Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Kampus

Saya Malu Jadi Lulusan Jurusan Ekonomi Syariah: Jurusannya Kurang Populer dan Lulusannya yang Galak-galak

Ahmad Arief Widodo oleh Ahmad Arief Widodo
22 November 2023
A A
Saya Malu Jadi Lulusan Jurusan Ekonomi Syariah: Jurusannya Kurang Populer dan Lulusannya yang Galak-galak Mojok.co

Saya Malu Jadi Lulusan Jurusan Ekonomi Syariah: Jurusannya Kurang Populer dan Lulusannya yang Galak-galak (unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Di awal masa perkuliahan, saya begitu bangga mengambil jurusan Ekonomi Syariah. Ada perasaan spesial memasuki jurusan ini. Wajar saja, pada saat itu jurusan Ekonomi Syariah hanya dibuka di perguruan tinggi keagamaan Islam, seperti UIN atau IAIN saja. 

Kondisinya memang  berbeda dengan sekarang. Kini perguruan tinggi non keagamaan pun membuka jurusan Ekonomi Syariah. Ambil contoh  Institut Pertanian Bogor (IPB) yang punya jurusan Ilmu Ekonomi Syariah.

Berkembangnya jurusan ini ke perguruan tinggi umum sebenarnya pertanda baik. Artinya jurusan Ekonomi Syariah semakin banyak peminatnya. Namun,  terus terang saja, saya tetap malu mengakui diri ini sebagai lulusan jurusan ini karena beberapa hal. 

Tidak populer

Masyarakat Indonesia mayoritas memang memeluk agama Islam. Namun, itu bukan berarti jurusan-jurusan kuliah yang berkaitan dengan keislaman menjadi favorit. Banyak masyarakat yang masih asing dengan jurusan-jurusan keislaman. Kalau tidak percaya, sekarang coba saja bertanya ke orang-orang, apa itu jurusan Ekonomi Syariah dan prospek kerjanya. Pasti lebih banyak orang yang tidak tahu.  

Memang sih, seperti yang sudah saya singgung sebelumnya, jurusan ini semakin banyak peminatnya. Namun, pamornya masih kalah jauh dibanding jurusan-jurusan lain dari rumpun ekonomi. Terlihat dari persaingan masuk ke jurusan-jurusan di Fakultas Ekonomi yang pada umumnya begitu ketat. Ambil contoh jurusan Akuntansi, Manajemen Bisnis,  Ekonomi Pembangunan, dan masih banyak lagi. Setiap tahun jurusan-jurusan itu menolak banyak calon mahasiswa saking membeludaknya peminat. 

Kurang populernya jurusan Ekonomi Syariah terkadang membuat saya malu. Ujung-ujungnya, saya malas mengakui jurusan yang saya geluti selama 4 tahun ini. Saya lebih nyaman mengaku kepada orang-orang berkuliah di Fakultas Ekonomi. 

Mengkhianati prinsip ketika kuliah

Saat masih kuliah, saya sangat menghindari lembaga keuangan konvensional beserta dengan produk-produknya. Tentu sikap ini berangkat dari kelas-kelas yang saya ambil di jurusan Ekonomi Syariah. Harapan saya pada saat itu, orang lain ikut terinspirasi untuk tidak menggunakan lembaga keuangan konvensional. 

Idealisme itu luntur ketika memasuki dunia kerja. Kantor mengirimkan gaji melalui transfer ke bank-bank konvensional. Mau tidak mau saya membuka salah satu rekening bank konvensional. Eh, malah kebablasan sampai hari ini karena promo-promonya yang menarik. Menengok kembali apa yang saya pelajari di bangku kuliah dan sikap saya ketika kuliah, saya jadi malu sendiri. 

Baca Juga:

BSI, Bank Syariah Terbesar yang Katanya Modern, tapi Bikin Nasabah Malu, Kesal, dan Terkadang Terhina

Sebagai Anak Muda, Ini Alasan Saya Memakai Bank Syariah Indonesia (BSI)

Oknum lulusan jurusan Ekonomi Syariah galak

Oknum lulusan ekonomi syariah yang muncul di media sosial itu galak-galak betul. Mereka tak segan “menghajar” pengguna dan pekerja di jasa keuangan konvensional. Saya pernah membaca sebuah postingan, ada oknum lulusan juursan Ekonomi Syariah yang berani menyatakan bahwa gaji bekerja di perusahaan jasa keuangan konvensional itu haram. Jujur, saya malu banget melihat gaya lulusan ekonomi syariah macam itu.

