Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Otomotif

Kereta Api Logawa New Generation Bikin Saya Kaget: Kereta Ekonomi Rasa Eksekutif

Ahmad Arief Widodo oleh Ahmad Arief Widodo
7 Januari 2025
A A
Kereta Api Logawa New Generation Bikin Saya Kaget: Kereta Ekonomi Rasa Eksekutif

Kereta Api Logawa New Generation Bikin Saya Kaget: Kereta Ekonomi Rasa Eksekutif (Rafada via Wikimedia Commons)

Share on FacebookShare on Twitter

Harga tiket kereta api Logawa masih masuk akal meski sudah berbenah menjadi bak kereta eksekutif.

Transportasi umum favorit saya ketika plesiran di Pulau Jawa adalah kereta api. Mengingat kini kereta api merupakan transportasi umum paling aman. Minimal aman dari calo atau preman-preman yang berkeliaran di stasiun.

Lantaran jadi transportasi umum favorit, sudah tentu saya acap kali naik berbagai jenis kereta api. Salah satu kereta api yang pernah saya naiki adalah KA Logawa. Pertama kali saya naik KA Logawa pada 2019.

Kala itu, Logawa sama seperti kereta api ekonomi pada umumnya. Duduknya saling berhadapan. Tak jarang lutut saya dengan penumpang lain saling bergesekan. saking padat dan sempitnya jarak antar penumpang.

Kereta api Logawa New Generation kelas ekonomi rasa eksekutif

Libur Nataru kemarin saya kembali mencoba naik kereta api Logawa. Kebetulan saya ada keperluan di Kota Surabaya. Jadwal kereta saya dari Stasiun Kroya kira-kira pukul 05.58.

Saya masih ingat betul duduk di gerbong ekonomi 2. Pas naik ke gerbong tersebut, mata saya langsung terbelalak. Saya heran dengan pemandangan gerbong ekonomi KA Logawa. Pasalnya, kereta ini nggak seperti kereta ekonomi lainnya. Saking kagetnya, saya sampai bertanya ke petugas KAI untuk memastikan apa benar saya naik gerbong ekonomi.

Formasi kursi KA Logawa New Generation 2-2. Kualitas kursinya pun mirip kereta eksekutif. Jauh lebih empuk dari tempat duduk KA Logawa ekonomi yang saya naiki dulu. Kaki saya pun bisa merenggang dengan cukup leluasa sehingga nggak terlalu pegal sepanjang perjalanan.

Setiap kursi mendapat jatah 2 colokan, jadi nggak perlu rebutan layaknya di kereta ekonomi pada umumnya yang mana 2 colokan digunakan 4-6 penumpang. Di kursi kereta api Logawa juga masih ditambah colokan USB dan type C yang bisa langsung dihubungkan dengan kabel charger.

Baca Juga:

Membayangkan Jalur KA Kalisat Jember-Bondowoso Aktif Kembali, Pasti Banyak Manfaatnya

Kapok Naik KA Bengawan, Sudah Booking Tiket Jauh Hari Malah Duduk Nggak Sesuai Kursi

Buat sebagian orang, gerbong kereta eksekutif terlalu dingin. Nah, kalau di gerbong KA Logawa New Generation ini menurut saya dinginnya pas. Penumpang yang mudah kedinginan kayak saya nggak perlu khawatir bila kelupaan bawa jaket.

Keluar masuk antargerbong juga mudah. Penumpang tinggal memencet tombol yang ada di pintu gerbong dan pintu akan terbuka sendiri. Nggak kayak kereta ekonomi biaasa yang butuh usaha lebih untuk membukanya dengan menarik tuas pintu.

Toiletnya bersih dan nyaman

Cara melihat sebuah tempat bersih dan nyaman itu mudah. Cukup lihat toiletnya terlebih dahulu. Kalau toiletnya bersih dan nyaman, dapat dipastikan bagian yang lain juga lebih bersih dan nyaman.

Begitu pula yang terjadi saat saya melihat kereta api Logawa. Dari toiletnya saja sudah bersih dan bikin nyaman. Bahkan saya berani bertaruh toilet KA Logawa jauh lebih nyaman ketimbang banyak toilet pesawat lokal.

Harga tiketnya tetap masuk akal

Setelah saya beberkan berbagai keunggulan kereta api Logawa New Generation, pasti yang ditakutkan pembaca adalah harga tiket. Tenang, untuk saya dan kebanyakan orang mendang-mending, rasa-rasanya harga tiket KA Logawa masih masuk akal. Harga tiket KA Logawa mulai Rp290 ribu dari Purwokerto-Jember.

Sebagai perbandingan, dilansir dari jadwalbis.com, harga tiket bus Rosalia Indah kelas eksekutif di trayek yang sama adalah Rp260 ribu. Hanya selisih tipis. Akan tetapi selama naik kereta api Logawa penumpang nggak terlalu khawatir laptop atau tabletnya berubah menjadi buku saat ditaruh di bagasi.

