Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Otomotif

KA Dhoho-Penataran Surabaya-Malang, Kereta yang Menyiksa Penumpang tapi Tetap Dibutuhkan

Ferika Sandra oleh Ferika Sandra
1 Januari 2026
A A
KA Dhoho-Penataran Surabaya-Malang, Kereta yang Menyiksa Penumpang tapi Tetap Dibutuhkan

KA Dhoho-Penataran Surabaya-Malang, Kereta yang Menyiksa Penumpang tapi Tetap Dibutuhkan (Rizal Febri Ardiansyah via Wikimedia Commons)

Share on FacebookShare on Twitter

Dari sekian banyak pilihan moda transportasi massal dari Surabaya tujuan Malang, KA Dhoho-Penataran jadi pilihan utama saya. Kecintaan saya terhadap kereta komuter ini karena harga tiketnya yang murah dan relatif aman untuk menembus kemacetan Surabaya-Malang. Tetapi saya akui tak ada yang sempurna di dunia ini, termasuk KA Dhoho-Penataran.

Sebagai penyedia transportasi kereta di negeri ini, KAI sebenarnya sudah cukup berbenah. Saat ini mereka punya aplikasi yang user friendly, KAI Access. Tinggal klik-klik, tiket langsung di tangan. Sangat memudahkan penumpang seperti saya. Nggak perlu lagi deh datang ke stasiun untuk membeli tiket kayak zaman baheula.

Tak sedikit orang yang menyebut kalau KA Dhoho-Penataran menyiksa penumpang. Memang harus kita akui, sekarang ini orang naik kereta bukan cuma untuk sampai tujuan, tapi juga supaya lebih nyaman dan tenang menghindari kemacetan. Meski punya kekurangan, kereta ini tetap jadi andalan dan dibutuhkan banyak orang.

Siasat yang dilakukan banyak penumpang demi mendapatkan kenyamanan

Salah satu siasat penumpang yang biasa saya jumpai saat naik KA Dhoho-Penataran Surabaya-Malang adalah penumpang beli dua tiket untuk satu orang. Penumpang tipe ini dengan santainya bilang kalau sering melakukan cara itu. Alasannya sederhana, biar mereka nggak perlu berdesak-desakkan. Maklum, kereta komuter ini masih menggunakan konfigurasi kursi 3-2 berhadapan dengan kursi tegak.

Jadi jangan heran jika antarbahu penumpang saling beradu. Dengkul penumpang juga kadang bertemu satu sama lain. Makanya banyak yang mengatakan naik kereta ini begitu menyiksa.

Mengingat tiket kereta cuma Rp10 ribu sampai Rp12 ribu, tak heran jika orang rela membayar lebih demi sebuah kenyamanan. Penumpang hanya perlu membayar paling mahal Rp24 ribu jika membeli tiket dobel. Nominal segitu masih lebih murah dibanding harga kopi susu di stasiun.

Kalau dilihat dari logika ekonomi, wajar. Tapi dari sisi kemanusiaan sosial, agak nyelekit juga. Soalnya artinya seseorang bisa duduk leluasa di dua kursi, sementara penumpang KA Dhoho-Penataran lainnya harus berdiri berjam-jam di lorong penghubung sambil menunggu kereta tiba di stasiun tujuan.

Tiket berdiri tetap jadi solusi, meski menyiksa diri

Kadang saat ada keperluan mendadak di Kota Malang dan kebetulan sedang akhir bulan, naik KA Dhoho-Penataran menjadi pilihan utama saya. Kalau sudah kehabisan kursi, mau tidak mau ya harus bayar tiket berdiri. Kejadian ini sering saya alami.

Baca Juga:

Setahun merantau di Medan membuat saya bersyukur akhirnya bisa pulang ke Surabaya

Kaza Mall Surabaya memang nggak keren, tapi bukan berarti layak dilupakan dan nggak dikunjungi

Di dalam kereta, rasanya seperti ikut ketahanan fisik versi KAI. Selama dua jam perjalanan harus berdiri di dalam kereta, bergoyang ke kanan-kiri mengikuti ritme kereta api. Ada juga penumpang lain yang memilih jongkok di pojokan gerbong sambil berusaha tetap elegan di tengah aroma khas toilet KA komuter.

Kalau dipikir lagi momen ini sebenarnya lucu juga. Di satu sisi semua orang punya alasan rasional untuk tetap membeli tiket kereta meski harus berdiri. Saya salah satunya yang lebih memilih beli tiket kereta tanpa kursi ketimbang harus menembus kemacetan jalanan Surabaya-Malang.

Saran saya, jika ingin aman, belilah tiket KA Dhoho-Penataran dari jauh-jauh hari. Sebab hukum rimba dalam pemesanan tiket kereta ini tetap berlaku. Siapa cepat dia yang dapat, siapa yang beli duluan dia yang akan mendapat kenyamanan.

