Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Kuliner

Keluhan Penjual Jus Buah: Kenapa sih Orang Indonesia Minum Jus Harus Manis?

Ramdan Rusnandar oleh Ramdan Rusnandar
5 Mei 2023
A A
Keluhan Penjual Jus: Kenapa sih Orang Indonesia Minum Jus Buah Harus Manis?

Keluhan Penjual Jus: Kenapa sih Orang Indonesia Minum Jus Buah Harus Manis? (Unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Semenjak menjadi penjual jus buah tahun 2013, saya sering mendapat komplain dari konsumen soal rasa buah yang masam. Masamnya dari buah ya, bukan masam karena bahan jus yang sudah basi. Kalau kayak gitu sih saya juga nggak berani menjualnya karena kondisi bahannya sudah nggak layak.

Lantaran sering mendapatkan permintaan jus buah dibuat manis, terpaksa saya menambah komposisi gula ke dalamnya. Padahal menurut saya, menambah gula lebih banyak justru menghilangkan rasa asli dari buah yang dibuat jus. Misalnya sirsak, udah tahu sirsak rasanya asam, lha masih ada aja yang protes karena rasanya nggak manis dan minta ditambah gula. Lha, saya kudu gimana?

Di sisi lain, penambahan gula lagi malah merugikan penjual jus buah karena jarang sekali pembeli yang mau menambah biaya. Konsumen cuma mau menambah gula dan merasakan manis tanpa memikirkan modal penjual. Bagi penjual jus buah kayak saya, itu pahit, sih.

Orang Indonesia sangat menyukai rasa manis

Sebenarnya, yang mendasari kita sebagai orang Indonesia suka dengan rasa manis itu apa, sih? Apakah kebiasaan atau gimana?

Kalau saya telusuri lebih lanjut dan ingat-ingat lagi, bisa jadi kita menyukai rasa manis karena kebiasaan yang ditanamkan orang tua dari kecil. Banyak anak kecil yang diberi buah-buahan dengan rasa manis oleh orang tuanya. Ketika si anak ingin mencoba buah yang rasanya masam, kecut, dan sejenisnya, biasanya orang tua akan melarangnya.

“Jangan, Dek, itu rasanya masam, nanti kamu sakit perut!”

Bisa jadi gara-gara kebiasaan dan kata-kata sejenis itu, kita tumbuh menjadi orang yang menyukai rasa manis. Jadi yang masam nggak usah dimakan. Pantas saja kita lebih memilih mangga arumanis daripada varietas mangga lain, atau lebih memilih apel fuji daripada apel malang. Akan tetapi soal kebiasaan orang Indonesia yang menyukai rasa manis ini perlu dipelajari lebih lanjut.

Mengutip dari Katadata, menurut laporan International Diabetes Federation (IDF), jumlah penderita diabetes tipe 1 di Indonesia mencapai 41,8 ribu orang pada 2022. Angka tersebut menjadikan Indonesia sebagai negara dengan penderita diabetes tipe 1 terbanyak di ASEAN, serta peringkat ke-34 dari 204 negara di skala global.

Baca Juga:

6 Dosa Penjual Jus Buah yang Sebetulnya Menipu dan Merugikan Kesehatan para Pembeli Semata demi Cuan

4 Rekomendasi Gula Pasir Terbaik, Nggak Bikin Gatal Tenggorokan

Sebagai pedagang jus buah, tentu saya juga memiliki harapan agar konsumen tetap sehat dan terus menjadi pelanggan setia kedai jus yang saya jalankan. Saya juga berusaha memberikan sedikit edukasi kepada pembeli agar lebih menyukai rasa asli dari buah yang dijadikan bahan jus.

Rasa sirsak, stroberi, kweni, dan lainnya memang masam tetapi tetap ada kandungan gulanya, jadi tak perlu ditambah gula pasir yang banyak. Gula pasir dimasukkan secukupnya saja sesuai takaran. Selain menambah asupan gula ke dalam tubuh konsumen, penambahan gula juga mengurangi asupan pundi-pundi bagi penjual jus buah.

Curahan hati sebagai penjual jus buah

Selain menimbulkan kerugian jika permintaan menambahkan gula nggak dibarengi dengan menambahkan pembayaran, kebiasaan ini juga bikin penjual jus jadi sebal. Kadang, mood untuk jualan jadi terganggu, semangat jadi hilang ketika bertemu dengan pembeli yang seperti ini.

Merasa jengkel sering saya rasakan ketika ada pembeli yang banyak maunya tapi tak mau memberi lebih. Apakah itu menjadi kesalahan bagi penjual? Tak jarang saya jadi merasa serba salah. Katanya pembeli adalah raja dan harus dilayani sebaik mungkin. Padahal pelayanan terbaik juga tentu bakal kami berikan kepada pembeli yang juga memperlakukan kami dengan baik.

Rasanya kok nggak baik juga kalau saya cuma mengeluh perkara jus buah ini. Maka di akhir tulisan ini, izinkan saya memberikan saran kepada jamaah mojokiyah yang suka membeli jus di mana saja. Jika memang kalian sangat menyukai rasa manis (manis dari gula, ya), saat membeli jus buah, hendaknya kasih tahu dulu ke penjual kalau harus ditambah gula. Kemudian tanyakan berapa harga yang harus dibayarkan untuk penambahan gula itu.

