Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

Jalur Banyuwangi-Jember Penuh 5 Kendaraan Ini, Hindari kalau Nggak Ingin Celaka

Nuruma Uli Nuha oleh Nuruma Uli Nuha
22 Januari 2025
A A
Jalur Banyuwangi-Jember Dipenuhi 5 Kendaraan Ini, Hindari kalau Nggak Ingin Celaka

Jalur Banyuwangi-Jember Dipenuhi 5 Kendaraan Ini, Hindari kalau Nggak Ingin Celaka (unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Jika pernah berkendara di sepanjang jalur Banyuwangi-Jember, tentu kalian sudah tak asing dengan daerah Genteng Banyuwangi ke arah selatan melewati Gumitir. Melakukan perjalanan dari Banyuwangi-Jember via Gumitir membutuhkan waktu tempuh sekitar 3 jam jika menggunakan kendaraan pribadi. Yang perlu diwaspadai adalah kendaraan yang lewat sini dan membahayakan pengguna jalan karena kecepatan mengemudi mereka kadang di atas rata-rata.

Padahal batas kecepatan kendaraan di jalan raya sudah diatur oleh Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 111 Tahun 2015 tentang Tata Cara Penetapan Batas Kecepatan. Dalam peraturan tersebut, kecepatan paling rendah adalah 60km/jam dalam kondisi arus bebas dan paling tinggi 100km/jam untuk jalan bebas hambatan. Sementara untuk jalan antarkota, kecepatan paling tinggi adalah 80km/jam dan 50km/jam untuk kawasan perkotaan. Terakhir, kecepatan paling tinggi di kawasan permukiman adalah 30km/jam.

Masalahnya, jalur Banyuwangi-Jember yang sempit dan dekat dengan jurang bisa mencelakakan siapa pun yang berkendara di sini. Meleset dikit saja nyawa taruhannya. Jika kalian ingin melakukan perjalanan ke Banyuwangi melewati Jember, ada beberapa kendaraan yang wajib kalian waspadai. Sebisa mungkin hindari timbang celaka.  

#1 Truk tangki bensin bisa melaju lebih kencang dan kadang bergerak agresif jika tak membawa muatan

Truk tangki bensin dengan panjang sekitar 53 kaki untuk trailer tunggal sering kali menjadi sumber antrean panjang di jalan raya. Kendaraan lain yang ingin mendahului harus ekstra sabar mengingat ukuran truk ini memakan hampir seluruh badan jalan. Itu baru satu trailer, lho, bayangkan jika yang melintas adalah truk tangki gandeng dengan panjang mencapai 100 kaki. Saat tangki penuh, truk biasanya melaju perlahan sehingga lebih mudah diantisipasi.

Akan tetapi ceritanya bisa berbeda jika truk ini kosong tak membawa muatan. Truk yang lebih ringan bisa melaju lebih kencang dan kadang bergerak agresif di jalur Banyuwangi-Jember. Dengan ukurannya yang besar, truk ini sering mendominasi jalur, membuat pengendara lain kesulitan menyalip. 

Tak jarang, pengemudi truk tangki mengambil jalur berlawanan untuk mendahului kendaraan di depannya. Situasi seperti ini bisa berisiko tinggi, terutama bagi pengendara sepeda motor dan mobil kecil yang melintas di jalur Banyuwangi-Jember. Sepeda motor harap minggir, silakan turun dari badan aspal agar kalian selamat. Tetap waspada, jaga jarak aman, dan bersikap bijak di jalan agar perjalanan tetap lancar dan selamat.

#2 Mobil pick-up sayur memang kecil, tapi jangan dianggap remeh

Bagi saya, perjalanan pagi atau malam di jalur Banyuwangi-Jember sama saja, selalu ramai. Jalan ini dipadati berbagai kendaraan yang lalu-lalang melintasi setiap kecamatan yang ada. Salah satu yang paling mencolok adalah mobil pick-up sayur yang melaju bak di jalan tol meskipun jalannya penuh kendaraan. Kecepatan mereka bisa mendekati 100 km/jam, tak peduli jalan macet atau tidak. Jika bisa terbang, mungkin sudah mereka lakukan. Tak heran, kecelakaan yang melibatkan mobil pick-up sayur cukup sering terjadi di jalan ini.

