Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Kampus

Kantin Fisipol UGM Adalah Kantin Kampus Terbaik, kalau Lebih Luas, Makin Nggak Ada Lawan!

Naufalul Ihya Ulumuddin oleh Naufalul Ihya Ulumuddin
23 September 2025
A A
Kantin Fisipol UGM Adalah Kantin Kampus Terbaik, kalau Lebih Luas, Makin Nggak Ada Lawan!

Kantin Fisipol UGM Adalah Kantin Kampus Terbaik, kalau Lebih Luas, Makin Nggak Ada Lawan!

Share on FacebookShare on Twitter

Selain toilet, ukuran kenyamanan sebuah lokasi perlu dinilai dari tempat makannya. Apalagi di kampus. Tempat makan adalah kunci meluapkan lelah setelah diserbu materi kuliah yang wadidaw. Dan Fisipol UGM memenuhi keduanya. Toilet jumlahnya banyak dan nyaman. Hampir di setiap sudut nongkrong selalu ada toilet yang nyempil.

Tapi, tulisan ini akan fokus ke kantinnya. Kantin di Fisipol UGM tertata dan makanannya enak-enak. Selain itu, kantin Fisipol UGM memiliki sistem yang layak ditiru kantin-kantin lain. Meskipun belum sempurna, tapi untuk sistem awalan cukup menarik dan boleh dipertimbangkan untuk kantin di kampus lain.

Kantin Fisipol UGM menerapkan sistem self service

Kantin di Fisipol UGM mengedepankan prinsip self service atau pelayanan mandiri. Mungkin di kebanyakan kantin UGM juga demikian. Tapi, di tempat lain belum tentu. Masih banyak kantin yang masih melayani pelanggan bagaikan raja.

Sistem service pelayan nggak masalah sih. Asal jumlah pelayannya banyak. Kalau untuk kantin kampus, self service sudah paling benar. Mahasiswa biar mengurusi makanannya sendiri. Pesan makan, tunggu, ambil makanannya, makan, selesai, piringnya diletakkan di tempat yang disediakan. Beres dan simpel.

Keunggulan self service ini adalah pelayanan menjadi lebih cepat. Penjual makanan nggak perlu menghabiskan waktu mengantar makanan ke meja-meja. Mereka cukup membuat makanan dan biar mahasiswa yang mengambil sendiri pesanannya. Sehingga, pelayanannya menjadi satset watwet.

Selain itu, penjual makanan juga nggak perlu lagi membereskan piring bekas makan mahasiswa satu per satu. Mahasiswa bisa meletakkannya sendiri di tempat yang telah disediakan. Penjual bisa lebih fokus produksi makanan dari mahasiswa lainnya.

Dari sisi mahasiswa juga lebih nyaman. Setelah dapat makanan, mahasiswa bisa bebas pengin makan di mana pun. Asal, piring dan peralatan makannya diletakkan di tempat yang telah disediakan.

Untuk konteks, di Fisipol UGM ada 2 lantai. Setiap lantai selalu ada tempat untuk mengembalikan piring dan gelas setelah selesai dipakai makan. Jadi enak. Simpel: enak untuk penjual dan praktis untuk pembeli.

Baca Juga:

Alasan Saya Memilih UGM sebagai Tempat Kuliah S1 meski di Awal Sempat Ingin Merantau

3 Hal di Fisipol UGM yang Bikin Alumni Kangen dan Pengin Balik Lagi

Sistem pembayaran digital dan kasir

Selain self service, sistem pembayaran di kantin Fisipol UGM ada 2, yaitu digital via QRIS dan cash via kasir. Berdasarkan pengamatan saya, banyak mahasiswa yang akhirnya menggunakan QRIS, karena kalau pakai uang cash harus ke kasir yang dinilai ribet.

