Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

Kamus Bahasa Aceh: Mengenal Kata Ganti Orang dalam Obrolan Sehari-hari

Muhammad Sabri oleh Muhammad Sabri
6 November 2021
A A
Kamus Bahasa Aceh: Mengenal Kata Ganti Orang dalam Obrolan Sehari-hari terminal mojok.co
Share on FacebookShare on Twitter

Di Aceh sebenarnya ada sembilan bahasa, yang terdiri dari bahasa Aceh, Gayo, Alas, Tamiang, Kluet, Aneuk Jamee, Simeulu, Haloban, dan Singkil. Kesembilan bahasa ini tersebar di wilayah-wilayah tertentu yang ada di Aceh. Misalnya, penutur bahasa Aceh ada di Kabupaten Pidie, Aceh Besar, Aceh Utara, Bireuen, Aceh Timur, Aceh Barat, Kota Madya Banda Aceh, Kota Madya Sabang, dan di sebagian wilayah di Kabupaten Aceh Selatan, Aceh Tengah, Aceh Tenggara, dan Simeulu.

Kalau bahasa Gayo digunakan oleh masyarakat yang mendiami Kabupaten Aceh Tengah, sebagian masyarakat Aceh Tenggara, dan masyarakat Lokop Kabupaten Aceh Timur. Adapun bahasa Alas digunakan oleh masyarakat di Kabupaten Aceh Tenggara dan masyarakat di hulu sungai Singkil, Kabupaten Singkil.

Begitu juga dengan bahasa lainnya digunakan oleh masyarakat yang mendiami wilayah-wilayah tertentu yang ada di Aceh. Jadi, tidak semua masyarakat Aceh menggunakan bahasa Aceh dalam aktivitasnya dan tidak semua bisa menggunakan bahasa ini.

Beruntungnya, kita punya bahasa Indonesia yang universal sehingga kami tetap terhubung satu dengan yang lain. Nah! Berhubung saya lahir di sebuah dusun kecil yang ada di Kabupaten Pidie, secara otomatis bahasa ibu bagi saya adalah bahasa Aceh.

Sekarang, mari kita bahas inti dari tulisan ini yaitu kata ganti orang dalam bahasa ini. Ada tiga macam kata ganti orang: kata ganti orang pertama, orang kedua, dan orang ketiga.

#1 Kata ganti orang pertama

Kata ganti orang pertama ini bisa dibagi lagi menjadi dua, yang tunggal dan jamak. Kata ganti orang pertama tunggal di dalam bahasa ini ada “lontuwan” atau “ulontuwan” yang artinya saya. Biasanya, “lontuwan” ini dianggap lebih sopan untuk digunakan, dan sering dipakai oleh pihak yang umurnya tidak muda lagi. Ia juga dipakai oleh kaum muda ketika berhadapan dengan lawan bicara yang lebih tua darinya. Misalnya, “Lontuwan teugoh pajoh kueh.” Artinya, saya sedang makan kue.

Namun, saya sendiri sering memakai kata “ulon”, “lon”, atau “long” yang artinya juga saya. Kebanyakan yang saya kenal juga lebh sering pakai kata ini. Ia terasa lebih pas, nggak dianggap kasar, dan tidak dianggap terlalu sopan. Posisinya ada di tengah. Misalnya, “Lon meurunoe basa Aceh.” Artinya, saya belajar bahasa Aceh.

Nah, kalau kalian ingin lebih garang atau gaul bisa memakai kata “kee” (aku). Namun saran saya, jangan digunakan ketika bercakap-cakap dengan orang yang lebih tua dari Anda ya, bisa dianggap nggak sopan, lo. Misalnya, “Kee singoh kujak u kampus.” Artinya, aku besok pergi ke kampus.

Baca Juga:

Kamus Bahasa Wakatobi: Begini Ribetnya Pakai Kata Ganti Orang di Sini

Mengenal Kalimat-kalimat Template dalam Obrolan Julid

Sedangkan untuk kata ganti orang pertama jamak, ada kata “kamoe” yang artinya kami dan “geutanyoe” yang artinya kita. Menurut saya, keduanya aman digunakan lintas usia, tidak perlu khawatir soal ini. Misal penggunaannya, “Kamoe teugoh meukoh pade.” Artinya, kami sedang memotong padi.

#2 Kata ganti orang kedua

Di kata ganti orang kedua, kata “drouneh” dan “gata” yang artinya adalah Anda, paling sering kami gunakan. Misalnya, “Drouneh neujak u blang, singoh?” Artinya, Anda pergi ke sawah, besok?

Namun, bisa juga menggunakan kata “kah” yang artinya kamu. Ketiga kata ini, “drouneh”, “gata”, dan “kah” merupakan kata ganti orang kedua tunggal. Misalnya digunakan dalam kalimat seperti ini, “Di kah kuto lagee mie pajoh aneuk.” Artinya, kamu kotor seperti kucing memakan anak.

Kalau untuk menyatakan jamak, biasanya kata-kata itu tinggal ditambah dengan kata “mandum” (semua). Misalnya, “Drouneh mandum jeuet neutamong.” Artinya, Anda semua boleh masuk. Namun, bisa juga “awak” (orang). Misalnya, “Awak kah bek karu that!” Artinya, kalian janganlah ribut sekali!.

