Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

Kenangan Manis Bersama si “Bebek Sirkuit” Jupiter Z

Bastian Ragas oleh Bastian Ragas
16 Juni 2020
A A
jupiter z

Kenangan Manis Bersama si "Bebek Sirkuit" Jupiter Z

Share on FacebookShare on Twitter

Jupiter Z generasi kedua adalah tunggangan saya sewaktu SMA. Motor bebek keluaran Yamaha tahun 2004 itu saya gunakan sehari-hari pada rentang tahun 2013 hingga 2016. Alih-alih kelihatan sangar macam motornya si Dilan, motor saya ini emang keliatan kayak motor butut. Tapi jangan salah, soal performa, beuuuh, nggak kalah sama Supra, Beat, atau motor-motor keluaran baru yang teman-teman saya pakai. Apalagi soal memori, motor ini punya banyak kenangan yang tak akan saya lupakan.

Dilihat secara sekilas, nama Jupiter memang terinspirasi dari nama sebuah planet, namun untuk imbuhan huruf “Z” di akhir nama pada motor yang pernah saya tunggangi ini, bisa diartikan sebagai huruf yang letaknya paling akhir atau varian Jupiter yang memiliki teknologi terbaru, paling terakhir dan terkini. Nama Jupiter Z memang pertama kali muncul pada 2003 atau masa Jupiter generasi kedua, sedangkan generasi pertama hanya bernama Jupiter saja.

Jupiter generasi kedua ini ditempeli mesin berkapasitas 110,3cc. Dengan mesin tersebut, motor andalan Komeng ini mampu meletupkan daya hingga 9,0 PS pada putaran 8000 rpm dan torsi puncak sebesar 9,2 Nm pada putaran 5000 rpm. Ditopang dengan dimensi berukuran 1910 mm x 675 mm x 1040 mm, dengan tinggi jok 760 mm dan jarak sumbu roda sepanjang 1225 mm, serta jarak terendah ke tanah 130 mm. Motor bebek dengan berat kosong 97 kg ini juga ditempeli tangki bahan bakar dengan kapasitas 4,5 liter. Sangat cukup untuk perjalanan harian.

Sedangkan untuk rangka, Jupiter Z generasi kedua ini menggunakan rangka model pipa underbone yang disokong dengan suspensi teleskopik di bagian depan dan suspensi belakang jenis lengan ayun. Dan untuk sektor kaki, terpasang ban dengan berukuran 70.90-17,38P dan ban belakang berukuran 80/90-17,44P, yang diapit rem cakram tunggal di bagian depan serta rem tromol di bagian belakang.

Varian Jupiter memang mendongkrak penjualan produk motor dari Yamaha. Selain desain motor yang keren pada masanya dan performa yang cocok untuk anak muda, motor ini ternyata juga laris di pasar sirkuit. Terbukti dengan banyaknya pembalap yang memenangkan ajang balap dengan motor ini. Selain memiliki body yang aerodinamis, Jupiter Z generasi kedua ini masih mengusung karburator pada mesinnya, sehingga sangat digemari pejuang sirkuit. Sampai-sampai, baju Komeng pun terkoyak nggak karuan gara-gara nggeber motor ini di iklannya.

Selang tiga tahun pemakian, secara keseluruhan tidak ada rasa menyesal pada diri saya pasca menunggangi motor Jupiter Z generasi kedua ini. Saya pernah kecelakaan beberapa kali dengan motor ini, mulai dari kecelakaan ringan sampai yang lumayan berat. Mulai dari badan saya hanya lecet-lecet sampai pergelangan dan otot-otot yang bermasalah. Tapi motor tahun 2004 ini justru tidak mengalami kerusakan berarti. Jangankan daleman atau bagian mesin yang rusak, paling parah aja cuma sayap samping pecah dikit sama plat nomot yang lepas. Entah itu kecelakaan saya yang terlampau ringan atau hanya kebetulan semata, namun intinya saya cukup merasa aman menunggangi motor ini.