Mobil pick-up sayur memang kecil, tapi jangan dianggap remeh. Lincahnya menyalip kendaraan besar seperti truk gandeng membuat mereka sulit disaingi. Begitu ada celah di jalan, mereka langsung tancap gas dengan gerakan secepat kilat. Jangan harap kendaraan kecil seperti motor dan mobil pribadi bisa mendahului mereka dengan mudah.

Baca Juga:

Sisi Gelap Jalan Pantura Situbondo: Gelap, Banjir, dan Jalan Berlubang Bikin Jalan Ini Begitu Gawat!

Ironi Pembangunan Banyuwangi: Sukses Meniru Bali dalam Pengelolaan Wisata, tapi Gagal Menangani Banjir di Pusat Kota

Kalau kalian ingin selamat, lebih baik hindari saingan dengan mobil pick-up sayur. Semakin kalian mencoba menyalip, mereka justru semakin menambah laju kendaraan. Saran dari saya adalah jaga jarak, tetap tenang, dan biarkan mereka berlalu. Keselamatan kalian lebih penting daripada kebut-kebutan.

#3 Truk tebu biasa dijumpai di jalur Banyuwangi-Jember yang menanjak dan berkelok

Jika pernah melintasi jalur Banyuwangi-Jember, kalian pasti pernah bertemu truk tebu. Truk ini sering memuat tebu dari Kecamatan Glenmore menuju pabrik gula di Jember dan sebaliknya. Dengan muatan penuh, kecepatan truk ini di jalan hanya sekitar 40-60 km/jam. Satu truk saja bisa membuat antrean panjang, apalagi truk gandeng.

Tak jarang, tebu yang diangkut berjatuhan di jalan, membuat permukaan jalan menjadi kotor dan licin. Hal ini menjadi tantangan bagi pengendara lain, terutama di jalur menanjak dan berkelok seperti Gumitir. Risiko kecelakaan bisa meningkat dua kali lipat. 

Truk tebu bisa menciptakan antrean hingga satu kilometer, terutama jika beriringan dengan truk besar lainnya. Lebih berbahaya lagi, muatannya sering kali melebihi kapasitas hingga menjulang tinggi melebihi batas bak truk, meningkatkan risiko truk oleng atau bahkan mundur di tanjakan. Saat berkendara di belakang truk tebu, jaga jarak aman dan hindari berada tepat di belakangnya di jalan menanjak atau menikung. Lebih baik menyalip jika ada kesempatan dan ketika arah berlawanan sepi. 

#4 Bus antarkota juga patut diwaspadai di jalur Banyuwangi-Jember

Sudah jadi rahasia umum jika bus antarkota juga kerap menjadi tantangan sendiri di jalan raya. Mereka kerap berhenti mendadak untuk menaik-turunkan penumpang di sembarang tempat, membuat pengendara di belakang harus memperlambat kendaraan sehingga memicu kemacetan. Belum lagi banyak bus dengan kondisi kurang layak tetap melaju dengan kecepatan tinggi, memaksa pengendara motor dan mobil kecil harus ekstra hati-hati.

Ukuran bus yang besar memakan hampir seluruh badan jalan, membuat manuver untuk menyalip jadi lebih berisiko. Tak hanya soal kecepatan, saat bus berjalan pelan dengan kecepatan 30-40 km/jam sambil mencari penumpang, antrean kendaraan di belakangnya jadi semakin panjang.

Kunci menghadapi situasi ini adalah kesabaran dan perhitungan yang matang. Manfaatkan momen yang tepat untuk menyalip saat aman. Jika bus melaju dengan kecepatan tinggi, lebih baik beri jarak dan hindari risiko yang tak perlu. Namun jika bus melaju dengan pelan, lebih baik menyalip untuk menghindari kemacetan semakin panjang. Perlu diingat, pastikan arah berlawanan kalian sedang sepi agar lebih mudah untuk menyalip. 

#5 Mobil travel juga wajib diwaspadai

Berbeda dari kendaraan lain yang mungkin masih bisa dihindari, mobil travel menjadi salah satu kendaraan yang patut dihindari di jam malam. Jika rute perjalananmu melintasi jalur Surabaya-Banyuwangi atau Malang-Banyuwangi via Jember, bersiaplah bertemu mobil-mobil yang kerap memacu kendaraan layaknya pembalap jalanan.

