Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Pojok Tubir

Kalau Semua Orang Nikah Gratis di KUA, Gimana Nasib Buruh Dekorasi Pesta Nikah?

Muhammad Arief Bimaputra oleh Muhammad Arief Bimaputra
4 Februari 2023
A A
Kalau Semua Orang Nikah Gratis di KUA, Gimana Nasib Buruh Dekorasi Pesta Nikah Terminal Mojok

Kalau Semua Orang Nikah Gratis di KUA, Gimana Nasib Buruh Dekorasi Pesta Nikah (Unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Sedang ramai diperbicangkan di media sosial, pasangan yang nikah gratis di KUA tanpa mengadakan pesta atau acara yang mengundang banyak orang. Semua prosesi dilaksanakan dengan khidmat di KUA, bahkan banyak dari mereka pamer foto sedang berpose dengan pakaian pernikahan lengkap di depan tukang batagor atau tukang sayur yang minim dekorasi tanpa rasa gengsi atau malu.

Di tengah situasi ekonomi yang semakin sulit, keputusan nikah gratis di KUA tersebut sungguh masuk akal. Daripada menghabiskan puluhan hingga ratusan juta sekadar untuk pesta nikah sehari, bukankah lebih baik uangnya memang ditabung untuk kehidupan setelah menikah? Untuk beli rumah misalnya.

Nikah gratis di KUA dengan biaya yang bisa diminimalisir dan tidak ribet ini mungkin saja bisa menggeser tren menikah dengan mengadakan pesta. Kalau memang begitu, maka akan ada orang-orang yang terancam nasibnya, yaitu para buruh dekorasi pesta nikah. Kebetulan saya pernah sekali mencicipi pekerjaan tersebut dan nampaknya saya kapok karena kerja yang begitu berat dengan upah yang begitu murah.

Jadi buruh dekorasi pesta nikah adalah pekerjaan berat yang melelahkan

Kita semua tahu, sebuah pesta pernikahan biasanya diadakan dari pagi hingga sore. Kalau orang yang punya hajatan cukup kaya raya dengan duit berlimpah, bisa jadi pestanya diadakan hingga malam bahkan berhasi-hari. Kalau acara dimulai dari pagi, tentu persiapannya harus dimulai beberapa jam sebelumnya yang berarti para buruh dekorasi sudah mulai kerja dari malam hari.

Sayangnya, pekerjaan mendekorasi ini nggak sesederhana itu, kawan. Banyak barang yang harus disiapkan karena tiap pesta pernikahan memiliki konsep yang berbeda, sehingga barang yang harus dibawa menyesuaikan konsep yang digunakan.

Waktu kerja buruh dekorasi pesta nikah bahkan sudah dimulai dari siang, satu hari sebelum hari H. Waktu itu saya kebetulan dapat acara nikah yang diadakan hari Sabtu, sehingga saya sudah harus stand by di gudang sejak siang hari sebelumnya, atau tepatnya setelah salat Jumat.

Pekerjaan buruh dekorasi pesta nikah atau yang sering disebut “ngedekor” ini dimulai dengan menaikkan barang-barang ke atas truk logistik. Jangan anggap pekerjaan ini enteng ya, karena barang-barang yang diangkut jarang sekali ada yang enteng. Mulai dari gebyok pelaminan, besi tenda, dan stage kayu semuanya berat betul. Barang yang enteng paling hanya dedaunan palsu yang biasa kita lihat di tengah jalan menuju pelaminan kedua mempelai.

Kerja belasan jam untuk menyiapkan satu pesta nikah

Setelah barang-barang selesai dimuat, para buruh akan mulai berangkat ke lokasi gedung pernikahan yang telah ditentukan. Biasanya prosesi pengangkutan barang ke truk tersebut baru rampung sore menjelang magrib. Lantaran acara pernikahan dalam sehari tidak hanya satu gedung, proses pemuatan barang ke truk akan terjadi berulang-ulang sampai semua barang telah sampai di lokasi. Setelahnya baru diikuti oleh para buruh yang naik ke truk dan berangkat ke gedung masing-masing.

