Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

Destinasi Wisata di Jember yang Sebaiknya Jangan Dikunjungi Saat Bulan Suro

Adhitiya Prasta Pratama oleh Adhitiya Prasta Pratama
29 Juni 2025
A A
Destinasi Wisata di Jember yang Sebaiknya Jangan Dikunjungi Saat Bulan Suro Mojok.co malang

Destinasi Wisata di Jember yang Sebaiknya Jangan Dikunjungi Saat Bulan Suro (unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Jember menyimpan pesona alam yang memukau. Pelancong bisa punya pengalaman tidak terlupa ketika berwisata ke Kota Suwar Suwir ini. Namun, atmosfer kota ini bisa berubah signifikan di bulan Suro (Muharam). 

Bagi masyarakat Jawa, bulan Suro memiliki makna yang sangat sakral, dipenuhi dengan suasana keprihatinan dan menjadi waktu yang tepat untuk introspeksi diri. Konon, pada bulan ini, tabir antara dunia nyata dan dunia gaib menipis, memungkinkan energi spiritual bergerak lebih aktif. Oleh karena itu, banyak pantangan yang harus dipatuhi, seperti larangan mengadakan hajatan, pindah rumah, bahkan bepergian jauh tanpa tujuan ibadah, apalagi membuat kegaduhan.

Hal ini bukan semata-mata tentang hal-hal menyeramkan, melainkan tentang penghormatan terhadap leluhur dan keselarasan dengan alam semesta. Meskipun pemerintah gencar memberikan diskon transportasi dan mengajak masyarakat berlibur selama libur sekolah di bulan Juni 2025, tradisi Suro tetap menghadirkan narasi yang berbeda.

Itu mengapa, di tengah gempuran ajakan liburan dan diskon transportasi yang menggoda, saya mencoba hadir memberi panduan wisata yang agak lain. Saya membuat daftar tempat di Jember yang sebaiknya dihindari saat bulan Suro. Tujuannya bukan untuk menakut-nakuti, melainkan lebih ke arah mengingatkan agar perjalanan tidak berakhir dengan pengalaman spiritual yang tak terduga, atau bahkan menjadi “menantu” penguasa laut selatan.

Jangan ke pantai-pantai selatan Jember

Jember diberkahi dengan deretan pantai selatan yang memukau. Sebut saja Pantai Papuma dengan pasir putihnya yang lembut. Ada juga Pantai Watu Ulo dengan formasi batu menyerupai ular. Tidak ketinggalan Pantai Puger dan Pantai Paseban yang membentang panjang. Semua pantai ini menawarkan pemandangan yang indah dan menenangkan hati. Keindahan ini sering kali menjadi daya tarik utama bagi wisatawan yang mencari ketenangan dan keasrian alam.

Akan tetapi, di balik pesonanya, pantai-pantai ini menyimpan kisah-kisah yang dapat membuat bulu kuduk merinding. Terutama saat bulan Suro tiba. Pantai Papuma, Watu Ulo, Puger, dan Paseban konon memiliki “koneksi khusus” dengan Nyi Roro Kidul, penguasa Laut Selatan. Berbagai cerita rakyat menyebutkan adanya korban yang hilang di Pantai Papuma yang “diminta jadi tumbal” atau di Puger yang “dijadikan menantu” oleh sang penguasa.

Di bulan Suro ini, ketika gerbang dunia gaib dipercaya terbuka lebar , “aktivitas rekrutmen” Nyi Roro Kidul konon menjadi lebih intens. Bahkan, batu ular di Pantai Watu Ulo pun kabarnya dapat bergerak sendiri di malam hari.

Oleh karena itu, sangat disarankan untuk menunda agenda berenang atau bermain pasir di pantai-pantai selatan Jember saat bulan Suro. Bulan ini adalah waktu untuk prihatin, bukan untuk membuat kegaduhan atau menarik perhatian “penghuni” lain. Selain itu, siapa yang ingin liburan malah berakhir menjadi “menantu” yang tidak diundang, atau bahkan lebih parah, menjadi tumbal? Lebih baik tetap di rumah, menikmati secangkir kopi, sambil merenung dan menghormati tradisi.

Baca Juga:

Jember Gagal Total Jadi Kota Wisata: Pemimpinnya Sibuk Pencitraan, Pengelolaan Wisatanya Amburadul Nggak Karuan 

Membayangkan Jalur KA Kalisat Jember-Bondowoso Aktif Kembali, Pasti Banyak Manfaatnya

Jangan ke hutan dan pegunungan Jember

Selain pantai, Jember juga memiliki pesona dataran tinggi yang menyejukkan, seperti Kebun Teh Gunung Gambir, Puncak Rembangan, atau Taman Nasional Meru Betiri. Tempat-tempat ini sangat cocok bagi mereka yang mencari ketenangan dan udara segar dari hiruk pikuk perkotaan. Pemandangan hijau yang membentang luas dan udara pegunungan yang sejuk acap kali menjadi magnet bagi para pecinta alam.

