Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

Kebijakan Pemkot Pekalongan yang Sebaiknya Nggak Usah Terlalu Dipercaya

Muhammad Arsyad oleh Muhammad Arsyad
1 Juli 2023
A A
Kebijakan Pemkot Pekalongan yang Sebaiknya Nggak Usah Terlalu Dipercaya

Kebijakan Pemkot Pekalongan yang Sebaiknya Nggak Usah Terlalu Dipercaya (Unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Akan tetapi sejak masih menjadi anggota pers mahasiswa dan bikin majalah bertema rob, sampai sekarang saya sudah lulus dan jalan dua tahun bekerja di sebuah perusahaan, alih-alih tuntas, proyek pengendalian rob itu masih saja berjalan. Bukan hanya berjalan, tapi bertambah banyak.

Jika inovasinya berubah, atau katakanlah ada yang baru dan tepat guna sih, tidak masalah. Lha, jangankan tepat guna, proyek pengendalian rob sekarang ini bentuk dan ragamnya masih sama dengan yang dulu. Lagi-lagi tanggul, sedikit-sedikit pompa.

ADVERTISEMENT

Padahal sudah jelas itu muspro dan hanya menghabiskan anggaran. Pemkot Pekalongan pancen payah dalam menangani rob. Mereka menghabiskan anggaran untuk proyek yang sudah jelas-jelas tidak berhasil dalam menanggulangi rob. Mending anggarannya buat nambahi gaji buruh batik yang gajinya sehari Rp30 ribu aja.

Peningkatan literasi

Yang terakhir, sampai hari ini saya masih sangat heran, mengapa ketika mengetik “literasi Kota Pekalongan” di mesin pencari, isinya nada-nada positif semua. Seolah upaya peningkatan literasi yang dilakukan Pemkot Pekalongan beneran tercapai.

Bunda Literasi yang tak lain adalah istri dari Wali Kota Pekalongan itu sendiri juga tak berhenti berinovasi. Blio juga mengaku kalau inovasi-inovasinya untuk meningkatkan literasi sejauh ini berhasil. Silakan cek sendiri laporan-laporan media daerah yang sudah dicengkram Pemkot Pekalongan.

Keberhasilan itu dalihnya adalah angka Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM) yang meningkat. Kota Pekalongan mencapai peringkat 13 se-Jawa Tengah dengan nilai 86,72. Padahal kalau melihat kenyataannya, jauuuhhh.

Kalau memang meningkat, kenapa toko buku di Kota Pekalongan cenderung sepi? Mengapa Kota Pekalongan sangat jarang mengadakan bazar buku? Tidak hanya itu, beberapa taman baca masyarakat juga acap kali sepi. Bahkan tak sedikit dari mereka yang tidak lagi beroperasi. Hari gini juga sangat sulit untuk menemui komunitas yang menggelar lapak baca. Meskipun ruang untuk menginisiasi hal tersebut tidak pernah surut, perpustakaan-perpustakaan kecil yang dikelola perorangan atau komunitas juga tidak terlalu diperhatikan oleh Pemkot Pekalongan. 

Sebentar lagi akan ada Pekan Raya Pekalongan. Saya berharap ada bazar buku di sana. Tapi, harapan itu tampaknya bakal utopis belaka. Sebab tatkala melihat pamfletnya, alih-alih menggelar bazar buku, yang ada justru kontes binatang!

Baca Juga:

Magetan dan Magelang: Dua Kota Beda Provinsi yang Sering Bikin Lidah Terpeleset dan Dompet Tersesat

5 Stereotipe Purwokerto yang Sudah “Kedaluwarsa”, tapi Masih Saja Banyak Dipercaya

Penulis: Muhammad Arsyad
Editor: Intan Ekapratiwi

BACA JUGA Aib Kota Pekalongan yang Sampai Sekarang Masih Menghantui.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Halaman 2 dari 2
Prev12

Terakhir diperbarui pada 1 Juli 2023 oleh

Tags: jawa tengahkebijakankebijakan pemerintahKota Pekalonganpemkot pekalongan
Muhammad Arsyad

Muhammad Arsyad

Warga pesisir Kota Pekalongan, penggemar Manchester United meski jarang menonton pertandingan. Gemar membaca buku, dan bisa disapa di Instagram @moeharsyadd.

ArtikelTerkait

Pemalang Nggak Bakal Dikenal Orang kalau 5 Hal Ini Nggak Dibenahi

Pemalang Nggak Bakal Dikenal Orang kalau 5 Hal Ini Nggak Dibenahi

7 Februari 2025
Stasiun Weleri, Satu-satunya Fasilitas Publik yang Bisa Dibanggakan dari Kabupaten Kendal

Stasiun Weleri, Satu-satunya Fasilitas Publik yang Bisa Dibanggakan dari Kabupaten Kendal

21 Februari 2024
Dilema Nama Daerah Purwodadi

Dilema Nama Daerah Purwodadi

12 April 2023
Semarang, Surganya Rumah Ibadah dengan Arsitektur Unik

Semarang, Surganya Rumah Ibadah dengan Arsitektur Unik

28 Februari 2024
4 Perbedaan Wisuda di Jepang dan Indonesia Terminal Mojok

Kebijakan Wisuda Tiap Bulan Adalah Niat Baik yang Efeknya Jelas Nggak Baik

5 September 2023
Ungaran Bisa Dibanggakan Mengalahkan Kota Semarang. Orang Ungaran Nggak Perlu Malu!

Ungaran Bisa Dibanggakan Mengalahkan Kota Semarang. Orang Ungaran Nggak Perlu Malu!

9 Maret 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Bukannya Ogah Berbagi Ilmu, Para Karyawan Cuma Nggak Punya Cukup Waktu untuk Membimbing PKL Mojok.co

Bukannya Ogah Berbagi Ilmu, Para Karyawan Cuma Nggak Punya Cukup Waktu untuk Membimbing PKL

21 Juni 2026
Kecamatan Purwokerto Lebih Populer daripada Kabupatennya, Banyumas, Bikin Banyak Orang Salah Paham Mojok.co

Kecamatan Purwokerto Lebih Populer daripada Kabupatennya, Banyumas, Bikin Banyak Orang Salah Paham

21 Juni 2026
Membayangkan Betapa Menderita Jadi Warga Perumahan yang Lingkungannya Dijadikan Pasar Kaget Tiap Pekan Mojok.co

Membayangkan Betapa Menderita Jadi Warga Perumahan yang Lingkungannya Dijadikan Pasar Kaget Tiap Pekan

26 Juni 2026
Perjalanan Pulang Kerja Naik Bus Bekasi-Cikupa, Pahit yang Harus Dijalani Tiap Hari

Perjalanan Pulang Kerja Naik Bus Bekasi-Cikupa, Pahit yang Harus Dijalani Tiap Hari

23 Juni 2026
Konsep Gramedia Jalma Semarang Menarik, tapi Jujur Agak Sedih ketika Tempat Favorit Saya Berubah Wajah Mojok.co

Konsep Gramedia Jalma Semarang Menarik, tapi Jujur Agak Sedih ketika Tempat Favorit Saya Berubah Wajah

26 Juni 2026
Pengalaman Naik Honda Win 100 di Tanah Rantau Adalah Mimpi Buruk, Hidup Tambah Repot Mojok.co

Bergantung pada Honda Win 100 di Tanah Rantau Adalah Mimpi Buruk, Hidup Tambah Repot

26 Juni 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=6Xo_K0G3FRg


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.