Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

Kerusuhan Menyengsarakan Masyarakat: Damailah Papua

Rebbeca Marian oleh Rebbeca Marian
2 September 2019
A A
papua

papua

Share on FacebookShare on Twitter

Damai itu indah, aman dan nyaman. Kerusuhan akan membuat masyarakat sengsara. Damai Papua, amanlah Indonesia. Mari kita jaga kedamaian dan keamanan di Papua dan Papua Barat.

Dampak kericuhan Papua tampaknya makin berbuntut panjang. Berita terkini mengatakan jika kerusuhan kembali terjadi disana. Ribuan warga mengungsi di instalasi militer. Bahkan komunikasi di Jayapura lumpuh.

Situasi kembali memanas dari akibat digelarnya aksi unjuk rasa oleh ribuan warga. Mereka datang kembali untuk menyikapi tindakan rasis yang telah dialami oleh mahasiswa Papua di Surabaya beberapa waktu lalu. Massa juga mengadakan aksi berjalan kaki (long march) dari Wamena menuju Jayapura, Papua.

Massa juga mengibarkan bendera bintang kejora serta membentangkan spanduk-spanduk bertuliskan protes. Tak hanya membuat rusuh, aksi pembakaranpun juga dilakukan. Mirisnya lagi, mereka juga melakukan penjarahan, sungguh disayangkan.

Akibatnya suasana kota yang telah kondusif kembali mencekam. Masyarakat takut beraktivitas di luar rumah. Serta sebagian perkantoran dan pertokoan tutup. Aksi ditengarai berjalan hingga malam hari tiba. Massa kukuh bertahan di Halaman Kantor Gubernur di Jalan Soa Siu Dok 2. Bahkan mereka melakukan razia di setiap kendaraan yang melintas.

Tak jauh dari sana Aparat keamanan sigap merapat di jalan Koti dekat kantor Grapari Telkomsel yang dibakar massa. Ketakutan yang dialami warga juga semakin membuat keadaan makin keruh. Fasilitas publik dinilai lumpuh dengan dampak yang merugikan warga.

PT PLN di wilayah Papua dan Papua Barat juga menyatakan jika terpaksa melakukan pemadaman listrik. Hal ini dilakukan karena adanya sejumlah kabel yang terbakar di Kantor Telkomsel. Serta sejumlah tempat lainnya. Selain itu untuk menghindari kemungkinan hal-hal yang buruk terjadi sampai situasi kembali kondusif.

Tak hanya listrik, namun juga sarana telekomunikasi juga putus. Denny Abidin selaku VP Corporate Communicayions Telkomsel menyatakan jika sementara GraPARI Jayapura tidak beroperasi. Sementara pemblokiran jaringan internet sejak 21Agustus hingga kini masih dilakukan.

Baca Juga:

Culture Shock Orang Jakarta Ketika Pertama Kali ke Jayapura, Ternyata Nggak Terpelosok seperti dalam Bayangan

Sisi Gelap Kerja di Korea Selatan: Gaji Besar tapi Hak-hak Lain Tergadaikan  

Ditengarai kabel koneksi antar base tranceiver station (BTS) di Jayapura juga dibakar massa.  Hal inilah yang mengakibatkan jarigan selular mati. Terdapat 313 BTS yang tidak bisa difungsikan.

Masyarakat kini hanya bisa berdiam diri dirumah akibat kelumpuhan beberapa akses publik yang dirasa sangat vital. Hal ini turut diperkuat oleh Dirjen Aplikasi dan Informatika Samuel Abrijani Pangerapan terkait lumpuhnya telekomunikasi.

Menanggapi kasus ini, Jokowi angkat bicara. Presiden Jokowi menghimbau agar masyarakat tetap tenang serta tidak melakukan tindakan anarkis. Jokowi juga menyatakan telah berkoordinasi dengan Menkolpulhukam bersama Kapolri, Kabin, beserta Panglima TNI. Guna mengambil tindakan tegas terhadap siapa pun yang melanggar hukum serta pelaku tindakan anarkis dan rasialis.

Kerusakan yang ditimbulkan tak hanya soal kerugian materiil, namun juga spirituil. Dampak spirituil ini dirasakan akibat kecemasan yang berlebihan akibat tindakan kerusuhan ini. Sementara kerugian sektor materiil adalah rusaknya fasilitas publik yang dinilai sangat penting dan vital.

Tentu saja penerima dampak kerugian bukan satu dua orang saja, bahkan ribuan mungkin lebih. Karena bisa jadi akses perekonomian warga berasal dari telekomunikasi yang kini tengah lumpuh akibat aksi rasisme tersebut.

Semuanya pasti terganggu, mulai dari sektor ekonomi, pendidikan, hingga layanan publik tak bisa difungsikan hingga waktu yang belum ditentukan. Kalau begini siapa yang rugi? Masyarakat juga bukan?

Tindakan kerusuhan yang digelar ini harusnya dijalani dengan sikap lebih bijaksana. Mengingat akibat yang timbul bukan hanya milik pribadi saja, namun masyarakat secara menyeluruh. Belum lagi ketakutan serta kecemasan jika akan keluar rumah. Siapa yang akan menjamin?

