Kaido Ternyata Mengidap PTSD: Sebuah Analisis – Terminal Mojok

Kaido Ternyata Mengidap PTSD: Sebuah Analisis

Artikel

Petualangan bajak laut Topi Jerami di Wano Kuni sepertinya akan mencapai klimaksnya. Di manga One Piece bab 986-987 Akazaya Nine (Sembilan samurai pengikut Oden Kozuki) berhasil melancarkan serangan mendadak kepada Kaido. Serangan itu pun sempat mengejutkan Sang Yonko yang berkuasa di Wano Kuni beserta anak buahnya.

Gubernur Jenderal bajak laut Hyakuju akhirnya terpojok oleh serangan Akazaya Nine. Penyergapan yang dipimpin oleh Kinemon ini sudah ditunggu-tunggu selama 20 tahun. Dalam penyergapan itu, Kaido terpukul mundur oleh kombinasi serangan dari Kinemon, Denjiro, Ashura Doji, Kiku, Izo, Nekomamushi, Inuarashi, Kawamatsu, dan Raizo.

Ketika Kaido menerima serangan dari Akazaya Nine, ia sempat mengenang kembali peristiwa 20 tahun silam saat Oden dieksekusi di dalam kuali penuh minyak panas yang merebus dirinya. Gambaran peristiwa itu terlukis nyata di kepalanya. Si makhluk terkuat di jagad One Piece ini juga ingat betul akan kata-kata terakhir Oden Kozuki. Samurai yang pernah berlayar bersama Gol D. Roger ini mengatakan bahwa meskipun ia mati dan dilupakan, jiwanya akan terus hidup, hingga impiannya membuka perbatasan Wano Kuni dapat tercapai.

Kemudian, Kaido yang sempat mengingat kilas balik peristiwa masa lalu bersama Oden, terdorong keluar dari istananya di Onigashima. Serangan dahsyat para pengikut Oden memang tepat waktu dan tepat sasaran. Bahkan Kaido dibuat kaget dan berkeringat, sebab Akazaya Nine juga memiliki kemampuan “ryuo” seperti tuan mereka.

Peristiwa yang dialami oleh Kaido tersebut memantik rasa penasaran saya sebagai fans One Piece terhadap kondisi kesehatan mental salah satu Yonko di Dunia Baru itu. Muncul satu pertanyaan di benak saya, apakah Kaido yang berkeinginan membentuk kru bajak laut beranggotakan pengguna buah iblis zoan mengidap PTSD atau post-traumatic stress disorder?

Menurut mayoclinic.org, PTSD atau gangguan stres pascatrauma merupakan masalah kesehatan mental yang dapat dialami oleh siapa pun. Gangguan kecemasan ini dapat membuat penderitanya teringat pada kejadian traumatis di masa lalu, seperti perang, bancana alam, pelecehan seksual, dan kecelakaan. Ya, Kaido telah menunjukkan salah satu gejala PTSD, yaitu Kaido merasa mengulang kembali kejadian saat melawan Oden 20 tahun silam. Namun, satu gejala tersebut belum membuktikan bahwa Kaido memang mengidap PTSD. Karena itu, kita harus mengenal salah satu kaisar di Dunia Baru ini lebih dalam lagi.

Sejauh ini karakter Kaido memang masih menyisakan misteri bagi penikmat manga karya Eiichiro Oda ini. Kaido sebagai antagonis utama di antara seluruh Yonko digambarkan memiliki sifat yang agresif, tanpa belas kasih, dan penuh rasa percaya diri. Nama “Kaido” pertama kali disebut di jagad One Piece oleh Wakil Admiral Garp saat mengunjungi (awalnya mau menangkap) kelompok Bajak Laut Topi Jerami di Water 7.

Kaido mengawali debutnya di One Piece pada bab 795. Pikiran untuk bunuh diri sudah melekat pada dirinya sejak kemunculannya di salah satu pulau langit, yaitu Balloon Terminal. Ia merencanakan bunuh diri dengan terjun dari pulau langit. Tapi ternyata, ia masih hidup dan usahanya mencari tempat untuk mati pun gagal. Padahal. Pulau langit tersebut terletak 10,000 meter dari permukaan laut. Dari percobaan bunuh diri ini, Kaido malah semakin marah karena ia hanya merasakan sakit kepala.

