Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Kuliner

Jenang Jaket, Makanan Manis yang Patut Dijadikan Oleh-oleh Purwokerto. Biar Tahunya Nggak Cuma Nopia dan Mendoan

Ana Maria Dian Ayu Sekarsari oleh Ana Maria Dian Ayu Sekarsari
3 Agustus 2025
A A
Jenang Jaket, Makanan Manis yang Patut Dijadikan Oleh-oleh Purwokerto biar Tahunya Nggak Cuma Nopia dan Mendoan

Jenang Jaket, Makanan Manis yang Patut Dijadikan Oleh-oleh Purwokerto biar Tahunya Nggak Cuma Nopia dan Mendoan (Midori via Wikimedia Commons)

Share on FacebookShare on Twitter

Kalau ke Purwokerto, jangan lupa membeli oleh-oleh jenang jaket untuk sanak saudara di kampung halaman, ya.

Banyumas memiliki kuliner yang melimpah. Mulai dari sroto Sokaraja, getuk goreng, keripik tempe, mendoan, nopia, dll. Selain kuliner yang tentunya sudah terkenal itu, ada satu lagi kuliner yang bisa dijadikan referensi untuk oleh-oleh. Kuliner yang saya maksud adalah jenang jaket.

Ketika akun Instagram Mojok memposting rekomendasi makanan khas Banyumas selain keripik tempe dan nopia, banyak netizen yang bertanya, “Kok nggak ada jenang jaket, Kak?” Sebagai orang yang lahir di Purwokerto, saya baru ingat bahwa masih ada satu makanan lagi yang patut dicoba dan jadi oleh-oleh Purwokerto.

Apa itu jenang jaket?

Jenang jaket terbuat dari gula merah, santan kelapa, dan beras ketan. Kata “jaket” sendiri bukan merupakan istilah pakaian, melainkan akronim dari “Jenang Asli Ketan”. Oleh-oleh Purwokerto ini memiliki cita rasa yang manis dan gurih serta tekstur yang lembut dan kenyal.

Kadang, jenang jaket dijadikan makanan pendamping saat minum teh atau kopi. Biasanya ada dua jenis jenang]. Pertama, polos tanpa wijen. Kedua, dengan wijen.

Di Purwokerto sendiri, makanan ini juga disajikan dalam acara hajatan tertentu. Makanan ini menjadi makanan yang wajib dihidangkan. Namun seiring perkembangan zaman, makanan manis ini dijadikan sebagai oleh-oleh khas Purwokerto.

Dibuat dengan cara tradisional

Pembuatan jenang jaket cukup unik. Dimasak dengan cara tradisional, yaitu menggunakan wajan tembaga ditaruh di atas tungku arang dan batok kelapa. Pertama, beras ketan dihaluskan terlebih dulu. Selanjutnya, santan direbus sampai mendidih lalu didinginkan. Setelah itu masukkan tepung beras ketan yang sudah dihaluskan ke dalam wajan untuk diaduk bersama santan hingga merata.

Setelahnya, tambahkan gula merah yang sudah dicairkan ke wajan. Terakhir, tinggal aduk adonan jenang hingga matang. Terus aduk agar adonan tidak gosong. Setelah adonan jenang matang, adonan didinginkan selama seharian. Sebelum itu, adonan jenang diberi taburan wijen dan diaduk hingga merata. Kalau tidak diberi taburan wijen, adonan jenang jaket yang sudah matang bisa langsung didinginkan.

Baca Juga:

6 Tips Makan Soto Ayam Jalan Bank H. Loso Purwokerto agar Makin Nikmat

5 Hal Menyenangkan di Purwokerto yang Bikin Betah

Adonan jenang yang sudah didinginkan selama sehari selanjutnya dipotong-potong. Setelah itu jenang siap dikemas untuk dijual. Bisa sebagai oleh-oleh khas Purwokerto ataupun dihidangkan pada acara tertentu.

Makna simbolis

Jenang jaket memiliki makna simbolis dalam budaya masyarakat di Banyumas. Jenang yang lengket melambangkan persatuan dan kekeluargaan. Sementara itu rasa manisnya melambangkan doa agar kehidupan yang dijalani menjadi berkah.

Dalam tradisi pernikahan, jenang melambangkan hubungan yang lengket agar hubungan pasangan tetap bersatu dan lengket satu sama lain. Sementara itu dalam acara syukuran, makanan ini menjadi simbol syukuran atas semua berkah dan rezeki yang diberikan oleh Tuhan. Makanan makanan manis ini kerap dihidangkan dalam acara-acara seperti syukuran, hari raya, dll., di Purwokerto.

Kelurahan Mersi di Purwokerto Timur, pusat jenang jaket

Kelurahan Mersi, Kecamatan Purwokerto Timur, Banyumas, merupakan pusat home industry jenang jaket. Salah satu pelopornya di Mersi adalah Jenang Jaket Pertama milik Soehardja. Toko ini sudah lama menjual jenang sejak tahun 1980. Usaha tersebut kini dilanjutkan oleh anak pertama Soehardja, Salimin. Sampai sekarang, mereka masih menjaga kualitas rasa jenang yang dijual. Bahkan cara pembuatannya pun masih menggunakan tungku tradisional.

Selain itu, masih ada toko jenang jaket lainnya. Kalau penasaran seperti apa makanan manis satu ini, sempatkan datang ke daerah Mersi saat berkunjung ke Banyumas. Jangan lupa diborong sebagai oleh-oleh khas Purwokerto juga, ya.