Penyebab beberapa kali saya mengalami kecelakaan dengan motor ini mungkin karena performanya yang gesit dan kenceng banget di kelasnya, serta body yang ramping dan pendek. Saya akui soal hal itu nggak perlu diperdebatkan, hal-hal itu juga yang membuat motor ini laris di pasar sirkuit kan. Tapi untuk orang bertinggi 170-an cm macam saya memang sedikit kurang cocok menunggangi motor ini, karena kejangkungan kalian akan tampak sekali dari kejauhan. Bayangin aja Uus naik Jupiter, gimana?

Penggunaan velg ruji dan knalpot krum yang memberikan aksen-aksen berkilauan ketika motor ini usai dicuci bersih, membuat motor ini terkesan makin cakep. Alasan itu yang membuat saya demen banget pakai motor ini. Karena saya bisa pamer kilaunya motor saya ini ketika masuk parkiran sekolah. Meski kalah pamor dibanding Supra, Beat sampai KLX milik kawan-kawan, saya mah bodoamat, motor Komeng ini.

Baca Juga:

3 Motor Terburuk dan Terbaik yang Pernah Yamaha Produksi, Bisa Jadi Rekomendasi Kalian Sebelum Membeli!

5 Pesan Rahasia di Balik Kolaborasi Yamaha dan Komeng

Kelebihan lain yang dimiliki Jupiter Z 2004 ini yaitu jok yang panjang dan suara knalpot yang yahud. Joknya memang panjang dibanding motor lain, kalau mau tartig (tarik tiga) pun gas wae lah. Tapi bawanya jangan kenceng-kenceng dan lewat depan Polantas ya, mampus kalian.

Suara knalpotnya juga seru, nggak ngebosenin macam knalpot Supra. Kalo saya mau nyapa temen nih ya, nggak perlu bunyiin klakson, cukup nggeber knalpot aja jadi dipelototin orang sekitar. Knalpot Jupiter memang agak berisik, bagi sebagian orang mungkin mengganggu, tapi bagi saga justru seru.

Dan yang paling saya suka dari motor ini yaitu keiritannya. Banyak orang bilang kalau motor ini boros. Iya boros, kalau sampean-sampean membandingkanya dengan motor injeksi. Ingat, motor ini belum injeksi, masih pakai karbu. Jadi, jika saya bandingkan antara performa yang didapat dengan penggunaan bahan bakar yang cukup Rp. 10.000 untuk dua hari pemakaian sejauh 60 km untuk sekolah dan beberapa kali digunakan di rumah, saya rasa cukup irit. Karena irit itu relatif ya kan?

Meskipun motor ini menyisakan berbagai kenangan manis bagi saya, adakalanya saya emosi memakai motor ini. Mulai dari nggereng-nya mesin ketika di gas pol, rem belakang yang masih pakai tromol dan kurang seimbang dengan tingginya akselerasi motor ini, sampai kelistrikan yang aduhai menguras emosi. Entah kenapa varian Jupiter selalu mengalami lampu bagian depan mati sebelah, salah satunya motor saya ini. Tak terhitung sudah berapa kali saya memperbaiki dan mengganti lampu depan. Sampai-sampai motor ini cocok juga kalo disebut Jupiter picek.

Sumber Gambar: Blog Spesifikasi Sepeda Motor

BACA JUGA Kengenesan yang Dialami Pengendara Motor Smash dan tulisan Bastian Ragas lainnya. 

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 16 Juni 2020 oleh

Tags: jupiter zkenangan bersama motor jupiter zotomojok
Bastian Ragas

Bastian Ragas

ebolan Perikanan yang hari-harinya dihabiskan untuk berkecimpung di sektor bahari. Di sela rutinitas, sering merangkai kata sebagai pembuktian eksistensi

