Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

Jika Masked Deuce Beri Surat Wasiat Portgas D. Ace untuk Monkey D. Luffy

Gusti Aditya oleh Gusti Aditya
25 September 2020
A A
Jika Masked Deuce Beri Surat Wasiat Portgas D. Ace untuk Monkey D. Luffy terminal mojok.co

Jika Masked Deuce Beri Surat Wasiat Portgas D. Ace untuk Monkey D. Luffy terminal mojok.co

Share on FacebookShare on Twitter

Nama Ace dalam jagad One Piece memang sudah mengambil hati terlampau dalam. Ia dikenal sebagai sosok kakak yang baik untuk Luffy dan gambaran kesetiaan untuk sosok Whitebeard. Untuk menambal lubang kesedihan atas kematian tragis sosok ini, sebuah mini novel One Piece novel A berjudul, One Piece: Ace’s Story pun diterbitkan. Total ada tiga volume, semua menceritakan lebih dalam mengenai sosok Ace.

Novel ini kemudian diadaptasi menjadi manga yang digambar oleh Boichi, mangaka Dr. Stone. Dari sini, kita bisa mengenal sosok Ace lebih dalam. Kita juga mendapatkan fakta-fakta menarik, salah satunya sosok Masked Deuce yang menjadi partner pertama Ace dalam membangun karier bajak lautnya.

Novel ini diawasi langsung oleh Oda Sensei agar penceritaan tetap runtut dan sistematis. Nah, bisa saja, Ace telah lama mengirimkan sebuah wasiat mengenai nasibnya di dunia bajak laut yang kian menghimpitnya. Bisa juga, Ace mempercayakan surat tersebut kepada Masked Deuce agar sampai langsung ke tangan Luffy. Jika itu terjadi, begini jadinya isi surat tersebut.

Untuk adikku, Luffy.

Entah di mana pun dirimu kini berada. Masihkah di Grand Line? Tempat kita kembali bersua di sebuah meja bar di Alabasta, memakan daging dan meminum arak? Atau sudah di New World? Tempat dengan segala kepicikan dan kekejaman di dalamnya? Entah di mana pun, aku bangga melihat dirimu tumbuh secepat ini, Adikku.

Entah surat ini sampai padamu atau tidak. Namun, jika dirimu menerima surat ini, berarti dirimu telah berjumpa secara baik dengan Masked Deuce. Entah bagaimana perjumpaanmu dengan Masked Deuce kelak. Entah melalui aliansi besar antara armada Papa (Whitebeard) atau Deuce menjadi sosok panutan bagi krumu kelak. Biarlah semesta yang menjawab. Aku tak mau terlibat terlalu banyak. Yang bisa aku katakan, Deuce adalah orang yang baik.

Adikku, jika dirimu membaca ini, aku tidak bisa menerka diriku masih ada atau sudah enyah dari jagad pramudita yang indah ini. Kau tahu, Adikku, api tak mungkin bertahan selamanya. Ia akan mati atau setidaknya melemah. Dalam gelap yang akan melahap sinar dan panasku secara perlahan.

Bagaimanapun caraku mati kelak, aku akan mengupayakan kematianku dengan cara sebaik-baiknya, sehormat-hormatnya. Aku hanya ingin melihat keluargaku—baik Papa, Deuce, anak-anak Papa lainnya, dan tentunya dirimu—tidak menangis dan bersedih terlalu dalam. Harus ada arak di acara pemakamanku. Harus ada sorak di pusaraku.

Baca Juga:

Menyelami Makna VUCA Melalui Petualangan Dunia One Piece

One Piece Film: Red: Eksperimen Oda yang Hasilnya Luar Biasa

Beberapa malam aku merasakan kebas luar biasa. Api-apiku terus mendidih tak tertahan. Seakan, beberapa waktu yang akan datang, aku akan terjebak dalam sebuah lingkaran yang tidak bisa aku lalui. Lagi-lagi, Adikku, aku bermimpi dikejar-kejar oleh kegelapan. Apiku dilahap secara perlahan. Parahnya, aku justru mati melawan “panas” yang kurang lebih sama dengan apa yang aku miliki.

Tidak, Dik, aku tidak mau membuatmu merasakan apa yang aku rasakan. Lewat surat ini, aku hanya ingin bersyukur lantaran dilahirkan dalam sebuah keluarga yang mengesankan. Aku terlahir dari sejarah panjang kebusukan dunia, dirawat oleh pahlawan yang salah tempat, dan tumbuh kembang dalam badan pahlawan besar yang dianggap jahat. Jika surga itu ada, apakah aku layak berada di sana, Dik?

