Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Olahraga

Kepindahan Daniele De Rossi dan Sesuatu yang Langka Saat Ini

Atanasius Rony Fernandez oleh Atanasius Rony Fernandez
28 Juli 2019
A A
daniele de rossi

daniele de rossi

Share on FacebookShare on Twitter

Sebagai Romanisti, sebutan untuk fans AS Roma, kehilangan Fransesco Totti karena pensiun tentu sangat menyakitkan. Namun, ada yang lebih menyakitkan lagi yaitu melihat sosok yang dianggap pengganti simbol loyalitas di AS Roma, Daniele De Rossi pergi dan berlabuh di klub lain. Peristiwa seperti itu memberikan rasa pedih yang lebih perih ketimbang melihat sosok pemain idolamu pensiun. Bagi fans klub sepak bola sejati, kepindahan sosok idola menjadi siksaan batin, bahkan mungkin lebih perih dari patah hati. Namun, ada yang menarik dari apa yang dilakukan De Rossi, Totti, dan loyalis lainnya dalam mengejawantahkan arti kesetiaan atau loyalitas.

Saya sangat bersedih dan ingin—meminjam istilah Puthut EA—menanggalkan jubah fans AS Roma yang saya kenakan 17 tahun terakhir, ketika mendapat kabar kontrak De Rossi tidak diperpanjang. Kesedihan itu kian menyakitkan ketika mengetahui De Rossi akan bermain untuk klub sepak bola Argentina, Boca Juniors. Kian mellow saat melihat foto Daniele De Rossi menggunakan seragam Boca Juniors.

ADVERTISEMENT

Keputusan itu tentu bukan karena murni keinginan De Rossi, tepatnya karena manajemen Roma yang tidak lagi membutuhkan jasa De Rossi. ‘Dibuangnya’ sosok legenda seperti De Rossi oleh klub yang dicintainya mengingatkan kita kepada sosok Alessandro Del Piero yang terpaksa hengkang dari Juventus atau Iker Casillas yang berlabuh ke FC Porto.

De Rossi memilih tidak pensiun dan tetap bermain sepak bola. Saya yakin ia tidak memilih pindah ke salah satu klub di Italia atau Eropa, karena enggan berhadapan dengan AS Roma. Kita bisa baca surat De Rossi yang ditayangkan di situs AS Roma untuk melihat secara tersurat kecintaannya pada Il Giallorossi—julukan Roma. Meskipun Daniele De Rossi tidak bisa mengakhiri kariernya di satu klub, ia tetap dapat disebut sebagai simbol kesetiaan. Sesuatu yang langka dalam dunia sepak bola termasuk berbagai hal di luar sepak bola.

Saya menarik simpulan kesetiaan pada De Rossi karena, sebagaimana yang kita tahu, ketika ia bermain bersama AS Roma selama 18 tahun dengan catatan 616 penampilan dan 63 gol, ia mengerahkan kemampuan terbaiknya. Ia memilih pindah ke Boca Juniors, ternyata karena kesetiaannya sebagai fans Boca Juniors sejak lama. Leandro Paredes mantan rekan De Rossi di AS Roma dalam sebuah wawancara yang saya kutip dari akun IG @indoroma_ mengatakan bahwa Boca adalah klub yang sudah lama Daniele De Rossi dambakan. Dan, kata Paredes lagi, bermain di Boca adalah impian buat dia (De Rossi) dan dia akan sangat bahagia.

Belakangan ini, ketika sepak bola menjadi industri yang berkembang sangat pesat, loyalitas seorang pemain kepada satu klub menjadi sangat langka. Uang bisa membeli seorang pemain dengan sangat mudah. Harga jual pemain yang sedang naik daun bisa sangat melambung tinggi, angka yang muncul itu tidak pernah terbayangkan pada 20 tahun lalu.  Nyatanya kesetiaan memang kalah dari uang. Bahkan banyak pemain yang masih berada di usia emas memilih hengkang dari liga-liga di Eropa karena mendapatkan tawaran menggiurkan di liga luar Eropa, seperti ke Liga China.

Di luar sepak bola, kesetiaan juga mulai menipis. Kita bisa lihat begitu banyak orang yang sulit untuk setia pada komitmen yang dipilihnya. Misalnya, banyak orang yang sudah menikah memilih selingkuh menyebabkan perceraian atau memburuknya hubungan rumah tangga dan berdampak pada anak mereka. Banyak orang yang memilih berganti-ganti pekerjaan karena alasan ingin mencari yang lebih baik, dan membuat perusahaan yang ditinggalkan kelimpungan atau malah pekerjaan barunya ternyata tidak lebih baik.

Atau banyak orang yang gemar mengganti barang-barang elektronik seperti gawai karena mengikuti tren bukan kebutuhan. Banyak lagi contoh lainnya. Iya, tentu saja tidak ada yang salah dari keputusan-keputusan itu. Semua keputusan memiliki alasan rasionalnya masing-masing.

Baca Juga:

Trio Senator AS Roma

Manajemen Tolol Penyebab PSS Sleman Degradasi dan Sudah Sepatutnya Mereka Bertanggung Jawab!

