Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

Kalau Virus Corona Tentara Allah Kenapa Arab Saudi Juga Kena Imbasnya?

Aliurridha oleh Aliurridha
4 Maret 2020
A A
virus corona tentara Allah

virus corona tentara Allah

Share on FacebookShare on Twitter

Betapa luar biasa pernyataan seorang ustaz sejuta umat, ustaz Abdul Somad bahwa virus corona adalah tentara Allah. Tentara yang dikirim Allah untuk menolong orang-orang Uighur yang teraniaya dari kebiadaban komunis China. Betapa bahagianya diri hamba sebagai orang muslim memiliki Tuhan yang selalu sedia mengirimkan tentaranya untuk membela umat dan agamanya. Cuma saya mau tanya ustaz Abdul Somad, lantas kalau corona tentara Allah kenapa Arab Saudi dan Indonesia juga kena imbasnya?

Arab Saudi seperti halnya Indonesia adalah negeri dengan mayoritas penduduk muslim yang saat ini telah resmi menghentikan segala aktivitas umrah dari seluruh negara tanpa terkecuali. Hal ini dilakukan untuk mencegah wabah virus corona yang tentara Allah itu dari membahayakan kebudayaan Arab. Kan enggak lucu juga kalau tentara Allah malah menyasar pusat peradaban yang dipeliharanya. Kebayang tidak berapa jumlah kerugian dari penghentian ibadah umrah ini?

Sebuah fakta yang tidak bisa dibantah bahwa pergelaran haji dan umrah merupakan sumber dana abadi Arab Saudi. Tercatat sekitar 2 juta warga dari seluruh penjuru Bumi datang untuk beribadah. Pada bulan oktober tahun 2017 saja Arab Saudi mendapatkan 32 miliar Real Arab Saudi (8,5 miliar dolar AS atau setara 100 triliun lebih.

Itu baru dari dana Haji saja bosque belum dari keuntungan umroh, belum dari penginapan, belum dari belanja ini itu, belum oleh-oleh apalagi jika itu orang Indonesia yang memiliki budaya oleh-olehnya. Dilansir dari Saudi Gazette, pendapatan tahunan dari ibadah Haji dan Umrah ini meningkat tiga persen dari tahun sebelumnya. Peningkatan ini konsisten setiap tahunnya. Peziarah ini menghabiskan rata-rata 17.381 Real Saudi (4.633 dolar AS atau setara Rp66.316.762 untuk mata uang rupiah saat ini).

Tidak heran jika Raja Salman datang ke Indonesia untuk menanamkan modal yang kemudian berguna untuk memperbaiki kehidupan warga Indonesia yang mayoritas adalah beragama Islam. Indonesia termasuk penyumbang terbesar keuntungan Arab Saudi lewat kunjungan haji dan umrah. Modal yang diberikan ini tidak gratis semuanya ada dalam wilayah bisnis. Apalagi melihat minyak bumi bukanlah sesuatu yang abadi dan harganya yang tidak stabil. Terlalu beresiko untuk menggantungkan diri hanya pada minyak bumi.

Tuan Raja tentu saja mulai memikirkan untuk menarik cashflow dari bidang lain karena ia nasib anak cucunya warga Arab Saudi ke depannya dipertaruhkan. Ibaratnya dengan investasi itu dia memberi untuk kembali, memberi sedikit balik lebih banyak pula. Lihat saja upaya keras Sang Raja untuk menarik wisatawan yang mana peziarah seperti haji dan umrah termasuk wisatawan. Pemerintah Arab juga telah meringankan pembatasan visa yang selama ini membuat para jemaah langsung pulang setelah selesai beribadah.

Tidak hanya meringankan visa dan berinvestasi pada negara-negara penyumbang pendapatan negara. Pemerintah Arab juga berinvestasi pada fasilitas penginapan dengan membangun hotel dan tempat-tempat besejarah. Dilansir dari CNN Indonesia perkiaraan pendapatan Arab Saudi mencapai Rp 702 triliun rupiah. Tapi itu dulu, sebelum virus corona menyerang. Mewabahnya virus corona mulai membuat kerugian yang belum terhitung untuk pemerintah Arab Saudi.

Bukan cuma Arab Saudi yang merugi semua institusi yang berlindung dari payung industri Haji dan Umrah juga tidak bisa dimungkiri mengalami kerugian. Perusahaan-perusahaan yang memfasilitasi Umrah, agen-agen penjualan tiket, fasilitator jasa tour & travel di tanah suci juga mengalami derita yang sama. Jika corona memang tentara Allah kenapa ia tidak bisa pilih-pilih mana orang kafir mana umat Islam?

Baca Juga:

Arab Saudi, Kiblat Baru Industri Kopi Dunia

Hal-hal Unik yang Saya Jalani Saat Menjadi Ekspatriat di Arab Saudi

Mungkin juga karena kita kurang berdoa. karena itu jangan lupa untuk semua umat Islam mari berdoa, jangan berdoa di Facebook saja tapi doa beneran. Kalau katanya Ki’ai Ma’ruf Amin doa qunut bisa menaklukan corona. Jangan lupa selalu menjaga wudhu karena berwudu adalah perilaku bersih. Virus tidak datang kepada mereka yang cinta kebersihan kata Ustaz Abdul Somad. Dan jika semau tindakan preventif telah dilakukan namun virus corona masih mengancam mari kita dorong Prof DR Ahmad Zahro untuk melakukan dengan pengobatan alternatif ruqyah seperti yang ia tawarkan.

