Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Kuliner

5 Oleh-oleh Purwokerto yang Jarang Dilirik Wisatawan, Kalah Sama yang Viral dan Kekinian

Alifia Putri Nur Rochmah oleh Alifia Putri Nur Rochmah
3 September 2025
A A
5 Oleh-oleh Purwokerto yang Jarang Dilirik Wisatawan, Kalah Sama yang Viral dan Kekinian

5 Oleh-oleh Purwokerto yang Jarang Dilirik Wisatawan, Kalah Sama yang Viral dan Kekinian (unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Purwokerto, kota sederhana di kaki Gunung Slamet yang selalu memikat dengan pesonanya. Selain udara yang sejuk dan keramahan warganya, Purwokerto juga punya segudang oleh-oleh khas yang siap banget jadi kenang-kenangan perjalanan. Tetapi ada 5 oleh-oleh khas Purwokerto yang nyaris luput dari perhatian wisatawan. Padahal rasa dan keunikannya nggak kalah dengan yang sudah terkenal.

#1 Nopia, kue kering dengan isian gula merah yang super renyah

Kalau ngomongin oleh-oleh khas Banyumas, khususnya Purwokerto, nopia pasti selalu disebut. Anehnya, meski dijual di banyak toko oleh-oleh, tak banyak wisatawan yang benar-benar melirik dan menjadikan nopia sebagai oleh-oleh andalan.

Nopia punya keunikan tersendiri. Kulitnya renyah seperti cangkang telur dengan isian manis legit gula merah yang bikin nagih. Yang bikin menarik, proses pembuatannya masih dilakukan dengan cara tradisional. Nopia dicetak dengan cetakan khusus yang memberikan bentuk khas berlekuk-lekuk.

Nopia mungkin terlihat biasa saja di mata wisatawan yang sudah terbiasa dengan kue kering modern. Tapi coba deh sekali gigit makanan ini, pasti langsung doyan. Nopia cocok banget menemani ngopi sore atau buat camilan sambil nonton drakor.

#2 Niwo dan kampel, duo gorengan tradisional yang mulai punah

Kalau kamu main ke pasar tradisional Purwokerto, kamu mungkin pernah melihat niwo dan kampel. Dua gorengan legendaris ini berbahan utama ampas tahu dan tepung yang teksturnya renyah gurih. Sayangnya, gorengan ini mulai jarang ditemukan, bahkan oleh warga lokal sendiri.

Niwo dan kampel biasanya tidak cukup populer di kalangan anak muda yang lebih beralih ke gorengan kekinian. Mungkin karena tampilannya yang sederhana atau karena mereka lebih familier sama cireng atau tahu isi yang hits di media sosial. Padahal gorengan ini punya rasa khas dan nilai historis yang kuat sebagai camilan sehari-hari masyarakat Purwokerto.

Ironisnya, di tengah gencarnya kampanye zero waste dan sustainable food, niwo dan kampel yang sudah duluan menerapkan konsep itu malah diabaikan. Kalau nemu niwo atau kampel, jangan ragu buat dibawa pulang jadi oleh-oleh Purwokerto, ya. Biar makanan ini nggak hilang ditelan zaman.

#3 Jenang jaket, oleh-oleh Purwokerto yang sering terlewatkan

Jenang jaket adalah singkatan dari jenang asli ketan. Biasanya kudapan ini muncul di berbagai acara seperti pernikahan dan syukuran. Jenang jaket terbuat dari tepung ketan, gula merah, dan santan, dimasak sampai kental dan disajikan dengan tekstur kenyal yang menggugah selera.

Baca Juga:

Guyonan “Banyumas Ditinggal Ngangenin, Ditunggoni Ra Sugih-sugih” Adalah Fakta Buruk yang Dipaksa Lucu

Purwokerto Jadi Tempat Slow Living Orang Kota, Warlok: Bisa Jadi Masalah Baru

Sayangnya, jenang jaket jarang jadi pilihan utama oleh-oleh wisatawan yang datang ke Purwokerto. Mungkin karena wisatawan lebih familier sama dodol atau wajik yang tampilannya lebih menarik secara visual. Atau mungkin karena jenang jaket biasanya dijual dalam kemasan sederhana yang nggak se-eye-catching kemasan oleh-oleh modern.

Padahal rasa jenang jaket legit dan manis sempurna. Kalau kamu mau coba oleh-oleh Purwokerto yang beda dan autentik, jenang jaket bisa jadi opsi menarik. Kelebihannya, jenang jaket tahan lama, jadi cocok dibawa jauh.