Itulah sekilas mengenai jenang jaket. Jenang yang awalnya merupakan makanan yang dihidangkan pada acara-acara tertentu seperti pernikahan dan syukuran, kini menjadi makanan oleh-oleh khas Purwokerto. Semoga setelah membaca artikel ini, kalian bakal tertarik untuk mencicipi makanan manis ini. Biar tahunya nggak cuma nopia dan mendoan.

Penulis: Ana Maria Dian Ayu Sekarsari
Editor: Intan Ekapratiwi

BACA JUGA 4 Makanan Khas Purwokerto yang Pantas Jadi Oleh-oleh selain Keripik Tempe dan Nopia, Sayangnya Tidak Banyak Wisatawan Tahu.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 3 Agustus 2025 oleh

Tags: jenang jaketkuliner purwokertooleh-oleh purwokerto
Ana Maria Dian Ayu Sekarsari

Ana Maria Dian Ayu Sekarsari

Lahir dan tinggal di Purwokerto.

ArtikelTerkait

Purwokerto Aneh: Ada Soto, Bakso, hingga Opor Ayam Campur Kacang di Sini

Purwokerto Aneh: Ada Soto, Bakso, hingga Opor Ayam Campur Kacang di Sini

11 Maret 2024
Purwokerto Semakin Maju dan Kekinian tapi Tak Semua Orang Bisa Menikmatinya, apalagi Jika Hanya Bergaji UMR

Purwokerto Semakin Maju dan Kekinian tapi Tak Semua Orang Bisa Menikmatinya, apalagi Jika Hanya Bergaji UMR

5 September 2025
Rekomendasi 8 Roti yang Wajib Dibeli di Roti GO Purwokerto, Toko Roti Tertua di Indonesia

Rekomendasi 8 Roti yang Wajib Dibeli di Roti GO Purwokerto, Toko Roti Tertua di Indonesia

28 April 2025
Sahoun Ayam, Makanan Khas Purwokerto yang Jarang Dilirik karena Nggak Menarik

Sahoun Ayam, Makanan Khas Purwokerto yang Jarang Dilirik Orang karena Nggak Menarik

5 Mei 2024
5 Oleh-oleh Purwokerto yang Jarang Dilirik Wisatawan, Kalah Sama yang Viral dan Kekinian

5 Oleh-oleh Purwokerto yang Jarang Dilirik Wisatawan, Kalah Sama yang Viral dan Kekinian

3 September 2025
Kampel: Makanan Khas tapi Nggak Semua Orang Purwokerto Tahu

Kampel: Makanan Khas tapi Nggak Semua Orang Purwokerto Tahu

13 Juli 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Kalau Nggak Doyan Kuliner Sumenep, Cobalah Kuliner Orang Bangkalan Madura yang Ternyata Beragam Mojok.co

Kalau Nggak Doyan Kuliner Sumenep, Cobalah Kuliner Bangkalan Madura yang Rasanya Nggak Kaleng-kaleng

15 Februari 2026
Al Waqiah, Surah Favorit Bikin Tenang Meski Kehilangan Uang (Unsplash)

Al Waqiah, Surah Favorit yang Membuat Saya Lebih Tenang Meski Kehilangan Uang

20 Februari 2026
Saya Kapok Ikut Bukber! Cuma Kenyang Dipameri Lanyard Kantor dan Kesuksesan Teman-teman Mojok.co

4 Alasan yang Bikin Saya Malas Datang Bukber, Bukan Cuma karena Jadi Ajang Pamer

21 Februari 2026
Honda Spacy: “Produk Gagal” Honda yang Kini Justru Diburu Anak Muda

Honda Spacy: “Produk Gagal” Honda yang Kini Justru Diburu Anak Muda

19 Februari 2026
Realitas Mahasiswa UNNES Gunungpati: Ganti Kampas Rem yang Mengacaukan Keuangan, Bukan Kebutuhan Kampus Mojok.co

Rajin Ganti Kampas Rem, Kebiasaan Baru yang (Terpaksa) Tumbuh Pas Jadi Mahasiswa UNNES Gunungpati

20 Februari 2026
Alas Purwo Banyuwangi Itu Nggak Semenyeramkan Itu kok, Kalian Aja yang Lebay alas roban

Alas Roban Terkenal Angker, tapi Alas Purwo Lebih Misterius dan Mencekam

19 Februari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=FgVbaL3Mi0s

Liputan dan Esai

  • Omong Kosong Menua Tenang di Desa: Menjadi Ortu di Desa Tak Cuma Dituntut Warisan, Harus Pikul Beban Berlipat dan Bertubi-tubi Tanpa Henti
  • WNI Lebih Sejahtera Ekonomi dan Mental di Malaysia tapi Susah Lepas Paspor Indonesia, Sial!
  • 3 Dosa Indomaret yang Membuat Pembeli Kecewa Serta Tak Berdaya, tapi Tak Bisa Berbuat Apa-apa karena Terpaksa
  • Derita Orang Biasa yang Ingin Daftar LPDP: Dipukul Mundur karena Program Salah Sasaran, padahal Sudah Susah Berjuang
  • Sarjana Sastra Indonesia PTN Terbaik Jadi Beban Keluarga: 150 Kali Ditolak Kerja, Ijazah buat Lamar Freelance pun Tak Bisa
  • Muak Buka Bersama (Bukber) sama Orang Kaya: Minus Empati, Mau Menang Sendiri, dan Suka Mencaci Maki bahkan Meludahi Makanan

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.