Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

Kata Siapa Negara Bekas Jajahan Inggris Itu Lebih Maju?

Imanuddin oleh Imanuddin
28 Januari 2021
A A
LOA mati listrik negara bekas jajahan inggris brexit kerajaan inggris london jerman mojok

Disney, Alasan Orang Terobsesi dengan Keluarga Kerajaan Inggris meski Punya Reputasi Berdarah (Pixabay.com)

Share on FacebookShare on Twitter

“Ah…andai saja kita dijajah Inggris lebih lama kita pasti lebih maju” adalah perkataan yang sering diucapkan oleh warga +62 jika mengenang kembali penjajahan yang pernah dilakukan Belanda dan Inggris. Entah kenapa pandangan ini bisa dibilang merata di hampir setiap generasi saya sendiri tidak begitu tahu. Walaupun saya menduga kebiasaan ini karena warga +62 ini selalu membandingkannya dengan negara tetangga kita seperti Malaysia dan Singapura atau yang agak jauh sedikit ke Utara yaitu Hongkong. Tapi, apa iya sih kalau negara bekas jajahan Inggris lebih maju?

Baik kita lihat faktanya.

Dibandingkan dengan Kerajaan Belanda, Kerajaan Inggris memang lebih banyak memiliki bekas negara jajahan. Bahkan ketika di puncak keemasannya sampai ada pepatah yang mengatakan matahari tidak pernah tenggelam di Kerajaan Inggris. Hal ini karena negara jajahan Inggris membentang mulai dari Timur hingga ke Barat bola dunia. Kalau merujuk pada daftar anggota negara persemakmuran saja ada 52 negara, belum lagi bekas negara jajahan yang tidak masuk jadi anggota yang jumlahnya kurang lebih 12 negara. Negara jajahan Inggris terbanyak ada di Afrika dan Amerika Tengah.

Belanda sendiri, hanya memiliki sedikit wilayah atau bekas negara jajahan. Indonesia adalah negara bekas jajahan Belanda yang terluas, berikutnya adalah Brazil, Afrika Selatan, dan Suriname. Wilayah lain yang pernah jadi jajahan adalah pulau Manhattan yang kemudian ditukar dengan Pulau Run di kepulauan Maluku. Jadi sebenarnya agak susah membandingkan tingkat kesejahteraan antara bekas jajahan Inggris dengan jajahan Belanda. Ya ini macam membandingkan apel dengan durian jadinya.

Sekarang kita kembali ke pendapat bahwa kalau kita dijajah Inggris pasti akan lebih maju. Mereka yang punya pendapat seperti ini barangkali ya karena melihat di beberapa kota yang pernah menjadi pusat kolonialisme Inggris memiliki banyak bangunan yang megah seperti Singapura dan Kuala Lumpur. Selain itu warga di dua negara tersebut memiliki kemampuan berbahasa Inggris, setidaknya lebih baik dibandingkan dengan rata-rata orang Indonesia.

Tapi, perlu diingat Singapura itu setelah merdeka dari Inggris sebenarnya keadaannya tidak beda jauh dengan Indonesia, wabil khusus kota Jakarta di awal kemerdekaan. Bahkan ketika masih dijajah Inggris, orang Singapura masih punya kebiasaan buang hajat sembarangan. Kondisi Singapura menjadi lebih baik justru ketika Lee Kuan Yew menjadi Perdana Menteri Singapura yang pertama pada 1959. Salah satu kebijakannya ya itu tadi melarang warga Singapura buang hajat sembarangan.

Begitu juga dengan Malaysia, negara ini menjadi maju kurang lebih 30-40 tahun terakhir saja terutama sekali setelah Datuk Mahathir berkuasa. Dulunya ya jauh tertinggal dari Indonesia. Menurut sejarah dulu Indonesia banyak mengirim guru-guru ke Malaysia untuk mengajar anak-anak Malaysia. Tercatat antara 1966-1972 sebanyak 175 guru dikirim ke Malaysia. Beberapa guru ini juga memperoleh tugas memperbaiki kurikulum sains bekas peninggalan Inggris yang dianggap sudah usang.  Ini kan bukti bahwa Indonesia dulu pernah lebih maju dibanding Malaysia. Kan nggak mungkin Indonesia mengirim guru buat ngajar ke sana kalau di sana lebih maju …..ya nggak?

