Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

Kampung Inggris, 2 Kata Lucu yang Membuat Pare Kediri Mengalami Krisis Identitas

Abdur Rohman oleh Abdur Rohman
2 Juni 2025
A A
Anggapan Sesat Seputar Kampung Inggris Pare yang Beredar di Masyarakat. Kamu Masih Percaya Nomor Berapa? kediri

Anggapan Sesat Seputar Kampung Inggris Pare yang Beredar di Masyarakat. Kamu Masih Percaya Nomor Berapa? (unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Kalau kalian mendengar “Kediri”, kebanyakan mungkin akan langsung teringat pada Kecamatan Pare, yakni lokasi kampung Inggris yang sangat terkenal di Jawa Timur. Meskipun belum pernah mengunjungi tempat ini, tak jarang obrolan tentang Kediri akan berlanjut seputar Kampung Inggris Pare. Sebab, tempat ini dipercaya sebagai tempat paling cocok untuk mengasah kemampuan bahasa Inggris.

Tapi, tak sedikit seseorang terlalu memasang ekspektasi tinggi pada Kampung Inggris Pare ini—demikian pula saya. Apa yang saya bayangkan sebelum berkunjung ke Pare ternyata cukup berbeda dengan kenyataannya. Mudahnya, Kampung Inggris Pare Kediri itu sebenarnya mengalami krisis identitas. Yah, membayangkan sebuah “Kampung” dan “Inggris” saja sudah aneh di pikiran saya.

Bahasa Inggris hanya digunakan di tempat kursus

Kebanyakan orang yang belum berkunjung ke Kampung Inggris Pare akan berpikir bahwa di tempat ini bahasa Inggris sangat umum digunakan. Saya pun berpikir demikian. Meskipun teman saya sudah bilang bahwa sekarang sudah berubah, saya berasumsi bahwa perubahannya mungkin tidak begitu parah. Ternyata tidak, perubahannya jauh dari ekspektasi saya.

Di Kampung Inggris Pare, menggunakan bahasa Inggris pada orang yang belum dikenal masih terasa aneh dan canggung. Jangankan di warung makan, di toko-toko modern seperti minimarket kita tetap menggunakan bahasa Indonesia kok. Khutbah Jumat juga masih memakai bahasa Indonesia.

Bahasa Inggris hanya ketat digunakan di lingkungan tempat kursus, seperti di asrama, ngobrol sesama teman kursus, dan dalam kegiatan kelas. Jadi, ngobrol pakai bahasa Inggris ke orang yang belum dikenal masih tetap bukan kebiasaan di Kampung Inggris Pare.

Selama dua minggu di Pare saja, saya baru sekali ngobrol pake bahasa Inggris sama ibu-ibu warung. Itu pun tidak lama, hanya sepatah dua patah kata saja.

Tidak ada kampung-kampungnya

Memaknai Kampung Inggris Pare adalah kampung sebagaimana makna aslinya adalah salah besar. Lokasi Kampung Inggris tidak ada kampung-kampungnya sama sekali. Sebaliknya, lingkungan Kampung Inggris sudah seperti tampilan perkotaan pada umumnya. Bangunan-bangunan saling berdempetan, mulai dari asrama, kos-kosan, pertokoan, tempat kursus, hingga cafe-cafe.

Di Kampung Inggris Pare juga ada odong-odong kereta yang berkeliling dari kompleks satu ke kompleks lain. Ya, sama dengan odong-odong yang biasa kita temukan di kota. Parahnya, aktivitas kita kadang akan terganggu oleh penumpang odong-odong yang kerap bernyanyi bersama dengan nada yang keras. Hadeh! Jadi, jangan pikir Kampung Inggris adalah sebenarnya kampung yang jauh dari kegaduhan ya. Kampung ini kampung yang udah krisis identitas.

Baca Juga:

Patung Macan Putih, Ikon Wisata Baru Kediri yang Menarik Wisatawan

Alasan Golden Theater Kediri Masih Bertahan dan Tetap Ada di Hati Masyarakat Kediri

Namanya saja yang kampung, tapi suasananya tetap kota!

Baca halaman selanjutnya

Kehidupan elit di kampung

Halaman 1 dari 2
12Next

Terakhir diperbarui pada 3 Juni 2025 oleh

Tags: kampung inggriskampung inggris parekediri
Abdur Rohman

Abdur Rohman

Seorang warga sipil Bangkalan dengan selera yang kontradiktif: mencintai segala jenis olahan mie, namun memiliki alergi akut terhadap mie-literisme.