Secara nggak langsung, kantin Fisipol UGM mengarahkan mahasiswa untuk cashless. Keuntungannya, penjual nggak ribet lagi cari uang kembalian kalau pembeli bayar pakai uang dengan jumlah besar seperti 50 atau 100 ribu. Alhasil, lagi-lagi sistem pelayanan jadi lebih cepat.

Fasilitas sistemnya mendukung

Kantin Fisipol UGM nggak cuma membuat aturan self service dan pembayaran cashless saja, tapi memfasilitasi aturan sistem itu dengan baik. Misalnya untuk pembayaran QRIS, setiap lapak penjual punya QRIS-nya masing-masing. Sedangkan untuk self service, kantin Fisipol menyediakan spot-spot yang banyak untuk meletakkan piring dan gelas setelah kita selesai makan. Lalu kemudian, ada petugas khusus yang membereskannya secara rutin.

Makanannya enak-enak

Di luar sistem, perlu diakui kalau makanan di kantin Fisipol UGM rata-rata enak. Ini terasa spesial, karena biasanya penjual makanan di dalam kampus agak enteng soal rasa. Sebab, mereka merasa enak nggak enak akan tetap dibeli mahasiswa, karena lokasinya yang ada di dalam kampus.

Tapi, makanan di Fisipol UGM beda. Rasanya rata-rata enak. Saya curiga, mungkin ada seleksi ketatnya juga untuk bisa jualan di kantin Fisipol UGM. Jangan-jangan, seleksinya juga seketat menjadi mahasiswa UGM. Hahaha. Canda, gais.

Selain itu, boleh jadi ada quality control dan survey evaluasi tahunannya. Jadi cita rasa lezatnya terjaga. Apalagi ayam gepreknya. Beeeh, rasa ayamnya nggak kalah sama KFC dan MCD. Cuma kalau jam makan siang, antrean ayam geprek ini masyallah tabarakallah tak tertunggu. Soalnya kadang mahasiswa fakultas lain juga melipir ikutan ngantri.

Kalau favorit saya di kantin Fisipol ada 3: ayam geprek, mie ayam goreng, dan jus pisangnya. Mantep tenan itu.

Kekurangan kantin Fisipol UGM hanya satu

Kekurang kantin Fisipol UGM dengan sistem self service-nya ini hanya satu, yaitu tempatnya yang kurang luas. Saya tahu, kantin Fisipol sudah ada 2 lantai dan bahkan ada 1 ruangan tambahan yang tertutup. Tapi untuk mahasiswa Fisipol yang sedemikian banyak, rasanya belum cukup. Khususnya kalau jam makan siang.

Perlu diingat, setiap jurusan di Fisipol UGM ada jenjang S1, S2, dan S3. Artinya, mahasiswa yang makan siang bukan hanya S1 seperti di kampus-kampus medioker, tapi juga ada mahasiswa S2 dan S3.

Kekurangan ini terasa sekali kalau jam makan siang. Banyak orang, termasuk saya, yang sering nggak kebagian tempat duduk yang ujung-ujungnya kadang makan sambil berdiri. Sebenarnya solusinya nggak harus langsung tambah ruang makan baru. Cukup tambah kursi yang lebih banyak saja. Kalau meja, bisa saling join.

Andai satu masalah ini bisa dibenahi, kantin Fisipol UGM bisa dibilang sempurna untuk tempat makan di sebuah fakultas dalam kampus.

Penulis: Naufalul Ihya’ Ulumuddin
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA 3 Hal di Fisipol UGM yang Bikin Alumni Kangen dan Pengin Balik Lagi

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 23 September 2025 oleh

Tags: ayam geprek terenak di jogjaFisipol UGMkantin fisipol ugmkantin kampus terbaik
Naufalul Ihya Ulumuddin

Naufalul Ihya Ulumuddin

Pegiat sosiologi asal Madura. Tertarik isu pendidikan, kebijakan sosial, dan keluarga. Cita-cita tertinggi jadi anak yang berbakti dan suami ideal untuk istri.

