Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Featured

Kenapa sih kok Harus Malu Kalo Kepergok Main Tinder?

Fanisa Putri oleh Fanisa Putri
18 Mei 2020
A A
tinder

Kenapa sih kok Harus Malu Kalo Kepergok Main Tinder?

Share on FacebookShare on Twitter

Berdiam diri di rumah saja selama beberapa bulan ini mau tidak mau membuat jiwa-jiwa ekstovert terkekang, bagaimana tidak dalam beberapa bulan ini pertemuan, perkumpulan dibatasi. Rencana untuk reuni, main bersama, atau sekedar nongkrong di tempat makan favorit seperti biasanya pun juga harus terpaksa dibatalkan. Bagi yang punya pacar *ekhm saya (bukan)* juga harus bersabar diri karena harus mengurungkan niat bertemu sang pacar.

Kehidupan sosial semakin berjarak, semakin lama semakin terasa sepi dan hampanya rasanya kangen sekali ketemu peradaban. Saat ini pertemuan hanya bisa dilakukan secara online saja. Jika di kehidupan normal sehari-hari saja notifikasi handphonemu sepi, apalagi saat-saat di rumah saja seperti ini. Aplikasi dating online kayak Tinder jadi salah satu solusi untuk mengusir rasa sepi, pasti salah satu di antara pembaca di sini sudah menginstallnya bukan? Sudah match sama berapa orang nih? Xixixi.

Beberapa hari lalu, saat sedang asik-asiknya rebahan sambil main gadget. Tiba-tiba ada chat dari seorang teman, sebut saja dia Wendy (bukan RedVelvet) isi percakapannya kira-kira begini,

“Ca! kamu tau nggak? aku match sama si Jupri!! itu loh temen kita di UKM teater!”
“Loh? seru dong!”
“Malu tau… kepergok di Tinder, mana match lagi!”

Dari percakapan di atas, saya yakin banget kalau Wendy lagi panik banget karena nggak sengaja kepergok Jupri gara-gara pakai Tinder. Saya mencoba mencerna hal-hal apa saja yang bikin seseorang malu karena kepergok temennya sendiri di Tinder padahal kan dua-duanya sama-sama pakai aplikasi tersebut, jadi kenapa malu?

Ternyata bagi beberapa orang, Tinder ini jadi jurus terakhir buat orang-orang yang konon katanya “nggak laku” atau tidak berjalan mulus kehidupan percintaanya di dunia nyata.

Saya pernah dengar kalau sosial media mendekatkan yang jauh, dan menjauhkan yang dekat. Bagian “mendekatkan yang jauh” ini yang mungkin dirasakan manfaatnya bagi orang-orang yang memakai aplikasi ini. Dengan aplikasi ini, kamu bisa saja match sama orang yang berasal dari luar kota, atau luar negeri tanpa harus cape-cape pesan tiket pesawat ke tempat tersebut. Hanya dengan sapaan basa-basi di media sosial, kamu sudah bisa berinteraksi dengan mereka.

Kelebihannya lagi, Tinder ini menjadi kesempatan yang baik untuk orang yang demam panggung kondisi yang membuat seseorang merasa panik jika harus berinteraksi dengan orang lain secara langsung. Nah karena aplikasi ini mengandalkan media chatting sebagai perantaranya jadi nggak usah merasa panik deh buat kenalan sama orang baru.

Baca Juga:

5 Destinasi di Semarang yang Cocok untuk Jomblo buat Menangis

Stop Komersialisasi Perselingkuhan, Kasihan Para Jomblo!

Dalam kasus ini, mungkin teman saya si Wendy merasa kalau dirinya dicap sebagai orang yang “tidak laku” sama Jupri karena ketahuan pakai aplikasi ini. Padahal di jaman serba digital ini, aplikasi dating online wajar-wajar saja sih digunakan oleh siapa saja tanpa melihat status dirinya sebagai orang yang “laku” atau “tidak laku”. Ah cap “laku” atau “tidak laku” itu sudah kuno sekali buat menggambarkan seseorang yang memakai aplikasi dating online.

Banyak sekali kisah-kisah asmara yang berjalan sampai ke pelaminan dari Tinder ini, tapi tidak semua orang ya! mungkin hanya orang-orang terpilih yang beruntung yang merasakannya. Walaupun begitu tidak semua orang yang memakai Tinder berniat untuk cari jodoh. Bisa saja karena hanya butuh teman ngobrol yang bisa meramaikan notifikasi handphone apalagi di saat kita harus di rumah saja berbulan-bulan yang membuat kesepian ini.

Aplikasi ini juga dimanfaatkan untuk mencari teman dengan minat dan hobi yang sama, bisa saja untuk diajak diskusi tentang minat dan hobi yang sedang ditekuni akhir-akhir ini. Oiya, aplikasi ini juga bisa dipakai untuk media promosi buat jualan loh! Tau kan MLM? Jangan tertipu sama orang yang tiba-tiba ngedeketin kamu, karena bisa jadi dia lagi merancang siasatnya buat ngajakin kamu gabung jadi member MLM yang bikin kamu kaya raya, hidup sukses, punya BMW! Karena salah satu teman saya pernah mengalami nasib sial itu, dia pernah dekat dengan seseorang dari Tinder, setelah beberapa bulan dekat eh ternyata saat diajak ketemuan dia malah ditawarkan untuk jadi agen MLM. Sial betul nasib teman saya.

