Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

Keluar dari WAG yang Penuh Obrolan Mesum Itu Bikin Hidup Lebih Tenang

Nila Kartika Sari oleh Nila Kartika Sari
2 Februari 2021
A A
Langsung Mute Notifikasi Pas Join Grup WhatsApp Baru Bukan Suatu Dosa terminal mojok.co
Share on FacebookShare on Twitter

Pada awalnya, saya senang sekali bisa bertemu dengan teman lama di grup WhatsApp alumni sekolah. Saling menanyakan kabar, bertukar doa, atau mengenang masa-masa sekolah yang memorable. Hal- hal seperti itu, membuat kita merasa seperti sekali lagi kembali ke masa yang indah di mana persoalan yang paling pelik hanyalah seputar belum mengerjakan PR, ketahuan guru saat menyontek, cinta segitiga, atau cinta bertepuk sebelah tangan, dan keapesan lainnya seperti tidak diberi uang jajan oleh orang tua. Lama-lama intensitas obrolan yang semakin sering, membuat kita kadang merasa lupa dengan posisi dan umur sebenarnya. Perbincangan yang awalnya baik-baik saja, sedikit demi sedikit mulai oleng kemana-mana termasuk menyerempet ke obrolan mesum.

Tentu saja, di masa ini kecenderungan kita yang berada di dalam grup sebagian besar kalau eranya adalah generasi 90-an, sebagian besar sudah memiliki pasangan, bahkan telah beranak pinak.

Penghuni grup yang sudah berumah tangga, tentu memiliki kesibukan masing-masing seperti mengurus anak dan mencari nafkah. Namun, pasti tidak bisa dimungkiri hasrat untuk mengintip obrolan dalam grup kemudian ikut bernostalgia juga merupakan salah satu kegiatan yang menyenangkan seperti melihat bagaimana kaleidoskop teman-teman masa kecil kita, hingga saat ini.

Lambat laun, selalu ada toxic people atau sekelompok teman, yang lupa bahwa di mana mereka berada sekarang, sudah tidak berhak lagi saling membully satu sama lain, apalagi di dalam satu grup yang bisa dibaca oleh semua penghuni grup. It’s okay berbagi kenangan yang memorable, tapi mengungkap kondisi teman pada saat ini tentu saja hal tidak etis.

Saya ikut menyimak, ketika bagaimana teman saya itu ikut mengungkap siapa saja yang masih jomblo, belum menikah dan siapa yang sudah bercerai. Kemudian dengan kejahatannya yang hakiki, saling mencomblangkan mereka agar bisa bersama. Saya membayangkan bagaimana perasaan teman saya itu, yang dipermalukan terang-terangan dan entah perasaan bagaimana lagi yang harus dia tanggung karena dipermalukan seperti itu. Di lain waktu, mereka membicarakan urusan kamarnya dengan santai, yang mohon maaf, membacanya obrolan mesum semacam ini saja, tiba-tiba membuat perut mual.

Saya membayangkan betapa sakit jiwanya mereka itu, yang membuat obrolan mesum menjadi bahan olok-olokan atau bercandaan dalam satu grup yang sebenarnya sangat tidak patut untuk diungkapkan ke publik. Bagaimana kalau hal itu terjadi pada keluarganya, pada dirinya sendiri ketika mengalami kondisi seperti itu, apa masih yakin akan merasa baik-baik saja jika dengan tidak sopan, ada yang mengungkit dan diumbar tanpa izin.

Satu hal lagi yang membuat saya merasa miris adalah ketika mereka dengan seenaknya, mengirim stiker dengan gambar kurang pantas, yang kemudian dibuat bahan olokan. Selanjutnya sudah bisa ditebak, percakapan mengarah lagi ke obrolan mesum. Mereka lupa kalau dalam satu grup tentu saja ada teman-teman kita yang berbeda jenis kelamin, berusaha menjaga pandangan, kemudian berniat menjadi lebih baik dan tidak ingin melihat gambar seperti itu.

Tentu saja saya bukan golongan orang yang antijokes dan nggak suka bercanda, bahkan saya termasuk orang yang gampang ketawa dan suka berbagi cerita kenangan indah bersama teman masa kecil atau mantan. Bagi saya, genangan kenangan itu merupakan salah satu obat mujarab yang bisa membuat kita lebih merasa hidup dan bersyukur diberi kesempatan hingga sekarang.

Baca Juga:

3 Titik di Kampus yang Paling Rawan untuk Berbuat Mesum

4 Siasat Bertahan di Grup WhatsApp Keluarga Besar 

Tapi, dengan mengungkit hal yang sekiranya bersifat pribadi, menyinggung obrolan mesum seolah itu adalah hal biasa yang bisa digunakan sebagai ajang bercandaan, saya tidak bisa maklum. Adab bercanda tentu ada batasnya dan bisa menjurus ke tindakan sarkasme jika melewati batas. Bukannya membuat suasana menjadi lebih kondusif dan bermanfaat bagi sesama anggota grup, obrolan mesum malah seperti merendahkan diri dengan membuka aib teman sendiri.

