Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

5 Julukan yang Cocok Disematkan untuk Demak, Mulai dari Kota Kincir Angin hingga Jalan Seribu Lubang

Ahmad Nadlif oleh Ahmad Nadlif
8 Mei 2024
A A
5 Julukan yang Cocok Disematkan untuk Demak, Mulai dari Kota Kincir Angin hingga Jalan Seribu Lubang

5 Julukan yang Cocok Disematkan untuk Demak, Mulai dari Kota Kincir Angin hingga Jalan Seribu Lubang (unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

#2 Kota dengan WC terpanjang di dunia mungkin cocok juga tapi sudah nggak relevan, deh

Saat pertama kali merantau ke Kabupaten Pati, sekitar 10 tahun lalu, teman-teman saya yang berasal dari Kudus dan sekitarnya banyak yang menjuluki Demak sebagai kota dengan WC terpanjang di dunia. Julukan ini tentu bukan tanpa alasan, hal ini didasarkan pada realita bahwa di sepanjang bantaran sungai Pantura Demak, terdapat banyak toilet yang berjajar. Toilet-toilet tersebut terletak persis di atas sungai, sehingga siapa pun yang BAB di sana, kotorannya akan langsung hanyut mengikuti aliran air sungai.

Namun, belakangan ini tampaknya toilet-toilet tersebut telah berhasil ditertibkan. Sungai di sepanjang jalan Pantura Demak sekarang tampak menjadi lebih bersih dari pemandangan WC sebagaimana sebelumnya. Alhasil, julukan Demak sebagai Kota dengan WC terpanjang di dunai ini sebenarnya sudah nggak relevan. Meski begitu, kadang juga masih ada orang kudet yang tetap memakai julukan ini, kurang ajar emang!

ADVERTISEMENT

#3 Kota Jalan Seribu Lubang karena banyak lubang di jalanan sini

Siapa pun yang berkendara di Kabupaten Demak, saya kira bakalan sepakat kalau jalanan di sini tersebut itu nggak mulus-mulus amat. Sebut saja misalnya di sepanjang jalan Pantura Demak, jalan Demak-Purwodadi, jalan Welahan, jalan Onggorawe, dan beberapa jalan lain yang nggak bisa saya sebut satu per satu. Banyak di beberapa titik jalan tersebut itu berlubang, sempal, atau lebih tepatnya hancur.

Masih menjadi sebuah misteri kenapa problematika jalanan di Demak dari dulu hingga sekarang nggak pernah beres. Asumsi saya, mungkin Demak merupakan kawasan strategis yang sering dilewati kendaraan-kendaraan dengan muatan besar, hingga akhirnya banyak jalan yang nggak kuat untuk tetap mulus karena harus menahan beban berat setiap harinya. Bisa juga karena bahan baku material dan perwatan jalan yang kurang bagus, akhirnya jalanan banyak yang berlubang.

Namun atas dasar apa pun itu, jika selama ini kita jeli melihat kondisi permukaan jalan di sana, rasanya kita bakalan sepakat kalau Demak layak memiliki julukan dengan Kota Jalan Seribu Lubang.

#4 Demak Kota Kincir Angin bisa mengalahkan julukannya Belanda, nih

Kalau julukan yang satu ini sebenarnya merupakan sebuah analogi julukan dengan negara kincir angin, yakni Belanda. Sebagaimana jamak diketahui, Belanda memiliki julukan negara kincir angin karena memiliki lebih dari 1.200 kincir angin. Dalam sejarah negara tersebut, kincir angin memiliki peranan penting karena berfungsi memompa air keluar dari dataran rendah kembali ke sungai.

Nah, kalau dalam konteks kota Demak, sebenarnya kincir angin yang dimaksud adalah bentuk metafora versi lite dari kincir angin itu sendiri, yakni kipas angin. Yup, asal kalian tahu, di Demak, panasnya nggak kira-kira, Gaes. Mau siang atau malam hawanya selalu gerah dan panas, sehingga kipas angin nggak hanya menjadi barang sekunder lagi, melainkan naik tingkat menjadi barang primer.

Asal kalian tahu, di rumah saya yang kecil saja, setidaknya ada empat kipas angin di segala sudut ruangan. Tentu ini bukan pamer kalau saya punya banyak kipas angin, sebab di rumah-rumah tetangga saya pun sama, di mana-mana selalu ada kipas angin. Jadi gimana, cocok kan Demak dijuluki kota kincir angin, meski versi lite-nya?

Baca Juga:

Culture shock anak pesisir pantura lihat pantai di Maluku: ternyata pantai bisa bersih, putih, dan tanpa bau amis

3 Kesalahpahaman Orang Jakarta Saat Melihat Demak: Dikira Membosankan dan Hampir Tenggelam

#5 Julukan Kota Maritim karena sering kebanjiran!

Maritim merupakan nomenklatur untuk menyebutkan sesuatu yang berhubungan dengan perairan dan kelautan. Sebut saja negara kita Indonesia misalnya, negara ini disebut sebagai negara maritim karena wilayahnya yang didominasi oleh lautan. Lebih jauh, Indonesia memiliki karakteristik geografis sebagai negara kepulauan dengan sekitar 17.000 pulau yang tersebar di seluruh kepualauan Nusantara.

