Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

Jangan Nilai Buku dari Sampulnya, dan Jangan Menilai Tangerang Selatan Hanya dari Bintaro, Alam Sutera dan BSD Saja

Wisnu Adi Pratama oleh Wisnu Adi Pratama
4 Februari 2026
A A
Andai Jadi Warga Tangerang Selatan, Saya Pasti Sudah Pusing Tujuh Keliling. Mending Resign Jadi Warga Tangsel!

Andai Jadi Warga Tangerang Selatan, Saya Pasti Sudah Pusing Tujuh Keliling. Mending Resign Jadi Warga Tangsel! (unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Tangerang Selatan belakangan lebih sering disorot karena problem sampah yang tak kunjung selesai. Tetapi jauh sebelum itu, Tangerang Selatan sudah dianggap jauh lebih maju daripada saudara tuanya, yaitu Kabupaten Tangerang, bahkan mungkin Tangerang Kota sebagai ibu kandungnya.

Untuk yang belum tahu, Tangerang Selatan ini mengalami pemekaran pada tahun 2008. Pembentukan daerah otonom baru ini dilakukan untuk memperpendek rentang kendali pemerintahan sehingga pemerataan pembangunan dan pelayan publik dapat diwujudkan.

Pemekaran tersebut “memecah” Tangerang Selatan jadi 7 kecamatan. Yaitu Serpong, Serpong Utara, pondok aren, Ciputat, Ciputat timur, Pamulang, dan Setu. Banyak, kan? Banyak lah.

Untuk sebuah kota yang baru tumbuh, Tangsel ini melaju pesat dalam hal pembangunan, kawasan hunian, bisnis dan ekonomi kreatif. Jika melihat wilayah seperti BSD, Bintaro, Alam Sutra (Alsut) rasanya memang seperti kota mandiri, impian, juga modern. Hal ini membuat wilayah-wilayah di kota-kota besar lainnya iri.

Sebut saja BSD yang menjadi kawasan bisnis sejajar dengan Kuningan, Jakarta Selatan. Bahkan mungkin lebih baik karena di BSD masih bisa merasakan udara sejuk dengan pepohonan besar di sepanjang jalan, juga lalu lintas yang lebih manusiawi tidak sepadat Jakarta. BSD ini bisa dibilang jauh lebih populer daripada Serpong itu sendiri.

Bintaro bikin orang Tangerang Selatan menepuk dada

Selain BSD, orang akan lebih pede menyebutkan dirinya tinggal di Bintaro daripada daerah lainnya di Tangerang Selatan. Semacam ada kebanggaan ketika ditanya daerah asal. Memang tidak bisa dimungkiri, level Bintaro sama dengan Kemang, Jakarta Selatan atau mungkin lebih baik dari segi hunian yang cukup enak dan sejuk, pusat perbelanjaan bertebaran, juga akses yang mudah ke mana-mana, juga banyaknya tempat nongkrong untuk anak muda yang tidak ada habisnya.

Tidak heran juga banyak artis-artis yang memilih tinggal di Bintaro daripada tinggal di Jakarta. Semacam sedikit penegasan bahwa daerah ini memang sangat nyaman untuk beristirahat dari rutinitas yang melelahkan.

Agak geser ke perbatasan dengan Tangerang Kota. Selain BSD dan Bintaro, ada satu wilayah yang terletak di antara Serpong Utara (Tangsel) dan Pinang (Kota Tangerang ) bernama Alam Sutera. Kawasan kota mandiri terencana dengan luas sekitar 800 hektar yang menawarkan hunian modern, fasilitas lengkap seperti mall, sekolah, rumah sakit serta konsep green living dan keamanan 24 jam. Sebagian besar wilayah alam sutera ini masuk Tangerang Selatan, tapi sebagian lainnya masuk Kota Tangerang.

Baca Juga:

Tombol Penyeberangan UIN Jakarta: Fitur Uji Nyali yang Bikin Mahasiswa Merasa Berdosa

Tangsel Dikepung Sampah, Aromanya Mencekik Warga, Pejabatnya ke Mana?

BACA JUGA: 4 Keanehan yang Kamu Rasakan kalau Tinggal di Tangerang Selatan

Jika ketiga wilayah ini menggambarkan Tangerang Selatan, tentu saja ini adalah wajah kota yang sudah dewasa dengan kemolekannya. Tangerang Selatan menampilkan wajah Kota yang diimpikan banyak orang, dengan gaya modern, nyaman, indah dan tetap dikelilingi pepohonan di pusat keramaian.

Tentu saja terlalu dini untuk menilai wajah Kota Tangsel hanya dari ketiga wilayah yang selangkah lebih maju dari wilayah lainnya. Seperti beberapa kota berkembang pada umumnya, Tangsel juga memiliki segudang permasalahan yang kerap tertutup kemolekan.