ArtikelTerkait

UGM Punya 5 Aturan Tak Tertulis, Jangan Dilanggar Nanti Malu! (Unsplash)

5 Aturan Tidak Tertulis di UGM, Jangan Dilanggar Nanti Bikin Malu

23 Mei 2024
Membayangkan Betapa Nelangsa Jogja kalau UGM Tidak Pernah Berdiri Mojok.co

Alasan Saya Memilih UGM sebagai Tempat Kuliah S1 meski di Awal Sempat Ingin Merantau

29 September 2025
UGM Punya 3 Jenis Mahasiswa yang Berbahaya. Waspada! (Unsplash)

3 Jenis Mahasiswa Berbahaya di UGM yang Wajib Kamu Waspadai. Jangan Sembarangan kalau Nggak Pengin Malu

25 Mei 2024
3 Hal di Fisipol UGM yang Bikin Alumni Kangen dan Pengin Balik Lagi

3 Hal di Fisipol UGM yang Bikin Alumni Kangen dan Pengin Balik Lagi

11 April 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Wisata Wonosobo Enak Dinikmati, tapi Tidak untuk Ditinggali (Unsplashj)

5 Wisata Wonosobo Selain Dieng yang Tak Kalah Indah untuk Dinikmati, meski Nggak Enak untuk Ditinggali

14 Februari 2026
Surat Terbuka untuk Bupati Grobogan: Sebenarnya Desa Mana yang Anda Bangun dan Kota Mana yang Anda Tata?

Surat Terbuka untuk Bupati Grobogan: Sebenarnya Desa Mana yang Anda Bangun dan Kota Mana yang Anda Tata?

18 Februari 2026
Turunan Muria: Jalur Tengkorak yang Semua Orang Tahu, tapi Seolah Dibiarkan Merenggut Korban

Turunan Muria: Jalur Tengkorak yang Semua Orang Tahu, tapi Seolah Dibiarkan Merenggut Korban

19 Februari 2026
Liburan ke Jakarta Bikin Saya Makin Cinta Semarang dan Bersyukur Kuliah di Sana

Liburan ke Jakarta Bikin Saya Makin Cinta Semarang dan Bersyukur Kuliah di Sana

19 Februari 2026
Imlek 2026 Kenangan Simbah Mensyukuri Dodol sebagai Rezeki (Wikimedia Commons)

Imlek 2026 Menjadi Kenangan Manis akan Usaha Simbah Menurunkan Kasta Dodol sebagai Upaya Berterima Kasih kepada Rezeki

17 Februari 2026
Motor Keyless Memang Terlihat Canggih dan Keren, tapi Punya Sisi Merepotkan yang Bikin Pengendara Hilang Kepercayaan Mojok.co

Motor Keyless Memang Terlihat Canggih dan Keren, tapi Punya Sisi Merepotkan yang Bikin Pengendara Hilang Kepercayaan

19 Februari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=FgVbaL3Mi0s

Liputan dan Esai

  • Saudara Kandung di Desa Itu Bak Mafia, Justru Jadi Orang Paling Busuk dan Licik demi Sikat Sertifikat Tanah Saudara Sendiri
  • Ramai, ‘Cukup Aku Saja yang WNI’: Saya Justru Bangga Melepas Status Warga Negara Austria Demi Paspor Indonesia
  • Menapaki Minaret Pertama di Indonesia untuk Mendalami Pesan Tersirat Sunan Kudus
  • Rasanya Tinggal di Kos “Medioker” Jogja: Bayar Mahal, tapi Nggak Dapat Sinar Matahari
  • Beli Vespa Mahal-mahal sampai Rp50 Juta, tapi Tak Paham Fungsinya, Dibeli karena Warnanya Lucu
  • Pengalaman Nekat 24 Jam Naik Kereta Api Jogja-Jakarta, Cuma Habis Rp80 Ribuan tapi Berujung Meriang dan Dihina “Miskin”

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.