Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

‘Kebo Mbalik Kandang’, Salah Satu Pantangan Pernikahan dalam Adat Jawa

Alvi Awwaliya oleh Alvi Awwaliya
29 Juli 2020
A A
4 Sikap Menyebalkan dari Orang yang Baru Menikah terminal mojok.co

4 Sikap Menyebalkan dari Orang yang Baru Menikah terminal mojok.co

Share on FacebookShare on Twitter

Pernikahan ideal menurut orang Jawa adalah bentuk pernikahan yang terjadi dan dikehendaki berdasarkan suatu pertimbangan tertentu. Yang paling penting, tidak menyimpang dari ketentuan dan norma-norma yang berlaku di masyarakat setempat. Tetapi, dalam masyarakat Jawa juga terdapat berbagai macam larangan menikah yang disebut dengan pembatasan jodoh.

Sebagai perempuan Jawa yang tinggal dengan lingkungan yang masih menganut adat Jawa, pernikahan saya tentu harus lolos dari berbagai larangan yang terbilang ruwet. Mulai dari hitungan weton, perbedaan suku, sampai dengan pantang menikah dengan arah rumah ngalor-ngulon.

Kali ini saya bukan berbicara soal itu, tapi perkara persamaan tempat kelahiran dengan orang tua pasangan. Hal itu dipercayai dengan istilah kebo mbalik kandang atau kerbau kembali ke kandang.

Saat ini saya sedang menjalin hubungan dengan laki-laki, sebut saja mas Je. Sebenarnya saya tidak mau ambil pusing, soal mitos pernikahan Jawa. Tetapi, kakek saya masih menganut adat Jawa garis keras. Jadi ya mau tidak mau, kami harus melewati berbagai syarat untuk dapat melangsungkan pernikahan yang dianggap ideal.

Masalah paling dasar yang harus dilewati adalah weton. Hitungan jumlah weton ini minimal dihitung dengan dua macam metode. Misalnya metode jumlah angka neptu weton dibagi 5 dan 7. Kata kakek, ini bertujuan untuk meyakinkan pasangan yang hendak menikah. Hasil perhitungan weton saya dan mas Je jika digabungkan ketemunya adalah Sri. Pasangan yang masuk kategori Sri dipercaya kehidupan rumah tangganya akan mendapatkan rejeki yang melimpah.

Selanjutnya, perhitungan kedua yang dilakukan untuk kami ketemunya adalah jodoh. Pasangan yang dalam perhitungan termasuk kategori jodoh, maka kehidupan rumah tangganya akan harmonis, saling cocok satu dengan yang lain, bisa menerima segala kekurangan dan kelebihan masing-masing. Rumah tangganya pun dipercaya langgeng sampai tua.

Mengetahui hasilnya, saya merasa sangat senang. Ini berarti rencana pernikahan saya akan berjalan dengan lancar. Eh, tapi ternyata lolos soal weton, masih ada saja masalah lain. Setelah ditelusuri lebih lanjut, ternyata hubungan kami terhalang pantangan kebo mbalik kandang. Jadi, tidak boleh melanjutkan ke pernikahan.

Pantangan kebo mbalik kandang adalah larangan menikah dengan seseorang yang berasal dari tempat kelahiran ayah atau ibu. Jadi begini, saat ini mas Je dan keluarganya memang tinggal di kota S, Jawa Tengah. Tetapi, ayahnya dan saya lahir dari daerah yang sama di Sidoarjo. Otomatis, kami termasuk kebo mbalik kandang. Jika pasangan tetap melakukan pernikahan, maka akan terjadi musibah. Seperti kematian, tidak harmonis rumah tangganya, dan adanya hambatan terkait ekonomi. Selain itu, pasangan kebo mbalik kandang ini dipercaya kalah sisih atau artinya tidak seimbang sehingga akan sering terjadi perselisihan.

Baca Juga:

Bridesmaid dan groomsmen nggak guna di hajatan desa, tetap saja muda-mudi sinoman dan ibu-ibu dapur yang kerja

Orang yang Menggelar Hajatan hingga Menutupi Jalan Umum Patut Dibenci, Bikin Susah!

Saya tidak tahu dari mana munculnya mitos ini. Tapi kepercayaan mbah-mbah dari dulu hingga sekarang, membuat hal ini jadi patokan untuk pernikahan di lingkungan saya. Lah, kalau dipikir secara rasional setiap orang tentu akan mengalami fase perdebatan, bangkrut, sakit, atau meninggal. Sayangnya, kita tidak pernah tahu kapan dan bagaimana kejadian itu terjadi bukan?

Kemudian soal ketimpangan saya dengan mas Je. Saya merasa selama ini hubungan kami tidak memiliki perdebatan yang berarti. Pertengkaran abadi bagi kami cuma soal warung makan. Mas Je menganggap warung yang ramai selalu enak. Sedangkan bagi saya warung rame punya banyak spekulasi. Bisa saja karena harga yang murah atau porsinya banyak atau mungkin amit-amit pakai penglaris. Masalah itu pun lekas selesai sebab rasa lapar kami yang tak tertahan. Lagi pula sekarang, soal warung makan kami sudah bisa terbantu dengan adanya review makanan yang bejibun.

