Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

Kangen Sekolah Bukan Berarti Kangen Belajarnya

Nafiis Anshaari oleh Nafiis Anshaari
14 Juli 2020
A A
kangen sekolah MOJOK.CO

kangen sekolah MOJOK.CO

Share on FacebookShare on Twitter

Selama liburan sekolah karena pamdemi, hal yang paling banyak kulakukan adalah tiduran seharian penuh sambil bermain hp, scroll Instagram, scroll Twitter, dan biar semangat hpannya, aku ditemani lagu-lagu kesayangan.

Ini adalah jalan yang ketempuh untuk sekadar menghabis-habiskan waktu di rumah. Sampai liburan selesai, sampai selesai Coronanya alias sampai waktu yang belum di tentukan.

dan, jujur….

Hidup gini terus selama lebih dari 3 bulanan cukup membuat bosan sekaligus muak. Kadang kalau ndak ada kerjaan gini suka mangkel sendiri. Ntah sama hp ntah sama kasur. Pokoknya ada aja yang dibuat bahan lampiasan. Gampangnya, aku sedang berada di fase mbuhlah.

Hal yang paling paling kutunggu selama masa liburan adalah sekolah. Kupikir cuman dengan masuk aku bisa kembali produktif dan ndak cuma tidur-tiduran aja. Sekalipun aku tahu sekolah isinya cuman yang ribet-ribet dan yang mumet-mumet. Dari belajar sampai harus berpakaian lengkap dan rapi. Mungkin karena saking gabutnya, aku jadi pengin yang ribet-ribet dan mumet-mumet itu.

Setelah berbulan-bulan menunggu tanpa kepastian, akhirnya penantianku terbayarkan. Pada 13 Juli kemarin ini, sekolah kembali dibuka dan dengan begitu pelajaran-pelajaran kembali bergulir. Akhirnya, untuk sekian lama, otakku akan kugunakan untuk belajar lagi. Mungkin butuh waktu yang tidak sebentar untuk menyiapkan otak yang terlanjur lumutan ini.

Seharusnya, tanggal 13 Juli adalah hari yang menyenangkan, karena sekolah dimulai dan penantianku harusnya bisa terbalas. Tapi berhubung sekarang masih masa pandemi, terpaksa sekolahnya diganti jadi sekolah online. Dan dengan begitu penantianku terasa sia-sia. Seolah keluar dari kandang macan masuk ke kandang dinosaurus. Bukannya sekolah beneran malah online. Nambah-nambahin kerjaan aja batinku.

Sebenarnya hampir tidak ada bedanya antara sekolah biasa dan online. Yang membedakan hanya tempatnya aja. Biasanya belajar di kelas kelas, bareng sama teman yang lain dan diajar dengan gurunya langsung. Sekarang dipindah ke gawai, cukup dengan online dan bisa juga disambi rebahan santuy.

Baca Juga:

Menerka Alasan Seragam Olahraga Sekolah Desainnya Selalu Bikin Malu

Kualitas Pendidikan yang Merata Lebih Penting ketimbang Seragam Sekolah Baju Adat

Bahkan kalo dihitung-hitung, online lebih enak karena bisa dikerjakan dengan bantuan Mbah Google. Belum lagi sekolah online tidak mewajibkan bangun pagi dan berseragam rapi.

Untuk pakaian bisa sembarang dan tidak mandi juga tidak masalah. Selain enak sekolah online juga lebih ekonomis kata ibuku. Karena pengeluaran untuk jajan bulanan ditiadakan dan bayar spp jadi lebih murah. Untungnya untuk masalah jaringan, keluargaku berlangganan wifi, jadi untuk pengeluaran biaya kuota internet lebih murah ketimbang kartu paket.

Tapi masalahnya bukan seenak apa model belajarnya dan seberapa ekonomisnya. Tapi aku cuma pengin masuk sekolahnya. Intinya aku kangen pakai seragam abu-abu, berangkat sekolah, dan ketemu temen.

Sekalipun nanti pas di sekolah dimarahin sama gurunya gara-gara kerjaanku cuman tidur atau bolos ke Warmindo, atau dibilangin sama ibu percuma sekolah kalau cuman gitu-gitu aja, mending di rumah, hitung-hitung masih bisa disuruh bantu-bantu ibu. Kalau sudah gitu, aku ndak begitu ambil pusing dengan itu. Toh aku sudah biasa dengerin yang kayak ginian.

Lagian justru “hal hal seru” kayak gini yang ngangenin dari sekolah dan bukannya belajar di kelasnya. Kalo cuman belajar di kelas semua siswa bisa dapat kesempatan yang sama. Tapi kalau bolos dan dapat bimbingan langsung dari guru BK, tidak semua siswa bisa dapat kesempatan yang sama. Hanya siswa siswa terpilih yang bisa dipanggil ke ruang BK.

Ibarat makanan, sekolah adalah makanan utama, yang terdiri dari nasi dan sayurannya sedangkan “hal hal seru” adalah pelengkapnya seperti lauk dan sambalnya. Orang bisa saja makan sekadar makan, tapi kalau sudah ngerasain makanan pelengkapnya justru makanan pelengkapnyalah yang selalu diingat. Orang bisa saja sekolah sekadar sekolah. Tapi kalau cuman gitu aja, rasanya ya gitu-gitu aja. Ndak ada asik-asiknya.