Masih banyak keuntungan yang seharusnya bisa dilakukan ketika berada dalam satu grup alumni sekolah. Misalnya saling berbagi info peluang kerja atau bisnis yang bisa meningkatkan kesejahteraan teman-teman yang pasti tidak sama kondisi ekonominya, mengadakan acara bakti sosial atau obrolan ringan yang sekiranya bisa memberikan sedikit penghargaan kepada guru-guru kita dulu di sekolah. Kontribusi seperti itu, sungguh lebih berarti jika bisa diwujudkan dibandingkan menyinggung soal urusan ranjang.

Grup dengan jenis obrolan seperti ini adalah tipe grup yang jika kita memutuskan keluar dari sana, justru membuat hati tenang. Tanpa perlu resah, meninggalkan toxic people selalu membuat hidup lebih baik.

BACA JUGA Bahayanya Ngomongin Burung Bareng Cowok atau tulisan Nila Kartika Sari lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 2 Februari 2021 oleh

Tags: grup whatsappmesum
Nila Kartika Sari

Nila Kartika Sari

Intuiting introvert yang pernah bercita-cita menjadi dokter jiwa dan suka mojok ngadem di perpustakaan.

ArtikelTerkait

4 Siasat Bertahan di Grup WhatsApp Keluarga Besar  Mojok.co

4 Siasat Bertahan di Grup WhatsApp Keluarga Besar 

6 November 2024
Menulis di Terminal Mojok: Bayaran Secukupnya, Usaha Sekerasnya

Menulis di Terminal Mojok: Bayaran Secukupnya, Usaha Sekerasnya

28 Maret 2020
grup whatsapp MOJOK.CO

5 Alasan Memilih Bertahan di Suatu Grup Whatsapp

6 Juli 2020

6 Jenis Ibu-ibu yang Selalu Ada di Grup WhatsApp PKK Desa

31 Agustus 2020
3 Titik di Kampus yang Paling Rawan untuk Berbuat Mesum (Unsplash)

3 Titik di Kampus yang Paling Rawan untuk Berbuat Mesum

14 Juni 2025
Pak RT, Admin Grup WhatsApp Kampung, Mengajarkan Caranya Menghadapi Guyonan Wagu Bapak-bapak MOJOK.CO

Pak RT, Admin Grup WhatsApp Kampung, Mengajarkan Caranya Menghadapi Jokes Wagu Bapak-bapak

5 Agustus 2020
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

5 Hal yang Bikin Perantau Mikir-Mikir untuk Tinggal Lama dan Menetap di Kota Palu, meski Indahnya Bukan Main

5 Hal yang Bikin Perantau Mikir-mikir untuk Tinggal Lama dan Menetap di Kota Palu, meski Indahnya Bukan Main

17 Maret 2026
Saya Orang Asli Depok dan Tidak Bangga Tinggal di Daerah yang Aneh Ini Mojok.co

Saya Orang Asli Depok dan Tidak Bangga Tinggal di Daerah yang Aneh Ini

19 Maret 2026
Bertahan dengan Innova Reborn Jadul daripada Ganti Innova Zenix karena Terlalu Canggih untuk Orang Kabupaten seperti Saya Mojok.co

Bertahan dengan Innova Reborn Jadul daripada Ganti Innova Zenix karena Terlalu Canggih untuk Orang Kabupaten seperti Saya

16 Maret 2026
Honda Spacy: “Produk Gagal” Honda yang Kini Justru Diburu Anak Muda

13 Tahun Bersama Honda Spacy: Motor yang Tak Pernah Rewel, sekaligus Pengingat Momen Bersama Almarhum Bapak

18 Maret 2026
Di Desa, Lari Pagi Sedikit Saja Langsung Dikira Mau Daftar Polisi (Unsplash)

Di Desa, Lari Pagi Sedikit Saja Langsung Dikira Mau Daftar Polisi

19 Maret 2026
Daihatsu Taruna, Mobil Sok Gagah yang Berakhir Gagal Total dan Bikin Penggunanya Bingung Setengah Mati

Daihatsu Taruna, Mobil Sok Gagah yang Berakhir Gagal Total dan Bikin Penggunanya Bingung Setengah Mati

17 Maret 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=1k7EQFkTWIM

Liputan dan Esai

  • Jadi Gembel di Perantauan tapi Berlagak Tajir saat Pulang, Bohongi Ortu biar Tak Kepikiran Anaknya Remuk-remukan
  • Rela Utang Bank buat Beli Mobil Ertiga demi Puaskan Ekspektasi Mertua, Malah Jadi Ribet dan Berujung Sia-sia
  • Ujian Pemudik Lajang: Jadi Sasaran Pinjam Uang karena Belum Nikah dan Dianggap Tak Ada Tanggungan, Giliran Nolak Dicap Pelit
  • Rasa Sanga (8): Lontong dan Kangkung dalam Khazanah Suluk Sunan Bonang, Jalan “Merasakan” Kehadiran Tuhan
  • Memelihara Kucing adalah Patah Hati yang Direncanakan, Tapi 1.000 Kali pun Diulang Saya Akan Tetap Melakukannya
  • Makna Pulang yang Saya Temukan Setelah Mudik Motoran dengan NMAX Tangerang–Magelang

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.