Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

Jika Politik Bisa Ada Plot Twistnya, Apakah Cinta Juga Bisa Demikian?

M. Farid Hermawan oleh M. Farid Hermawan
23 Oktober 2019
A A
plot twist

plot twist

Share on FacebookShare on Twitter

Plot twist ternyata tidak hanya hadir dalam dunia fiksi layar kaca yang sering saya tonton. Plot twist ternyata juga mulai memainkan perannya di kancah perpolitikan negeri ini. Plot twist yang paling heboh sih, ya bagaimana gembar-gembor soal Pak Prabowo yang disiapkan untuk jadi menteri Pak Jokowi. Lah, seandainya ini filmnya Christopher Nolan, mungkin banyak orang mewajarkan. Tapi ini nyata, bukan fiksi yang sering jadi simbol bung Rocky Gerung. Nyata yang senyata-nyatanya bagaimana mesranya dua kubu yang sempat saling terkam di kontestasi perebutan calon presiden selama dua peride kemarin. Sampai-sampai melahirkan nama kubu yang melegenda, karena saking josnya perseteruan dua kubu yang sangat mesra ini, cebong dan kampret.

Mungkin awalnya banyak yang tak percaya soal mesranya Pak Prabowo yang sebelumnya sempat kekeuh dirinya pemenang dalam pemilu presiden kemarin lantas tiba-tiba putar haluan dengan mengakhiri koalisinya bersama para kawan oposisi. Dalam dunia politik istilah plot twist mungkin tidak ada. Hanya saja, bagaimana makna plot twist dalam percaturan politik negeri ini nyatanya seringkali terjadi. Bagaimana tebak-tebakan para penonton seringkali mentah ketika melihat  akhir sebuah tontonan yang kadang bikin garuk-garuk kepala dan akhirnya berujar, “kok bisa gitu, sihhh?”

Saya tentu tidak terlalu mempermasalahkan bagaimana mesranya para elite yang sempat berseberangan ini. Hanya saja saya penasaran, bagaimana nasib para simpatisan cebong dan kampret melihat plot twist ini? Apakah akhirnya terjadi rekonsiliasi di antara dua kubu dan muncul istilah baru bernama “CAKEP”, singkatan dari Cebong dAn Kampret Emoh Permusuhan? Tentu bakal sangat menarik jika ada kubu baru seperti itu.

Plot twist di dunia politik yang terjadi baru-baru ini menggambarkan bahwa sebenarnya fanatisme untuk mendukung secara gila-gilaan salah satu kubu dan menghina dengan kesetanan kubu yang lain sebenarnya adalah tindakan yang bisa sangat menjebak. Kitanya percaya junjungan kita benar dan yang lain salah. Kita yakin tidak ada kata koalisi antara junjungan yang kita puja dengan kubu sebelah. Eh tau-taunya junjungan yang sangat kita cintai tiba-tiba memainkan plot twist yang tak pernah bisa kita tebak kayak ending film Inception. Akhirnya kita bingung dan tiba-tiba mulai merenung, lalu lantas cari review di google soal plot twist yang terjadi.

Saya pun tidak peduli-peduli amat soal plot twist di dunia politik negeri ini, hanya saja rasa penasaran saya selalu tergugah dan saya berpikir soal baik dan buruknya hal ini. Tentang bagaimana jika plot twist yang sedang  terjadi di perpolitikan negeri ini ternyata bisa hadir dalam dunia percintaan para insan manusia.

Bagaimana jika plot twist yang tak pernah kita duga-duga hadir dalam kehidupan percintaan kita. Semisal dia yang sangat kita cintai, namun dia tidak pernah mencintai kita barang sedetik pun ternyata secara tiba-tiba datang ke rumah atau ke kos kita dan berkata, “aku menyayangimu”,  lalu berkata lagi , “kamu mau jadi pacarku?” Tentu bakal mantap sekali. Sebuah plot twist, sulit ditebak dan penuh kejutan gila. Tanpa berpikir bahwa hidup tidak melulu soal kebaikan. Plot twist pun tidak selalu menghadirkan mimpi indah terus-terusan. Jika politik bisa muncul plot twist, saya mulai ragu apakah dunia cinta akan lebih menyenangkan jika ada plot twistnya.

Lantas, apakah plot twist dalam percintaan ini bisa terjadi seperti plot twistnya dunia politik negeri ini?

Sebenarnya bisa, tapi itu itu sangatlah berisiko.  Kenapa?

Baca Juga:

Derita dan Kejadian Konyol Pengalaman Saya Saat KKN di Jember: Salah Satunya Dikira Timses Prabowo Hanya karena Berpakaian Necis

Menangisi Menteri yang Kena Reshuffle Itu Konyol!

Satu yang pasti adalah cinta nyatanya tidak perlu plot twist yang ribet dan perlu terjemahan khusus. Cinta ya cinta saja. Kalau suka ya suka, kalau dia tidak suka ya kita minggir. Tidak usahlah cinta disusupi plot twist. Efek kejutnya kadang bisa berbahaya jika plot twistnya tidak menyenangkan. Bayangkan kamu sudah pacaran lama, mulai SMP sampai mau lulus kuliah, dan secara tiba-tiba doi mutusin kamu. Selang beberapa minggu, muncul surat undangan pernikahan di rumahmu, ada nama doi di undangan itu, namun tidak ada nama dirimu di dalamnya. Plot twist seperti inilah yang sering sangat berisiko. Sakitnya kadang sulit hilang dan justru abadi.

