Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Featured

Kenapa sih Kalau Ikut Training atau Seminar, Ucapan ‘Selamat Pagi’ Selalu Diganti dengan ‘Semangat Pagi’?

Seto Wicaksono oleh Seto Wicaksono
10 Desember 2019
A A
Kebahagiaan Bekerja Sesuai Passion Adalah Sebuah Omong Kosong terminal mojok.co

Kebahagiaan Bekerja Sesuai Passion Adalah Sebuah Omong Kosong terminal mojok.co

Share on FacebookShare on Twitter

Pada waktu kelas 3 SMA, sekolah saya memanggil trainer-motivator agar siswa semangat dalam mengikuti Ujian Akhir Nasional. Selain itu, tidak lupa juga mengingatkan kami semua untuk meminta restu orang tua agar ujian berlangsung dengan lancar. Terpenting, semua siswa bisa lulus dengan nilai yang terbilang baik. Sesaat sebelum memulai kelas training dan menyampaikan materi, dalam suatu ruangan yang di-setting seperti kelas seminar, sang trainer berkata, “Kalau saya bilang ‘apa kabar semuanya?’, kalian balas dengan, ‘kabar baik, luar biasa!’”

Ya, kami diminta—lebih tepatnya dipaksa—untuk mengikuti ucapan tersebut. Jika secara keseluruhan peserta terlihat lesu ketika menjawab, maka sapaan akan diulangi hingga kami semua betul-betul menjawab dengan penuh semangat—lebih tepatnya teriak—agar tidak terus diulangi. Entah kenapa pertanyaan tersebut harus terus diulang di awal sebelum acara dimulai. Ketahuilah, saya bersama teman-teman yang lain bukannya merasa semangat, malah merasa mangkel sejak awal acara karena hal tersebut.

Hal yang identik terus berulang hingga kini saya aktif bekerja atau mengikuti suatu acara training juga seminar. Kalimat pembuka masih saja sama tapi dengan sedikit perubahan. Dari yang sebelumnya jika ditanya, “apa kabar semua?” harus dijawab dengan “luar biasa!”, menjadi “semangat pagi!” dan harus disambut dengan jawaban, “semangat, semangat, semangat!” Hadeeeeh, maksa banget, sih. Hehehe.

Maksud saya, ada dua poin yang menjadi sorotan. Pertama, kenapa kata “selamat pagi” harus diganti dengan “semangat pagi”—meski pagi hari sudah lewat? Kedua, kenapa harus diulang-ulang, sih? Walaupun harus diakui hal demikian sudah seperti SOP bagi para pengisi acara di suatu training atau seminar. Tujuannya? Usut punya usut, setelah saya mencoba bertanya kepada seorang teman yang juga berprofesi sebagai trainer, hal itu dilakukan agar dapat menambah semangat para peserta. Bisa juga sebagai ice breaking, yang bertujuan untuk mencairkan suasana di ruang training atau seminar—utamanya agar komunikasi satu sama lain bisa terjalin dengan baik. Selain itu, agar peserta bisa antusias dan terhindar dari rasa kantuk.

Hal itu juga mengingatkan saya kepada suatu rumah makan ternama. Setiap saya berkunjung ke rumah makan tersebut, entah siang, sore, atau malam, saya selalu disambut dengan sapaan “selamat pagi”. Meski tidak mengganti menjadi “semangat pagi”, rasa-rasanya semangat yang disalurkan sama. Dan setelah saya coba tanya kepada salah satu pelayan yang bertugas, hal itu dimaksudkan untuk menjaga semangat dan antusias para pekerja dan pengunjung. Filosofinya, pagi hari adalah saat di mana banyak orang memulai aktivitas. Dan semua diharapkan untuk menyalurkan semangatnya.

Sebetulnya tidak salah jika pembawa acara pada suatu seminar melakukan hal yang sama dengan tujuan sama pula. Namun, sebaiknya sih ada variasi agar tidak monoton. Kalau perlu diadakan survey dulu, peserta lebih suka disapa bagaimana dan seperti apa. Sebab, ajakan untuk meneriakan “semangat pagi!” rasanya perlu pembaruan. Belum lagi jika para peserta kurang semangat, selalu saja ada remedial—diulang hingga mendapat tingkat semangat yang diinginkan.

Padahal, cukup dengan menyampaikan “selamat pagi” (atau menyesuaikan waktu dimulainya acara) pun sudah membuat para peserta nyaman, kok. Jadi, tidak perlu lah memaksa orang lain untuk semangat. Belum lagi jika tidak merespons sapaan “semangat pagi”, sering kali peserta diminta untuk cuci muka karena dianggap mengantuk. Hadeeeh. Please, deh. Nggak peka banget, sih. Peserta tuh bukan ngantuk, tapi mangkel dan ngerasa annoying aja. Bosan dengan kalimat template yang itu-itu aja.

Dan kini, sapaan untuk mengawali training atau seminar semakin beragam—namun dengan pola yang tetap sama dan tidak kalah menjengkelkan. Kira-kira seperti ini:

Baca Juga:

Dear Penyelenggara Seminar, Diskusi sama Tanya Jawab Itu Beda ya, Tolong

4 Tipe Motivator Indonesia Menyebalkan yang Biasanya Ada di Seminar Perkantoran

“Jika saya bilang HAI, kalian jawab HALO, ya?”

Kita coba, ya, “HAAAAII!”