Ah, lagi-lagi aku membuatmu berpikir. Aku tahu betul, selain lapar, kamu tidak suka berpikir. Namun, semisal boleh mengungkapkan rasa yang aku resahkan, jika surga adalah tempat yang membosankan, sepertinya aku memilih ke neraka saja. Setidaknya, di sana, aku menunggu dirimu, Dik. Setidaknya aku memilih reinkarnasi, menjadi sosok yang lebih baik lagi.

Aku sangat menyayangi Papa, kau pun tahu itu, Dik. Aku menjadi bagian terperih dari gelora yang diemban oleh Yonkou sekaliber Shirohige dengan segala penyakit yang menyertainya. Sepenjuru lautan, berdosa jika tak tahu namanya. Tak ada mata yang berani menatapnya secara langsung. Kau juga tahu, Dik, orang yang mendorongmu masuk dunia bajak laut—Akagami no Shanks—kala melihat mata Papa, langit langsung terbelalak lebar.

Dadaku membusung, punggungku tersemat sebuah pahat abadi yang aku kultuskan untuk bajak laut Papa. Lambang kumis putih disertai salib adalah kegagahan yang elok di mataku. Segalanya untuk Papa. Bahkan, jika ada sebuah pertanyaan begini, “Nyawa Papa atau nyawaku?” Aku akan meludahi si penanya itu. Bukan karena apa-apa. Hanya saja, pertanyaan itu terlalu bodoh. Sangat mudah aku jawab karena aku akan mengorbankan nyawaku!

Bahkan, namaku tidak lagi penting, Dik. Armada Papa segalanya bagiku. Kebanggaan, nilai, luhur, pekerti, hingga etika yang tak akan aku temui dari sosok kakek kita walau blio juga banyak berpengaruh untuk hidupku. Seluruh anak Papa, adalah saudaraku. Dan ketika si bajingan bernama Kurohige membunuh Thatch, aku kejar dirinya sampai aku hilang akal sehat bahwa aku sedang kalap.

Kita pernah kehilangan saudara, Dik. Betapa perihnya ditinggal Sabo. Kita pernah bermimpi yang sama, tujuan yang serupa. Kita pernah berjanji menggulingkan dunia, makan daging sebanyak-banyaknya. Tapi harapan hanya harapan, Papa pasti merasakan didihan emosi yang sama ketika anaknya saling membunuh demi kedudukan.

Ah, aku terlalu banyak bercerita mengenai internal bajak laut milik Papa. Tapi kamu harus tahu, Dik. Aku harap dirimu memperlakukan—dan diperlakukan—krumu sebagaimana Papa memperlakukan kami dan kami memperlakukan Papa. Ambisimu di mata khalayak ramai tak lebihnya dari sebuah lelucon, Dik. Setidaknya aku—juga mendiang Sabo—akan mendukung dan percaya bahwa kamu bisa meraih apa yang orang kira tak akan pernah bisa diraih olehmu.

Aku sudah melalang buana di seluruh penjuru bumi, Dik. Aku bertemu dengan anak kecil berambut ungu di Wano Kuni. Ia ingin bergabung denganku, entah apa tujuannya. Namun, setelah melihat lingkungannya yang tak adil, aku menganggap bahwa salah apa bocah sekecil ini?

Mengapa kuasa bisa diduduki oleh orang yang jahat? Tak ada yang sebijak Papa! Tak ada! Dan anehnya, aku melihat secerah cahaya itu pada dirimu, Dik. Namun, dirimu akan terbentur beribu-ribu kali, Dik. Entah apa benturan terbesarnya, apakah kematian krumu atau malah kematianku. Aku tak menakut-nakutimu, yang jelas benturan itu akan memberimu bahan bakar yang tak akan pernah habis.

Dik, dunia itu kejam. Namun jangan kamu balas dengan kekejaman yang lainnya. Aku adalah bentuk kegagalan dari sebuah ambisi. Aku adalah contoh terbaik untukmu kala sebuah mimpi tak pernah tercapai. Contohlah aku sebagai hal kemungkinan terburuk itu. Gunakan aku sebagai loncatan terbesarmu. Lihat apiku, Dik! Lihatlah! Apiku memudar, Dik, dengan cara yang tidak baik.