Totti dan De Rossi memang tidak meraih banyak gelar dan uang yang berlimpah, tapi mereka dihargai sebagai legenda dan seorang loyalis. Dalam pergaulan saya sehari-hari, tidak jarang teman-teman yang nge-fans dengan klub mapan dan memiliki sederet prestasi akan mengolok-ngolok fans AS Roma yang dianggap sekadar klub medioker.

Saat AS Roma mengalahkan Barcelona di Liga Champions tahun 2018, sebelum pertandingan  leg kedua, saya diolok-olok oleh teman saya yang merupakan fans Barcelona. Ia menyebutkan tidak ada peluang bagi AS Roma untuk menang, apalagi dengan bekal kekalahan 4-1 di kandang Barca. Namun tidak disangka AS Roma bisa mempermalukan Barcelona di Stadion Olimpico, Roma dengan kemenangan 3-0. Di pagi hari saya ke kantor dengan rasa sangat percaya diri mengenakan jaket AS Roma. Rasa bahagia menggeliat di diri saya dan ingin bilang ke semua orang bahwa, kami orang-orang setia ini bisa tetap bahagia pada apa yang kami pilih.

Satu hal yang patut dibanggakan, dengan cepatnya arus informasi saat ini dari beragam media sosial, berbagai tren yang bisa berganti-ganti dalam jangka waktu singkat, dan semua hal yang dilakukan tergesa-gesa karena tuntutan zaman, seorang loyalis dalam hal apapu akan tetap berdiam diri di satu tempat sambil menggenggam penuh cinta sesuatu yang dicintanyainya itu. Kita perlu belajar dari sosok seperti Totti dan De Rossi.

Terakhir diperbarui pada 19 Januari 2022 oleh

Tags: as romadaniele de rossiSepak Bolatransfer pemain
Atanasius Rony Fernandez

Atanasius Rony Fernandez

Jurnalis yang tinggal di Mataram, Lombok. Sesekali menulis karya sastra. Tertarik pada isu kesenian, sosial, dan kuliner. Penggemar AS Roma dan musik metal.

ArtikelTerkait

Ketika Timnas Jepang Dihuni Tokoh-tokoh “Sakti” dalam Manga Sepak Bola terminal mojok.co

Ketika Timnas Jepang Dihuni Tokoh-tokoh ‘Sakti’ dalam Manga Sepak Bola

25 Oktober 2020
Wawancara dengan Presiden Lazio Indonesia_ Tentang Loyalitas Laziale dan Optimis Dominasi Juventus Bakal Runtuh MOJOK.CO

Wawancara dengan Presiden Lazio Indonesia: Tentang Loyalitas Laziale dan Optimis Dominasi Juventus Bakal Runtuh

11 Agustus 2020
olahraga

Menanggapi Tulisan Sepak Bola Itu Nggak Menarik, Percayalah: Semua Ada di Sepak Bola, Jangan Heran Jika Olahraga Ini Menjadi Sangat Menarik

22 Agustus 2019
lionel messi copa america

Copa America: Ajang Pembuktian Sekaligus Beban Bagi Lionel Messi

13 Juni 2019
liga 2 judi bola shin tae-yong konstitusi indonesia Sepakbola: The Indonesian Way of Life amerika serikat Budaya Sepak Bola di Kampung Bajo: Bajo Club dan Sejarahnya yang Manis terminal mojok.co

Kenapa Prestasi Tim Nasional Sepak Bola Junior Lebih Baik ketimbang Senior?

2 Oktober 2020
5 Alasan Banyak Pemain Asal Jepang Memilih Berkarier di Liga Indonesia

Jepang Cahaya Asia: Alasan Pemain Jepang Sukses Menembus Eropa

8 Januari 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Mobil Suzuki Swift Lama, Mobil Tanpa Musuh dan Bebas Makian di Jalan suzuki sx4

Dari gaya hingga performa, inilah 6 alasan Suzuki Swift ST 2008 cocok jadi mobil pertama

6 Agustus 2026
5 jurusan kuliah S2 yang sebaiknya diambil di Indonesia saja Mojok.co

5 jurusan kuliah S2 yang sebaiknya diambil di Indonesia aja, nggak usah jauh-jauh ke luar negeri

10 Agustus 2026
Bridesmaid dan groomsmen nggak guna di nikahan desa, tetap saja sinoman dan ibu-ibu dapur yang kerja Mojok.co

Bridesmaid dan groomsmen nggak guna di hajatan desa, tetap saja muda-mudi sinoman dan ibu-ibu dapur yang kerja

5 Agustus 2026
Sebagai orang Sunda, jujur saya iri banget sama orang Jawa (Unsplash)

Sebagai orang Sunda, jujur saya iri banget sama orang Jawa

10 Agustus 2026
Dear Indosiar, terima kasih sudah menghibur ibu saya lewat acara dangdut D’Academy Mojok.co

Dear Indosiar, terima kasih sudah menghibur ibu saya lewat acara Dangdut Academy

5 Agustus 2026
Realitas loker di Jogja: syaratnya begitu banyak, tapi gajinya bikin nangis

Realitas loker di Jogja: syaratnya begitu banyak, tapi gajinya bikin nangis

9 Agustus 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=76Rp5owBnpc


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.