Ya jadi kamu tidak usah merasa malu kepergok teman pakai aplikasi online, karena di luar sana banyak kok yang senasib sama kamu! kecuali saya. Hahaha.

BACA JUGA Mencari Calon Suami Lewat Tinder, Emang Bisa? dan tulisan Fanisa Putri lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 18 Mei 2020 oleh

Tags: aplikasi dating onlineJombloTinder
Fanisa Putri

Fanisa Putri

Saya suka T-rex, berharap suatu hari nanti bisa membawanya jalan-jalan keliling kompleks perumahan. Kalau lihat T-rex kabari saya lewat instagram @fanisaput ya!

ArtikelTerkait

Tolong Jangan Kasihani Saya. Meski Belum Menikah, Saya Baik-baik saja terminal mojok.co

Tolong Jangan Kasihani Saya. Meski Belum Menikah, Saya Baik-baik saja

2 Maret 2021
jomblo

Jomblo atau Jomlo, yang Penting Bermartabat

18 Juni 2019
poligami, walimah syar'i

Masih Jomblo kok Bicara Poligami sih?

12 Juni 2020
Makanya Jadi Anak IPS, Biar Nggak Kaget Gaji Jomblo 5 Juta Kena Pajak (Unsplash)

Makanya Jadi Anak IPS, Biar Nggak Kaget Gaji Jomblo 5 Juta Kena Pajak

4 Januari 2023
Menyelami 4 Aplikasi Dating yang Penuh Cinta Terminal Mojok

Menyelami 4 Aplikasi Dating yang Penuh Cinta

20 Januari 2021
Wedding Organizer

Waspada Tipu Daya Wedding Organizer Abal-Abal!

9 Oktober 2019
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Jalan Dayeuhkolot Bandung- Wujud Ruwetnya Jalanan Bandung (Unsplash)

Jalan Dayeuhkolot Bandung: Jalan Raya Paling Menyebalkan di Bandung. Kalau Hujan Banjir, kalau Kemarau Panas dan Macet

17 Januari 2026
4 Keunggulan Tinggal di Rumah Kontrakan yang Jarang Dibicarakan Banyak Orang Mojok.co

4 Keunggulan Tinggal di Rumah Kontrakan yang Jarang Dibicarakan Banyak Orang

19 Januari 2026
Kapok Naik KA Bengawan, Sudah Booking Tiket Jauh Hari Malah Duduk Nggak Sesuai Kursi

Kapok Naik KA Bengawan, Sudah Booking Tiket Jauh Hari Malah Duduk Nggak Sesuai Kursi

16 Januari 2026
Beat Deluxe, Saksi Kejayaan Bos Warung Madura dari Pamekasan (Shutterstock)

Sejak 2020 Hingga Kini, Honda Beat Deluxe Merah-Hitam Jadi Saksi Kejayaan Warga Pamekasan dalam Membangun Bisnis Warung Madura

20 Januari 2026
Nestapa MUA Spesialis Wisuda: Berangkat Subuh demi Menutup Mata Panda, Pulang Kena Tawar Harga yang Nggak Ngotak

Nestapa MUA Spesialis Wisuda: Berangkat Subuh demi Menutup Mata Panda, Pulang Kena Tawar Harga yang Nggak Ngotak

16 Januari 2026
UT, Kampus Terbaik Tempat Mahasiswa Tangguh yang Diam-diam Berjuang dan Bertahan Demi Masa Depan

UT, Kampus Terbaik Tempat Mahasiswa Tangguh yang Diam-diam Berjuang dan Bertahan Demi Masa Depan

19 Januari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=ne8V7SUIn1U

Liputan dan Esai

  • Sumbangan Pernikahan di Desa Tak Meringankan tapi Mencekik: Dituntut Mengembalikan karena Tradisi, Sampai Nangis-nangis Utang Tetangga demi Tak Dihina
  • Menurut Keyakinan Saya, Sate Taichan di Senayan adalah Makanan Paling Nanggung: Tidak Begitu Buruk, tapi Juga Jauh dari Kesan Enak
  • Saat Warga Muria Raya Harus Kembali Akrab dengan Lumpur dan Janji Manis Awal Tahun 2026
  • Lupakan Alphard yang Manja, Mobil Terbaik Emak-Emak Petarung Adalah Daihatsu Sigra: Muat Sekampung, Iritnya Nggak Ngotak, dan Barokah Dunia Akhirat
  • Istora Senayan Jadi Titik Sakral Menaruh Mimpi, Cerita Bocah Madura Rela Jauh dari Rumah Sejak SD untuk Kebanggaan dan Kebahagiaan
  • Indonesia Masters 2026 Berupaya Mengembalikan Gemuruh Istora Lewat “Pesta Rakyat” dan Tiket Terjangkau Mulai Rp40 Ribu

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.