Sungguh disayangkan situasi yang telah kondusif ini dibuat rusuh kembali oleh pihak yang tak bertanggung jawab. Tindakan radikal dengan membakar semua yang berada di dekat massa. Bahkan fasilitas publik tanpa menghiraukan apa dampaknya kemudian, siapa yang akan merugi. Bagaimana akses pendidikan terkait fasilitas publik yang rusak, sistem jaringan internet yang putus juga berakibat mandegnya proses belajar-mengajar.

Lalu siapa yang akan disalahkan? Setelah membuat kerusakan dan kerusuhan mereka hanya mendapatkan ketidak tenangan, bukan? Seharusnya sebagai masyarakat yang cerdas dan berpikir logis bisa meredam emosi. Entah akibat sulutan provokasi maupun informasi yang dinilai belum tentu kebenarannya. Bukankah pemerintah telah berjanji membuat suasana kondusif serta memperbaiki segala situasi yang ruwet ini.

Kesabaran dewasa ini dirasa merupakan tindakan paling efektif guna membentengi diri dari berita-berita yang berujung provokasi. Semoga Papua kembali seperti sedia kala serta seluruh elemen lapisan rakyat kembali damai dan bekerja sama lagi. (*)

BACA JUGA Politik Alkohol atau tulisan Rebbeca Marian lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 2 September 2019 oleh

Tags: berita papua barat hari inicendrawasih pos hari inidamailah papuakerusuhan papuapapuarasisme
Rebbeca Marian

Rebbeca Marian

ArtikelTerkait

korea selatan jepang barat tenno heika banzai mojok

Korea Selatan, Jepang Barat, dan Netizen Indonesia yang Kebablasan

3 Agustus 2021
TNI AU oknum rasis penganiayaan mojok

TNI AU Minta Maaf Pake Kata Oknum buat Anggotanya yang Rasis itu Udah Paling Bener

29 Juli 2021
orang timur

Berbicara dengan Logat Timur yang Langsung Disangka Papua

27 Juni 2019
Sisi Gelap Pendidikan di Papua Sebuah Ironi di Timur Indonesia (Unsplash)

Sisi Gelap Pendidikan di Papua: Sebuah Kisah Ironi di Timur Indonesia

11 Juli 2023
mewakili vanuatu menyatakan kekesalan kepada indonesia sidang pbb pelanggaran ham di papua mojok.co

Mewakili Kesalnya Vanuatu kepada Negara Saya Sendiri

6 Oktober 2020
Saya Terlahir sebagai Anak Papua dan Saya Mensyukuri Banyak Hal terminal mojok.co

Saya Terlahir sebagai Anak Papua dan Saya Mensyukuri Banyak Hal

17 Januari 2021
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Bukber Berkedok Reuni Itu Scam- Arena Bunuh Teman (Unsplash)

Bukber Berkedok Reuni Itu Seperti “Scam”: Adu Outfit, Adu Gaji, Adu Kerjaan, Ujung-ujungnya Adu Nasib

1 Maret 2026
Botok Tawon, Makanan Unik Jawa Timur yang Rasanya Enak, tapi Saya Tak Sudi kalau Disuruh Makan Lagi

Botok Tawon, Makanan Unik Jawa Timur yang Rasanya Enak, tapi Saya Tak Sudi kalau Disuruh Makan Lagi

26 Februari 2026
Pengalaman Naik Whoosh Pertama Kali, Kereta Cepat Jakarta-Bandung yang Bikin Mental Orang Kabupaten Jiper Mojok.co KA Feeder Whoosh

Sisi Gelap KA Feeder Whoosh, Fasilitas Gratis yang Bikin Penumpang Whoosh Merasa Miris

1 Maret 2026
Tan Malaka: Keunikan, Kedaulatan Berpikir, dan Sederet Karya Cemerlang

Tan Malaka: Keunikan, Kedaulatan Berpikir, dan Sederet Karya Cemerlang

26 Februari 2026
Sisi Gelap Jalan Pantura Situbondo: Gelap, Banjir, dan Jalan Berlubang Bikin Jalan Ini Begitu Gawat!

Sisi Gelap Jalan Pantura Situbondo: Gelap, Banjir, dan Jalan Berlubang Bikin Jalan Ini Begitu Gawat!

28 Februari 2026
5 Takjil Red Flag yang Bisa Membahayakan Kesehatan Pembeli terminal

5 Takjil Red Flag yang Bisa Membahayakan Kesehatan Pembeli

24 Februari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=FgVbaL3Mi0s

Liputan dan Esai

    Konten Promosi



    Google News
    Ikuti mojok.co di Google News
    WhatsApp
    Ikuti WA Channel Mojok.co
    WhatsApp
    Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
    Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
    Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

    Tentang
    Kru
    Kirim Tulisan
    Ketentuan Artikel Terminal
    Kontak

    Kerjasama
    F.A.Q.
    Pedoman Media Siber
    Kebijakan Privasi
    Laporan Transparansi

    PT NARASI AKAL JENAKA
    Perum Sukoharjo Indah A8,
    Desa Sukoharjo, Ngaglik,
    Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

    [email protected]
    +62-851-6282-0147

    © 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

    Tidak Ada Hasil
    Lihat Semua Hasil
    • Nusantara
    • Kuliner
    • Kampus
      • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Olahraga
    • Otomotif
    • Hiburan
      • Anime
      • Film
      • Musik
      • Serial
      • Sinetron
    • Gaya Hidup
      • Fesyen
      • Gadget
      • Game
      • Kecantikan
    • Kunjungi MOJOK.CO

    © 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.