ArtikelTerkait

supra x jadul

Diskriminasi Satpam Kampus terhadap Pengendara Supra X Jadul

23 Juni 2020
Pengalaman Mengajarkan Saya untuk Tidak Berharap Banyak Pada Ban Tubeless mojok.co/terminal

Tidak Ada yang Salah dengan Tidak Punya Motor

29 Oktober 2020
Bisnis Lahan Parkir Tidak Pernah Sederhana, Bahkan Penuh Darah dan Mafia terminal mojok.co

8 Mobil Merek Terkenal, tapi Gulung Tikar karena Sepi Peminat

7 November 2020
Kalau Tidak Pernah Nyasar di Labirin Sawojajar Malang, Anda Mungkin Orang Sakti mojok.co/terminal

Kalau Tidak Pernah Nyasar di Labirin Sawojajar Malang, Anda Mungkin Orang Sakti

9 Maret 2021
Busi Bukan Satu-satunya Penyebab Mesin Pincang dan Montir Perlu Jujur Mengatakannya terminal mojok.co

Busi Bukan Satu-satunya Penyebab Mesin Pincang dan Montir Perlu Jujur Mengatakannya

26 November 2020
toyota etios valco review spesifikasi ulasan kelebihan kekurangan mojok.co

Etios Valco Dibunuh Kakak Kembarnya yang Lahir dari Rahim Berbeda

1 Juni 2020
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Jerat Motor Kredit Terlihat Mengilat tapi Fondasinya Melarat (Unsplash)

Motor Kredit Menciptakan Kabut Tebal yang Menyembunyikan Wajah Asli Kemiskinan, Terlihat Mengilat tapi Fondasinya Melarat

20 Maret 2026
7 Barang Indomaret yang Semakin Laris Manis Saat Mudik Mojok.co

7 Barang Indomaret yang Semakin Laris Manis Saat Mudik

17 Maret 2026
Daihatsu Taruna, Mobil Sok Gagah yang Berakhir Gagal Total dan Bikin Penggunanya Bingung Setengah Mati

Daihatsu Taruna, Mobil Sok Gagah yang Berakhir Gagal Total dan Bikin Penggunanya Bingung Setengah Mati

17 Maret 2026
motor Honda Stylo 160: Motor Matik Baru dari Honda tapi Sudah Disinisin karena Pakai Rangka eSAF, Bagusan Honda Giorno ISS Honda motor honda spacy

Honda Stylo Adalah Motor Paling Tidak Jelas: Mahal, tapi Value Nanggung. Motor Sok Retro, tapi Juga Modern, Maksudnya Gimana?

15 Maret 2026
5 Hal yang Bikin Perantau Mikir-Mikir untuk Tinggal Lama dan Menetap di Kota Palu, meski Indahnya Bukan Main

5 Hal yang Bikin Perantau Mikir-mikir untuk Tinggal Lama dan Menetap di Kota Palu, meski Indahnya Bukan Main

17 Maret 2026
Di Mana Ada Lahan, di Situ Ada Warung Pecel Lele Lamongan nasi muduk

Nasi Muduk, Kuliner Nikmat yang Tak Pernah Masuk Brosur Kuliner Lamongan, padahal Berani Bersaing dengan Soto dan Pecel Lele!

16 Maret 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=1k7EQFkTWIM

Liputan dan Esai

  • Jadi Gembel di Perantauan tapi Berlagak Tajir saat Pulang, Bohongi Ortu biar Tak Kepikiran Anaknya Remuk-remukan
  • Rela Utang Bank buat Beli Mobil Ertiga demi Puaskan Ekspektasi Mertua, Malah Jadi Ribet dan Berujung Sia-sia
  • Ujian Pemudik Lajang: Jadi Sasaran Pinjam Uang karena Belum Nikah dan Dianggap Tak Ada Tanggungan, Giliran Nolak Dicap Pelit
  • Rasa Sanga (8): Lontong dan Kangkung dalam Khazanah Suluk Sunan Bonang, Jalan “Merasakan” Kehadiran Tuhan
  • Memelihara Kucing adalah Patah Hati yang Direncanakan, Tapi 1.000 Kali pun Diulang Saya Akan Tetap Melakukannya
  • Makna Pulang yang Saya Temukan Setelah Mudik Motoran dengan NMAX Tangerang–Magelang

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.