Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

Jatinangor Lebih Perlu 3 Hal Ini ketimbang Jans Park dan McD

Ananda Bintang oleh Ananda Bintang
20 November 2022
A A
Jatinangor Lebih Perlu 3 Hal Ini ketimbang Jans Park dan McD Terminal Mojok

Jatinangor Lebih Perlu 3 Hal Ini ketimbang Jans Park dan McD (Unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

#2 Trotoar dan JPO yang ramah pejalan kaki

Sejak 2022, sudah nggak terhitung angka kecelakaan yang terjadi di Jatinangor. Tak jarang, kecelakaan tersebut merenggut nyawa mahasiswa atau bahkan warga sekitar. Salah satu penyebab kecelakaan di Jatinangor adalah karena banyaknya kendaraan berat seperti truk yang melintas dan membuat beberapa kendaraan kecil, terutama pejalan kaki sering menjadi korban.

Adanya tol Cisumdawu, nggak membuat truk-truk ini akhirnya pindah haluan ke tol. Hal ini diperparah dengan buruknya trotoar yang membuat pejalan kaki harus sedikit berjalan di sisi jalan dan nggak adanya jembatan penyeberangan orang (JPO).

Menyeberang jalan di Jatinangor hanya untuk pergi ke kampus atau membeli jajanan yang tak seberapa akhirnya harus mempertaruhkan nyawa. Inilah yang membuat Jatinangor memerlukan jembatan pejalan orang atau minimal memperbaiki trotoar agar bisa meminimalisasi kecelakaan terhadap pejalan kaki.

Selain itu, untuk mengurangi kecepatan pengendara juga perlu dibangun semacam traffic calming seperti rambu-rambu, polisi tidur, dan semacamnya.

#3 Semacam co-working atau creative space yang nggak perlu bayar

Sebagai mahasiswa kere yang perlu diskusi entah soal tugas atau ikut organisasi, tentu kami mendambakan ruangan dengan sarana prasarana yang memadai. Memang sih di masa pandemi akhirnya ruang jadi nggak terbatas karena bisa dilakukan secara online, tapi sebagai mahasiswa yang sudah kuliah offline, pertemuan tatap muka tentu dibutuhkan. Meskipun sudah ada ruang sekre di kampus untuk mahasiswa, sekre cenderung eksklusif pada UKM atau organisasi tertentu. Makanya co-working atau creative space sangat dibutuhkan di Jatinangor.

Nggak perlu yang ada perosotannya kayak di Google atuh, co-working space yang dibutuhkan mahasiswa sebenarnya cuma tempat duduk dan WiFi kencang. Dan yang paling penting: gratis! Tapi, apakah ini memungkinkan untuk dibangun kalau fasilitas dasar seperti trotoar dan transportasi publik saja belum memadai?

Sebenarnya Rektor Unpad sendiri sudah punya niatan ingin membangun semacam co-working atau creative space untuk para mahasiswanya. Ya memang ruang seperti ini dibutuhkan mahasiswa yang butuh bercengkerama biar nggak perlu lagi memesan es air mineral untuk sekadar numpang WiFi-an.

Dibanding membangun hal-hal yang ada di kota dan memaksakan Jatinangor seperti kota dengan semakin melanggengkan gentrifikasi, saya pikir membangun hal-hal yang “menyejahterakan” mahasiswa dan mungkin warga sekitar lebih afdal dan esensial. Jadi, kalau keinginan hadirnya McD dari tahun-tahun sebelumnya akhirnya terealisasi oleh doa dan suara mahasiswa, kenapa hal-hal penting dan lebih sustainable kayak transportasi publik yang baik atau trotoar bagus nggak bisa terwujud? Toh, kami jadi mahasiswa hanya sementara, tapi jadi warga yang menderita adalah selamanya~

Baca Juga:

Nasib Stasiun Tegalluar, stasiun megah, tapi jauh dari peradaban, kalah ramai dari Padalarang

Kasihan Kecamatan Cipatat lebih sering diingat buruknya, padahal punya banyak kontribusi lain bagi Bandung Barat

Penulis: Ananda Bintang
Editor: Intan Ekapratiwi

BACA JUGA Hal-hal Unik di Jatinangor yang Harus Diketahui Maba Unpad.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Anda penulis Terminal Mojok? Silakan bergabung dengan Forum Mojok di sini.
Halaman 2 dari 2
Prev12

Terakhir diperbarui pada 20 November 2022 oleh

Tags: BandungjatinangorJawa Baratmcdtransportasi publiktrotoar
Ananda Bintang

Ananda Bintang

ArtikelTerkait

Minum Teh Tawar dan Makan Leunca: Culture Shock Orang Jawa Timur yang Datang ke Purwakarta

Minum Teh Tawar dan Makan Leunca: Culture Shock Orang Jawa Timur yang Datang ke Purwakarta

6 September 2023
Margaasih, Kecamatan yang Penuh Keanehan di Kabupaten Bandung

Margaasih, Kecamatan yang Penuh Keanehan di Kabupaten Bandung

22 Februari 2024
Membayangkan Teras Cikapundung Bandung kalau Dirawat Lebih Serius oleh Pemkot Mojok.co

Membayangkan Teras Cikapundung Bandung kalau Dirawat Lebih Serius oleh Pemkot

13 Mei 2024
Kota Bandung Nggak Butuh Tol Dalam Kota!

Rencana Pembangunan Tol Dalam Kota Bandung Sia-sia, Kota Kembang Nggak Butuh Tol Dalam Kota!

19 Oktober 2024
Kecamatan Cimenyan, Kecamatan Penting yang Nggak Dianggap di Bandung

Kecamatan Cimenyan, Kecamatan Penting yang Nggak Dianggap di Bandung

6 Agustus 2024
Kiaracondong Titik Kawasan Paling Bermasalah di Bandung (Unsplash)

Kiaracondong, Perlintasan Kereta Api yang Tidak Punya Harga Diri dan Paling Bermasalah di Bandung

9 Mei 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Penebang pohon keliling, profesi yang kerap dianggap sepele, dibayar murah, padahal taruhannya nyawa

Penebang pohon keliling, profesi yang kerap dianggap sepele, dibayar murah, padahal taruhannya nyawa

2 Agustus 2026
Dear Indosiar, terima kasih sudah menghibur ibu saya lewat acara dangdut D’Academy Mojok.co

Dear Indosiar, terima kasih sudah menghibur ibu saya lewat acara Dangdut Academy

5 Agustus 2026
Kerja di Bekasi nggak bikin cepat kaya, justru bikin saya capek dan kangen kampung halaman

Kerja di Bekasi nggak bikin cepat kaya, justru bikin saya capek dan kangen kampung halaman

2 Agustus 2026
Menganggap Tulungagung sebagai pusat pesugihan di Jawa Timur karena banyak industri rumahan adalah kesimpulan yang dangkal, bodoh, malas, dan sampah

Menganggap Tulungagung sebagai pusat pesugihan di Jawa Timur karena banyak industri rumahan adalah kesimpulan yang dangkal, bodoh, malas, dan sampah

7 Agustus 2026
Burnout bukan hak istimewa dokter. Karyawan toko, buruh, sampai ojol juga bisa mengalaminya

Burnout bukan hak istimewa dokter. Karyawan toko, buruh, sampai ojol juga bisa mengalaminya

6 Agustus 2026
5 Peringatan untuk wargi Jakarta yang nafsu pindah ke Salatiga (Unsplash)

5 Peringatan untuk wargi Jakarta yang nafsu banget mau pindah ke Salatiga

2 Agustus 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=76Rp5owBnpc


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.