Mungkin memang beberapa wilayah di Tangerang Selatan ini dipaksa kuat dan beradaptasi cepat meskipun menyisakan PR yang belum terselesaikan. Berikut beberapa wilayah tersebut:

Ciputat dan Ciputat Timur

Sebagai wilayah penyangga Jakarta, atau yang paling dekat dengan Jakarta Selatan, beban berat itu bernama Ciputat. Ciputat adalah wajah lain Tangerang Selatan yang dipaksa kuat dengan segala luka yang dibiarkan menganga, dengan permasalahan yang tak pernah tuntas diselesaikan. Dengan kemacetan yang sudah merata di segala penjuru, orang-orang Ciputat sudah berteman dengan keluhan dan memilih berdamai dengan keadaan karena hidup harus tetap berjalan.

Ciputat memiliki problem yang tidak pernah benar-benar diselesaikan. Masalah tata kelola kota, kemacetan, banjir, kepadatan penduduk, kabel semrawut di pinggir jalan dengan tiang yang masih kokoh hingga tiang yang mulai tergopoh-gopoh, hingga sampah yang sedari akhir tahun 2025 sampai hari ini masih saja menjadi hidangan di pinggir jalan bagi warga yang melintas. Itulah pemandangan kota yang dipaksa tegar sebagai anak sulung dari Tangerang Selatan yang nasibnya tidak sebaik daerah kebanggaan lainnya.

BACA JUGA: 3 Tips Bertahan Hidup di Ciputat Tangsel Rp2 Juta Sebulan, Kawasan Jujugan Mahasiswa dan Pekerja yang Biaya Hidupnya Supermahal

Pamulang dan Setu

Selain Ciputat, daerah muda lainnya bernama Pamulang dan Setu. Keduanya mirip, karena suasana yang serasa seperti hidup slow living di desa tetapi biaya hidupnya Jakarta. Juga masih banyak rumah-rumah yang memiliki halaman luas di depannya untuk sekadar kandang ayam atau tempat pembakaran sampah yang sudah menjadi tradisi di sana.

Kemacetan Pamulang ini meningkat dua kali lipat saat weekend. Hal itu bikin saya bertanya-tanya. Apakah semua orang keluar rumah mereka? Atau justru orang-orang Jakarta mencari tenang ke pinggiran Kota? Atau justru daerah ini sejatinya memang sudah mulai padat, hanya saja di hari biasa kebanyakan orang-orangnya bekerja di Jakarta?

Kemacetan juga menjadi hidangan di Kecamatan Setu, terlebih daerah ini berbatasan dengan Cisauk, Kabupaten Tangerang. Hal yang lumrah di daerah perbatasan ini adalah jalanan yang tidak terlalu bagus, juga mungkin disebabkan karena berlalu-lalang truk -truk pasir juga kendaraan berat lainnya di antara dua daerah tersebut. Apalagi Setu ini adalah daerah paling pinggir Sungai Cisadane.

Rasanya Pamulang dan Setu ini memang cocok untuk sekadar slow living, seperti hidup di pedesaan atau yang sering merindukan kampung halaman, meski kenyataannya pelan tapi pasti daerah ini sudah lebih dewasa daripada umurnya.

Serpong tanpa BSD

Dari beberapa wilayah di Tangerang Selatan, Serpong rasanya bisa menepuk dada karena ada BSD. Sebenarnya ketika orang bicara Tangerang Selatan, apalagi dalam tone yang baik, itu sebenarnya membicarakan BSD. Tapi andai kita cabut BSD dari Serpong, ceritanya lain.

Kelemahan Serpong terekspos langsung. Pembangunan tak merata, sampah yang menggunung. Coba tanya warga Serpong terkait TPA Cipeucang, pasti reaksinya akan kecut.

Di balik kemajuan Tangerang Selatan, ada peran swasta yang bergerak lebih cepat daripada Pemerintah Daerah

Setelah pemekaran Tangerang Selatan, memang kemajuan demi kemajuan seperti langsung dilekatkan pada Kota yang tengah tumbuh ini. Tapi ada satu hal yang kita kerap lupakan, yaitu ada peran-peran dari pihak swasta yang membuat kita ini terlihat lebih maju dari usianya.

Sebut saja ada PT Alam Sutera Realty Tbk yang memoles hunian elit dan yang berdiri di Serpong. Juga ada Sinar Mas Land yang memfasilitasi hunian, pusat perbelanjaan, bisnis, pendidikan, serta rekreasi modern yang membuat daerah ini terlihat berkembang pesat. Juga ada Jaya Real Property, Ciputra Group, dan lainnya yang turut mengembangkan Bintaro menjadi kota mandiri dan hunian mewah.

Akhirnya kita tahu, Tangerang Selatan nyatanya tidak seindah yang kita selama ini bicarakan. Kemacetan, pembangunan tak merata, sampah, jelas bukan apa yang kita bayangkan, setidaknya saat melihat BSD. Jadi, saatnya kita adil melihat suatu daerah, jangan tempel asal-asalan tanpa melihat dari sudut yang lebih luas.

