Keindahan Pantai Nanggelan Jember Hanya Bisa Dinikmati oleh Mereka yang Rela Repot, Wisatawan Manja Minggir Dulu

Keindahan Pantai Nanggelan Jember Hanya Bisa Dinikmati oleh Mereka yang Rela Repot, Wisatawan Manja Minggir Dulu Mojok.co

Keindahan Pantai Nanggelan Jember Hanya Bisa Dinikmati oleh Mereka yang Rela Repot, Wisatawan Manja Minggir Dulu (unsplash.com)

Ada yang pernah ke Pantai Nanggelan Jember?

Pantai Papuma dan Pantai Payangan, dua pantai di Jember yang punya segalanya. Akses jalannya relatif mulus, ada warung, hingga spot-spot foto menarik. 

Bisa dibilang, dua pantai ini adalah anak emas pariwisata Jember. Warga lokal maupun pelancong akan merasa puas dengan kenyamanan yang ditawarkan. 

Akan tetapi, kalau boleh memberikan alternatif destinasi wisata lain, Pantai Nanggelan Jember sebenarnya tidak kalah ciamik. Pemandangannya sungguh indah, hanya saja akses ke sana sungguh menantang. 

Baca juga 5 Alasan yang Membuat Saya Ingin Balik ke Pantai Menganti Kebumen Lagi dan Lagi.

Pesona Pantai Nanggelan yang tidak perlu diragukan 

Berbeda dengan Pantai Papuma dan Pantai Payangan yang sudah populer, Pantai Nanggelan Jember masih hidden gem. Belum banyak wisatawan mengunjunginya. Itu mengapa, keindahan pantai masih asli atau natural.

Pantai ini belum tersentuh hiruk pikuk komersialisasi yang berlebihan. Tidak ada antrean tiket masuk yang panjang, tidak ada kebisingan musik sound system dari warung-warung pinggir pantai. Lebih dari itu, tidak ada polusi sampah plastik yang lazim ditemukan di tempat wisata populer.

Bayangkan saja, di Pantai Nanggelan Jember kalian bisa berjalan di atas pasir putih yang bersih, sambil melihat laut yang biru. Semua itu diiringi suara ombak yang menghantam tebing-tebing karang yang kokoh. Kombinasi ciamik macam ini jelas sulit ditemukan di pantai-pantai lain. 

Baca juga 4 Culture Shock yang Saya Rasakan sebagai Orang Demak Saat Pertama Kali Main ke Pantai Gunungkidul.

Dibayar dengan perjuangan panjang sepanjang jalan

Akan tetapi, keindahan itu perlu dibayar oleh “harga” yang tidak murah. Bukan harga dalam bentuk uang, tapi dalam bentuk energi, waktu, dan mental. 

Asal tahu saja, Pantai Nanggelan Jember tidak cocok untuk wisatawan yang ingin wisata manja dan penuh kepraktisan. Mending kalian langsung banting setir ke destinasi lain saja kalau cari kemudahan. Berwisata ke Pantai Nanggelan harus rela repot dan siap dengan jalanan yang membuat shockbreaker motor menjerit.

Bayangkan saja, sebelum mencapai destinasi, kalian harus melewati jalanan setapak yang membelah hutan jati, medan yang menanjak, hingga kondisi jalan yang bergantung sepenuhnya pada cuaca.

Akan tetapi, percayalah, “harga” yang kalian bayar itu benar sebanding dengan pemandangan yang diperoleh. Ada rasa puas yang tidak bisa dibeli ketika saya berhasil menaklukkan medan menuju pantai hidden gem ini. 

Pantai Nanggelan Jember mungkin akan selalu kalah populer dari Pantai Papuma atau pantai-pantai lain. Namun, sejujurnya, itu tidak masalah. Biarkan Pantai Nanggelan susah dijangkau agar keasliannya tetap terjaga dari tangan-tangan jahil yang hanya bisa datang dan meninggalkan sampah. Karena pada akhirnya, tempat-tempat terindah di dunia memang sebaiknya tidak menjadi konsumsi publik yang berlebihan.

Jadi, kalau kalian butuh pelarian yang nyata bukan sekadar pelarian dari rutinitas kerja atau kuliah ke tempat yang penuh sesak orang kemasilah tas. Pastikan kondisi motor prima, siapkan tenaga, dan bersiaplah untuk sebuah perjuangan yang akan terbayar lunas oleh sunyi dan indahnya Pantai Nanggelan.

Selamat berpetualang, Nanggelan menanti!

Penulis: Dodik Suprayogi
Editor: Kenia Intan 

BACA JUGA Pantai Depok Batang, Destinasi Indah yang Berdampingan dengan Krisis Lingkungan Pesisir.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Exit mobile version