Lantaran sudah kepalang cinta, saya memutuskan curhat pada Pakde. Saya berharap menemukan solusi supaya hubungan ini tidak kandas. Blio berkata “Tenang, pernikahan mbalik kandang ini sudah terjadi sama Siti, kerabat kita yang di desa sebelah. Sampai sekarang pernikahan mereka langgeng kan, kedua orang tuanya masih hidup. Rumah tangganya harmonis, meski perdebatan juga tetep ada. Syaratnya, rangkaian acara pernikahan hanya boleh dilakukan di satu tempat. Karena jika melakukan acara di dua tempat, kalah sisih atau ketimpangan itu tetap terjadi. Mbah sudah tahu soal ini, kalau memang kamu beneran mau nikah nanti aku juga bantu ngomong,”.

Mendengar jawaban Pakde, saya merasa begitu lega. Meski masih percaya soal larangan kebo mbalik kandang, tetapi ia juga memberikan rekayasa spiritual yang bisa dilakukan dan dipercaya dapat menangkal dampak dari penyelenggaraan pernikahan pasangan kebo mbalik kandang. Saya yang bucin ini tentu saja makin mantap melanjutkan perjuangan. Toh, menikah di satu tempat memang sudah jadi ancang-ancang saya dan mas Je sejak dulu. Maklum kami tipe pernikahan minimalis alias hemat biaya. Ehe~

BACA JUGA Pengalaman LDR 5 Tahun Bikin Saya Percaya LDR Bisa Menyenangkan dan tulisan Alvi Awwaliya lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 29 Juli 2020 oleh

Tags: kebo mbalik kandangPantanganPernikahan
Alvi Awwaliya

Alvi Awwaliya

ArtikelTerkait

pernikahan adat sunda bekasi campuran bahasa ciri khas budaya akulturasi mojok

Percampuran Budaya Sunda dan Betawi di Pernikahan Orang Bekasi

23 April 2020
Perasaan Bahagia Saat Sahabat Menikah Berubah Sedih dan Kesepian karena Sadar Kehilangan Teman Main dan Cerita Mojok.co

Perasaan Bahagia Saat Sahabat Menikah Berubah Sedih dan Kesepian karena Sadar Kehilangan Teman Main dan Cerita

23 Mei 2026
Membuang Ayam Hitam ke Sungai Brantas: Ritual Pernikahan di Kediri yang Dipercaya Bisa Menolak Bala

Membuang Ayam Hitam ke Sungai Brantas: Ritual Pernikahan di Kediri yang Dipercaya Bisa Menolak Bala

3 Agustus 2023
Cewek Indonesia Impiannya Menikah dengan Bule Apa Nggak Pernah Pikir Panjang? terminal mojok.co

Cewek Indonesia yang Impiannya Menikah dengan Bule Apa Nggak Pernah Pikir Panjang?

24 Februari 2021
pria yang baik

Susahnya Jadi Pria yang Baik

9 Juni 2019
nikah drive thru mojok.co

4 Kemungkinan yang Akan Terjadi jika Layanan Nikah Drive Thru Dijadikan Alternatif

24 Juni 2020
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Kota Mandiri Maja cuma menang branding, buat hidup sehari-hari mending pilih Rangkasbitung Mojok.co

Kota Mandiri Maja cuma menang branding, buat hidup sehari-hari mending pilih Rangkasbitung

3 Agustus 2026
3 lomba agustusan yang sebaiknya ditiadakan karena lebih banyak mudarat daripada manfaatnya Mojok.co

3 lomba agustusan yang sebaiknya ditiadakan karena lebih banyak mudarat daripada manfaatnya

6 Agustus 2026
Kontroversi [arfum Mykonos: ketika naluri “ingin gaul” anak SD dihakimi netizen yang kurang piknik

Kontroversi parfum Mykonos: ketika naluri “ingin gaul” anak SD dihakimi netizen yang kurang piknik

4 Agustus 2026
Di Tasikmalaya, jadi tukang parkir liar itu wajar, sebab lapangan kerja di kota ini begitu langka!

Di Tasikmalaya, jadi tukang parkir liar itu wajar, sebab lapangan kerja di kota ini begitu langka!

3 Agustus 2026
4 jasa yang nggak pernah kepikiran bakal ada, tapi saya temukan di Threads Mojok.co

4 jasa yang nggak pernah kepikiran bakal ada, tapi saya temukan di Threads

3 Agustus 2026
Pengalaman mencoba roti subuh yang lagi viral di Semarang: cukup sekali coba saja, nggak mau lagi-lagi

Pengalaman mencoba roti subuh yang lagi viral di Semarang: cukup sekali coba saja, nggak mau lagi-lagi

3 Agustus 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=76Rp5owBnpc


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.