#4 Lanting, snack renyah dari singkong yang kelewatan tenar

Lanting juga olahan khas Purwokerto dari bahan singkong yang digoreng dengan bumbu khas seperti rempah bawang dan garam. Rasanya gurih dan teksturnya renyah sampai ke bagian dalam.

Proses pembuatan lanting cukup unik. Singkong diparut, dicampur dengan bumbu, lalu dibentuk hingga menyerupai angka 8 sebelum digoreng. Teknik pembentukan ini yang bikin lanting punya tekstur berlapis-lapis dan renyah di setiap gigitan.

Meskipun lanting punya rasa yang nikmat dan tahan lama, sayangnya ia kerap terlupakan oleh wisatawan yang datang ke Purwokerto. Wisatawan kebanyakan mengejar oleh-oleh seperti getuk goreng atau tempe mendoan. Padahal dari segi rasa, lanting tak kalah enak.

#5 Pepes Bandeng Sisca, oleh-oleh Purwokerto yang tak kalah memikat

Pepes bandeng mungkin bukan makanan pertama yang terlintas saat memikirkan oleh-oleh Purwokerto. Tetapi di sini ada satu legenda pepes bandeng, yakni Pepes Bandeng Sisca. Masakan rumahan ini punya cita rasa kayak rempah dan gurih yang bikin ketagihan.

Pepes Bandeng Sisca berbeda dari pepes bandeng biasa. Ikan bandeng segar dibumbui dengan racikan rempah khas yang udah jadi resep turun-temurun, lalu dibungkus daun pisang dan dikukus sampai bumbu meresap sempurna. Hasilnya? Daging ikan yang lembut dengan bumbu yang nendang tapi nggak overpowering.

Yang bikin pepes ini istimewa adalah teknik pembersihan durinya yang hampir sempurna. Jadi, kamu bisa makan pepes bandeng tanpa perlu khawatir kesangkut duri. Ini skill yang nggak sembarang orang bisa.

Sayangnya, karena prosesnya yang rumit dan bahan bakunya berupa ikan bandeng segar, pepes bandeng jarang masuk dalam daftar oleh-oleh Purwokerto. Wisatawan biasanya mikir praktis: yang tahan lama, mudah dibawa, dan nggak ribet.

Sebenarnya ada beberapa alasan kenapa lima oleh-oleh Purwokerto di atas kurang mendapat perhatian wisatawan. Pertama karena packaging-nya nggak semenarik kemasan oleh-oleh modern. Kedua, promosinya nggak semasif oleh-oleh kekinian. Ketiga, mindset wisatawan yang lebih suka “jaminan viral” di medsos sehingga tak melirik oleh-oleh yang autentik. Keempat, karena beberapa oleh-oleh ini cuma bisa ditemukan di tempat-tempat tertentu, nggak semudah beli mendoan di setiap sudut jalan.

Jadi, lain kali kalau ke Purwokerto, jangan cuma beli oleh-oleh yang sudah mainstream. Coba jelajahi pasar tradisional, bertanya ke warga lokal, atau mampir ke warung-warung kecil. Siapa tahu kamu bisa jadi pelopor yang bikin oleh-oleh tradisional di atas viral lagi.

Penulis: Alifia Putri Nur Rochmah
Editor: Intan Ekapratiwi

BACA JUGA Jenang Jaket, Makanan Manis yang Patut Dijadikan Oleh-oleh Purwokerto. Biar Tahunya Nggak Cuma Nopia dan Mendoan.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 3 September 2025 oleh

Tags: jenang jaketkampelkuliner purwokertolantingniwonopiaOleh-Oleholeh-oleh khas purwokertooleh-oleh purwokertopepes bandeng siscapurwokerto
Alifia Putri Nur Rochmah

Alifia Putri Nur Rochmah

Penulis kelahiran Kebumen. Anak Ekonomi Pembangunan UNS yang lebih tertarik pada cerita di balik data. Berpengalaman sebagai content writer dan content creator, gemar berkelana ke tempat-tempat baru, dan menulis tentang apa saja dari yang serius sampai yang receh.

