Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Kampus

Jurusan Studi Agama-agama, Jurusan yang Sukses Bikin Saya Pusing

Muhammad Ijlal Sasakki Junaidi oleh Muhammad Ijlal Sasakki Junaidi
1 Juli 2024
A A
Jurusan Studi Agama-agama, Jurusan yang Sukses Bikin Saya Pusing

Jurusan Studi Agama-agama, Jurusan yang Sukses Bikin Saya Pusing

Share on FacebookShare on Twitter

Bayangkan Anda harus memahami bukan satu, bukan dua, tapi banyak sekali agama dari seluruh dunia. Dari yang mainstream seperti Kristen, Islam, Hindu, dan Buddha, hingga agama-agama yang mungkin belum pernah Anda dengar sebelumnya seperti Zoroastrianisme atau Jainisme. Setiap agama memiliki doktrin, sejarah, dan ritual yang unik.

Begitulah yang saya pelajari di jurusan Studi Agama-agama. Terlihat bikin pusing? Oh, tentu saja.

Otak saya harus melompat dari satu konsep ke konsep lainnya tanpa henti. Rasanya seperti mencoba menonton semua episode dari semua serial TV sekaligus dalam satu waktu. Jika tidak hati-hati, kepala saya bisa jadi overheat dan meledak. Dan itu masih terlihat sepele.

Mempelajari agama, nyatanya, serumit itu. saya tak hanya belajar ajarannya saja. Tidak. Saya juga harus belajar masalah bahasa. Tidak cukup dengan memahami terminologi agama dalam bahasa Indonesia, saya harus mempelajari istilah-istilah dari bahasa Arab, Ibrani, Sanskerta, Pali, dan masih banyak lagi. Terkadang, saya merasa seperti seorang poliglot yang gagal.

Kalau ada yang bertanya kenapa perlu belajar bahasa sebanyak itu, alasannya sederhana. Memahami bahasa ini penting karena banyak teks suci ditulis dalam bahasa aslinya, dan terjemahan tidak selalu bisa menangkap makna yang sebenarnya. Seringkali, saya mendapati diri saya lebih banyak berusaha memahami kata-kata daripada memahami maknanya.

Kadang saya juga berusaha memahami kenapa saya ambil jurusan Studi Agama-agama…

Tiap minggu pindah tempat ibadah

Tugas-tugas akademik juga menjadi tantangan tersendiri. Esai, presentasi, dan ujian tentang topik-topik yang bahkan sulit untuk diucapkan namanya adalah makanan sehari-hari. Kadang, saya merasa seperti seorang jurnalis yang ditugaskan untuk menulis laporan investigasi mendalam tentang sesuatu yang tidak mungkin dipahami sepenuhnya. Setiap hari saya menghadapi teks-teks yang lebih tebal dari novel epik dan artikel-artikel jurnal yang dipenuhi jargon akademis. Rasanya seperti berusaha menyelesaikan teka-teki silang yang dibuat oleh seseorang dengan selera humor yang sadis.

Jangan lupakan ekskursi lapangan. Sebagai mahasiswa studi Agama, saya diharapkan mengunjungi tempat-tempat ibadah dari berbagai agama. Setiap minggu, saya berpindah dari masjid ke gereja, dari pura ke vihara, dan seterusnya. Meskipun ini menarik, kadang rasanya seperti mengikuti tur wisata religi yang tidak ada habisnya. Setiap tempat memiliki aturan dan etiket yang berbeda. Sering kali, saya kebingungan harus bersikap bagaimana, dan takut melakukan kesalahan yang mungkin dianggap tidak sopan atau bahkan menghina.

Baca Juga:

Guru Agama Katolik, Pekerjaan dengan Peluang Menjanjikan yang Masih Kurang Dilirik Orang

UIN Adalah Universitas Paling Nanggung: Menjadi Sumber Rasa Malu, Serba Salah, dan Tidak Pernah Dipahami

Interaksi dengan rekan-rekan mahasiswa dan dosen juga tidak kalah menarik. Di jurusan ini, saya bertemu dengan orang-orang dari berbagai latar belakang dan keyakinan. Diskusi di kelas sering kali menjadi sangat intens dan penuh semangat, dengan argumen yang kadang-kadang seperti debat politik yang panas. Menghadapi berbagai pandangan yang sangat beragam memaksa saya untuk berpikir lebih dalam dan terbuka, meskipun kadang membuat kepala saya seperti mau pecah karena harus memproses begitu banyak informasi dan sudut pandang.

Jurusan Studi Agama-agama bikin pusing

Akhirnya, saya harus menghadapi dilema pribadi tentang keyakinan saya sendiri. Mempelajari begitu banyak agama sering kali membuat saya mempertanyakan dan merenungkan keyakinan saya sendiri. Ini adalah pengalaman yang sangat introspektif dan kadang membingungkan. Rasanya seperti berusaha menemukan jalan di tengah hutan yang sangat lebat, dengan begitu banyak jalur yang mungkin, tapi tidak ada peta yang pasti.

Jadi, itulah mengapa berkuliah di jurusan Studi Agama-agama membuat saya pusing. Ini adalah perpaduan antara kompleksitas akademis, tantangan bahasa, keragaman perspektif, dan introspeksi pribadi yang konstan. Meskipun demikian, pengalaman ini juga sangat memperkaya dan membuka wawasan saya tentang dunia yang penuh dengan keragaman ini.