Negara jajahan Inggris lainnya yang sudah jelas merupakan negara maju adalah Australia, New Zealand, dan Kanada. Tapi, perlu diingat kalau ketiga negara ini memiliki sejarah penjajahan yang berbeda. Meskipun ngakunya pernah dijajah Inggris, warga negara di ketiga negara itu dulunya adalah warga negara Inggris yang pergi merantau. Sehingga memang pembangunan dan yang lainnya juga memang sama standarnya dengan kerajaan Inggris.

Baca Juga:

Madura Kitchen, Warung Madura yang sukses Menginvasi Kota London Malah Kena Nyinyir Orang Indonesia Sendiri

Standar Ganda Masyarakat di Desa Terhadap Pelajar Bahasa Arab dan Bahasa Inggris

Oh iya, hingga abad 21 ini tidak semua bekas jajahan Inggris juga menjadi negara yang makmur gemah ripah loh jinawi. Meskipun mereka juga anggota negara persemakmuran, agaknya kemakmuran masih jauh dari harapan, setidaknya jika dibandingkan dengan rakyat Indonesia. Misalnya saja kalau di benua Asia, Pakistan, Bangladesh, dan Myanmar adalah salah tiga negara bekas jajahan Inggris yang kondisinya jauh tertinggal dibandingkan Indonesia.

Begitu juga kalau kita bandingkan dengan negara-negara bekas jajahan Inggris di Afrika macam Uganda yang termasuk ke dalam kategori negara termiskin di dunia. Barangkali hanya Afrika Selatan yang bisa dibilang cukup maju dan bisa jadi anggota negara G20 seperti Indonesia.

Ketika Belanda menjajah Indonesia juga sebenarnya pembangunan yang dilakukan oleh Belanda nggak kurang-kurang amat. Lah buktinya kota Jakarta atau Batavia saja sampai punya gelar “Mutiara dari Timur”. Ini kan sebenarnya suatu bukti bahwa Jakarta dulu dibangun dengan serius oleh kerajaan Belanda. Kalau misalnya sekarang Jakarta secara khusus kelihatan acak-acakan dan Indonesia secara umum nggak keurus ya jangan salahkan kita dijajah Belanda dong, tapi salahkan Pemerintahnya.

Bahkan kalau kita lihat ke kota Bandung yang pernah direncanakan sebagai ibukota Hindia Belanda pengganti Batavia, terlihat bahwa Belanda juga cukup serius untuk membangun. Sayangnya Perang Dunia II keburu meletus dan Indonesia juga merdeka, sehingga pembangunan kota Bandung jadinya tidak sesuai rencana.

Kalau urusan bahasa sih memang benar ya kalau kebanyakan warga di negara bekas jajahan Inggris bisa berbahasa Inggris. Masalahnya memang ketika dijajah Belanda memang ada kebijakan larangan penggunaan Bahasa Belanda oleh pribumi terutama pribumi jelata. Di masa itu pribumi yang boleh berbahasa Belanda hanyalah dari kaum ningrat berdarah biru. Hal ini memang berbeda dengan kebijakan kerajaan Inggris yang memperbolehkan penggunaan bahasa Inggris oleh penduduk negeri jajahannya. Jadi wajar kalau kita sebagai bekas jajahan Belanda ya nggak bisa ngomong Belanda kecuali beberapa kosakata macam kantor, resleting, bangsal dan lainnya.

Jadi gitu ya, maju mundurnya bangsa Indonesia bukan karena siapa yang ngejajah. Itu kan masa lalu. Kalau kita sekarang kalah maju dibanding Singapura dan Malaysia ya karena mungkin kita tidak pandai mengurus negara dan juga susah diatur. Lagian ngapain sih banding-bandingin masa lalu kayak kurang kerjaan aja.

BACA JUGA Mengulik Keluarga Kerajaan Inggris yang Justru Lebih Berdarah Jerman ketimbang Inggris dan tulisan Imanuddin lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 27 Januari 2021 oleh

Tags: Britania Rayainggrisnegara bekas jajahan belanda
Imanuddin

Imanuddin

Suka bersepeda dan hiking.