Baca Juga:

Duka Menikah di KUA, Dikira Hamil Duluan padahal Cuma Pengin Hemat

Ngunduh Mantu di Desa Adalah Arisan Bergilir Berkedok Persaudaraan

Perjalanan ke gedung ini biasanya memakan waktu satu sampai dua jam. Maklum, Jumat sore adalah waktu yang sangat ruwet bagi lalu lintas kendaraan di Jakarta. Waktu itu saya dengan teman-teman sampai di lokasi sekitar pukul 8 malam dan memutuskan rehat sejenak dengan rokok dan kopi.

Sekitar pukul 9 malam, pekerjaan kembali dimulai dengan menurunkan muatan yang ada di truk. Penurunan muatan langsung dilanjutkan dengan instalasi segala barang sesuai dengan arahan kapten. Jabatan kapten ini biasanya diemban oleh orang yang sudah berpengalaman soal dekorasi pesta nikah. Instalasi ini tidak semudah yang dibayangkan, lho, karena ada beberapa barang yang harus diberikan treatment khusus, seperti latar pelaminan dengan dekorasi tertentu.

Totalnya kurang lebih selama 15 jam waktu yang dibutuhkan untuk mempersiapkan satu acara pernikahan. Dimulai dari jam 1 siang untuk memuat barang sampai instalasi seluruh barang yang biasanya selesai waktu subuh. Pekerjaan ngedekor tidak selesai di situ karena para buruh masih harus membongkar instalasi setelah acara selesai dan dimuat kembali ke truk untuk diantar kembali ke gudang. Ketika semua barang telah sampai kembali di gudang, itulah saat yang disebut kerja sudah benar-benar selesai.

Upah yang murah

Kerja yang panjang dan melelahkan itu sayangnya tidak sebanding dengan upah yang dibayarkan. Sistem pembayaran buruh dekorasi pesta nikah dihitung dari jumlah acara pernikahan yang didekorasi, biasanya sih kami menyebutnya gedung.

Tiap satu gedung, tenaga buruh dekorasi pesta nikah itu dihargai sebesar Rp300.000 ditambah uang makan sebesar Rp25.000. Lucunya, kalau buruh tersebut memegang dua acara atau dua gedung, upahnya hanya menjadi Rp500.000 dengan uang makan sebesar Rp50.000. Kalau dihitung per jam, berarti tarif per jam buruh dekorasi pesta nikah tersebut hanya dihargai sebesar Rp21.500. 

Meski dihargai dengan murah, banyak teman-teman saya yang masih setia menggeluti pekerjaan tersebut. Alasannya sederhana, pekerjaan tersebut tidak ribet baik secara teknis atau administrasi. Mereka tidak perlu memberikan SKCK, ijazah, atau tetek bengek lainnya. Semua hanya modal kemauan dan tenaga.

Biasanya orang-orang yang bekerja ngedekor juga adalah orang-orang yang putus sekolah, kerja serabutan, dan bahkan ada juga yang masih sekolah. Upah yang murah tersebut setidaknya bisa menyambung hidup dan uang jajan mereka.

Kalau memang nanti tren nikah gratis di KUA dinormalisasi dan banyak pasangan yang tidak lagi bikin pesta nikah, saya tidak bisa membayangkan nasib buruh dekorasi pesta nikah yang banyak menggantungkan hidup mereka dari profesi tersebut. Menurut kalian gimana?

Penulis: Muhammad Arief Bimaputra
Editor: Intan Ekapratiwi

BACA JUGA Pesta Pernikahan Orang Lain Bukan Ajang Peragaan Busana, Stop Tampil Heboh!

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 4 Februari 2023 oleh

Tags: dekorasiKUAnikah gratispesta pernikahan
Muhammad Arief Bimaputra

Muhammad Arief Bimaputra

Mahasiswa HI yang suka menulis dan haha-hihi.

