Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Pojok Tubir

10 Juta Manusia Banjiri Jogja Saat Libur Nataru padahal Jogja Darurat Parkir

Helena Yovita Junijanto oleh Helena Yovita Junijanto
23 Desember 2024
A A
Jogja Darurat Parkir 10 Juta Manusia Serbu Jogja saat Nataru (Unsplash)

Jogja Darurat Parkir 10 Juta Manusia Serbu Jogja saat Nataru (Unsplash)

Share on FacebookShare on Twitter

Belum lama ini, Dinas Perhubungan DIY memprediksi hampir 10 juta orang akan masuk dan keluar dari Jogja (baca: DIY) selama momen libur Natal dan tahun baru. Namun, Sekretaris Dishub Kota Jogja, Golkari Made Yulianto, menyebutkan bahwa pemerintah tidak berencana menambah kantong parkir baru. 

Pernyataan ini, jujur saja, membuat saya khawatir. Saat ini saja Jogja sudah sangat padat. Menurut saya, jika pemerintah tidak berusaha menambah kantong parkir, situasi bisa semakin kacau. 

Ketika artikel ini tayang, momen libur belum masuk masa puncak. Itu saja sudah semrawut. Berikut beberapa dampak yang akan terjadi jika tidak akan penambahan kantor parkir baru dan resmi.

Munculnya tukang parkir liar dadakan

Minimnya kantong parkir pasti memunculkan tukang parkir liar. Kita sama-sama tahu, tukang parkir liar ini tidak punya standar pelayanan yang baik. Sudah begitu, mereka biasa memanfaatkan bahu jalan. Akibatnya, jalanan makin tersendat dan macet.

Seram sekali membayangkan 10 juta orang wara-wiri di Jogja tanpa tempat parkir yang memadai. Saya rasa ini pekerjaan besar bagi pemerintah daerah. Tidak hanya di waktu liburan seperti ini saja.

Tarif parkir melambung tinggi

Seiring munculnya tukang parkir liar, biasanya dibarengi dengan melejitnya tarif parkir. Mereka menetapkan tarif parkir seenaknya sendiri. Sudah banyak kisah tukang parkir liar yang mengganggu kenyamanan Jogja. Di momen puncak liburan begini, pasti akan semakin banyak keluhan yang muncul perihal mahalnya parkir.

Malioboro dan titik-titik keramaian pasti akan menjadi incaran. Setiap tahun selalu begitu. Seharusnya pemerintah Jogja paham akan hal ini.

Jogja semakin macet

Tukang parkir liar sudah muncul, lalu tarif parkir meroket. Kalau sudah begitu, pengendara pasti akan berlomba-lomba mencari titik parkir paling ideal untuk mereka. Akibatnya, pasti akan terjadi penumpukan kendaraan di titik-titik tertentu. Misalnya di Malioboro, di dekat pusat perbelanjaan, di mana pengunjung enggan jalan terlalu jauh.

Baca Juga:

Sebagai Anak Madura, Saya Cemburu dengan Anak Sumatera yang Tak Perlu Susah Payah Menyembunyikan Identitas

Mati Listrik di Jogja Membuka Kenyataan Bahwa Orang Miskin Membayar Lebih Mahal dari Masalah yang Tidak Mereka Ciptakan

Jogja pasti akan semakin macet. Setiap tahun selalu terulang dan kayaknya sudah menjadi “kebiasaan”. Padahal, sudah saatnya pemerintah daerah menyediakan lebih banyak kantong parkir terpusat. 

Pemerintah daerah bisa melengkapi kantong parkir ini dengan fasilitas keamanan 24 jam, sistem pembayaran digital, dan akses yang memadai. Jadi, meski memasuki momen puncak liburan, kota ini bisa bertahan. Dan, di luar momen liburan, Jogja jadi lebih nyaman.

Penulis: Helena Yovita Junijanto

Editor: Yamadipati Seno

BACA JUGA 3 Lokasi Parkir Liar di Jogja yang Menghasilkan Cuan 500 Ribu dalam Sehari, Malioboro Tak Dihitung Karena Terlalu OP

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 23 Desember 2024 oleh

Tags: Jogjajogja macetlibur nataruMalioboroparkir liar
Helena Yovita Junijanto

Helena Yovita Junijanto

Alumnus UGM 2024, Dosen Universitas Terbuka, Peneliti dan Penulis

ArtikelTerkait

Kodim 0734/Yogyakarta: Dulunya Sekolah para Guru, Kini Jadi Markas para Tentara

Kodim 0734/Yogyakarta: Dulunya Sekolah para Guru, Kini Jadi Markas para Tentara

18 Maret 2024
Culture Shock Orang Surabaya Meski Sudah Menetap di Jogja (Unsplash.com)

Turis Membunuh Jogja

3 Januari 2023
kenapa UMP Jogja rendah titik kemacetan di jogja lockdown rekomendasi cilok di Jogja Sebenarnya Tidak Romantis Jika Kamu Cuma Punya Gaji UMR dawuh dalem sabda pandita ratu tugu jogja monarki mojok

Jadi Kritis di Jogja Itu Hil yang Mustahal

16 Agustus 2020
Ilustrasi Tidak seperti Namanya, Ramai Mall Jogja Kini Malah Sepi (Unsplash)

Tidak seperti Namanya, Ramai Mall Jogja Kini Malah Sepi

26 Desember 2024
Klaten

Klaten, Kota Indah yang (Sialnya) Terjepit Jogja dan Solo

9 November 2021
Nggak Semua Perantau di Jogja Doyan Gudeg hingga Sering ke Sarkem! Mojok.co

Nggak Semua Perantau di Jogja Doyan Gudeg dan Sering ke Sarkem!

9 November 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Alun-Alun Rancasari, Tempat Aneh di Kota Bandung yang Disukai Warlok Mojok.co

Alun-Alun Rancasari, Tempat Aneh di Kota Bandung yang Disukai Warlok

20 Juni 2026
Kecamatan Purwokerto Lebih Populer daripada Kabupatennya, Banyumas, Bikin Banyak Orang Salah Paham Mojok.co

Kecamatan Purwokerto Lebih Populer daripada Kabupatennya, Banyumas, Bikin Banyak Orang Salah Paham

21 Juni 2026
Kandang Ayam Datang Belakangan, Rusak Kenyamanan (Unsplash)

Rumah Saya Perlahan Kehilangan Rasa Nyaman Akibat Kandang Ayam yang Datang Belakangan

21 Juni 2026
Palembang Bikin Pangling, Banyak Berubah padahal Baru Ditinggal Merantau Setahun Mojok.co sumatera selatan

Kalau Orang Sumatera Selatan Terus-terusan Ngaku dari Kota Palembang, Daerah Lain Kapan Dikenalnya?

21 Juni 2026
Pengalaman Pahit Tinggal di Kos Murah yang Jadi Sarang Tikus (Unsplash)

Pengalaman Pahit Tinggal di Kos Murah: Ketika Rumah Tua Berubah Menjadi Sarang Tikus

21 Juni 2026
6 Alasan Saya Nggak Puas Kuliah di Fakultas Ekonomi UIN Saizu Purwokerto yang Dijuluki Fakultas Mahal Mojok.co

6 Alasan Saya Nggak Puas Kuliah di Fakultas Ekonomi UIN Saizu Purwokerto yang Dijuluki Fakultas Mahal

18 Juni 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=6Xo_K0G3FRg


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.