Kalau sudah begini kan nggak akan saling sangka. Penjual nggak akan menyangka kalau kalian banyak maunya, kalian pun nggak akan menyangka kalau penjualnya pelit. Mari saling menghargai, menjadi penjual yang baik dan menjadi pembeli yang baik pula.

Penulis: Ramdan Rusnandar
Editor: Intan Ekapratiwi

BACA JUGA Pengalaman Mencoba Jus Detoks: Berakhir Sebelum Matahari Terbenam di Hari Pertama.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 5 Mei 2023 oleh

Tags: gulajusjus buahpenjual jus
Ramdan Rusnandar

Ramdan Rusnandar

Orang biasa dari Ciamis yang menaruh perhatian pada isu sosial dan lainnya. Mencurahkan pikiran dan keresahannya melalui tulisan yang ringan maupun serius.

ArtikelTerkait

Mixue Indonesia Sudah Halal dan Cabangnya Terus Bertambah, Akankah Risiko Diabetes Ikut Meningkat?

Mixue Indonesia Sudah Halal dan Cabangnya Terus Bertambah, Akankah Risiko Diabetes Ikut Meningkat?

23 Februari 2023
susu tambah gula

Susu Itu Udah Manis, Nggak Usah Ditambahin Gula!

16 Desember 2021
Macaron: Makanan yang Kayaknya Enak Buanget, tapi Bikin Enek terminal mojok.co

Macaron: Makanan yang Kayaknya Enak Buanget, tapi Bikin Enek

29 April 2021
Minuman Kemasan Lain Harusnya Belajar dari Teh Botol Sosro karena Sedia Varian Less Sugar dan Tawar

Minuman Kemasan Lain Harusnya Belajar dari Teh Botol Sosro karena Sedia Varian Less Sugar dan Tawar

16 Agustus 2024
4 Rekomendasi Gula Pasir Terbaik Nggak Bikin Gatal Tenggorokan Mojok.co

4 Rekomendasi Gula Pasir Terbaik, Nggak Bikin Gatal Tenggorokan

22 Maret 2025
8 Rekomendasi Minuman di Indomaret dengan Kandungan Gula Nol Gram

8 Rekomendasi Minuman di Indomaret dengan Kandungan Gula Nol Gram

10 Mei 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Rasanya Jadi Orang Bangkalan Madura Belakangan Ini: Pilihan Toko Makin Banyak, tapi Tukang Parkir Ikut Merajalela Mojok.co

Rasanya Jadi Orang Bangkalan Madura Belakangan Ini: Pilihan Toko Makin Banyak, tapi Tukang Parkir Ikut Merajalela

23 April 2026
Tulungagung Perlu Banyak Belajar dari Pacitan agar Wisata Pantainya Tidak Makin Tertinggal Mojok.co

Tulungagung Perlu Banyak Belajar dari Pacitan agar Wisata Pantainya Tidak Makin Tertinggal

22 April 2026
3 Ciri Penjual Nasi Goreng Merah Surabaya yang Sudah Pasti Enak Mojok.co

3 Ciri Penjual Nasi Goreng Merah Surabaya yang Sudah Pasti Enak

21 April 2026
Yamaha Aerox 155 Connected Nggak Cocok Dijadikan Motor Ojol, Bikin Resah Penumpang Mojok.co honda air blade

Honda Air Blade, Produk yang Bakal Gagal Total Menantang Dominasi Yamaha Aerox

22 April 2026
Suzuki Jimny Jangkrik hingga Toyota Yaris Bakpao, 6 Julukan Mobil Paling Unik karena Desainnya yang Aneh Mojok.co

Suzuki Jimny Jangkrik hingga Toyota Yaris Bakpao, 6 Julukan Mobil Paling Aneh Terinspirasi dari Bodi yang Unik

20 April 2026
Nasi Uduk Itu Nostalgia, Nasi Padang Itu Strategi Bertahan Hidup (Unsplash)

Nasi Uduk Itu Nostalgia, Nasi Padang Itu Strategi Bertahan Hidup

19 April 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=smSJ4KOJ5ac

Liputan dan Esai

  • Nongkrong Makin Membosankan dan Toksik Semenjak Teman Cuma Sibuk Main Game, Saya Dibilang Spaneng dan “Nggak Asyik” karena Tak Ikut Mabar
  • Ironi WNI Jadi Guru di Luar Negeri: Dapat Gaji 2 Digit demi Mengajari Anak PMI, Pulang ke Indonesia Tak Dihargai dan Sulit Sejahtera
  • Tongkrongan Gen Z Meresahkan, Mengganggu Kenyamanan dari Yang Bisik-bisik sampai Berisik
  • Mahasiswa Gen Z Bukan Tak Bisa Membaca, tapi “Brain Rot” karena Sering Disuapi dan Kecanduan AI
  • Kena Mental Punya Kebun di Desa: Hasil Berkebun Tak Bisa Dinikmati Sendiri, Sudah Dirampok dan Dirusuhi Masih Digalaki
  • “Solo Date” Menjelang Usia 25: Meski Tampak Menyedihkan, Nyatanya Lebih Bermanfaat daripada Nongkrong Bersama

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.