Majulah dan temukan ambisimu, Dik. Langkahmu tidak akan pernah sendiri, aku jamin itu. Dan pada satu titik, aku berada di belakangmu, entah di dunia atau di tempat lainnya. Dengan sebuah harapan, semoga kita dipertemukan dalam keadaan yang lebih baik.

Dengan penuh kasih, Portgas D. Ace. Dalam masa pelarian.

BACA JUGA No Debat! One Piece Lebih Baik daripada Naruto dan tulisan Gusti Aditya lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 25 September 2020 oleh

Tags: Masked Deucemonkey d. luffyPortgas D. Acewasiat
Gusti Aditya

Gusti Aditya

Pernah makan belut.

ArtikelTerkait

Menyelami Makna VUCA Melalui Petualangan Dunia One Piece

Menyelami Makna VUCA Melalui Petualangan Dunia One Piece

24 Februari 2026
scanlation one piece chapter 1011 attack On Titan Lebih Baik dari 'One Piece'? Mabuk, Bos?

One Piece, Manga Terbaik di Dunia, Adalah Tempat Terbaik Belajar Diskriminasi

11 Agustus 2020
Kekayaan Luffy

Menghitung Kekayaan Monkey D. Luffy, Kapten Bajak Laut Topi Jerami

2 April 2020
One Piece Film: Red: Eksperimen Oda yang Hasilnya Luar Biasa

One Piece Film: Red: Eksperimen Oda yang Hasilnya Luar Biasa

23 September 2022
Panduan Memahami Rumitnya Buah Iblis di Dunia One Piece

Panduan Memahami Rumitnya Buah Iblis di Dunia One Piece

25 Maret 2022
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Untuk Warga Surabaya, Stop Menormalisasi Bayar Parkir kepada Juru Parkir di Toko Atau Minimarket yang Bertuliskan 'Parkir Gratis'!

Jalan-jalan di Surabaya Itu Mudah dan Murah, tapi Jadi Mahal karena Kebanyakan Tukang Parkir Liar

21 April 2026
Kalau Mau Ketemu Orang Baik, Coba Naik Trans Jogja (Unsplash)

Kalau Mau Ketemu Orang Baik, Coba Naik Trans Jogja

27 April 2026
Cepu, Kecamatan di Blora yang Paling Pantas Dikasihani Mojok.co

Satu Dekade Merantau, Transportasi Umum di Blora Masih Gaib dan Jalanannya Bikin Cepat Menghadap Tuhan

24 April 2026
5 Perguruan Tinggi Swasta Terbaik di Bandung dari Kacamata Orang Lokal, Nggak Kalah dari Kampus Negeri Mojok.co PTN

Tradisi Tahunan Datang, Sekolah Kembali Sibuk Merayakan Siswa Lolos PTN, sementara yang Lain Cuma Remah-remah

23 April 2026
5 Kuliner Terbaik Demak yang Wajib Dicicipi Setidaknya Sekali Seumur Hidup Mojok.co

5 Kuliner Terbaik Demak yang Wajib Dicicipi Setidaknya Sekali Seumur Hidup

23 April 2026
Orang Wonogiri Layak Dinobatkan sebagai Orang Paling Bakoh Se-Jawa Tengah Mojok.co jogja

Saya Orang Wonogiri, Kerja di Jogja. Kalau Bisa Memilih Hidup di Mana, Tanpa Pikir Panjang Saya Akan Pilih Jogja

24 April 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=smSJ4KOJ5ac

Liputan dan Esai

  • Merawat Nilai Luhur di Dalam Candi Plaosan agar Tak Memudar Seiring Zaman
  • Alifa Moslem Babypreneur Daycare Jadi Penyelamat Orang Tua yang Harus Kerja dan Jogja yang Minim Ruang Bermain Anak
  • Bagi Pelari Kalcer, Kesehatan Tak Penting: Gengsi dan Diterima Sirkel Elite Jadi Prioritas Mereka
  • 4 Jurusan Kuliah yang Kerap Disepelekan tapi Jangan Dihapus, Masih Relevan dan Dibutuhkan di Bisnis Rezim Manapun
  • UU PPRT Menyelamatkan Manusia dari Perbudakan Modern: Harus Kita Rayakan, Meski Jalan Kemenangan Masih Panjang
  • Anak Usia 30-an Tak Ingin FOMO Pakai FreshCare, Setia Pakai Minyak Angin Cap Lang meski Diejek “Bau Lansia”

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.