#3 Kata ganti orang ketiga

Di dalam bahasa ini, ada tiga kata yang digunakan untuk kata ganti orang ketiga. Ada “droeneuhnyan” dan “gopnyan” yang artinya beliau. Misalnya, “Gopnyan ka mupeng jinoe.” Artinya, beliau sudah punya banyak uang sekarang. Ada pula “jih” yang artinya dia. Misalnya, “Jih jisipak lon bak tuleung gasien.” Artinya, dia menendang saya pada tulang kering. Baik “droeneuhnyan”, “gopnyan”, dan “jih” termasuk kata ganti tunggal.

Sementara untuk menyatakan kata ganti jamak, sama seperti yang saya jelaskan di kata ganti orang kedua tadi. Ya, tinggal menambah kata “mandum” (semua), maka terbentuklah “droeneuhnyan mandum”, “gopnyan mandum”, dan “jih mandum”.

Itulah pedoman singkat kata ganti orang di dalam bahasa Aceh. Bagaimana, nggak sulitkan belajar bahasa ini? Meski tidak sulit, cara paling jitu untuk belajar suatu bahasa adalah tinggal bersama penutur bahasa tersebut. Artinya, untuk bisa lancar berbahasa ini, Anda sebaiknya tinggal dengan penutur bahasa Aceh, seperti saya ini. Hehehe.

Sumber gambar: Unsplash.com

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 5 November 2021 oleh

Tags: bahasa Acehkata gantiobrolan
Muhammad Sabri

Muhammad Sabri

Mahasiswa UIN Ar-Raniry Banda Aceh.

ArtikelTerkait

Kamus Bahasa Wakatobi: Begini Ribetnya Pakai Kata Ganti Orang di Sini terminal mojok.co

Kamus Bahasa Wakatobi: Begini Ribetnya Pakai Kata Ganti Orang di Sini

25 September 2021
chat P itu maksudnya apa sih mojok

3 Alasan Seseorang Memulai Chat dengan ‘P’

24 November 2020
Kalimat-kalimat Template dalam Obrolan Julid Terminal Mojok

Mengenal Kalimat-kalimat Template dalam Obrolan Julid

24 Desember 2020
Slangpedia 5 Kata Lain untuk Menyebut 'Friend', Biar Nggak Dibilang Kaku MOJOK.CO

Slangpedia: 5 Kata Lain untuk Menyebut ‘Friend’, Biar Nggak Dibilang Kaku

3 Agustus 2020
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

4 Hal yang Harus Penumpang Ketahui tentang Stasiun Duri, Si Paling Sibuk dan Melelahkan se-Jakarta Barat

Stasiun Duri Lebih Bikin Stres dari Manggarai: Peron Sempit, Tangga Minim, Kereta Lama Datang

9 April 2026
Jadi PNS di Desa Tidak Bisa Hidup Tenang, Tuntutan Sosialnya Tinggi karena Dikira Mapan dan Serba Bisa Mojok.co

Jadi PNS di Desa Tidak Bisa Hidup Tenang, Tuntutan Sosialnya Tinggi karena Dikira Mapan dan Serba Bisa

9 April 2026
3 Hal di Karawang yang Membuat Pendatang seperti Saya Betah Mojok.co purwakarta

Seharusnya Karawang Mau Merendahkan Diri dan Belajar pada Purwakarta, yang Lebih Tertata dan Lebih Terarah

11 April 2026
8 Tipe Mahasiswa KKN yang Menjadi Beban Kelompoknya (Wikimedia Commons)

8 Tipe Mahasiswa KKN yang Menjadi Beban Kelompoknya

10 April 2026
Jangan Kuliah S2 Tanpa Rencana Matang, Bisa-bisa Ijazah Kalian Overqualified dan Akhirnya Menyesal mojok.co

Sebagai Warga Kelas Menengah, Saya Percaya kalau Kuliah S2 Bisa Mengubah Hidup Saya, tapi Tolong Ini Jalannya Lewat Mana ya?

15 April 2026
Dilema Warga Brebes Perbatasan: Ngaku Sunda Muka Tak Mendukung, Ngaku Jawa Susah karena Nggak Bisa Bahasa Jawa

Brebes Punya Tol, tapi Tetap Jadi Kabupaten Termiskin di Jawa Tengah

10 April 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=smSJ4KOJ5ac

Liputan dan Esai

  • Mahasiswa S2 UGM Nggak Menjamin Mutu, Kuliahnya Malas Mikir dan Ketergantungan AI
  • Cuci Baju di Laundry Konvensional Lama-lama bikin Kapok, Bikin “Boncos” karena Baju Rusak dan Hilang Satu Persatu
  • Topik Grup WA Laki-laki “Sampah”, Isinya Info Link Menjijikan dan Validasi Si Paling Jantan
  • Nasib Perempuan di Tongkrongan dan Grup WA yang Isinya Laki-laki Mesum: Jelek Dihina, Cantik Dilecehkan
  • Repotnya Punya Mobil di Desa: Bisa Jadi “Musuh Masyarakat” Perkara Parkir dan Garasi, Masih Rawan Jadi Korban Kenakalan Bocil-bocil
  • Kabur dari Desa dan Memilih Tinggal di Kos Eksklusif Jakarta demi Ketenangan Batin, Malah Makin Kena Mental karena “Bahagia” di Kota Cuma Ilusi

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.