Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

Keramas Sampai Dua Kali Biar Apa, Sih?

Halifa Ghaisani oleh Halifa Ghaisani
10 Februari 2021
A A
Keramas Sampai Dua Kali Biar Apa, Sih Terminal Mojok
Share on FacebookShare on Twitter

Tulisan ini berakar dari cerita teman saya yang heran dengan budenya yang kalau keramas bisa sampai dua kali dalam sekali mandi. Tanpa tahu alasannya, kebiasaan ini dituding sebagai penyebab sampo di rumah cepat habis dan terkesan boros. Tak hanya boros sampo, tapi juga boros air dan boros waktu hingga menimbulkan antrean di depan kamar mandi rumah yang hanya satu-satunya.

Saya rasa ini adalah hal yang tidak umum dibicarakan banyak orang. Namun mendengar cerita singkat teman saya tadi, saya yakin kalau di dunia ini, bude teman saya bukanlah satu-satunya orang yang menggunakan teknik keramas dua kali dalam sekali mandi. Pasti ada—mungkin banyak—orang-orang di luar sana yang juga menggunakan teknik sama hingga mendapat tudingan serupa.

Meski menimbulkan kesan miring, saya yakin ada penyebab kenapa orang melakukan ini. Alih-alih memberi tudingan tak mendasar, lebih baik kita telusuri apa yang kira-kira menjadi penyebab orang keramas sampai dua kali dalam sekali mandi.

Perlu diketahui bahwa setiap orang memiliki kondisi rambut dan kulit kepala yang berbeda-beda. Ada yang kering, normal, sampai cenderung berminyak.

Bagi orang dengan kondisi kulit kepala yang cenderung berminyak, tentu akan menyebabkan rambut cepat lepek dan sulit diatur. Belum lagi kalau banyak berkegiatan di luar ruangan, pasti rambut akan terasa semakin kotor sehingga dibutuhkan usaha lebih untuk membersihkannya, yang dalam hal ini, keramas dua kali akan terasa lebih efektif dalam membersihkan dibanding hanya satu kali.

Hal itu serupa dengan yang dialami wanita pada umumnya yang tidak keramas selama mengalami datang bulan. Sebagian wanita meyakini keramas saat sedang datang bulan itu tidak dianjurkan, baik karena aturan agama atau alasan kesehatan. Menunda keramas selama satu minggu tentu membuat gerah, sebab rambut akan terasa sangat lepek dan kotor. Sehingga, saat tiba waktunya, mengaplikasikan sampo sampai dua kali sangat mungkin dilakukan agar lebih segar dan efektif dalam membersihkan.

Selain kondisi tersebut, orang berambut panjang juga memungkinkan untuk keramas dua kali meski tidak memiliki masalah pada kulit dan rambut. Secara umum diketahui bahwa rambut panjang membutuhkan perawatan yang sedikit lebih kompleks dibanding rambut pendek, apalagi rambut cepak.

Dalam hal ini, ada 2 pilihan cara yang dapat dilakukan untuk membersihkan rambut, yakni keramas satu kali tapi menggunakan lebih banyak sampo, atau membagi keramas menjadi dua sesi yang tiap sesinya menggunakan sampo dengan porsi wajar. Siapa tahu sebagian orang berambut panjang akan merasa lebih “hidup” setelah keramas dengan cara yang kedua dibanding cara pertama, karena sensasi yang dirasakan akan berbeda. Siapa tahu, kan?

Baca Juga:

Menebak Sampo yang Dipakai Karakter Serial Upin Ipin: Si Kembar Pakai Sampo Lidah Buaya, Ehsan Pakai Sampo Organik yang Mahal

Rekomendasi 9 Sampo Anti-Ketombe, Terbukti Ampuh Usir Ketombe

Keramas dua kali juga bisa berkaitan dengan jenis sampo yang digunakan. Kuantitas busa yang dihasilkan sampo memiliki peran penting dalam dunia per-keramas-an. Semakin banyak busa, keramas akan terasa semakin nikmat.

Namun lain halnya dengan orang yang menggunakan sampo yang banyak mengandung campuran bahan organik karena biasanya busa yang dihasilkan tidak sebanyak sampo pada umumnya. Sehingga, lagi-lagi kebiasaan ini mungkin saja dilakukan untuk menambah kenikmatan dalam berkeramas.

Meski identik dengan boros, keramas dua kali ternyata juga dapat bermanfaat saat sedang kehabisan kondisioner. Bagi orang-orang dengan rambut yang sulit diatur, penggunaan kondisioner setelah keramas seolah menjadi tahap wajib yang tak boleh dilewatkan agar rambut menjadi lembut dan lebih bersahabat. Namun, bagaimana kalau kondisioner dan vitamin rambut sedang habis? Ternyata, keramas dua kali dapat menjadi cara alternatif untuk mengatasi hal tersebut.

Satu hari sebelum tulisan ini dibuat, saya mencoba mencuci rambut dua kali dengan menggunakan salah satu merek sampo yang cukup terkenal dan mudah dijumpai dipasaran, yang pada kemasannya tertera “mengandung moisturizer”. Meski kemampuan melembutkannya tidak sebaik kondisioner, namun keramas dua kali (keramas-bilas-keramas-bilas) dengan sampo yang mengandung moisturizer ternyata lebih terasa khasiatnya dalam melembutkan rambut dibanding hanya satu kali keramas. Namun, memaksimalkan khasiat sampo dengan cara seperti ini belum tentu berhasil untuk semua orang.