Kemarahan Kaido menggema ke seluruh pulau di mana aliansi Bajak Laut Kid-Apoo-Hawkins bersembunyi. Bahkan, beberapa kapal mereka hancur terkena imbas dari Kaido yang terjun dari pulau langit. Sambil memegang kepalanya, Kaido bangkit dan meluapkan kemarahannya. Ia kesal karena Shirohige memutuskan mati di perang Marineford. Mungkin Kaido menganggap Shirohige sebagai rival sesama bajak laut, sebab mereka dulu sempat berlayar bersama di bawah bendera Bajak Laut Rocks. Kaido menyatakan bahwa ia sudah bosan hidup di dunia ini dan akan memulai perang terbesar yang belum pernah ada. Kusottare!!

Riwayat singkat Kaido juga juga dinarasaikan secara apik di awal debutnya. Sebagai seorang bajak laut, ia pernah mengalami kekalahan sebanyak 7 kali. Ditangkap oleh musuh sebanyak 18 kali. Mengalami penyiksaan berulang kali dan telah menjalani hidup sebagai serang kriminal. Kaido pun telah divonis mati sebanyak 40 kali. Tapi saat ia akan dihukum gantung, rantainya putus. Ketika akan dipenggal kepalanya, alat pemenggalnya pun rusak. Tombak yang digunakan untuk menusuknya pun patah dan hancur. Bahkan, Sembilan kapal perang telah hancur di tangannya. Saat ini tak ada yang bisa membunuh Kaido, termasuk dirinya sendiri.

Nah, sekarang kita ke pembahasan utama, benarkah Kaido mengidap PTSD?

Gejala PTSD yang diidap oleh Kaido:

  1. Ingatan Kaido terganggu oleh peristiwa di masa lalu ketika Oden menebas tubuhnya dan meninggalkan bekas luka yang besar di tubuhnya. Bahkan, setelah 20 tahun berlalu rasa sakit karena tebasan nitoryu sempat dirasakan kembali oleh Oden, saat Akazaya Nine menyerangnya.
  2. Kaido menghidari wilayah di mana Istana Oden sempat berdiri kukuh 20 tahun lalu.
  3. Kaido memerintahkan Jack untuk membasmi sisa anak buah Oden yang masih hidup.

Pikiran negatif terhadap dunia semakin tumbuh subur dan kematian rivalnya, yaitu Shirohige membuatnya frustrasi, sehingga Kaido sempat memutuskan untuk bunuh diri—meninggalkan dunia yang membosankan ini.

Penyebab PTSD yang diidap oleh Kaido:

  1. Berdasarkan pada riwayat Kaido, pekerjaannya sebagai bajak laut (Kaisar Laut) memang meningkatkan risiko terkena peristiwa traumatis.
  2. Puluhan kekalahan yang diderita oleh Kaido kemungkinan membuat dirinya stres, khususnya kekalahan dari Oden Kozuki yang menyisakan trauma berat pada diri Kaido, baik mental maupun fisik.
  3. Kaido juga tidak mendapatkan dukungan dari keluarga terdekatnya, yaitu Yamato.
  4. Demi membentuk kru bajak laut terkuat, Kaido membeli banyak buah iblis buatan dari Joker. Sehingga Yonko ini dapat meningkatkan kekuatan dan pertahanan kelompok bajak lautnya.

Berdasarkan diagnosis di atas, Kaido memang menunjukkan gejala dan penyebab gangguan stres pascatrauma atau PTSD. Apalagi, amarahnya yang mudah meluap dan konsumsi alkohol yang berlebihan semakin jelas menunjukkan bahwa Kaido mencoba melupakan peristiwa pahit di masa lalu yang mungkin meninggalkan trauma berat pada dirinya. Oleh karena itu, Kaido memang menderita PTSD ringan, sehingga ia tidak membutuhkan penanganan lebih lanjut. Bahkan, Kaido bisa move on dan menerima Big Mom untuk beraliansi dengannya dan membantunya melenyapkan aliansi Akazaya Nine-Luffy-Law. Tak sabar lagi menunggu aksi Kaido? Wororororo!

Artikel ini belumlah sempurna. Saya sangat terbuka untuk menerima saran dan kritik dari fans One Piece ahli kesehatan mental.

BACA JUGA One Piece, Manga Terbaik di Dunia, Adalah Tempat Terbaik Belajar Diskriminasi atau tulisan lainnya di Terminal Mojok.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.




Komentar

Comments are closed.