Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Kampus

Kuliah Jurusan Ilmu Politik Itu Berat, Nggak Semua Orang Kuat: Setelah Lulus Susah Cari Kerja, Masih Harus Memikul Stigma Buruk pula

Dimas Junian Fadillah oleh Dimas Junian Fadillah
31 Mei 2025
A A
Kuliah Jurusan Ilmu Politik Itu Berat, Nggak Semua Orang Kuat: Setelah Lulus Susah Cari Kerja, Masih Harus Memikul Stigma Buruk pula

Kuliah Jurusan Ilmu Politik Itu Berat, Nggak Semua Orang Kuat: Setelah Lulus Susah Cari Kerja, Masih Harus Memikul Stigma Buruk pula (unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Saat masuk jurusan Ilmu Politik, saya memiliki keyakinan bahwa pilihan ini sudah sangat tepat. Alasan awal saya adalah ingin mengerti bagaimana negara bekerja, bagaimana kebijakan dibentuk, dan apa yang bisa saya lakukan untuk ikut memperbaiki keadaan. Waktu itu saya sangat percaya, lewat kuliah jurusan Ilmu Politik, saya bisa punya peran lebih baik. Walau kecil, asalkan bisa berdampak nyata.

Akan tetapi setelah lulus, semua terasa jauh. Dunia kerja tak ramah. Nama jurusan saya tak cukup kuat untuk dipertimbangkan oleh perekrut kerja. Hingga harus terima stigma setengah percaya dari masyarakat—bahkan lebih banyak dicurigai. Hal ini membuat identitas yang dulu saya banggakan seolah berubah jadi beban yang diam-diam saya bawa ke mana-mana.

ADVERTISEMENT

Tulisan ini bukan untuk menyalahkan siapa pun. Hanya sebuah pengakuan dari pengalaman pribadi, bahwa memilih kuliah jurusan ilmu politik bukan suatu perkara mudah. Banyak hal yang harus dipertimbangkan secara matang. Dan mungkin, kalau saya tahu lebih awal, saya akan berpikir dua kali sebelum akhirnya memutuskan masuk jurusan ini.

Prospek kerja jurusan Ilmu Politik sempit dan tidak realistis

Ilmu politik adalah ilmu sosial. Ia tidak menjanjikan profesi tertentu seperti menjadi ahli teknik, dokter, atau akuntan. Itu bukan hal yang salah dan bahkan lumrah, tetapi harus sudah disadari sejak awal. Bahkan bagi lulusan jurusan Ilmu Politik, pilihan kerja yang paling sering diasosiasikan hanya ada dua. Pertama menjadi politisi, kedua menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN).

Untuk menjadi politisi tentu tidak semudah yang dibayangkan. Dibutuhkan modal besar, baik finansial maupun jejaring. Di sisi lain, jika tertarik menjadi ASN sudah pasti akan melewati seleksi yang sangat kompetitif dan tidak menjamin posisi yang relevan dengan keahlian di bidang politik. Saya sendiri sempat mengikuti berbagai macam rekrutmen CPNS, namun yang jadi masalah adalah sebagian besar posisi lebih mengutamakan latar belakang jurusan Hukum, Ekonomi, atau Administrasi Publik yang cenderung lebih spesifik.

Hingga pada akhirnya, membuat saya selaku lulusan jurusan Ilmu Politik harus banting setir mendapat pekerjaan yang tidak sesuai jurusan. Bukan karena saya kurang kompeten, tetapi karena sistem kerja di Indonesia belum sepenuhnya membuka ruang bagi lulusan Ilmu Politik di berbagai sektor. Justru kemampuan beradaptasi dan belajar hal baru, malah berhasil menuntun saya untuk bisa mendapatkan pekerjaan di luar ijazah yang saya miliki.

Turut memikul stigma buruk

Di mata masyarakat, politik telah identik dengan manipulasi, pencitraan, dan ambisi kekuasaan. Tanpa benar-benar terlibat langsung, mahasiswa jurusan Ilmu Politik pun kerap terseret dalam stigma negatif ini. Hanya dengan menyebut nama jurusan, sudah cukup untuk memunculkan kecurigaan atau komentar bernada sinis.

Tak heran jika stigma negatif terhadap dunia politik ikut merembet ke lingkungan kampus. Mahasiswa Ilmu Politik pun kerap harus menghadapi berbagai prasangka yang muncul tanpa dasar yang jelas. Dari cerita teman-teman saya yang aktif berorganisasi, mereka sering dicurigai punya ambisi besar hanya demi mengejar posisi atau jabatan. Bahkan saat mereka menyuarakan kritik terhadap isu sosial atau kebijakan publik, tak jarang langsung dicap sebagai buzzer atau dianggap memiliki agenda tertentu.

Baca Juga:

Kerja sambil kuliah program Ekstensi UI mengubah cara pandang terhadap pekerjaan saya sebagai ASN Kementerian

Nasib perempuan usia 20 tahunan di desa, dianggap sudah tua dan dipaksa menikah 

Oleh karena itu, menjadi mahasiswa jurusan Ilmu Politik menuntut kesiapan mental yang kuat, kemampuan untuk menjaga integritas, serta keteguhan dalam membuktikan bahwa idealisme masih bisa hidup di tengah stigma dan prasangka. Dibutuhkan ketekunan dan konsistensi untuk menunjukkan bahwa keterlibatan dalam politik bukan semata soal ambisi, tetapi juga soal kepedulian dan tanggung jawab terhadap kondisi masyarakat. Meskipun jujur saja semua itu akan sulit terwujud dalam waktu singkat.