ArtikelTerkait

Belum Ada Setahun, Palang Pintu KA di Ngadiluwih Ditabrak 3 Kali, Bukti Kita Masih Jalan di Tempat palang pintu kereta api

Belum Ada Setahun, Palang Pintu KA di Ngadiluwih Ditabrak 3 Kali, Bukti Kita Masih Jalan di Tempat

5 September 2024
3 Jenis Tempat Ngopi di Kampung Inggris Pare terminal mojok.co

3 Jenis Tempat Ngopi di Kampung Inggris Pare

5 Desember 2021
Kediri yang Ternyata Mahal di Mata Orang Mojokerto (Unsplash)

Kediri di Mata Arek Mojokerto: Biaya Hidup Murah, tapi Guyonan Sarkasnya Mahal

22 September 2023
Mie Gacoan di Kediri Itu Overrated Mie atau Pabrik Minyak, sih? (Unsplash)

Mie Gacoan di Kediri Itu Overrated, Teksturnya Kering dan kalau Dingin Langsung Jadi Pabrik Minyak

3 April 2024
4 Rekomendasi Warung Kopi di Sekitar IAIN Kediri

4 Rekomendasi Warung Kopi di Sekitar IAIN Kediri

31 Januari 2022
Unpopular Opinion, Kediri Lebih Pantas Menyandang Julukan Kota Tahu daripada Sumedang Mojok.co

Unpopular Opinion, Kediri Lebih Pantas Menyandang Julukan Kota Tahu daripada Sumedang

29 Juni 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

4 Dosa Pedagang Sate Maranggi yang Bikin Pembeli Kapok (Wikimedia Commons)

4 Dosa Pedagang Sate Maranggi yang Bikin Pembeli Kapok

11 April 2026
7 Indikator Purwokerto Salatiga Daerah Terbaik di Jawa Tengah (Unsplash)

Purwokerto Memang Penuh Cerita dan Keresahan, Makanya Dibicarakan Berulang-ulang dan Hampir Tanpa Jeda

10 April 2026
Hidup di Desa Nggak Selamanya Murah, Social Cost di Desa Bisa Lebih Mahal daripada Biaya Hidup Sehari-hari karena Orang Desa Gemar Bikin Hajatan

Pindah ke Desa Bukan Solusi Instan Saat Muak Hidup di Kota Besar, apalagi bagi Kaum Introvert, Bisa-bisa Kena Mental

5 April 2026
Rindu Kota Batu Zaman Dahulu yang Jauh Lebih Nyaman dan Damai daripada Sekarang Mojok.co apel batu

Senjakala Apel Batu, Ikon Kota yang Perlahan Tersisihkan. Lalu Masih Pantaskah Apel Jadi Ikon Kota Batu?  

10 April 2026
Angkringan di Kendal Tak Lagi Merakyat: Harga Tambah Mahal dan Porsi Semakin Menyedihkan, Makan Jadi Cemas Mojok.co

Angkringan di Kendal Tak Lagi Merakyat: Harga Tambah Mahal dan Porsi Semakin Menyedihkan, Makan Jadi Cemas

7 April 2026
Ringroad Jogja Butuh JPO, sebab Pejalan Kaki Juga Butuh Rasa Aman dan Berhak untuk Merasa Aman

Ringroad Jogja Butuh JPO, sebab Pejalan Kaki Juga Butuh Rasa Aman dan Berhak untuk Merasa Aman

7 April 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=ONHNlaDcbak

Liputan dan Esai

  • Kuliah Jurusan Sepi Peminat Unsoed Purwokerto, Jadi Jalan Wujudkan Mimpi Ortu karena Tak Sekadar Kuliah
  • Bangun Rumah Tingkat 2 di Desa demi Tiru Sinetron, Berujung Menyesal karena Ternyata Merepotkan
  • Resign Kerja di Jakarta untuk Rehat di Jogja, Menyesal karena Hidup Tak Sesuai Ekspektasi dan Malah Kena Mental
  • Nasi Padang Rp13 Ribu di Jogja Lebih Nikmat dan Otentik daripada Yang Menang Mahal, tapi Rasanya Manis
  • Tinggalkan Pekerjaan Gaji Puluhan Juta demi Merawat Ibu di Desa, Dihina Tetangga tapi Tetap Bahagia
  • #NgobroldiMeta: Upaya AMSI dan Meta Bekali Media untuk Produksi Jurnalisme Berkualitas di Era AI

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.