Kereta Api Sancaka: Nyaman dan Lebih Cepat dari Pesawat Udara

Kereta Api Sancaka: Nyaman dan Lebih Cepat dari Pesawat Udara

Kereta Api Sancaka: Nyaman dan Lebih Cepat dari Pesawat Udara (Alqhaderi Aliffianiko via Wikimedia Commons)

Naik kereta api Sancaka rute Surabaya-Jogja lebih cepat daripada naik pesawat Surabaya-Jogja, lho. Kok bisa?

Ketika masih kuliah di Surabaya, saya cukup sering bepergian ke Jogja dengan kereta. Tentu saja kereta yang saya pilih adalah kereta ekonomi yang sandaran kursinya tegak 90 derajat, bentuknya kaku, dan nggak menyesuaikan lekuk tubuh kita. Perjalanan selama lebih dari 4 jam di dalam kereta sangat menyiksa, tapi tetap saya ulangi lagi dan lagi, sebab memang nggak ada pilihan lain. Mau membeli tiket kereta kelas eksekutif, kok uang di kantong tak mencukupi.

Kebetulan minggu lalu saya ke Jogja lagi dan memutuskan kembali menggunakan transportasi kereta dalam perjalanan pulangnya. Saya memilih kereta api Sancaka fakultatif yang memiliki tiga pilihan kelas: ekonomi, bisnis, dan eksekutif. Lantaran sudah bosan dengan kereta ekonomi sewaktu muda, saya memutuskan untuk mencoba kereta api Sancaka kelas eksekutif. Hitung-hitung menyenangkan tubuh yang sudah mulai menua.

Sebelumnya, kalau kalian ada yang kebingungan apa itu Sancaka fakultatif, saya akan sedikit menjelaskannya. Pada dasarnya kereta ini sama dengan kereta api Sancaka biasa, diberi embel-embel fakultatif lantaran ini adalah kereta tambahan yang dioperasikan sesuai kebutuhan. Kereta api Sancaka fakultatif melayani rute Surabaya-Jogja PP.

Memesan tiket kereta

Harga tiket kereta Sancaka fakultatif kelas eksekutif dari Jogja menuju Surabaya adalah Rp279 ribu via aplikasi Traveloka. Harga tersebut bisa lebih murah ketika kita membelinya go show (dua jam sebelum jadwal keberangkatan).

Namun, saya nggak menyarankan kalian untuk nekat membeli tiket go show rute panjang (Jogja-Surabaya), apalagi jika kalian sedang terburu-buru. Sebab, kemungkinan besar tiketnya sudah habis duluan. Apalagi kabarnya Sancaka eksekutif rute Surabaya-Jogja PP adalah kereta api terlaris atau best seller, Gaes.

Akan tetapi jika kalian masih nekat ingin menikmati Sancaka eksekutif dengan biaya separuh harga—go show—tetap ada cara untuk mengakalinya. Syaratnya, waktu kalian longgar, nggak terburu-buru, dan mau bersabar atau telaten. Namanya juga ingin yang murah dan nyaman, ya kudu ditambahi effort-nya, Rek.

Caranya, kalian membeli tiket kereta api Sancaka eksekutif dari Jogja ke Madiun terlebih dahulu dengan cara go show (dua jam sebelum jadwal keberangkatan kereta). Nah, nanti ketika berada di dalam gerbong kereta Jogja-Madiun, kalian bisa membeli lagi tiket go show via aplikasi KAI Access atau Traveloka rute Madiun ke Surabaya. Intinya kalian transit di Madiun.

Kalau kalian malas ribet, wes tah langsung saja beli tiket Jogja-Surabaya harga normal. Percayalah, keluar uang Rp279 ribu untuk duduk di dalam kereta api Sancaka gerbong eksekutif nggak akan membuat kalian rugi atau kecewa karena keretanya sangat nyaman, cepat pula.