ArtikelTerkait

Akun Twitter Fikayo Tomori

Fikayo Menuju Maestro

2 Oktober 2021
Fans Sepak Bola Itu Banyak Jenisnya, Nggak Usah Merasa Paling Sejati terminal mojok.co

Soccer, Istilah Ciptaan Orang Inggris yang Dibenci Orang Inggris

14 September 2020
Kinder Joy Ditarik di Inggris Emang Harus Instrospeksi sih Terminal Mojok

Kinder Joy Ditarik di Inggris: Emang Harus Instrospeksi, sih!

6 April 2022
Membayangkan Mogok Kerja Buruh Kereta Api di Inggris Terjadi di Indonesia

Membayangkan Mogok Kerja Buruh Kereta Api di Inggris Terjadi di Indonesia

24 Juni 2022
keumalahayati inong balee aceh mojok

Keumalahayati, Inong Balee, dan Akhir Tragis Cornelis de Houtman

1 Oktober 2020
5 Mitos Keliru tentang Negara Bekas Jajahan Inggris dan Belanda Terminal Mojok

5 Mitos Keliru tentang Negara Bekas Jajahan Inggris dan Belanda

2 Oktober 2022
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Lotek Khas Solo Bikin Pencinta Lotek Asal Jogja Culture Shock

Lotek Adalah Kuliner Favorit Warga Jogja yang Lebih Janggal dan Lebih Ganjil daripada Gudeg

20 Maret 2026
Jangan Tanya Rekomendasi Tempat Wisata ke Orang Bandung karena Orang Bandung Asli Biasanya Nggak Tahu

Derita Menikah dengan Orang Bandung: Tidak Pernah Merasakan Drama Mudik hingga Selalu Diejek

21 Maret 2026
Kapok Naik Bus Harapan Jaya Surabaya-Blitar, Niat Bepergian Nyaman Berakhir Berdesakan karena Sopir Maruk Angkut Penumpang Sebanyak-banyaknya Mojok.co

Kapok Naik Bus Harapan Jaya Surabaya-Blitar, Niat Bepergian Nyaman Berakhir Berdesakan karena Sopir Maruk Angkut Penumpang Sebanyak-banyaknya

20 Maret 2026
Kebumen Aneh, Maksa Merantau tapi Bikin Pengin Pulang (Wikimedia Commons)

Kebumen Itu Memang Aneh: Suka Memaksa Anak Muda untuk Segera Merantau, sekaligus Mengajak Kami untuk Segera Pulang

21 Maret 2026
Bertahan dengan Innova Reborn Jadul daripada Ganti Innova Zenix karena Terlalu Canggih untuk Orang Kabupaten seperti Saya Mojok.co

Bertahan dengan Innova Reborn Jadul daripada Ganti Innova Zenix karena Terlalu Canggih untuk Orang Kabupaten seperti Saya

16 Maret 2026
Toyota Avanza Sering Dihina, padahal Mobil Paling Ideal untuk Keluarga Kelas Menengah yang Ingin Sehat Finansial Mojok.co

Toyota Avanza Sering Dihina, padahal Mobil Paling Ideal untuk Keluarga Kelas Menengah yang Ingin Sehat Finansial

16 Maret 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=1k7EQFkTWIM

Liputan dan Esai

  • Jadi Gembel di Perantauan tapi Berlagak Tajir saat Pulang, Bohongi Ortu biar Tak Kepikiran Anaknya Remuk-remukan
  • Rela Utang Bank buat Beli Mobil Ertiga demi Puaskan Ekspektasi Mertua, Malah Jadi Ribet dan Berujung Sia-sia
  • Ujian Pemudik Lajang: Jadi Sasaran Pinjam Uang karena Belum Nikah dan Dianggap Tak Ada Tanggungan, Giliran Nolak Dicap Pelit
  • Rasa Sanga (8): Lontong dan Kangkung dalam Khazanah Suluk Sunan Bonang, Jalan “Merasakan” Kehadiran Tuhan
  • Memelihara Kucing adalah Patah Hati yang Direncanakan, Tapi 1.000 Kali pun Diulang Saya Akan Tetap Melakukannya
  • Makna Pulang yang Saya Temukan Setelah Mudik Motoran dengan NMAX Tangerang–Magelang

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.