Tapi ya, siapa yang nggak mau hidup di BSD sih?

Penulis: Wisnu Adi Pratama
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA Tangerang Selatan (Memang) Masih Jelek, tapi Apa Ada Kota Pinggir Jakarta yang Lebih Baik?

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 4 Februari 2026 oleh

Tags: BSDciputatKabupaten TangerangpamulangSerpongtangerang selatan
Wisnu Adi Pratama

Wisnu Adi Pratama

Seorang pemimpi di sore hari.

ArtikelTerkait

Tangerang Selatan (Tangsel): Kota dengan Pertumbuhan Terdahsyat di Indonesia

Tangerang Selatan (Tangsel): Kota dengan Pertumbuhan Terdahsyat di Indonesia

14 Maret 2023
4 Keanehan yang Kamu Rasakan kalau Tinggal di Tangerang Selatan

4 Keanehan yang Kamu Rasakan kalau Tinggal di Tangerang Selatan

21 September 2024
Bintaro, Kelurahan yang Krisis Identitas. Disangka Tangerang Selatan padahal Jakarta Selatan

Bintaro, Kelurahan yang Krisis Identitas. Disangka Tangerang Selatan padahal Jakarta Selatan

13 Mei 2025
Rekomendasi Warung Makan di Sekitaran Ciputat untuk Bertahan Hidup, Harganya di Bawah 10 Ribu!

Rekomendasi Warung Makan di Sekitaran Ciputat untuk Bertahan Hidup, Harganya di Bawah 10 Ribu!

7 November 2023
Tangsel Dikepung Sampah, Aromanya Mencekik Warga, Pejabatnya ke Mana?

Tangsel Dikepung Sampah, Aromanya Mencekik Warga, Pejabatnya ke Mana?

14 Desember 2025
Menghitung Estimasi Biaya Hidup untuk Mahasiswa di Ciputat, Bisa Hidup dengan Biaya 1 Jutaan Saja!

Menghitung Estimasi Biaya Hidup untuk Mahasiswa di Ciputat, Bisa Hidup dengan Biaya 1 Jutaan Saja!

25 Juli 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

5 Cacat Pikir yang Orang Percayai tentang Cleaning Service, Pekerjaan yang Kerap Dipandang Sebelah Mata (Gil Ribeiro via Unsplash)

5 Cacat Pikir yang Orang Percayai tentang Cleaning Service, Pekerjaan yang Kerap Dipandang Sebelah Mata

30 Januari 2026
Petaka Terbesar Kampus- Dosen Menjadi Joki Skripsi (Pixabay)

Normalisasi Joki Skripsi Adalah Bukti Bahwa Pendidikan Kita Memang Transaksional: Kampus Jual Gelar, Mahasiswa Beli Kelulusan

4 Februari 2026
Honda CRF, Motor Sok Gagah dan Menyebalkan yang Semoga Saja Segera Lenyap dari Jalanan Mojok.co

Honda CRF, Motor Sok Gagah dan Menyebalkan yang Semoga Saja Segera Lenyap dari Jalanan

1 Februari 2026
8 Dosa Penjual Kue Pukis yang Mengecewakan Pembeli (Danangtrihartanto - Wikimedia Commons)

8 Dosa Penjual Kue Pukis yang Sering Disepelekan Penjual dan Mengecewakan Pembeli

30 Januari 2026
7 Kebiasaan Orang Kebumen yang Terlihat Aneh bagi Pendatang, tapi Normal bagi Warga Lokal Mojok.co

6 Mitos di Kebumen yang Nggak Bisa Dibilang Hoaks Begitu Saja

3 Februari 2026
Lawang Sewu, Destinasi Wisata Semarang yang Nggak Perlu Diulang Dua Kali Mojok.co

Lawang Sewu, Destinasi Wisata Semarang yang Nggak Perlu Diulang Dua Kali

1 Februari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=e8VJPpjKf2Q

Liputan dan Esai

  • Cabut dari Kota Tinggalkan Perusahaan demi Budidaya Jamur di Perdesaan, Beberapa Hari Raup Jutaan
  • Masturbasi di KRL dan TransJakarta: Maskulinitas Kota dan Tubuh yang Terjepit di Ruang Publik
  • Ngekos Bareng Sepupu yang Masih Nganggur Itu Nggak Enak: Sangat Terbebani, tapi Kalau Mengeluh Bakal Dianggap “Jahat”
  • Nelangsa Orang Tua di Desa: Diabaikan Anak di Masa Renta tapi Warisan Diperebutkan, Ortu Sehat Didoakan Cepat Meninggal
  • Megahnya Jogja City Mall Bergaya Romawi dengan Filosofi Keberuntungan, Nyatanya Makin Menyesatkan Orang “Buta Arah” Seperti Saya
  • Orang Berkantong Tipis Pertama Kali Makan Donat J.CO, Dari Sinis Berujung Nangis

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.