Akan tetapi, ketenangan yang ditawarkan ini bisa jadi semu di bulan Suro. Hutan dan pegunungan, dengan segala keasriannya, sering dianggap sebagai rumah bagi hal-hal yang tak kasat mata. Di Taman Nasional Meru Betiri, misal beredar cerita tentang manusia kerdil bernama Siwil yang hanya bisa dilihat oleh orang-orang tertentu. Sementara itu, di jalur Gunung Gumitir yang menghubungkan Jember dengan Banyuwangi, beberapa pengemudi sering melaporkan penampakan sosok serba hitam yang menyeberang secara tiba-tiba.

Di bulan Suro, ketika masyarakat Jawa dianjurkan untuk tidak bepergian jauh dan lebih banyak menghabiskan waktu di rumah, para “penunggu” tempat-tempat ini mungkin juga sedang khusyuk prihatin. Mengunjungi mereka justru dapat mengganggu “ritual” atau ketenangan yang sedang mereka jalani.

Jadi, lupakan dulu niat untuk melakukan trekking mencari Siwil atau uji nyali di Gunung Gumitir saat bulan Suro. Lebih baik fokus pada introspeksi diri, seperti yang dianjurkan oleh tradisi. Biarkan hutan dan pegunungan Jember menikmati ketenangan spiritualnya sendiri, tanpa gangguan dari manusia yang penasaran atau, yang lebih parah, hanya ingin membuat konten.

Tempat-tempat lain yang sebaiknya dihindari

Jember tidak cuma memiliki pantai dan gunung. Ada juga tempat-tempat lain yang, secara kasat mata terlihat biasa, namun menyimpan kisah-kisah mistis yang diwariskan secara turun-temurun. Mulai dari Pemandian Patemon, Gua Jepang, hingga Pantai Nanggelan, semuanya memiliki aura tersendiri yang bisa jadi lebih pekat saat bulan Suro.

Pemandian Patemon konon memiliki kekuatan untuk “melempar” orang yang datang dengan niat buruk saat melakukan ritual di sana. Gua Jepang, yang dulunya merupakan lokasi pertahana tentara Jepang selama bertahun-tahun, dikenal dipenuhi oleh arwah-arwah yang sering menampakkan diri.

Sementara itu, di Pantai Nanggelan, ada pantangan untuk tidak membakar jagung sisa makanan. Hal itu dipercaya dapat mengundang makhluk halus untuk berdatangan. Di Bulan Suro, saat energi spiritual sedang tinggi, pantangan-pantangan ini konon menjadi “lebih sensitif.” Niat buruk di Patemon bisa jadi lebih cepat bereaksi, arwah di Gua Jepang lebih “ekspresif,” dan pembakaran jagung di Nanggelan bisa berubah menjadi “pesta” yang tak diinginkan.

Pertimbangkan kembali

Jadi, jika tujuan berkunjung ke Jember di bulan Suro adalah mencari sensasi atau konten viral, sebaiknya pertimbangkan kembali. Ketenangan batin dan keselamatan spiritual jauh lebih berharga daripada jumlah likes atau ketenaran sesaat. Biarkan tempat-tempat ini beristirahat dalam ketenangan Suro-nya, dan biarkan diri beristirahat dari hiruk pikuk duniawi.

Oleh karena itu, bulan Suro bukanlah bulan yang menakutkan, apalagi untuk dihindari sepenuhnya. Lantaran ini adalah momentum spiritual yang kaya makna bagi masyarakat Jawa. Bulan ini adalah waktu untuk tirakatan, mendekatkan diri kepada Tuhan, dan membersihkan diri lahir batin. Jadi, ini bukan semata-mata tentang horor, melainkan tentang penghormatan dan refleksi diri.

Itu mengapa, menghindari destinasi “berbahaya” di Jember saat bulan Suro adalah bentuk penghormatan terhadap tradisi dan kearifan lokal. Sebab, ini juga merupakan semacam “self-preservation” dari pengalaman yang mungkin tidak ingin diceritakan di grup WhatsApp keluarga. Lagi pula, Jember tetap indah di bulan-bulan lain. Simpan saja energi untuk eksplorasi yang lebih aman di luar bulan Suro.

Penulis: Adhitiya Prasta Pratama
Editor: Kenia Intan 

BACA JUGA Kemistisan Malam Satu Suro Ditakuti Orang Jawa, Tidak Boleh Berpesta hingga Perlu Melakukan Ritual

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 29 Juni 2025 oleh

Tags: bulan surodestinasi wisata jemberjemberwisata jember
Adhitiya Prasta Pratama

Adhitiya Prasta Pratama

Seorang mahasiswa yang hobi baca apa aja di depannya.

