Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

Kencan Buta via MIRC dengan Ending Membagongkan. Kencan Amburadul #1

Yesaya Sihombing oleh Yesaya Sihombing
14 Februari 2021
A A
Kencan Buta via MIRC dengan Ending Membagongkan. Kencan Amburadul #1 terminal mojok.co

Kencan Buta via MIRC dengan Ending Membagongkan. Kencan Amburadul #1 terminal mojok.co

Share on FacebookShare on Twitter

Siang itu, hawa di Jogja sungguh sumuk. Saya berada di kos sendirian, celingak-celinguk bingung mau ngapain, wong jam masuk mata kuliah berikutnya masih lama, nanti sore. Akhirnya, timbul niat untuk bercengkerama dengan orang-orang yang tak saya kenal lewat aplikasi MIRC (ketauan deh umur saya). Syukur-syukur kalau bisa kencan buta.

Kebetulan, waktu itu saya bersama teman-teman satu kos urunan untuk pasang internet bareng. Lumayan, buat cari bahan tugas kuliah, chatting-an, dan download film-film yang tentu saja, bajakan (maaf, pengakuan dosa). Teman-teman lain menambahkan daftar main game online, macam DoTa dalam memanfaatkan internet bersama. Saya kebetulan tidak suka main gituan. Pol-polnya main Footbal Manager, itu pun yang offline.

Sebagai pendatang baru, baik di Jogja maupun di dunia maya, tentu ada culture shock tersendiri bagi saya. Ya, saya berasal dari Wonosobo, yang belum maju dan modern, jika dibanding Jogja (ya jelas, Bambang). Lalu untuk urusan dunia maya, saya juga masih newbie. Masih polos dan culun gitu, meraba-raba, seperti apa unggah-ungguh berinteraksi di dunia maya.

Nah, untuk dunia per-chatting-an, MIRC sedang digandrungi generasi seangkatan saya di zaman itu. Aplikasi chat itu dapat menjangkau orang-orang di seluruh dunia, tanpa dibatasi sekat apa pun. Asal ada keberanian masuk ke room-room internasional, kita dapat menambah teman lokal, nasional, maupun multinasional.

Nah, siang itu, untuk mengisi waktu luang sekaligus menambah jam terbang komunikasi di dunia maya, saya masuk ke room yang isinya orang-orang Indonesia, mana tahu dapat teman baru di area Jogja. Apalagi kalau sekalian dapat cewek, mengingat hati ini masih kayak isi nopia, banyak ruang kosongnya, ketimbang isinya. Uhuk.

Melihat nama-nama alias di room tersebut, segera saja saya tertarik dengan satu nama, sebut saja Lisa22. Saya merasa nama itu sangat menarik sekaligus mengundang rasa ingin tahu, padahal waktu itu belum ada Lisa BlackPink.

Langsung saja saya klik nama tersebut, dan membuka percakapan dengan sapaan khas anak-anak MIRC.

“Hiii….”
Lama saya tunggu. Baru kemudian muncul balasan.

Baca Juga:

5 Cokelat Indomaret yang Cocok untuk Merayakan Valentine bersama Ayang

Kenali Apa Itu Breadcrumbing dalam Hubungan, Lebih Parah daripada Ghosting!

“Hii….”
Ah, syukurlah, usaha saya tak sia-sia. Percakapan saya lanjutkan lagi dengan kode khas anak MIRC

“asl” (btw, dulu saya kira, asl adalah singkatan “asal” kota, tapi ternyata ia adalah singkatan dari age, sex, location). Lalu muncul balasan.

“22, f , yk” (artinya umur 22, jenis kelamin perempuan atau female, lokasi di Jogja)

Ia melanjutkan.
“u” (kamu?)

Wah, sejenak hati ini terasa begitu bungah, sepertinya saya akan mendapat teman wanita baru. Saya pun menjawab,

“22, m, yk” (umur 22, lelaki atau male, Jogja)

Percakapan terus berlanjut. Mulai dari ngobrolin tentang studi, kehidupan, keluarga, dll.. Sampai kemudian, ia mengaku sedang punya masalah. Hari itu ia ingin pulang ke Magelang, namun tak ada yang bisa mengantarnya ke terminal Jombor.

Wah, ediannn. Kok bisa pas gini, saya pikir. Wong saya juga lagi selo sampai sore. Saya pun menawarkan diri untuk mengantarkannya ke terminal, sekaligus ketemuan. Ya siapa tau, tali silaturahmi dunia maya bisa berlanjut di dunia nyata, xixixi.

Ia menyetujui ajakan saya dan kami bersepakat untuk bertemu di sebuah warnet, di dekat UPN, duh saya lupa nama warnetnya. Pokoknya warnet itu tepat berada di ujung Seturan, berbatasan dengan jalan ke arah UPN. Katanya, ia akan menunggu di kursi-kursi depan warnet.

Saya pun bergegas menyiapkan motor dan berangkat dengan hati berbunga. Akhirnya kencan juga walau masih kencan buta. Ah, siapa sangka hawa panas Jogja berubah menjadi sejuk saat ada bunga-bunga di hati, hilih.

Kos saya terletak di daerah Kepuh, Gondokusuman, dekat jalan Solo. Rencana saya, setelah menjemput dia di warnet, saya akan mengajaknya makan terlebih dahulu di daerah pasar Condongcatur, baru kemudian langsung cus ke Jombor.

Mengawali perjalanan, dari kos saya mengambil arah ke Gejayan, menuju arah Condongcatur. Setelah itu belok kanan, sampai ke ujung UPN. Nah selepas lampu merah, tinggal belok kanan ke arah jalan Seturan.