ArtikelTerkait

Tidak Ada Hajatan yang Menguntungkan Terminal Mojok

Tidak Ada Hajatan yang Menguntungkan

5 Januari 2023
5 Profesi yang Boleh Kepo Agama Orang Lain

5 Profesi yang Boleh Kepo Agama Orang Lain

26 Mei 2022
Nikah Gratis di KUA: Sebuah Tren yang Layak Dinormalisasi dan Dirayakan

Nikah Gratis di KUA: Sebuah Tren yang Layak Dinormalisasi dan Dirayakan

2 Februari 2023
Sistem All You Can Eat di Pesta Pernikahan yang Lebih Sering Jadi Bahan Ghibah

Sistem All You Can Eat di Pesta Pernikahan yang Lebih Sering Jadi Bahan Ghibah

5 Januari 2020
Kitchen Set ala Pinterest Bagi Saya Seperti Dapur yang Tidak Realistis terminal mojok.co

Kitchen Set ala Pinterest bagi Saya seperti Dapur yang Tidak Realistis

12 September 2020
Peringatan untuk Tamu Undangan dan Penyelenggara Hajatan Plis, Jangan Buang-buang Makanan Terminal Mojok

Peringatan untuk Tamu Undangan dan Penyelenggara Hajatan: Plis, Jangan Buang-buang Makanan!

29 November 2022
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Lulus Kuliah Mudah Tanpa Skripsi Hanya Ilusi, Nyatanya Menerbitkan Artikel Jurnal SINTA 2 sebagai Pengganti Skripsi Sama Ruwetnya

Kritik untuk Kampus: Menulis Jurnal Itu Harusnya Pilihan, Bukan Paksaan!

19 Maret 2026
Stasiun Klaten Stasiun Legendaris yang Semakin Modern

Stasiun Klaten, Stasiun Berusia Satu Setengah Abad yang Terus Melangkah Menuju Modernisasi

16 Maret 2026
BEM Unesa Gerombolan Mahasiswa Malas Kerja, Cuma Cari Muka (Ardhan Febriansyah via Wikimedia Commons)

Kuliah di Unesa Surabaya Itu Sangat Menyenangkan, asal Dosennya Betul-betul Ngajar, Bukan Ngebet Jurnal

20 Maret 2026
motor Honda Stylo 160: Motor Matik Baru dari Honda tapi Sudah Disinisin karena Pakai Rangka eSAF, Bagusan Honda Giorno ISS Honda motor honda spacy

Honda Stylo Adalah Motor Paling Tidak Jelas: Mahal, tapi Value Nanggung. Motor Sok Retro, tapi Juga Modern, Maksudnya Gimana?

15 Maret 2026
Alfamart Itu Terlalu Membosankan dan Sumpek, Butuh Kreativitas (Wikimedia Commons)

Alfamart Itu Terlalu Membosankan dan Sumpek, Kalau Punya Uang Tak Terbatas dan Boleh Saya Akan Ubah Alfamart Jadi “Ruang Singgah Urban”

20 Maret 2026
5 Suguhan Lebaran Khas Jogja yang Mulai Sulit Ditemukan Terutama di Rumah-rumah Daerah Kota Mojok.co

5 Suguhan Lebaran Khas Jogja yang Mulai Langka, Terutama di Rumah-rumah Daerah Kota

20 Maret 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=1k7EQFkTWIM

Liputan dan Esai

  • Jadi Gembel di Perantauan tapi Berlagak Tajir saat Pulang, Bohongi Ortu biar Tak Kepikiran Anaknya Remuk-remukan
  • Rela Utang Bank buat Beli Mobil Ertiga demi Puaskan Ekspektasi Mertua, Malah Jadi Ribet dan Berujung Sia-sia
  • Ujian Pemudik Lajang: Jadi Sasaran Pinjam Uang karena Belum Nikah dan Dianggap Tak Ada Tanggungan, Giliran Nolak Dicap Pelit
  • Rasa Sanga (8): Lontong dan Kangkung dalam Khazanah Suluk Sunan Bonang, Jalan “Merasakan” Kehadiran Tuhan
  • Memelihara Kucing adalah Patah Hati yang Direncanakan, Tapi 1.000 Kali pun Diulang Saya Akan Tetap Melakukannya
  • Makna Pulang yang Saya Temukan Setelah Mudik Motoran dengan NMAX Tangerang–Magelang

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.