Setelah pandemi ini selesai dan sekolah bergulir seperti biasanya, hal yang pengin banget kulakuin adalah bolos. Rasanya sudah bosen banget liburan. Sesekali untuk menenangkan pikiran, mungkin perlu sedikit bolos dari liburan, eh, sekolah.

BACA JUGA Selain Jahat, Orang yang Ngasih Stigma ke Perawat sebagai Pembawa Virus Juga Goblok atau tulisan Nafiis Anshaari lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

 

Terakhir diperbarui pada 14 Juli 2020 oleh

Tags: kangen sekolahpademi coronasekolah onlineseragam sekolah
Nafiis Anshaari

Nafiis Anshaari

ArtikelTerkait

Rok Seragam Siswi Sekolah SMA di Jepang Nggak Sependek yang Dibayangkan, kok terminal mojok

Wibu Jangan Terlalu Halu, Rok Seragam Siswi SMA di Jepang Nyatanya Nggak Sependek yang Dibayangkan, kok

18 Agustus 2021
Tukang Sayur di Tengah Keterasingan dan Ketakutan Virus Corona

Tukang Sayur di Tengah Keterasingan dan Ketakutan Virus Corona

25 Maret 2020
Perbedaan Gaya Menyontek dari Generasi Ibu, Kakak, dan Saya Sendiri terminal mojok.co

Alasan Mengapa Seragam Sekolah Warnanya Tak Pernah Berubah

23 Maret 2020
seragam sekolah kesenjangan sosial mojok

Seragam Sekolah Tak Akan Bisa Menumpas Kesenjangan Sosial: Artikel Balasan

10 Juni 2021
Karma Seorang Guru yang Dulu Sering Ngambek Sama Dosen MOJOK.CO

Karma Seorang Guru yang Dulu Sering Ngatain Dosen

3 Agustus 2020
sisi lain nadiem makarim

Nadiem Makarim Bikin Orang Miskin Makin Sial? Sebuah Argumen Konyol

27 Juli 2020
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

TPU Jakarta Timur yang Lebih Mirip Tempat Piknik daripada Makam Bikin Resah, Ziarah Jadi Nggak Khusyuk Mojok.co

TPU Jakarta Timur yang Lebih Mirip Tempat Piknik daripada Makam Bikin Resah, Ziarah Jadi Nggak Khusyuk 

6 April 2026
Honda Odyssey: Mobil Indah, tapi Jalan Nasibnya Tak Mudah

Honda Odyssey: Mobil Indah, tapi Jalan Nasibnya Tak Mudah

11 April 2026
Jangan Bilang Kudus Kota Sempurna kalau Tiap Lampu Merah Masih Dikuasai Badut dan Manusia Silver

Jangan Bilang Kudus Kota Sempurna kalau Tiap Lampu Merah Masih Dikuasai Badut dan Manusia Silver

8 April 2026
Suzuki Access 125 Motor Paling Kasihan: Tampilan Retro Elegan dan Fitur Lengkap, tapi Masih Aja Kalah Saing dari Skuter Matic Lain Mojok.co

Suzuki Access 125 Motor Paling Kasihan: Tampilan Retro Elegan dan Fitur Lengkap, tapi Masih Aja Kalah Saing dari Skuter Matic Lain

6 April 2026
Mempertanyakan Efisiensi Syarat Administrasi Seleksi CPNS 2024 ASN penempatan cpns pns daerah cuti ASN

Wajar kalau Masyarakat Nggak Peduli PNS Dipecat atau Gajinya Turun, Sudah Muak sama Oknum PNS yang Korup!

7 April 2026
Jadi PNS di Desa Tidak Bisa Hidup Tenang, Tuntutan Sosialnya Tinggi karena Dikira Mapan dan Serba Bisa Mojok.co

Jadi PNS di Desa Tidak Bisa Hidup Tenang, Tuntutan Sosialnya Tinggi karena Dikira Mapan dan Serba Bisa

9 April 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=ONHNlaDcbak

Liputan dan Esai

  • Nekat ke Jakarta Hanya Modal Ambisi sebagai Musisi, Gagal dan Jadi “Gembel” hingga Bohongi Orang Tua di Kampung
  • Omong Kosong Slow Living di Malang: Pindah Kerja Berniat Cari Ketenangan Malah Dibikin Stres, Nggak Ada Bedanya dengan Jakarta
  • Kuliah Jurusan Sepi Peminat Unsoed Purwokerto, Jadi Jalan Wujudkan Mimpi Ortu karena Tak Sekadar Kuliah
  • Bangun Rumah Tingkat 2 di Desa demi Tiru Sinetron, Berujung Menyesal karena Ternyata Merepotkan
  • Resign Kerja di Jakarta untuk Rehat di Jogja, Menyesal karena Hidup Tak Sesuai Ekspektasi dan Malah Kena Mental
  • Nasi Padang Rp13 Ribu di Jogja Lebih Nikmat dan Otentik daripada Yang Menang Mahal, tapi Rasanya Manis

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.