Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Pojok Tubir

Pengin Tahu Cara Orang Problematik Bekerja? Lihat Saja Kasus PPDS dan Jet Pribadi

Rizky Prasetya oleh Rizky Prasetya
5 September 2024
A A
Pengin Tahu Cara Orang Problematik Bekerja? Lihat Saja Kasus PPDS dan Jet Pribadi

Pengin Tahu Cara Orang Problematik Bekerja? Lihat Saja Kasus PPDS dan Jet Pribadi

Share on FacebookShare on Twitter

Orang problematik dan ruwet, pasti akan punya pembenaran atas kelakuan-kelakuan tolol mereka. Kalau tidak punya, mereka akan membuat hal-hal tak masuk akal, diolah kata-katanya, dan voila, itulah alasan mereka. Contoh terbaik, ya liat kasus PPDS.

Saya nggak sedang ngejek kampusnya lho ini, tapi saya sedang ngece orang-orang yang bilang bahwa praktik bullying tersebut wajar. Katanya, sebagai profesi yang berurusan dengan nyawa, maka sudah wajarnya mental mereka dibentuk. Caranya? Ya dengan praktik-praktik ra mutu seperti bayarin makan senior dan sebagainya.

Kalau otak Anda sekalian berfungsi, saya yakin kalian pasti paham nggak ada hubungannya jajanin senior dengan urusan mental. Nggak ada urusannya. Masalahnya, banyak yang setuju sama itu kan? Dan rata-rata yang setuju siapa? Ya jelas senior, dan netizen yang sama problematiknya dengan mereka.

Saya heran dengan orang yang setuju sama budaya senioritas gini. Pasti mereka aslinya pecundang, yang kebetulan dapat kuasa. Nggak setuju? Aku nggak peduli sih.

 PPDS membuka mata

Kasus PPDS Undip, selain membuka bahwa budaya tolol masih mengakar kuat, juga menegaskan bahwa orang problematik akan selalu cari alasan. Dan ini berbahaya, menurutku.

Ngene. Kasus PPDS kan perkara bullying, banyak juga yang bilang ini sistematis. Ini harusnya nggak perlu ada perdebatan, usut tuntas, kasih hukuman atau gimana. Ini masalah serius, sudah berurusan dengan nyawa soalnya. Jadi nggak ada lagi harusnya omongan perlukah budaya senioritas di PPDS ini. Nggak perlu ada debat senioritas itu salah apa nggak.

Kalau perdebatannya masih di ranah salah atau nggak, kasus sebenarnya nggak kelar. Besok-besok, bakal ada kasus kayak PPDS, dan nggak selesai. Kenapa? Ya karena fokus kalian ada di omongan orang problematik. Fokusnya di bagian pembenaran mereka, alasan-alasan mereka. Padahal itu kasus udah jelas-jelas salah, nggak perlu ada debat.

Kita tidak perlu mendengarkan alasan-alasan yang ada. Pembentukan mental, “sudah budaya”, dan sejenisnya. Soalnya alasan itu untuk membenarkan tindakan mereka. Padahal yo iki ki wis jelas-jelas kleru.

Baca Juga:

Selama Kasus Baru Ditangani kalau Viral, Jangan Harap Imbauan untuk Tidak Share Video Bullying Akan Digubris Orang-orang

Mahasiswa Penerima Beasiswa UKT Wajib Kerja Part Time di ITB Adalah Bukti kalau Kampus ini Problematik

Klir kan, cetha?

Bagaimana orang problematik bekerja

Sebagai manusia, tentu saja saya pernah melalui fase jadi orang problematik dan ruwet. Tentu saja, bahkan di masa itu pun saya tidak akan membenarkan kasus PPDS. Cuma, saya tahu betul bagaimana orang problematik dan ruwet bekerja.

Kalian pasti pernah mengalami atau melihat cerita orang yang ngutang malah lebih galak ketimbang yang nagih? Yo koyo ngono kui, persis.

Orang-orang ini sudah tahu kalau dia salah. Tapi dia akan ngotot, pokoknya jadi lebih keras, lebih lantang. Orang yang jelas-jelas berbuat kesalahan, tahu bahwa dia salah, tapi masih berani membela dirinya, di pikiran orang-orang, berarti dua hal. Pertama, orang ini tahu konsekuensinya, tapi nggak peduli. Ini tentu mengerikan. Yang kedua, orang ini tahu bahwa konsekuensi yang ada tidak akan berlaku padanya. Nah, ini jauh lebih mengerikan.