Cara-cara seperti itu tidak akan menarik simpati orang untuk menggunakan jasa keuangan syariah. Saya yakin yang terjadi justru sebaliknya, masyarakat umum jadi kurang tertarik terhadap produk keuangan syariah. Ekosistem syariah pun tidak akan berkembang. Apabila benar-benar serius ingin mengembangkan ekonomi syariah, jangan cuma “jualan” mengharamkan bunga saja. Dorong dan kembangkan terus pelayanan serta teknologi sektor jasa keuangan syariah. 

Di atas beberapa hal yang membuat saya malu menjadi lulusan jurusan Ekonomi Syariah. Sebenarnya saya malu pada diri saya sendiri yang mengkhianati prinsip-prinsip sewaktu kuliah. Selain itu saya juga malu terhadap lulusan jurusan Ekonomi Syariah lainnya yang kerap bersikap menyebalkan. Merasa paling baik sehingga tidak mau berkaca bahwa pelayanan dan teknologi industri keuangan syariah masih jauh tertinggal.   

Penulis: Ahmad Arief Widodo
Editor: Kenia Intan

BACA JUGA 5 Hal yang Sering Ditutup-tutupi Soal Bank Syariah

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 22 November 2023 oleh

Tags: bank konvensionalbank syariahekonomi syariahfakultas ekonomijasa keuangan konvensionaljurusan ekonomi syariah
Ahmad Arief Widodo

Ahmad Arief Widodo

Penulis lepas yang fokus membahas kedaerahan, dunia pemerintahan dan ekonomi. Stand like a hero and die bravely.

ArtikelTerkait

5 Hal yang Sering Ditutup-tutupi Soal Bank Syariah BSI

5 Hal yang Sering Ditutup-tutupi Soal Bank Syariah

19 Agustus 2022
Muhammadiyah Tarik Dana 15 Triliun dari BSI. Ada Apa? (Nyanews via Shutterstock.com)

Muhammadiyah Menarik Dana 15 Triliun dari BSI. Ada Apa Gerangan dan Bagaimana Menyikapinya?

12 Juni 2024
5 Hal Nggak Enaknya Jadi Lulusan Ekonomi Syariah

5 Hal Nggak Enaknya Jadi Lulusan Ekonomi Syariah

11 Mei 2022
BSI, Bank Syariah Terbesar yang Katanya Modern, tapi Bikin Nasabah Malu, Kesal, dan Terkadang Terhina

BSI, Bank Syariah Terbesar yang Katanya Modern, tapi Bikin Nasabah Malu, Kesal, dan Terkadang Terhina

6 September 2025
Jurusan Manajemen Tidak Layak Dibenci (Unsplash)

Jurusan Manajemen Tidak Layak Dibenci dan Lulusannya Tetap Gampang Mencari Kerja

11 September 2023
Saya Katolik dan Pengguna BSI Mobile, Jadi Makin Tahu Arah Kiblat dan Takut Transaksi Haram Mojok.co

Saya Katolik dan Pengguna BSI Mobile, Jadi Makin Tahu Arah Kiblat dan Takut Transaksi Haram

19 Juni 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Kebumen Kecamatan Aneh, Kadang Sulit Dipahami Pendatang (Unsplash)

Pengakuan dari Saya, Warga Asli Kebumen yang Menyadari Bahwa Daerah Saya Memang Sulit Dipahami Khususnya Para Pendatang yang Sedang Beradaptasi

31 Mei 2026
Dear Wisatawan, Bandungan Semarang Nggak Melulu Soal Prostitusi, Ada Banyak Potensi Lain Mojok.co

Dear Wisatawan, Bandungan Semarang Nggak Melulu Soal Prostitusi, Ada Banyak Potensi Lain

26 Mei 2026
Pengalaman Saya Menemani Anak 3 Tahun untuk Sunat (Unsplash)

Pengalaman Saya Sebagai Bapak Milenial Mengalahkan Rasa Takut untuk Menemani Anak Sunat di Usia 3 Tahun

29 Mei 2026
Pantai Depok Batang, Destinasi Indah yang Berdampingan dengan Krisis Lingkungan Pesisir Mojok.co

Pantai Depok Batang, Destinasi Indah yang Berdampingan dengan Krisis Lingkungan Pesisir

30 Mei 2026
Teman Saya Orang Surabaya Nggak Suka Makan Rawon, dan Alasannya Masuk Akal Mojok.co

Tidak Semua Lidah Orang Surabaya Doyan Makan Rawon, Beberapa Ada yang Trauma dengan Alasan yang Masuk Akal

26 Mei 2026
Saya Kelas Menengah, dan Saya Beneran Pengin Kaya

Saya Kelas Menengah, dan Saya Beneran Pengin Kaya

29 Mei 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=smSJ4KOJ5ac

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.