Kalau memang semua tindakan yang sesuai syariat islam sudah dilakukan dari yang preventif sampai kuratif, ada baiknya kita meminta ustaz Abdul Somad untuk mencabut status corona dari tentara Allah. Masak tentara Allah menyerang bisnis umat. Atau jangan-jangan seperti kata para orang suci ini memang azab untuk yang kafir dan ujian untuk yang beriman.

BACA JUGA Saya Tinggal di Depok, Khawatir Virus Corona, Tapi Saya Tidak Sebar Hoax dan Borong Masker atau tulisan Aliurridha lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 12 Agustus 2021 oleh

Tags: Arab Saudicorona tentara Allahvirus corona
Aliurridha

Aliurridha

Pekerja teks komersial yang sedang berusaha menjadi buruh kebudayaan

ArtikelTerkait

Tukang Sayur di Tengah Keterasingan dan Ketakutan Virus Corona

Tukang Sayur di Tengah Keterasingan dan Ketakutan Virus Corona

25 Maret 2020
luar rumah

Rasanya Jadi Anak yang Orang Tuanya Harus Tetap Bekerja di Luar Rumah

10 April 2020
Dampak Ekonomi Corona

Dampak Ekonomi Pandemi Corona yang Bisa Bikin Perekonomian Negara Hancur Lebur

15 Maret 2020
ngeyel keluar rumah

Yang Harus Dilakukan Pemerintah biar Nggak Ada Lagi Orang yang Ngeyel Keluar Rumah

25 Maret 2020
kuba

Kuba, Negara Kecil Bernyali Besar yang Ada di Garis Depan Hadapi Corona

7 April 2020
Pengalaman Saya Sidang Proposal Online karena Harus Sosial Distance

Pengalaman Saya Sidang Proposal Online karena Harus Sosial Distance

19 Maret 2020
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Jangan Kuliah S2 Tanpa Rencana Matang, Bisa-bisa Ijazah Kalian Overqualified dan Akhirnya Menyesal mojok.co

Jangan Kuliah S2 Tanpa Rencana Matang, Bisa-bisa Ijazah Kalian Overqualified dan Akhirnya Menyesal

14 Januari 2026
Kecamatan Kalitengah Adalah Daerah Paling Ikhlas di Lamongan: Kebanjiran Dua Bulan dan Masih Mau Menyambut Bupatinya

Kecamatan Kalitengah Adalah Daerah Paling Ikhlas di Lamongan: Kebanjiran Dua Bulan dan Masih Mau Menyambut Bupatinya

18 Januari 2026
Jika Tok Dalang dalam Serial Upin Ipin Pensiun, Abang Iz Layak Jadi Kepala Kampung Durian Runtuh

Jika Tok Dalang dalam Serial Upin Ipin Pensiun, Abang Iz Layak Jadi Kepala Kampung Durian Runtuh

16 Januari 2026
UT, Kampus Terbaik Tempat Mahasiswa Tangguh yang Diam-diam Berjuang dan Bertahan Demi Masa Depan

UT, Kampus Terbaik Tempat Mahasiswa Tangguh yang Diam-diam Berjuang dan Bertahan Demi Masa Depan

19 Januari 2026
Ngemplak, Kecamatan di Sleman yang Sering Terlupakan karena Nama Besar Depok dan Ngaglik Mojok.co

Ngemplak, Kecamatan di Sleman yang Sering Terlupakan karena Nama Besar Depok dan Ngaglik

19 Januari 2026
Panduan Etika di Grup WhatsApp Wali Murid agar Tidak Dianggap Emak-emak Norak dan Dibenci Admin Sekolah

Panduan Etika di Grup WhatsApp Wali Murid agar Tidak Dianggap Emak-emak Norak dan Dibenci Admin Sekolah

16 Januari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=ne8V7SUIn1U

Liputan dan Esai

  • Lupakan Alphard yang Manja, Mobil Terbaik Emak-Emak Petarung Adalah Daihatsu Sigra: Muat Sekampung, Iritnya Nggak Ngotak, dan Barokah Dunia Akhirat
  • Istora Senayan Jadi Titik Sakral Menaruh Mimpi, Cerita Bocah Madura Rela Jauh dari Rumah Sejak SD untuk Kebanggaan dan Kebahagiaan
  • Indonesia Masters 2026 Berupaya Mengembalikan Gemuruh Istora Lewat “Pesta Rakyat” dan Tiket Terjangkau Mulai Rp40 Ribu
  • Nasib Tinggal di Jogja dan Jakarta Ternyata Sama Saja, Baru Sadar Cara Ini Jadi Kunci Finansial di Tahun 2026
  • Mahasiswa di Jogja Melawan Kesepian dan Siksaan Kemiskinan dengan Ratusan Mangkuk Mie Ayam
  • Beasiswa LPDP 80 Persen ke STEM: Negara Ingin Membuat Robot Tanpa Jiwa?

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.