Sudahlah, cukup politik negeri ini dan filmnya Christopher Nolan saja yang banyak plot twistnya. Cinta gak usah dikasih-kasih plot twist. Senang sih kalau plot twistnya indah, tapi bahaya banget  kalau plot twistnya buruk. Bukannya rasa bahagia yang didapat tapi malah luka tak berdarah yang dituai. (*)

BACA JUGA Prabowo Merapat ke Koalisi: Awas Pendukungnya Jadi Joker! atau tulisan M. Farid Hermawan lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 23 Oktober 2019 oleh

Tags: cebong kampretJokowiPemilupengumuman menteriplot twistPolitik IndonesiaPrabowo
M. Farid Hermawan

M. Farid Hermawan

Saat ini aktif menangani proses rekrutmen harian serta seleksi kandidat.

ArtikelTerkait

Prabowo Bikin Rakyat Bertepuk Sebelah Tangan di Hari Valentine (Pexels)

Ketika Prabowo Bikin Rakyat Bertepuk Sebelah Tangan di Hari Valentine

14 Februari 2025
Jokowi Sebaiknya Turun Mendamaikan Babarsari, ketimbang Ngurusin Putin yang Ngeyelan

Jokowi Sebaiknya Turun Mendamaikan Babarsari, ketimbang Ngurusin Putin yang Ngeyelan

5 Juli 2022
perdamaian politik

Kebersamaan Keluarga Pak SBY dan Ibu Mega dan Pentingnya Perdamaian Dalam Politik

9 Juni 2019
pembubaran fpi

Membubarkan Banser dan Pembubaran FPI: Serius?

26 Agustus 2019
Saya Heran Pak Jokowi Heran dengan Kondisi Jalan Raya Solo-Purwodadi, kan Emang Udah Rusak dari Dulu, Pak!

Saya Heran Pak Jokowi Heran dengan Kondisi Jalan Raya Solo-Purwodadi, kan Emang Udah Rusak dari Dulu, Pak!

26 Juli 2023
membaca fiksi

Menyadari Fiksi Kenyataan Hidup Melalui Novel Pedro Páramo

25 Mei 2019
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Kos LV di Jogja Isinya Maksiat, tapi Tetap Laku Diburu Mahasiswa (Unsplash) kos campur

Pindah dari Kos LV ke Kos Campur Ternyata Keputusan Buruk, Bukannya Tenang dari Desahan, Malah Tambah Sengsara

29 Januari 2026
Bayu Skak dan Film Ngapak Banyumas: Mengangkat Martabat atau Mengulang Stereotipe Buruk?

Bayu Skak dan Film Ngapak Banyumas: Mengangkat Martabat atau Mengulang Stereotipe Buruk?

26 Januari 2026
Pengalaman Menginap di Bobocabin Pacet Mojokerto: Tenang dan Nyaman, tapi Nggak Cocok buat Penakut

Pengalaman Menginap di Bobocabin Pacet Mojokerto: Tenang dan Nyaman, tapi Nggak Cocok buat Penakut

28 Januari 2026
Menurut Keyakinan Saya, Tugas Presentasi Mahasiswa Adalah Metode Pembelajaran yang Efektif, dan Saya Serius

Menurut Keyakinan Saya, Tugas Presentasi Mahasiswa Adalah Metode Pembelajaran yang Efektif, dan Saya Serius

31 Januari 2026
4 Alasan Freezer Nugget Lebih Membingungkan daripada Kulkas Minuman di Indomaret

4 Alasan Freezer Nugget Lebih Membingungkan daripada Kulkas Minuman di Indomaret

26 Januari 2026
Kopi Klotok Jogja Tidak Buka Cabang (Foto milik Hammam Izzudin)

Kopi Klotok Jogja Tidak Buka Cabang karena Fenomena Ndeso Itu Mewah Tidak Bisa Ditiru

26 Januari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=e8VJPpjKf2Q

Liputan dan Esai

  • Misi Mulia Rumah Sakit Visindo di Jakarta: Tingkatkan Derajat Kesehatan Mata dengan Operasi Katarak Gratis
  • DLH Jakarta Khilaf usai Warga Rorotan Keluhkan Bau Sampah dan Bising Truk dari Proyek Strategis Sampah RDF
  • Fakta Pahit soal Stunting. Apabila Tidak Diatasi, 1 dari 5 Bayi di Indonesia Terancam “Bodoh”
  • Indonesia Hadapi Darurat Kualitas Guru dan “Krisis Talenta” STEM
  • Kisah Pelajar SMA di Bantul Melawan Trauma Pasca Gempa 2006, Tak Mau Kehilangan Orang Berharga Lagi
  • Ironi Jogja yang “Katanya” Murah: Ekonomi Tumbuh, tapi Masyarakatnya Malah Makin Susah

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.