Sejalan dengan hal tersebut, tampaknya Demak memiliki korelasi yang cukup serupa. Hal ini dikarenakan Demak cukup akrab dengan nuansa air dan kelautan. Selain lokasinya yang memang dekat laut, Demak merupakan daerah yang cukup sering terkena banjir. Saat bulan Ramadan lalu misalnya, beberapa kali di tempat saya, Mranggen, terkena banjir. Malahan di daerah Lengkong, Sayung, hingga Lebaran tiba pun warga masih harus bergumul dengan banjir.

Maka saya rasa cocok lah julukan Kota Maritim disematkan kepada Demak. Banjir seakan menjadi kawan akrab hingga musuh bebuyutan yang selalu menghantui. Namun, semoga julukan ini nggak bertahan lama. Semoga kota ini bisa benar-benar merdeka dari ancaman banjir saban harinya.

Itulah lima julukan yang cocok disematkan untuk Demak. Julukan-julukan tersebut tentu bersifat dialogis, kalian boleh mengafirmasi, menambahkan, atau bahkan menyanggahnya.

Penulis: Ahmad Nadlif
Editor: Intan Ekapratiwi

BACA JUGA Jalan Raya Onggorawe, Jalan Paling Menyeramkan di Demak. Ngerinya seperti Masuk Rumah Hantu.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Halaman 2 dari 2
Prev12

Terakhir diperbarui pada 8 Mei 2024 oleh

Tags: demakjalan raya panturajalur panturajawa tengahKabupaten Demakpantura
Ahmad Nadlif

Ahmad Nadlif

Mas-mas jawa biasa.

ArtikelTerkait

5 Kelebihan Kuliah di Purwokerto yang Mesti Diketahui Calon Mahasiswa: Nggak Kalah dari Semarang dan Solo banyumas

5 Kelebihan Kuliah di Purwokerto yang Mesti Diketahui Calon Mahasiswa: Nggak Kalah Nyaman dari Semarang dan Solo

9 Februari 2025
Jalur Pantura Tegal Meresahkan Pengendara karena Punya Segudang Masalah

Jalur Pantura Tegal Meresahkan Pengendara karena Punya Segudang Masalah

8 Maret 2024
PO Haryanto, Sultan Kudus dengan Penggemar Terbanyak di Indonesia (Unsplash)

PO Haryanto, Sultan Kudus yang Menjadi Sumber Kebahagiaan Nggak Heran Punya Penggemar Terbanyak di Indonesia

16 Oktober 2023
Asem-asem Koh Liem Kuliner Legendaris Semarang yang Sayang untuk Dilewatkan Terminal Mojok

Asem-asem Koh Liem: Kuliner Legendaris Semarang yang Sayang untuk Dilewatkan

29 Juli 2022
Purwokerto Utara, Kecamatan Paling Nyaman di Kabupaten Banyumas untuk Ditinggali

Purwokerto Utara, Kecamatan Paling Nyaman di Kabupaten Banyumas untuk Ditinggali

7 Desember 2023
7 Dosa Bupati Blora yang Sulit Dimaafkan Warga

7 Dosa Bupati Blora yang Sulit Dimaafkan Warga

9 September 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Akal-akalan loker isi survei dan nonton iklan online, menyedot banyak kuota, tapi hasilnya cuma cukup buat beli es teh Mojok.co

Akal-akalan loker isi survei dan nonton iklan online, menyedot banyak kuota, tapi hasilnya cuma cukup buat beli es teh

6 Agustus 2026
Bendungan Rowo Jombor Klaten Membahayakan Pengunjung (Unsplash)

Stigma orang yang nongkrong di Rowo Jombor adalah jamet itu konyol, tapi dampaknya luar biasa

6 Agustus 2026
Bridesmaid dan groomsmen nggak guna di nikahan desa, tetap saja sinoman dan ibu-ibu dapur yang kerja Mojok.co

Bridesmaid dan groomsmen nggak guna di hajatan desa, tetap saja muda-mudi sinoman dan ibu-ibu dapur yang kerja

5 Agustus 2026
Iuran wajib Hari Kemerdekaan Indonesia itu penjajahan gaya baru (Unsplash)

Tradisi iuran wajib untuk perayaan Hari Kemerdekaan Indonesia di kampung itu nggak masuk akal karena nggak semua warga punya uang sisa cuma buat panggung hiburan yang bikin berisik

9 Agustus 2026
5 hal yang paling dirindukan orang Kebumen seperti saya saat merantau ke kota Mojok.co

5 hal yang paling dirindukan orang Kebumen saat merantau ke kota

7 Agustus 2026
Larang thrifting boleh saja, asal baju lokal harganya nggak bikin puasa seminggu

Larang thrifting boleh saja, asal baju lokal harganya nggak bikin puasa seminggu

10 Agustus 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=76Rp5owBnpc


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.