ArtikelTerkait

Jember Kota Pelajar Sebenarnya Mengalahkan Jogja dan Surabaya: Biaya Hidup Lebih Murah, Nggak Ada Klitih dan Gangster

Jember Kota Pelajar Sebenarnya Mengalahkan Jogja dan Surabaya: Biaya Hidup Lebih Murah, Nggak Ada Klitih dan Gangster

2 Maret 2024
Jalan Mastrip: Jalan Paling Problematik di Jember, Hanya Orang Sabar yang Sanggup Melewatinya

Jalan Mastrip: Jalan Paling Problematik di Jember, Hanya Orang Sabar yang Sanggup Melewatinya

6 November 2023
Orang Jember Pasti Madura Adalah Salah Kaprah yang Harus Saya Luruskan

Orang Jember Pasti Madura Adalah Salah Kaprah yang Harus Saya Luruskan

12 November 2023
Kecamatan Silo, Aset Terbaik Kabupaten Jember

Kecamatan Silo, Aset Terbaik Kabupaten Jember

5 Desember 2024
Simpang Empat Mangli, Jalan Poros Paling Ruwet di Kabupaten Jember

Simpang Empat Mangli, Jalan Poros Paling Ruwet di Kabupaten Jember

17 Agustus 2024
Pantai Watu Ulo Jember, Berwisata di Antara Kisah Mistis dan Tumpukan Sampah Mojok.co

Pantai Watu Ulo Jember, Berwisata di Antara Kisah Tragis dan Tumpukan Sampah

15 Januari 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Oleh-Oleh Khas Wonosobo yang Sebaiknya Kalian Pikir Ulang Sebelum Membelinya Mojok.co

Wonosobo Memang Cocok untuk Berlibur, tapi untuk Tinggal, Lebih Baik Skip

3 Februari 2026
Banting Setir dari Jurusan Manajemen Jadi Guru PAUD, Dianggap Aneh dan Nggak Punya Masa Depan Mojok.co jurusan pgpaud

Jurusan PGPAUD, Jurusan yang Sering Dikira Tidak Punya Masa Depan

5 Februari 2026
Jakarta Selatan Isinya Nggak Cuma Blok M, Ada Pasar Minggu yang Asyik Nggak Kalah Asyik Dikulik Mojok.co

Pasar Minggu Harus Ikuti Langkah Pasar Santa dan Blok M Square kalau Tidak Mau Mati!

4 Februari 2026
Andai Jadi Warga Tangerang Selatan, Saya Pasti Sudah Pusing Tujuh Keliling. Mending Resign Jadi Warga Tangsel!

Jangan Nilai Buku dari Sampulnya, dan Jangan Menilai Tangerang Selatan Hanya dari Bintaro, Alam Sutera dan BSD Saja

4 Februari 2026
Purworejo Tak Butuh Kemewahan karena Hidup Aja Pas-pasan (Unsplash)

Purworejo Tidak Butuh Kemewahan, Apalagi soal Makanan dan Minuman karena Hidup Aja Pas-pasan

6 Februari 2026
Video Tukang Parkir Geledah Dasbor Motor di Parkiran Matos Malang Adalah Contoh Terbaik Betapa Problematik Profesi Ini parkir kampus tukang parkir resmi mawar preman pensiun tukang parkir kafe di malang surabaya, tukang parkir liar lahan parkir pak ogah

3 Perilaku Tukang Parkir dan Pak Ogah yang Bikin Saya Ikhlas Ngasih Duit 2000-an Saya yang Berharga

5 Februari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=e8VJPpjKf2Q

Liputan dan Esai

  • Tan Malaka “Hidup Lagi”: Ketika Buku-Bukunya Mulai Digemari dan Jadi Teman Ngopi
  • Ironi TKI di Rembang dan Pati: Bangun Rumah Besar di Desa tapi Tak Dihuni, Karena Harus Terus Kerja di Luar Negeri demi Gengsi
  • Self Reward Bikin Dompet Anak Muda Tipis, Tapi Sering Dianggap sebagai Keharusan
  • Gen Z Pilih Merantau dan Tinggalkan Ortu karena Rumah Cuma Menguras Mental dan Finansial
  • Lasem Lebih Terkenal daripada Rembang tapi Hanya Cocok untuk Wisata, Tidak sebagai Tempat Tinggal
  • Mahasiswa KIP Kuliah Pertama Kali Makan di AYCE: Mabuk Daging tapi Nelangsa, Kenyang Sesaat untuk Lapar Seterusnya

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.