Jujur saja, hati ini serasa mau copot saat tempat tujuan semakin dekat. Untung saja ada jeda dalam rupa perhentian lampu merah. Sambil menunggu tibanya lampu hijau, samar-samar, terlihatlah warnet tersebut.

Sesudah lampu hijau, saya melajukan motor dengan perlahan, sambil bersiap bertemu teman wanita saya itu. Kencan buta pun dimulai. Semakin dekat, terlihat sosok berambut panjang. Sepertinya itu dia orangnya.

Ah, tapi kenapa ia duduk bersama para lelaki? Mereka cekikikan pula, sambil melihat hape dan memantau motor-motor yang berseliweran di depan warnet. Perasaan saya kok malah jadi nggak enak. Duh.

Akhirnya saya memutuskan melipir lewat warnet itu satu kali, sambil melirik ke arah sosok berambut panjang itu. Tanpa dinyana, ternyata ada jambang dan kumis di wajah sosok itu. Asem ik, batinku…. Aku dikerjain ini, sial! Kencan buta yang manis berbalik jadi petaka. Saya sangka Lisa22 benar-benar perempuan berambut panjang. Nyatanya dia sejenis saya. Putar balik sudah, daripada saya khilaf.

Yah, dalam urusan keimanan, kita diajari untuk percaya, walau tidak melihat. Tapi, kalau untuk urusan cinta, ya harus buka mata lebar-lebar lah! Dunia kencan buta begitu liar memang.

*Kencan Amburadul adalah segmen khusus, kisah nyata, momen asmara paling amburadul yang dialami penulis Terminal Mojok dan dibagikan dalam edisi khusus Valentine 2021.

Photo by Gabby K via Pexels.com

BACA JUGA Panduan Menggunakan Tinder dan Aplikasi Sejenis untuk Pemula dan tulisan Yesaya Sihombing lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 13 Agustus 2021 oleh

Tags: hubungankencan amburadulvalentine
Yesaya Sihombing

Yesaya Sihombing

Pengamat segala hal.

ArtikelTerkait

Kencan di Restoran Jepang: Bukan Romantis Justru Ribet Pakai Sumpit. Kencan Amburadul #10 terminal mojok.co

Kencan di Restoran Jepang: Bukan Romantis Justru Ribet Pakai Sumpit. Kencan Amburadul #8

14 Februari 2021
Enaknya Punya Pasangan yang Berasal dari Daerah Sama terminal mojok

Enaknya Punya Pasangan yang Berasal dari Daerah Sama

23 Oktober 2021
langit abu-abu

Membedah Langit Abu-Abu dan Lagu Lain Milik Tulus: Sosok yang Datang Saat Ada Perlu, Lalu Hilang Entah Kemana

30 September 2019
ldr

LDR Memang Tidak Mudah, Tapi Jangan Menyerah

8 Juli 2019
dulu saya

Sebuah Curhatan Mahasiswi : Perilaku yang Saya Benci Dulu Adalah Perilaku Saya Sekarang

11 Juni 2019
lamaran

Setelah Lamaran Malah Muncul Keraguan, Pernahkah?

27 Mei 2019
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Gudeg Malang Nyatanya Bakal Lebih Nikmat ketimbang Milik Jogja (Unsplash)

Membayangkan Jika Gudeg Bukan Kuliner Khas Jogja tapi Malang: Rasa Nggak Mungkin Manis dan Jadi Makanan Biasa Saja

1 Februari 2026
Di Lidah Orang Jawa, Kuliner Madura Enak Kecuali yang dari Sumenep MOjok.co

Di Lidah Orang Jawa, Kuliner Madura Enak Kecuali yang dari Sumenep

30 Januari 2026
MU Menang, Dunia Penuh Setan dan Suram bagi Fans Liverpool (Unsplash)

Sejak MU Menang Terus, Dunia Jadi Penuh Setan, Lebih Kejam, dan Sangat Suram bagi Fans Liverpool

1 Februari 2026
Pronosutan Kulon Progo, Tujuan Baru para Pelari dan Pencari Ketenangan

Pronosutan Kulon Progo, Tujuan Baru para Pelari dan Pencari Ketenangan

26 Januari 2026
5 Barang Indomaret yang Sebenarnya Mubazir, tapi Terus Dibeli Pelanggan Mojok.co

5 Barang Indomaret yang Sebenarnya Mubazir, tapi Terus Dibeli Pelanggan

31 Januari 2026
Sisi Gelap Solo, Serba Murah Itu Kini Cuma Sebatas Dongeng (Shutterstock)

6 Kebiasaan Warga Solo yang Awalnya Saya Kira Aneh, tapi Lama-lama Saya Ikuti Juga

27 Januari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=e8VJPpjKf2Q

Liputan dan Esai

  • Misi Mulia Rumah Sakit Visindo di Jakarta: Tingkatkan Derajat Kesehatan Mata dengan Operasi Katarak Gratis
  • DLH Jakarta Khilaf usai Warga Rorotan Keluhkan Bau Sampah dan Bising Truk dari Proyek Strategis Sampah RDF
  • Fakta Pahit soal Stunting. Apabila Tidak Diatasi, 1 dari 5 Bayi di Indonesia Terancam “Bodoh”
  • Indonesia Hadapi Darurat Kualitas Guru dan “Krisis Talenta” STEM
  • Kisah Pelajar SMA di Bantul Melawan Trauma Pasca Gempa 2006, Tak Mau Kehilangan Orang Berharga Lagi
  • Ironi Jogja yang “Katanya” Murah: Ekonomi Tumbuh, tapi Masyarakatnya Malah Makin Susah

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.