Karier yang Cocok untuk AHY Andai KLB Moeldoko Diakui Pemerintah – Terminal Mojok

Karier yang Cocok untuk AHY Andai KLB Moeldoko Diakui Pemerintah

Artikel

Adi Sutakwa

Kudeta dalam politik itu bukan hal yang antimainstream, AHY mestinya sudah paham akan kemungkinan itu. Lebih dari itu, saya yakin AHY pasti sudah memperkiraan praktik saling tikam dan terkam dalam politik sejak empat tahun lalu memutus keluar dari militer. Waktu itu banyak yang menyayangkan AHY terjun ke kancah politik.

Saya salah satu yang mendukung AHY memprioritaskan Demokrat. Alasannya jelas, sensible choice. Lha ngapain tetap bertahan di militer wong jelas-jelas kariernya bakal suram di bawah pemerintahan yang dikuasai lawan politik Demokrat. Kan sebuah hal yang mustahil dong Bu Mega memerintahkan Pak Jokowi menjadikan AHY yang waktu itu bahkan belum genap kepala empat, sebagai panglima TNI.

Maka, ketika berita percobaan kudeta mengemuka di semua platform berita dan sosial media, AHY dengan sigap menurunkan senjata digital juga dong, pernyataan pers. Dilanjutkan dengan pemecatan beberapa nama kader yang mbalelo dalam kepengurusannya. Akan tetapi, kini worst case scenario itu benar-benar terjadi.

KLB yang mendapuk Moeldoko sebagai ketua partai Demokrat sudah terlaksana. Kalau pait-paitnya AHY beneran dibuang paksa, Menkumham mengakui KLB Pak Moel, seperti kisah sedih “perang saudara” Mbah Amien Rais di PAN. Saya bisa rekomendasikan beberapa opsi pekerjaan yang nggak kalah mulia ketimbang jadi Presiden Indonesia demi memenuhi obsesi sang ayah.

Saya yakin kok Mas AHY masih punya basis massa yang senantiasa setia dan punya militansi yang aduhai loyalnya, apalagi dari kalangan generasi milenial. Oleh karenanya, AHY sangat pantas untuk diberikan kesempatan oleh para produser sinetron dan film untuk menjadi pemeran utama. Tokoh hot daddy lagi laris-larisnya lho dalam bisnis layar kaca televisi Indonesia.

Sudah berkali-kali lho sinetron Ikatan Cinta trending di mana-mana. Lagipula, postur tubuh dan struktur wajah Mas AHY nggak kalah menawan kok ketimbang Mas Aldebaran. Apalagi AHY punya bekal sejak awal karena beristrikan Mbak Annisa Pohan yang sejak dulu terkenal sebagai gadis sampul dan model iklan kenamaan. Bisalah Mas AHY belajar akting gratis sambil masak bareng istri di rumah.

Selain itu, untuk mempertajam skill beradu peran berdurasi panjang lewat sinetron, AHY bisa terlebih dahulu memulai karier jadi bintang iklan. Saya perhatikan beberapa baliho Mas AHY ini mulai ada personal branding khas dengan jenggot tipis-tipis model 3-day stubble beard atau chin strap style. Mbok ya sekalian aja main iklan produk alat cukur jenggot. Lama-lama juga bakalan bisa collabs bareng Joe Taslim di iklan shampo anti ketombe.

Bidang entertainment kayaknya memang jalan qada dan qadar yang paling cocok. Jangan lupa lho, Mas AHY ini punya darah musisi juga dari Pak SBY, masa lupa sih puluhan lagu ciptaan Presiden keenam Indonesia ini selama sepuluh tahun pemerintahan. Nah, kalau Mas AHY merasa belum matang betul untuk jadi pencipta lagu, ya coba cover dikit-dikit lah lagu ciptaan sang ayah.

Saya yakin nggak sedikit yang bakal mengajak Mas AHY duet bareng dan bikin project musik berdua, jangankan Nadin Amizah dan Kunto Aji, Baskara Putra atau Hindia juga pasti mau ngantri bikin single bersama tokoh idola mamah muda Indonesia.

Betapa banyaknya inspirasi musik akan lahir dari peristiwa kudeta politik di dalam tubuh partai Demokrat yang usianya cuma selisih lima tahun dari reformasi. Romantisme kegagalan dan ketidakadilan memang patut dirayakan lewat lagu-lagu indie yang edgy penuh perumpamaan.

Meskipun demikian, seandainya jiwa pengabdian Mas AHY memang tulus seratus persen demi masa depan generasi bangsa, saran terakhir saya ini patut dijadikan pertimbangan matang-matang. Dengan latar belakang lulusan terbaik Akademi Militer di awal abad 21, AHY memiliki kans besar membangun startup digital untuk pendidikan dan pendampingan adik-adik lulusan SMA yang masih sangat bersemangat jadi taruna tentara.

Latihan fisik dan mental agar lolos dalam tes seleksi Akmil nggak main-main lho, ada program, jadwal khusus, dan porsi latihan yang beraneka ragam sesuai kelebihan dan kekurangan calon pendaftar. Wong saya dulu sempat mau daftar program latihannya kok. Adik ipar saya malahan ikut secara riil program bimbingan fisik taruna ini. Selain jaminan turun berat badan kalau kalian serius latihan, peluang untuk diterima jadi TNI atau polisi makin terbuka lebar.

Masih banyak lho pemuda pemudi di daerah yang mendambakan suatu saat bisa ikut nyanyi yel-yel “Terpesona”. Peluang besar ini saya kira sangat disayangkan kalau tidak dimanfaatkan. Paling tidak, buatlah rintisan bimbel lolos Akmil Akpol di kampung halaman sang ayah, Pacitan. Tempat di mana semua kejayaan masa lalu bermula. Pokoknya, apa pun pilihan karier profesional yang jadi jalan perjuangan Mas AHY selanjutnya, semangat terus Mas, yok bisa yok!

Sumber gambar: Akun Twitter Agus Harimurti Yudhoyono.

BACA JUGA Panduan Singkat Andai Geger Geden Moeldoko VS AHY Diselenggarakan di Sardjito dan tulisan Adi Sutakwa lainnya.

Baca Juga:  Fenomena Rabbit Town dan Krisis Identitas Pariwisata Kita
Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.
---
8


Komentar

Comments are closed.