“HALOOO.”

“Kurang semangat. Kita coba sekali lagi, ya. HAAAII!”

“HALOOO!”

“Nah, seperti itu. Tepuk tangan untuk kita semua.”

Ketahuilah, dalam beberapa hal, first impression itu penting. Lalu, bagaimana para peserta training atau seminar antusias mengikuti materi yang diberikan jika dari awal sudah dipaksa untuk semangat? Bukannya dalam suatu komunikasi, sesuatu yang dipaksakan itu akan berujung pada ketidaknyamanan? Eh.

Semoga, kedepannya ada hal lain yang bisa membuat orang lain atau karyawan semangat dalam mengikuti training atau seminar—toh, tujuannya baik, untuk meng-upgrade skill sekaligus menambah wawasan—selain camilan yang enak saat coffee break pastinya. Hehehe.

BACA JUGA Punya CV Menjulang, tapi Jadi Pembicara Kok Biasa Aja? atau tulisan Seto Wicaksono lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 10 Desember 2019 oleh

Tags: ice breakingsemangat pagiseminartrainer
Seto Wicaksono

Seto Wicaksono

Kelahiran 20 Juli. Fans Liverpool FC. Lulusan Psikologi Universitas Gunadarma. Seorang Suami, Ayah, dan Recruiter di suatu perusahaan.

ArtikelTerkait

Tipe-Tipe Orang Saat Ikut Seminar

Tipe-Tipe Orang Saat Ikut Seminar

5 November 2019
Menebak Kepribadian Sesorang dari Cara Mereka Memperlakukan Sampah Snack

Menebak Kepribadian Sesorang dari Cara Mereka Memperlakukan Sampah Snack

5 Januari 2020
ikut seminar

Ikut Seminar Bukan buat Dapat Ilmu tapi buat Dapat Snack, Makan, dan Sertifikat

23 Juni 2020
sukses di usia muda one piece seminar forum bisnis jessica tanoesoedibjo mojok

Bayangin 6 Tokoh One Piece Ngisi Seminar ‘Sukses di Usia Muda’ seperti Jessica Tanoe

18 April 2020
Dear Penyelenggara Seminar, Diskusi sama Tanya Jawab Itu Beda ya, Tolong

Dear Penyelenggara Seminar, Diskusi sama Tanya Jawab Itu Beda ya, Tolong

6 Oktober 2023
4 Tipe Motivator Indonesia Menyebalkan yang Biasanya Ada di Seminar Perkantoran terminal mojok.co

4 Tipe Motivator Indonesia Menyebalkan yang Biasanya Ada di Seminar Perkantoran

4 Februari 2021
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Stasiun Klaten Stasiun Legendaris yang Semakin Modern

Stasiun Klaten, Stasiun Berusia Satu Setengah Abad yang Terus Melangkah Menuju Modernisasi

16 Maret 2026
KA Sri Tanjung, Juru Selamat yang Bikin Menderita para Pekerja (Wikimedia Commons)

KA Sri Tanjung Adalah Juru Selamat Bagi Kaum Pekerja: Tiketnya Murah dan Nyaman tapi Bikin Menderita karena Sangat Lambat

18 Maret 2026
Lotek Khas Solo Bikin Pencinta Lotek Asal Jogja Culture Shock

Lotek Adalah Kuliner Favorit Warga Jogja yang Lebih Janggal dan Lebih Ganjil daripada Gudeg

20 Maret 2026
Seturan dan Babarsari, Padukuhan Kiblat Kehidupan Bebas Yogyakarta Mojok.co

Seturan dan Babarsari, Padukuhan Kiblat Kehidupan Bebas Yogyakarta

22 Maret 2026
Bukan Buangan dari UNDIP: Kami Mahasiswa UNNES, Bukan Barang Retur! kampus di semarang

Ironi UNNES Semarang: Kampus Konservasi, tapi Kena Banjir Akibat Pembangunan yang Nggak Masuk Akal

18 Maret 2026
Lebaran Kedua Jauh dari Indonesia: Homesick, tapi Terobati oleh Orang-orang Turki yang Hangat dan Baik Hati Mojok.co

Lebaran Jauh dari Indonesia: Homesick, tapi Terobati oleh Orang-orang Turki yang Hangat dan Baik Hati

19 Maret 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=1k7EQFkTWIM

Liputan dan Esai

  • Penyesalan Pindah Kerja dari Jakarta ke Jogja: Selain Gaji Kecil, Budaya Pekewuh Ternyata Memperlambat Kerjaan
  • Jadi Gembel di Perantauan tapi Berlagak Tajir saat Pulang, Bohongi Ortu biar Tak Kepikiran Anaknya Remuk-remukan
  • Rela Utang Bank buat Beli Mobil Ertiga demi Puaskan Ekspektasi Mertua, Malah Jadi Ribet dan Berujung Sia-sia
  • Ujian Pemudik Lajang: Jadi Sasaran Pinjam Uang karena Belum Nikah dan Dianggap Tak Ada Tanggungan, Giliran Nolak Dicap Pelit
  • Rasa Sanga (8): Lontong dan Kangkung dalam Khazanah Suluk Sunan Bonang, Jalan “Merasakan” Kehadiran Tuhan
  • Memelihara Kucing adalah Patah Hati yang Direncanakan, Tapi 1.000 Kali pun Diulang Saya Akan Tetap Melakukannya

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.