan periode ketidakefektifan.

Selain itu, beberapa bahan sensitif terhadap cahaya, kelembapan, atau cairan asam lambung. Membuka atau menghancurkan kapsul tertentu dapat menyebabkan bahan aktif terdegradasi sehingga mengurangi efektivitasnya.

Itulah tujuh kesalahan yang kerap dilakukan saat minum obat namun jarang kita sadari. Pengetahuan terkait aturan minum yang tepat sangat penting agar terhindar dari kesalahan. Kesalahan kecil seperti waktu minum yang tidak tepat atau menggerus tablet tanpa memahami konsekuensinya nyatanya dapat berpengaruh signifikan terhadap keberhasilan pengobatan. Oleh karena itu pemahaman yang benar adalah kunci utama memastikan efektivitas pengobatan serta kesehatan yang optimal.

Penulis: Intania Lathifah Kirana
Editor: Intan Ekapratiwi

BACA JUGA 3 Aturan Tidak Tertulis Apotek, Sebaiknya Pelanggan Tahu supaya Tidak Merepotkan Apoteker.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 27 Maret 2024 oleh

Tags: aturan minum obatbeli obatberobatObatobat generikPenyakitsakit
Intania Lathifah Kirana

Intania Lathifah Kirana

Seorang mahasiswi Farmasi yang gemar menulis.

ArtikelTerkait

marijuana

Galaunya Si Marijuana: Haruskah Dilegalkan atau Tidak?

16 Oktober 2019
Petunjuk Singkat Cara Membaca Lambang Obat bagi Orang Awam terminal mojok

Petunjuk Singkat Membaca Lambang Obat bagi Orang Awam

5 November 2021
Digigit Nyamuk Memang Menyebalkan, tapi Jika Digigit di 5 Bagian Tubuh Ini, Rasanya kayak Menderita Selama 1000 Tahun

Digigit Nyamuk Memang Menyebalkan, tapi Jika Digigit di 5 Bagian Tubuh Ini, Rasanya kayak Menderita Selama 1000 Tahun

23 September 2023
probiotik

Antibiotik dan Probiotik: Apa Bedanya?

30 Agustus 2019
dokter hewan peliharaan sakit mojok

Dokter Hewan Bukanlah Dukun, Jadi Biarkan Mereka Melakukan Tugasnya sebagaimana Mestinya

25 September 2021
varises otot penyakit mojok

Mengenal Varises dan 6 Macam Penyebabnya

13 September 2020
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Jalan Keloran Selatan Bantul, Ujian Terberat Pengendara Bermata Minus seperti Saya

Bantul Selatan: Surga Tersembunyi buat Pekerja yang Malas Tua di Jalan dan Ogah Akrab sama Lampu Merah

12 Mei 2026
6 Alasan Jatinangor Selalu Berhasil Bikin Kangen walau Punya Banyak Kekurangan Mojok.co

3 Alasan Kuliah di Jatinangor Adalah Training Ground sebelum Masuk Dunia Kerja

18 Mei 2026
Peribahasa Ada Harga Ada Rupa Tidak Berlaku untuk “MBG” Superindo yang Wujudnya Meyakinkan, Rasa Enak, dan Harganya Tetap Murah Mojok.co

Peribahasa Ada Harga Ada Rupa Tidak Berlaku untuk “MBG” Superindo yang Wujudnya Meyakinkan, Rasa Enak, dan Harganya Tetap Murah

17 Mei 2026
5 Kelebihan Kos LV yang Jarang Disadari, Nyatanya Nggak Seburuk yang Diceritakan Orang kos campur

Pengalaman Hidup di Kos Campur: Sebenarnya Tidak Seburuk Itu, tapi Sebaiknya Memang Jangan Pernah Coba-coba Tinggal

13 Mei 2026
Organisasi Mahasiswa Ekstra Kampus: Teriak Melawan Penindasan di Luar, tapi Seniornya Jadi Aktor Penindas Paling Kejam organisasi mahasiswa eksternal organisasi kampus

Organisasi Mahasiswa Itu Candu, dan Jabatan di Kampus Itu Jebakan yang Pelan-pelan Mematikan

18 Mei 2026
Kos Putri Tempat Tinggal yang Terlihat Ideal untuk Perempuan Perantau, tapi Aslinya Bikin Malas Mojok.co

Kos Putri yang Terlihat Ideal untuk Perempuan Perantau Aslinya Bikin Malas

18 Mei 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=smSJ4KOJ5ac

Liputan dan Esai

    Konten Promosi



    Google News
    Ikuti mojok.co di Google News
    WhatsApp
    Ikuti WA Channel Mojok.co
    WhatsApp
    Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
    Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
    Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

    Tentang
    Kru
    Kirim Tulisan
    Ketentuan Artikel Terminal
    Kontak

    Kerjasama
    F.A.Q.
    Pedoman Media Siber
    Kebijakan Privasi
    Laporan Transparansi

    PT NARASI AKAL JENAKA
    Perum Sukoharjo Indah A8,
    Desa Sukoharjo, Ngaglik,
    Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

    [email protected]
    +62-851-6282-0147

    © 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

    Tidak Ada Hasil
    Lihat Semua Hasil
    • Nusantara
    • Kuliner
    • Kampus
      • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Olahraga
    • Otomotif
    • Hiburan
      • Anime
      • Film
      • Musik
      • Serial
      • Sinetron
    • Gaya Hidup
      • Fesyen
      • Gadget
      • Game
      • Kecantikan
    • Kunjungi MOJOK.CO

    © 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.