Jika Ibu Sedang Menasihati Anak, Orang Lain Dilarang Melakukan Hal Ini. Bahaya! – Terminal Mojok

Jika Ibu Sedang Menasihati Anak, Orang Lain Dilarang Melakukan Hal Ini. Bahaya!

Artikel

Mengawasi, mendampingi, dan memberi nasihat anak dalam proses tumbuh kembangnya memang tidak mudah. Ada masa ketika anak sakit, susah makan, rewel, dan masih banyak lainnya yang sering kali membuat orang tua harus ekstra sabar. Apalagi saat anak sedang berada dalam usia sekolah yang masih butuh perhatian dan bimbingan dari orang tua. Ada saja masalah-masalah yang timbul. Entah karena nilai ujian yang menurun, ketahuan bolos sekolah, atau ketika anak berantem dengan temannya.

Masalah-masalah yang ada tersebut jika tidak terselesaikan dengan baik, maka akan memunculkan masalah-masalah lain yang bisa menganggu perkembangan fisik dan psikis seorang anak. Saat itulah peran orang tua, terutama ibu, sangat dibutuhkan untuk bisa mengubah situasi menjadi normal kembali. Biasanya yang pertama kali dilakukan ibu adalah menasihati anaknya terlebih dahulu. Cara menasihati anak memang berbeda-beda. Ada yang dengan cara halus, menggunakan nada tinggi, dan ada juga yang langsung marah-marah. Tujuannya sebenarnya sama saja, yaitu demi kebaikan anak agar mereka tidak mengulangi kesalahan atau perbuatan yang keliru.

Apa pun cara yang digunakan ibu ketika sedang menasihati anaknya, yang paling terpenting adalah orang lain dilarang ikut campur. Berikut ini akan saya jabarkan 5 hal yang tidak boleh dilakukan oleh orang sekitar atau orang lain ketika seorang ibu sedang menasihati anaknya.

#1 Ikutan ngomong tanpa disuruh

Menasihati anak yang sedang atau telah melakukan suatu hal yang keliru memang membutuhkan waktu yang pas dan suasana yang pas juga. Seorang anak juga perlu diberi ruang untuk introspeksi diri agar mereka bisa membedakan mana perbuatan yang baik dan tidak. Ketika tiba saatnya ibu mulai menasihati anaknya, hal yang perlu diperhatikan oleh orang lain yang berada di sekitar adalah tidak boleh ikutan ngomong. Boleh ngomong ketika disuruh. Selain itu harap untuk diam. Bagi seorang ibu, bicara dari hati ke hati dengan anaknya adalah hal yang paling penting tanpa harus ada orang lain yang ikut campur. Jika ada yang berani melanggar, siap-siap saja deh kena omelan.

Baca Juga:  Seandainya Tahapan Berpacaran sama Seperti Proses Seleksi Karyawan

#2 Membela sang anak

Anak akan tahu hal yang baik dan buruk ketika mereka belajar dari sebuah kesalahan. Misalnya saja anak bangun kesiangan karena main gim sampai malam. Ketika ibu sedang menasihati bahwa perilaku tersebut adalah keliru dan tidak boleh dilakukan kembali, sebaiknya orang-orang sekitar tidak boleh membenarkan perilaku tersebut dengan kalimat seperti ini, “Nggak papa sesekali bangun siang, kan sudah biasa bangun pagi.”

Please ya, sebaiknya jangan lakukan itu, deh. Itu sama saja membela sang anak yang sedang melakukan kesalahan. Kalau ada yang berani melakukan hal tersebut, dijamin jadi sasaran emosi si ibu.

#3 Menenangkan anak ketika menangis

Saat ibu sedang asik-asiknya menasihati anak, tak jarang anak menangis karena merasa takut ibunya akan marah dan memberi hukuman. Biasanya orang-orang yang berada di sekitar akan merasa iba melihat anak yang sedang menangis. Lalu tanpa ada perintah dari ibu, tiba-tiba mereka ikut membantu dengan mencoba menenangkan anak yang sedang menangis tersebut. Wah, untuk hal ini sebaiknya jangan dilakukan, deh. Seorang ibu tahu kok kapan anaknya akan menangis dan kapan anaknya berhenti menangis. Daripada ibu tambah emosi sebaiknya minggir dulu deh, ya.

#4 Menyuruh ibu berhenti ngomong

Tidak ada ibu yang pendiam. Sediam-diamnya seorang ibu pasti betah ngomong saat sedang menasihati anaknya. Jangan sesekali menyuruh seorang ibu berhenti ngomong dengan alasan kasihan anaknya atau malu didengar tetangga. Kalau ada orang yang berani melakukan hal tersebut, siap-siap saja deh menjadi target berikutnya orang yang akan mendapat nasihat. Mau?

Baca Juga:  Untuk Apa Mandi Pagi di Hari Libur?

#5 Berjalan ke sana kemari (mondar-mandir)

Hal terakhir yang tidak boleh dilakukan adalah berjalan ke sana kemari alias mondar-mandir di ruangan yang sama saat ibu sedang menasihati anaknya. Memang sih tidak ikutan ngomong ataupun ikut campur yang lainnya. Tapi ketika seorang ibu sedang berusaha untuk menasihati anaknya, kemudian ada orang lain yang wira-wira, itu bisa merusak konsentrasi dan membuat situasi tidak kondusif. Daripada kena omelan juga, lebih baik jangan mendekat. Bahaya soalnya.

Memberikan nasihat kepada seorang anak memang menjadi kewajiban setiap orang tua. Tanpa disadari, setiap ibu pasti memberikan nasihat kepada anaknya setiap saat. Walaupun nasihatnya itu-itu saja dan sering dianggap sepele oleh anaknya. Nasihat adalah sebuah bekal untuk perjalanan hidup. Apakah anak akan memilih jalan yang baik atau buruk, yang terpenting bekal tersebut sudah dibawakan dan ditaburi kebaikan dalam hati sang anak.

BACA JUGA Nasihat Pernikahan: Istri Memang Orang Lain bagi Suaminya dan tulisan Istiqomah lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.



Komentar

Comments are closed.