Jangan menyesal karena merasa salah pilih jurusan

Memang tak bisa dimungkiri bahwa tantangan di dunia pasca-kampus bisa membuat kita mempertanyakan keputusan masa lalu. Tapi itu bukanlah alasan untuk meragukan nilai dari apa yang telah dipelajari selama menempuh pendidikan di bangku kuliah. Setiap jurusan punya tantangannya sendiri, dan Ilmu Politik adalah salah satu yang menuntut kesiapan mental, kepekaan sosial, dan daya tahan terhadap stigma buruk yang terlanjur berkembang di masyarakat.

Sekali lagi saya tegaskan bahwa saya pribadi sama sekali tidak menyesal memilih jurusan ini. Meski kenyataan yang saya hadapi di dunia kerja sering kali tidak seindah ekspektasi awal, saya percaya ilmu politik turut membentuk cara berpikir saya menjadi lebih kritis dan tajam dalam melihat persoalan publik. Itulah mengapa saya menulis ini—bukan bermaksud untuk menakut-nakuti atau mengecilkan semangat siapa pun yang ingin masuk jurusan ini, melainkan untuk memberikan gambaran realistis. Supaya mereka yang memilih jurusan ini tahu apa yang akan dihadapi, dan bisa mempersiapkan diri secara lebih matang.

Karena pada akhirnya, nilai dari sebuah pilihan bukan hanya diukur dari seberapa mudah jalan yang dilalui, tetapi dari seberapa banyak kita belajar dan berkembang karenanya. Ilmu Politik bukanlah jurusan yang menawarkan jalan pintas menuju pekerjaan tertentu, tapi ia menawarkan cara pandang, pemahaman, dan kepekaan yang bisa dibawa ke berbagai bidang kehidupan.

Penulis: Dimas Junian Fadillah
Editor: Intan Ekapratiwi

BACA JUGA 3 Kebiasaan yang Harus Kamu Lakukan kalau Mau Selamat Kuliah di Jurusan Ilmu Politik.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 31 Mei 2025 oleh

Tags: jurusan ilmu politikjurusan kuliahKuliah
Dimas Junian Fadillah

Dimas Junian Fadillah

Magister Administrasi Publik, tertarik menulis isu lokal, politik dan kebijakan publik.

ArtikelTerkait

Rahasia Lulus Cepat dari Universitas Terbuka

Rahasia Lulus Cepat dari Universitas Terbuka

18 April 2023
44 Istilah Dunia Perkuliahan yang Wajib Diketahui Mahasiswa Baru Terminal mojok

44 Istilah Dunia Perkuliahan yang Wajib Diketahui Mahasiswa Baru

12 Maret 2022
3 Pertanyaan yang Sering Ditanyakan kepada Mahasiswa Jurusan Bahasa Korea dan Bikin Geleng-geleng

3 Pertanyaan yang Sering Ditanyakan kepada Mahasiswa Jurusan Bahasa Korea dan Bikin Geleng-geleng

4 November 2024
5 Hal Penting yang Perlu Kamu Ketahui Soal Kuliah di ITB

5 Hal Penting yang Perlu Kamu Ketahui Soal Kuliah di ITB

19 Oktober 2023
saya memang begitu orangnya, keburukan orang lain. teman lama ngontak lagi, orang datang pas butuh doang sifat teman menyebalkan bikin dijauhi teman suka ngomong sendiri suka cerita tanpa ditanya nggak mau dinasihati mojok.co

Sifat Teman Bikin Males: Suka Cerita Tanpa Diminta & Kalau Dinasihati Jawabnya ‘Tapi…’

13 April 2020
bob sadino quotes ipk tinggi tidak menjamin kesuksesan mojok

Pledoi Mahasiswa Pengejar IPK Tinggi yang Nggak Mau Tunduk sama Quotes Bob Sadino

22 September 2020
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Menganggap Tulungagung sebagai pusat pesugihan di Jawa Timur karena banyak industri rumahan adalah kesimpulan yang dangkal, bodoh, malas, dan sampah

Menganggap Tulungagung sebagai pusat pesugihan di Jawa Timur karena banyak industri rumahan adalah kesimpulan yang dangkal, bodoh, malas, dan sampah

7 Agustus 2026
Takut ke Puskesmas karena malas hadepin antrean panjang (Unsplash)

Pergi ke Puskesmas itu tidak menakutkan, yang menakutkan menghadapi antrean panjang dan tidak tahu harus bertanya kepada siapa

10 Agustus 2026
Pengalaman cabut gigi gratis dengan dokter koas: memang nggak keluar biaya, tapi dibayar dengan cuti dan jadwal yang tak tentu

Pengalaman cabut gigi gratis oleh dokter koas: memang nggak keluar biaya, tapi dibayar dengan cuti dan jadwal yang tak tentu

4 Agustus 2026
5 Kuliner Madura selain Sate yang Layak Dikenal Lebih Banyak Orang Mojok.co

Jangan cuma mengingat stereotip negatifnya, nyatanya orang Madura itu jago banget masak

10 Agustus 2026
Anak terakhir perempuan sering dikira manja, padahal diam-diam menyimpan keresahan yang tak kalah besar tentang keluarga Mojok.co

Anak terakhir perempuan sering dikira manja, padahal diam-diam punya keresahan yang tak kalah besar tentang keluarga

5 Agustus 2026
Bridesmaid dan groomsmen nggak guna di nikahan desa, tetap saja sinoman dan ibu-ibu dapur yang kerja Mojok.co

Bridesmaid dan groomsmen nggak guna di hajatan desa, tetap saja muda-mudi sinoman dan ibu-ibu dapur yang kerja

5 Agustus 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=76Rp5owBnpc


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.