Setiap hari adalah petualangan baru dalam memahami sisi lain dari kemanusiaan, dan meskipun kepala saya sering terasa penuh, saya tahu bahwa ini adalah bagian dari proses belajar yang tak ternilai harganya.

Tapi yo mumeeet.

Penulis: Muhammad Ijlal Sasakki Junaidi
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA Meromantisisasi Lamongan Adalah Hal yang Mustahil, Kota Ini Tercipta untuk Dicintai Apa Adanya

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 1 Juli 2024 oleh

Tags: buddhahinduislamjurusan studi agama-agamakatolikkristenzoroastrianisme
Muhammad Ijlal Sasakki Junaidi

Muhammad Ijlal Sasakki Junaidi

Mahasiswa S2 Studi Agama-Agama UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Suka menulis.

ArtikelTerkait

Saya Muslim, tapi Saya Enggan Tinggal Dekat Masjid dan Musala

Saya Muslim, tapi Saya Enggan Tinggal Dekat Masjid dan Musala

10 September 2025
Memahami Konklaf, Proses Rahasia Pemilihan Paus yang Sakral dan Penuh Mitos

Memahami Konklaf, Proses Rahasia Pemilihan Paus yang Sakral dan Penuh Mitos

25 April 2025
muazin kenapa orang meninggal harus diazani mojok.co

Kenapa Orang Meninggal Harus Diazani?

9 September 2020
Bagi Saya, Pesisir Utara Buleleng Bali Istimewa, Bukti Nyata Bhinneka Tunggal Ika bule

Bagi Saya, Pesisir Utara Buleleng Bali Istimewa, Bukti Nyata Bhinneka Tunggal Ika

10 Oktober 2023
Kiamat Tidak Akan Terjadi karena Pegunungan Makkah Jadi Hijau dan Cristiano Ronaldo Kumpul Kebo

Kiamat dalam Berbagai Versi Agama, dari Majusi Sampai Buddha

6 Februari 2023
Standar Ganda Ala Nabi Muhammad

Standar Ganda Ala Nabi Muhammad

6 Desember 2019
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

5 Alasan yang Membuat Saya Ingin Balik ke Pantai Menganti Kebumen Lagi dan Lagi Mojok.co

Jalan-jalan ke Pantai saat Libur Panjang Adalah Pilihan yang Buruk, Hanya Dapat Capek Saja di Perjalanan

1 April 2026
Kecamatan Antapani Bandung Menang Mewah, tapi Gak Terurus (Unsplash)

Kecamatan Antapani Bandung, Sebuah Tempat yang Indah sekaligus Rapuh, Nyaman sekaligus Macet, Niatnya Modern tapi Nggak Terurus

5 April 2026
Warung Makan Padang di Jawa Banyak yang Ngawur. Namanya Saja yang “Padang”, tapi Jualannya Lebih Mirip Warteg Mojok.co

Warung Makan Padang di Jawa Banyak yang Ngawur. Namanya Saja yang “Padang”, tapi Jualannya Lebih Mirip Warteg

5 April 2026
Naik Bus Sinar Mandiri Mulya Rembang-Semarang Mengancam Nyawa, Armada Reyot dan Sopir Ugal-ugalan Mojok.co

Bus Sinar Mandiri Mulya Rembang-Semarang Mengancam Nyawa, Armada Reyot dan Sopir Ugal-ugalan

1 April 2026
Sebagai Buruh Pabrik, Saya Juga Ingin WFH Seperti ASN (Shutterstock)

Sebagai Buruh Pabrik, Saya Juga Ingin WFH Seperti ASN

3 April 2026
Pilih Hyundai Avega Bekas Dibanding Mobil Jepang Entry-Level Baru Adalah Keputusan Finansial yang Cerdas Mojok.co

Pilih Hyundai Avega Bekas Dibanding Mobil Jepang Entry-Level Baru Adalah Keputusan Finansial Paling Cerdas

7 April 2026

Youtube Terbaru

https://youtu.be/AXgoxBx-eb8?si=Oj6cw-dcHSgky7Ur

Liputan dan Esai

  • Jogja Ditinggalkan Wisatawan kalau Mengandalkan Jebakan Aji Mumpung 
  • Lulusan Farmasi PTS Jogja Bayar Mahal untuk Wisuda, tapi Gagal Foto Keluarga karena Ayah Harus Dirawat di Rumah Sakit Jiwa
  • Kuliah Kebidanan sampai “Berdarah-darah”, Lulus dari World Class University Masih Sulit Cari Kerja dan Diupah Nggak Layak
  • Makin Muak ke Ulah Pesilat: Perkara Tak Disapa Duluan dan Beda Perguruan Langsung Dihajar, Dikasih Fakta Terang Eh Denial
  • Terpaksa Kuliah di Jurusan yang Tak Diinginkan karena Tuntutan Beasiswa, 4 Tahun Penuh Derita tapi Mendapatkan Hikmah Setelah Lulus
  • Deles Indah, Bukti Klaten Punya Harga Diri yang Bisa Kalahkan Jogja dan Solo sebagai Tempat Wisata Populer

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.