Meski tak nyaman, KA Dhoho-Penataran tetap jadi andalan kaum mendang-mending yang ingin hemat

Saya adalah orang yang selalu menempatkan biaya apa pun di prioritas utama. Jika harga yang harus dibayar murah, semua hal menyebalkan bisa saya maafkan. Jika harus membayar mahal, biasanya di akhir saya akan menyesal. Makanya saya tak masalah ketika harus naik KA Dhoho-Penataran Surabaya-Malang dengan segala ketidaknyamanannya. Soalnya saya bisa menghemat dari sana.

Sebagai kaum mendang-mending, kereta komuter satu ini memang menjadi andalan dalam mobilitas kami. Mahasiswa, pekerja, hingga pedagang yang lengkap dengan barang jualan mereka juga mengandalkan kereta ini.

Setelah beberapa kali naik KA Dhoho-Penataran Surabaya-Malang ini, standar saya soal kenyamanan jadi berubah. Semua tergantung kita memaknai sebuah perjalanan. Tiket murah dan punggung pegal, efisiensi dan ujian kesabaran.

Jadi jika kalian menginginkan kereta murah, kereta komuter ini bisa dicoba. Semoga kalian bisa merasakan pengalaman menyenangkan dalam perjalanan meski sedikit kurang nyaman.

Penulis: Ferika Sandra
Editor: Intan Ekapratiwi

BACA JUGA 3 Penderitaan yang Saya Rasakan Saat Naik Kereta Api Dhoho Penataran.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 31 Desember 2025 oleh

Tags: commuter linecommuter line dhohoDhoho PenataranKAIkereta apikereta api dhoho penataranKereta Commuter LinekomuterMalangSurabaya
Ferika Sandra

Ferika Sandra

Seorang pustakawan dari Kota Malang yang mencoba menulis untuk menertibkan pikiran. Gemar dengan isu-isu literasi dan kebudayaan.

ArtikelTerkait

BG Junction, Mall Sejuta Umat di Surabaya selain Royal Plaza yang Sering Terlupakan

BG Junction, Mall Sejuta Umat di Surabaya selain Royal Plaza yang Terlupakan

22 November 2023
Malang Nggak Perlu Perpanjangan Tol, Cukup Sampai Kota Saja (Unsplash)

Malang Nggak Perlu Perpanjangan Tol, Cukup Sampai Kota Saja

30 Juli 2023
3 Hal di Karawang yang Membuat Pendatang seperti Saya Betah Mojok.co purwakarta

3 Hal di Karawang yang Membuat Pendatang seperti Saya Betah

9 Januari 2026
Terminal Bungurasih Momok bagi Pengguna Jalan Raya Waru Sidoarjo, Macet Ora Umum! Mojok terminal bungurasih surabaya

Pengalaman Saya Dipalak dan Ditipu Calo di Terminal Bungurasih Surabaya, Bikin Kapok untuk ke Sana Lagi

20 Agustus 2024
Pengalaman Orang Malang Merantau di Semarang, Kesulitan Menemukan Kuliner yang Cocok di Lidah Mojok.co

Cerita Orang Malang Merantau ke Semarang, Nggak Cocok dengan Kulinernya dan Berakhir Makan Pecel Lele Hampir Tiap Hari

9 September 2025
KRL Jogja Solo, Karanganyar-Stasiun Tugu, Punya Banyak Masalah (Unsplash)

KRL Jogja Solo, dari Karanganyar ke Stasiun Tugu, Menyimpan Banyak Masalah dan Ini Bukan Pekerjaan Rumah bagi PT KAI Saja!

20 November 2023
Muat Lebih Banyak


Terpopuler Sepekan

5 hal berkesan selama jadi peneliti lapangan yang bikin saya bersyukur telah memilih pekerjaan ini (Mojok.co)

5 hal berkesan selama jadi peneliti lapangan yang bikin saya bersyukur telah memilih pekerjaan ini 

16 Agustus 2026
Presiden benar, pendapatan ojol naik hingga 3 kali lipat, tapi syarat dan ketentuan berlaku Mojok.co

Presiden benar, pendapatan ojol naik hingga 3 kali lipat, tapi syarat dan ketentuan berlaku

18 Agustus 2026
Gen Z lanjut S2 bukan karena ambisi, tapi patah hati (Unsplash)

Banyak Gen Z lanjut S2 bukan karena gelar dan ambisi, tapi karena patah hati dan bingung mau ngapain lagi

20 Agustus 2026
Bandung Kulon, kecamatan medioker Kota Bandung yang ternyata punya potensi besar Terminal

Bandung Kulon, kecamatan medioker Kota Bandung yang ternyata punya potensi besar

21 Agustus 2026
Nostalgia Stasiun Kabat Banyuwangi yang pernah berjaya pada masanya Mojok.co

Nostalgia Stasiun di Kecamatan Kabat Banyuwangi yang pernah berjaya pada masanya

19 Agustus 2026
Kaza Mal Surabaya memang nggak keren, tapi bukan berarti layak dilupakan dan nggak dikunjungi Mojok.co

Kaza Mall Surabaya memang nggak keren, tapi bukan berarti layak dilupakan dan nggak dikunjungi

19 Agustus 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=vCYB_q60eug


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.