ArtikelTerkait

Oleh-Oleh Khas Wonosobo yang Sebaiknya Kalian Pikir Ulang Sebelum Membelinya Mojok.co

Oleh-Oleh Khas Wonosobo yang Sebaiknya Kalian Pikir Ulang Sebelum Membelinya

10 Desember 2024
3 Alasan yang Membuat Orang Purwokerto Minder dan Iri pada Warga Jogja Mojok.co

3 Alasan yang Membuat Orang Purwokerto Iri pada Warga Jogja

15 Juli 2025
3 Tempat Wisata yang Kerap Disalahpahami Berada di Purwokerto oleh Wisatawan

3 Tempat Wisata yang Kerap Disalahpahami Berada di Purwokerto oleh Wisatawan padahal Bukan

13 April 2024
Kecamatan Sumbang, Jalur Alternatif Purbalingga-Purwokerto yang Mulai Dilalui Bus dan Kondisinya Nggak Terurus

Kecamatan Sumbang, Jalur Alternatif Purbalingga-Purwokerto yang Kondisinya Nggak Terurus

16 Juni 2023
4 Cara Cerdas Memilih Bakpia Jogja Berkualitas untuk Dijadikan Oleh-Oleh Mojok.co oleh-oleh jogja

4 Cara Cerdas Memilih Bakpia Jogja Berkualitas untuk Dijadikan Oleh-Oleh

8 Juni 2025
Selamat Datang di Purwokerto, Kota Tanpa Ojol di Stasiun

Purwokerto Punya Fenomena Baru, yaitu Paksel alias Ngapak Jaksel: Logat Ngapak, Gaya Jaksel

27 Juli 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Pintu Tol KM 99 Cipularang, Pemberi Berkah bagi Warga Purwakarta: Mobilitas Makin Mudah, Akses Pendidikan Makin Luas

Pintu Tol KM 99 Cipularang, Pemberi Berkah bagi Warga Purwakarta: Mobilitas Makin Mudah, Akses Pendidikan Makin Luas

15 Mei 2026
Tanjakan Gombel Semarang: Bukan Kerajaan Wewe, tapi Saksi Bisu Jejak Sejarah dan Nadi Utama Kota Semarang

Tanjakan Gombel Semarang: Bukan Kerajaan Wewe, tapi Saksi Bisu Jejak Sejarah dan Nadi Utama Kota Semarang

17 Mei 2026
Fortuner dan Pajero Memang Arogan, tapi Pemotor yang Nggak Pernah Menyetir Mobil Adalah Red Flag Sesungguhnya di Jalan Raya Mojok.co

Fortuner dan Pajero Memang Arogan, tapi Pemotor yang Nggak Paham Logika Nyetir Mobil Lebih Red Flag di Jalan Raya

14 Mei 2026
Checklist Mahasiswa Semester Akhir: Siapkan Semua Berkas Ini Kalau Mau Lulus

5 Sifat Mahasiswa Semester Akhir yang Menjengkelkan, Segera Intropeksi Diri Jika Tidak Ingin Dijauhi Teman

12 Mei 2026
Pantai Glagah Disebut Bali-nya Jogja, dan Saya Tidak Tahu Harus Senang atau Khawatir

Pantai Glagah Disebut Bali-nya Jogja, dan Saya Tidak Tahu Harus Senang atau Khawatir

15 Mei 2026
Peribahasa Ada Harga Ada Rupa Tidak Berlaku untuk “MBG” Superindo yang Wujudnya Meyakinkan, Rasa Enak, dan Harganya Tetap Murah Mojok.co

Peribahasa Ada Harga Ada Rupa Tidak Berlaku untuk “MBG” Superindo yang Wujudnya Meyakinkan, Rasa Enak, dan Harganya Tetap Murah

17 Mei 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=smSJ4KOJ5ac

Liputan dan Esai

    Konten Promosi



    Google News
    Ikuti mojok.co di Google News
    WhatsApp
    Ikuti WA Channel Mojok.co
    WhatsApp
    Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
    Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
    Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

    Tentang
    Kru
    Kirim Tulisan
    Ketentuan Artikel Terminal
    Kontak

    Kerjasama
    F.A.Q.
    Pedoman Media Siber
    Kebijakan Privasi
    Laporan Transparansi

    PT NARASI AKAL JENAKA
    Perum Sukoharjo Indah A8,
    Desa Sukoharjo, Ngaglik,
    Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

    [email protected]
    +62-851-6282-0147

    © 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

    Tidak Ada Hasil
    Lihat Semua Hasil
    • Nusantara
    • Kuliner
    • Kampus
      • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Olahraga
    • Otomotif
    • Hiburan
      • Anime
      • Film
      • Musik
      • Serial
      • Sinetron
    • Gaya Hidup
      • Fesyen
      • Gadget
      • Game
      • Kecantikan
    • Kunjungi MOJOK.CO

    © 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.