Baca halaman selanjutnya

Kursi penumpangnya mirip sofa pijat…

Kursi penumpang

Kereta api Sancaka fakultatif kelas eksekutif tersedia dalam empat gerbong. Setiap gerbong memiliki lima puluh tempat duduk yang disusun dua-dua. Kursinya mirip sofa pijat; tebal dan empuk. Lebih empuk dari kursi di kabin pesawat kelas ekonomi. Selain itu, kursinya bisa direbahkan dan diputar ke belakang. Kalau sedang bepergian bersama keluarga atau rombongan—misalnya memesan 4 kursi sekaligus—bisa tuh posisinya dibuat berhadap-hadapan. Menarik sekali, kan? Kita bisa mengobrol sambil main uno.

Jarak antara satu kursi dengan kursi di depannya sangat lebar. Tinggi badan saya adalah 160 cm dan saya bisa selonjoroan tanpa terbentur sedikit pun dengan kursi di depan, malah masih ada space kosong beberapa centi. Di bagian bawah kursi ada sandaran kaki yang bisa diatur posisinya agar kaki kita tertumpu dengan nyaman. Dengan jarak antarkursi yang lebar, kita nggak perlu waswas ketika menyandarkan kursi ke belakang sebab penumpang lain tak akan terganggu.

Jika lapar, ada petugas kereta yang menjual makanan keliling. Harganya lumayan pricey, tapi masih worth to buy, Rek. Rekomendasi dari saya—kalau nggak mau membeli makan—, usahakan membeli teh hangatnya, sebab rasa tehnya enak sekali, mirip teh khas HIK di Solo. Oh iya, nggak perlu khawatir makanan atau minuman kalian tumpah, di kursi sudah tersedia meja lipat yang bisa dimanfaatkan sebagai tempat makan.

Suasana gerbong kereta api Sancaka cukup tenang. Sepertinya diberi peredam sehingga bunyi dari luar tidak begitu terdengar. Tentu saja hal ini memudahkan penumpang untuk tidur. Selain itu, ada juga dua colokan listrik untuk charging HP selama perjalanan. Di atas kursi, ada tempat menyimpan tas/koper dan juga tersedia lampu baca.

Fasilitas

Di setiap gerbong kereta api Sancaka eksekutif dilengkapi kamar mandi yang dipisah antara cowok dan cewek. Kamar mandinya bersih, terdapat satu closet duduk yang dilengkapi pegangan tangan, tersedia juga tisu, kaca, wastafel mini, dan satu buah tong sampah. Gerbong kereta Sancaka juga dilengkapi beberapa layar LCD yang menampilkan acara hiburan, meskipun hal tersebut nggak begitu berguna lantaran nggak ada suaranya.

Lebih cepat dari pesawat

Nah, ini salah satu hal yang penting, kereta api Sancaka tepat waktu. Jadwal keberangkatan saya dari Jogja menuju Surabaya pukul 06.45 WIB dan keretanya berangkat tepat di jam yang sama. Perjalanan yang saya tempuh juga sangat cepat, lho, bahkan lebih cepat daripada naik pesawat.

Jadi gini, ketika harus berangkat naik pesawat dari Surabaya ke Jogja, saya butuh waktu sekitar 5 jam sebelum sampai di Jogja. Sebab, pesawat dari Surabaya yang menuju Jogja harus transit dulu di Jakarta. Bandingkan dengan ketika saya naik kereta api Sancaka dengan rute sama (Surabaya-Jogja), hanya butuh waktu 4 jam untuk tiba di kota tujuan. Cepat sekali, kan? Tentunya lebih cepat daripada naik pesawat yang harus muter-muter dulu dan lokasi bandaranya pun jauh dari Kota Jogja.

Maka nggak usah heran kalau tiket kereta api Sancaka kelas eksekutif ini laris manis diburu pembeli. Memang senyaman itu dan sangat menghemat waktu, Rek!

Penulis: Tiara Uci
Editor: Intan Ekapratiwi

BACA JUGA KA Serayu, Kereta Murah Nggak Kenal Molor.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Exit mobile version