Makanya, orang-orang lebih memilih untuk ngalah dan ngalih. Nah, inilah yang diusahakan oleh orang-orang problematik. Dengan ini, mereka bisa melenggang aman, tanpa perlu menanggung apa-apa. Ketakutan saya adalah, ini adalah langkah yang sedang dilakukan oleh orang-orang yang nggak merasa ada yang salah dengan kasus PPDS ini. Saya nggak menuduh lho, hanya ketakutan semata. Nggak apa-apa dong ya.

Nggak susah untuk belajar

Sebenernya buanyak contoh bagaimana orang problematik di kehidupan kita. Tukang ngutang, kasus PPDS, alasan-alasan pembenaran Kaesang pakai jet pribadi, buanyak. Kita nggak susah untuk belajar, kelewat mudah malah, soalnya contohnya banyak.

Pada akhirnya, mau tak mau, kita harus berpegang pada logika. Narasi-narasi yang ada malah jadi senjata untuk melanggengkan budaya-budaya buruk. Jadi ya, sebagai manusia biasa, kuat-kuatin diri kita mendengar hal-hal konyol. Ya mau bagaimana lagi, kita dikelilingi orang-orang problematik, dari akar rumput hingga yang di atas sana. 

Penulis: Rizky Prasetya
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA Mengubur Mimpi dan Depresi, Dugaan Calon Dokter Spesialis PPDS UGM Dirundung dan Alami Kekerasan Fisik di RS Sardjito

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 5 September 2024 oleh

Tags: bullyingjet pribadiPPDSproblematik
Rizky Prasetya

Rizky Prasetya

Redaktur Mojok. Founder Kelas Menulis Bahagia. Penulis di Como Indonesia.

ArtikelTerkait

Jualan Makanan Kucing, Ide Bisnis yang Sangat Menjanjikan kos

Susahnya Punya Tetangga Kos Problematik yang Memelihara Kucing: Yang Melihara Siapa, yang Susah Siapa

20 September 2023
Tips Melayangkan Kritik Pemerintah tanpa Ditangkap Polisi terminal mojok.co

Jadi Orang Nggak Enakan Itu Berat, Kau Tak Akan Kuat, Biar Aku Saja

29 September 2020
Dosen yang Jarang Ngajar, Nggak Pernah Koreksi Tugas, Plus Pelit Nilai Sebenarnya Minta Diapain sih? youtube, UKT

Dosen yang Jarang Ngajar, Nggak Pernah Koreksi Tugas, Plus Pelit Nilai Sebenarnya Minta Diapain sih?

4 Desember 2023
Pengalaman Jadi Anak Pindahan dan Hal Sepele Aja Dipermasalahkan terminal mojok.co

Pengalaman Jadi Anak Pindahan dan Hal Sepele Aja Dipermasalahkan

5 Desember 2020
bullying perundungan sekolah mojok

Bullying Masih Subur karena Sekolah Lebih Fokus Ngurusin Rambut dan Kaos Kaki

8 Oktober 2022
Kenapa, sih, HRD yang Menyebalkan Semakin Banyak?

Kenapa, sih, HRD yang Menyebalkan Semakin Banyak?

14 November 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

6 Alasan Kebumen Lebih Menarik daripada yang Terlihat di Brosur dan Dibayangkan Banyak Orang Mojok.co

6 Alasan Kebumen Lebih Menarik daripada yang Terlihat di Brosur dan Dibayangkan Banyak Orang

7 Juni 2026
5 Kuliner Semarang yang Namanya Nyeleneh dan Kerap Mengecoh Wisatawan Mojok.co

5 Kuliner Semarang yang Namanya Nyeleneh dan Kerap Mengecoh Wisatawan 

4 Juni 2026
Turunan Silayur Ngaliyan Semarang Momok Pengendara yang Perlu Segera Dibereskan Mojok.co

Turunan Silayur Ngaliyan Semarang Momok Pengendara yang Perlu Segera Dibereskan

5 Juni 2026
5 Kuliner Malang yang Jarang Disantap Warga Lokal, bahkan Dihindari Mojok.co

Malang Dingin Itu Seharusnya Wajar, tapi Kini Justru Jadi Anomali

3 Juni 2026
Slow Living di Magelang Adalah Keputusan Orang Kota yang Paling Bijak Mojok.co magetan

Magetan dan Magelang: Dua Kota Beda Provinsi yang Sering Bikin Lidah Terpeleset dan Dompet Tersesat

9 Juni 2026
Andai Suzuki Burgman Street 125 Ganti Logo Jadi Honda, Pasti Laris di Indonesia

Saya Kira Orang Bilang Suzuki Burgman Jelek Itu Cuma Lebay, ternyata Memang Sejelek Itu

9 Juni 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=6Xo_K0G3FRg

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.