Besar harapan saya kereta api jarak jauh di berbagai daerah lain disulap layaknya KA Logawa New Generation. Harga tiketnya tetap masuk akal dengan fitur-fitur yang ditingkatkan secara signifikan. Supaya pengguna setia roda besi nggak berubah haluan ke roda karet karena fasilitas yang ditawarkan bus sekarang banyak yang sangat menggiurkan.

Penulis: Ahmad Arief Widodo
Editor: Intan Ekapratiwi

BACA JUGA Kenangan Naik Kereta Api Logawa Waktu Kecil: Jajan Pecel di Atas Kereta hingga Kemalingan Barang Bawaan.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 7 Januari 2025 oleh

Tags: KA Logawakereta apikereta api LogawaLogawa New Generation
Ahmad Arief Widodo

Ahmad Arief Widodo

Penulis lepas yang fokus membahas kedaerahan, dunia pemerintahan dan ekonomi. Stand like a hero and die bravely.

ArtikelTerkait

prameks MOJOK

Prameks, Kereta Api Andalan Warga Jogja-Solo yang Berulang Kali Revolusi

3 Juli 2020
5 Hal yang Sering Disalahpahami dari Kabupaten Trenggalek kediri

5 Hal yang Sering Disalahpahami dari Kabupaten Trenggalek

26 Januari 2024
Mudik Lebaran Naik Kereta Api Kahuripan: Harga Tiket Memang Bersahabat, tapi Menderita Sepanjang Jalan

Pengalaman Mudik Lebaran Naik Kereta Api Kahuripan: Harga Tiket Memang Bersahabat, tapi Deritanya Sepanjang Jalan

10 April 2024
Tragedi Berdarah Terowongan Paledang dan Misteri Pelajar Tanpa Kepala

Tragedi Berdarah Terowongan Paledang dan Misteri Pelajar Tanpa Kepala

27 Oktober 2022
Kuda Putih: Kereta Rel Diesel Pertama di Indonesia Sekaligus Nenek Moyang Prameks kereta prameks

Kuda Putih: Kereta Rel Diesel Pertama di Indonesia Sekaligus Nenek Moyang Prameks

4 Maret 2024
Kereta Api Serayu, Kereta yang Menguji Kesabaran Penumpang

Kereta Api Serayu, Kereta yang Menguji Kesabaran Penumpang

21 Januari 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Tiga Tradisi Madura yang Melibakan Sapi Selain Kèrabhan Sapè yang Harus Kalian Tahu, Biar Obrolan Nggak Itu-Itu Aja

4 Pandangan Norak Orang Luar Madura tentang Orang Madura yang Perlu Diluruskan

29 Januari 2026
Cerita para Penyintas Cedera ACL: Masa Pemulihan yang Menyiksa Raga dan Batin, hingga Terpaksa Harus Pensiun Dini  

Cerita para Penyintas Cedera ACL: Masa Pemulihan yang Menyiksa Raga dan Batin, hingga Terpaksa Harus Pensiun Dini  

23 Januari 2026
Dear Aktor Ibu Kota, Tidak Semua Dialog Bahasa Jawa Harus Berakhiran O seperti “Kulo Meminto” Mojok.co

Dear Aktor Ibu Kota, Tidak Semua Dialog Bahasa Jawa Harus Berakhiran O seperti “Kulo Meminto”

25 Januari 2026
Kuliah di UT Sudah Paling Benar, Belajarnya Nggak Instan tapi Terstruktur dan Nggak Bikin Manja

Kuliah di UT Sudah Paling Benar, Belajarnya Nggak Instan tapi Terstruktur dan Nggak Bikin Manja

29 Januari 2026
Universitas Terbuka, Jalan Terbaik Menuntaskan Mimpi yang Pernah Begitu Mustahil untuk Diraih

Universitas Terbuka, Jalan Terbaik Menuntaskan Mimpi yang Pernah Begitu Mustahil untuk Diraih

25 Januari 2026
UT, Kampus yang Paling Mengerti Mahasiswa. Nggak Perlu Panggung untuk Bisa Berprestasi

UT, Kampus yang Paling Mengerti Mahasiswa. Nggak Perlu Panggung untuk Bisa Berprestasi

27 Januari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=e8VJPpjKf2Q

Liputan dan Esai

  • Waste to Energy (WtE): Senjata Baru Danantara Melawan Darurat Sampah di Perkotaan
  • AI Mengancam Orang Malas Berpikir, Tak Sesuai dengan Ajaran Muhammadiyah
  • Menjadi Guru BK Capek Mental dan “Tak Menghasilkan”, Memilih Resign dan Kerja Kantoran Meski Harus Mengubur Cita-Cita
  • Pengamat Imbau Bulog untuk Revisi Pengadaan GKP agar Petani Tak Setor Gabah “Aneh-aneh”
  • Punya Tabungan Likuid untuk Jaga-jaga PHK Memang Penting, Tapi Banyak Pekerja RI Tak Sanggup karena Realitas Hidup
  • Lebih Baik Hidup Hemat Saat Muda agar Tak Jadi Beban Keluarga dan Bisa Berfoya-foya di Masa Tua

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.