Setelah menelusuri kemungkinan-kemungkinan tersebut, pada akhirnya ada satu hal yang pasti kenapa orang melakukan keramas dua kali dalam sekali mandi, yaitu ingin bersih (ya iya, dong). Jadi belum tentu boros, bisa saja penggunaan sampo yang terkesan berlebih karena diaplikasikan dua kali memang sudah sesuai dengan kebutuhannya.

BACA JUGA Diteror Debt Collector Pinjol Lebih Ngeri dari Horor Suster Keramas dan tulisan Halifa Ghaisani lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 10 Februari 2021 oleh

Tags: keramassampo
Halifa Ghaisani

Halifa Ghaisani

Pembaca yang juga menulis

ArtikelTerkait

Menebak Sampo yang Dipakai Karakter Serial Upin Ipin: Si Kembar Pakai Sampo Lidah Buaya, Ehsan Pakai Sampo Organik yang Mahal

Menebak Sampo yang Dipakai Karakter Serial Upin Ipin: Si Kembar Pakai Sampo Lidah Buaya, Ehsan Pakai Sampo Organik yang Mahal

9 Juli 2025
8 Kesalahan Saat Keramas dan Merawat Rambut ala Dok Fin TikTok Terminal Mojok

8 Kesalahan Saat Keramas dan Merawat Rambut ala Dok Fin TikTok

13 Oktober 2022
6 Dosa Saat Keramas atau Mencuci Rambut yang Biasa Dilakukan Terminal Mojok

6 Dosa Saat Keramas yang Biasa Kita Lakukan

7 Juli 2022
Rekomendasi 9 Sampo Anti-Ketombe, Terbukti Ampuh Usir Ketombe Terminal Mojok

Rekomendasi 9 Sampo Anti-Ketombe, Terbukti Ampuh Usir Ketombe

12 Desember 2022
Sampo Bayam Mustika Ratu, Pilihan Terbaik Atasi Rambut Rontok Kaum Mendang-Mending Terminal Mojok

Sampo Bayam Mustika Ratu, Pilihan Terbaik Atasi Rambut Rontok Kaum Mendang-Mending

8 Juni 2022
7 Produk Mustika Ratu yang Bagus untuk Perawatan Diri di Rumah Terminal Mojok

7 Produk Mustika Ratu yang Bagus untuk Perawatan Diri di Rumah

17 September 2022
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Menyelami Makna VUCA Melalui Petualangan Dunia One Piece

Menyelami Makna VUCA Melalui Petualangan Dunia One Piece

24 Februari 2026
Ironi Lumajang: Dekat dengan Laut, tapi Sulit Menemukan Seafood

Ironi Lumajang: Dekat dengan Laut, tapi Sulit Menemukan Seafood

25 Februari 2026
Pengalaman Bertahun-tahun Naik Honda Revo, Motor Paling Nggak Ribet dan Tahan Banting yang Pernah Ada Mojok.co

Pengalaman Bertahun-tahun Naik Honda Revo, Motor Paling Nggak Ribet dan Tahan Banting yang Pernah Ada

21 Februari 2026
Ilustrasi Bus Bagong Berisi Keresahan, Jawaban dari Derita Penumpang (Unsplashj)

Di Jalur Ambulu-Surabaya, Bus Bagong Mengakhiri Penderitaan Era Bus Berkarat dan Menyedihkan: Ia Jawaban dari Setiap Keresahan

20 Februari 2026
Siluman Dapodik, Sebuah Upaya Curang agar Bisa Lolos PPG Guru Tertentu yang Muncul karena Sistem Pengawasan Lemah guru honorer ppg

Fakta tentang Guru yang Terjadi di Lapangan, tapi Tak Pernah Dibahas oleh Fakultas Pendidikan

27 Februari 2026
Bukit Menoreh, Tempat Wisata Kulon Progo yang Bikin Kapok untuk Kembali Lagi Mojok.co

Bukit Menoreh, Tempat Wisata Kulon Progo yang Bikin Kapok untuk Kembali Lagi

22 Februari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=FgVbaL3Mi0s

Liputan dan Esai

  • Gamplong Studio Alam, Tempat Wisata Sleman yang Unik, tapi Nggak Perlu Diulang Dua Kali
  • Anak Muda Jadi Ketua RT: Antara Kerja Kuli, Keikhlasan, dan Dewasa Sebelum Waktunya
  • Derita Punya Rumah Dekat Tempat Nongkrong Kekinian di Jogja: Cuma Bikin Emosi dan Nggak Bisa Tidur
  • Culture Shock Mahasiswa Kalimantan di Jawa: “Dipaksa” Srawung, Berakhir Tidak Keluar Kos dan Pindah Kontrakan karena Tak Nyaman
  • Mudik ke Desa Naik Motor usai Merantau di Kota: Dicap Gagal, Harga Diri Diinjak-injak karena Tak Sesuai Standar Sukses Warga
  • Di Balik Tampang Feminin Yamaha Grand Filano, Ketangkasannya Bikin Saya Kuat PP Surabaya-Sidoarjo Setiap Hari Ketimbang BeAT

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.