Mobil travel ini punya kecepatan seperti mobil pick-up sayur yang bisa melaju hampir 100 km/jam. Mereka dengan mudah menyalip kendaraan apa pun, seberapa panjang pun antrean di depannya, dan sering kali sukses melakukannya dengan kecepatan yang membuat jantung berdebar.

Bayangkan kalian tertidur di dalamnya dan tubuh terguncang ke sana kemari. Tentu saja tidur jadi jauh dari kata nyaman. Jika kalian tidak punya mental baja, lebih baik mengalah dan beri jalan saja. Menyalip mobil travel di malam hari butuh nyali besar dan tentunya kesabaran yang lebih besar lagi. Tetap waspada dan prioritaskan keselamatan kalian.

Itulah beberapa kendaraan yang harus diwaspadai jika berada di jalur Banyuwangi-Jember atau sebaliknya. Jika kalian memiliki pengalaman yang belum saya tuliskan. Tambahkan sendiri di tulisan selanjutnya. 

Penulis: Nuruma Uli Nuha
Editor: Intan Ekapratiwi

BACA JUGA Jangan Lewat Jalan Gunung Gumitir Perbatasan Banyuwangi-Jember kalau Kesabaran dan Keberanian Kalian Setipis Tisu.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 22 Januari 2025 oleh

Tags: Banyuwangigumitirjalur banyuwangi jemberjember
Nuruma Uli Nuha

Nuruma Uli Nuha

Suka nonton drakor, takut hantu tapi hobi koleksi film horor.

ArtikelTerkait

Kabupaten Jember Harusnya Belajar dari Surabaya Soal Transportasi Umum, Bisa Jadi Solusi Kemacetan dan Promosi Pariwisata

Kabupaten Jember Harusnya Belajar dari Surabaya Soal Transportasi Umum, Bisa Jadi Solusi Kemacetan dan Promosi Pariwisata

17 Desember 2023
Bus DAMRI Rute Jember-Ijen Menyelamatkan Pariwisata Bondowoso dari Klaim Sepihak Kawah Ijen Banyuwangi

Bus DAMRI Rute Jember-Ijen Menyelamatkan Pariwisata Bondowoso dari Klaim Sepihak Kawah Ijen Banyuwangi

11 September 2025
Di mata orang Jember, Jogja Lebih Unggul daripada Bali sebagai Tempat Study Tour Mojok.co

Di Mata Orang Jember, Jogja Lebih Unggul daripada Bali sebagai Tempat Study Tour

11 Februari 2024
Baluran Sering Dikira Punya Banyuwangi, Bukti Situbondo Gagal Memanfaatkan Potensi Daerah Mojok.co

Baluran Sering Dikira Punya Banyuwangi, Bukti Situbondo Gagal Memanfaatkan Potensi Daerah

11 Agustus 2024
Jember Terlalu Sibuk Karnaval Sampai Lupa Angka Stunting di Daerahnya Tertinggi Se-Jawa Timur  Mojok.co

Jember Terlalu Sibuk Karnaval Sampai Lupa Angka Stunting di Daerahnya Tertinggi Se-Jawa Timur 

8 Februari 2024
Alasan KA Pandanwangi Harus Tambah Jadwal Perjalanan Banyuwangi-Jember PP

Alasan KA Pandanwangi Harus Menambah Jadwal Perjalanan Banyuwangi-Jember PP

6 Januari 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

4 Hal yang Harus Penumpang Ketahui tentang Stasiun Duri, Si Paling Sibuk dan Melelahkan se-Jakarta Barat

Stasiun Duri Lebih Bikin Stres dari Manggarai: Peron Sempit, Tangga Minim, Kereta Lama Datang

9 April 2026
Toyota Hiace, Mobil Toyota yang Nyamannya kayak Bawa LCGC (Unsplash)

Derita Pemilik Hiace, Kerap Menghadapi “Seni” Menawar Harga yang Melampaui Batas Nalar

8 April 2026
Rindu Kota Batu Zaman Dahulu yang Jauh Lebih Nyaman dan Damai daripada Sekarang Mojok.co apel batu

Senjakala Apel Batu, Ikon Kota yang Perlahan Tersisihkan. Lalu Masih Pantaskah Apel Jadi Ikon Kota Batu?  

10 April 2026
Mobil Honda Mobilio, Mobil Murah Underrated Melebihi Avanza (Unsplash)

Kaki-kaki Mobil Honda Tidak Ringkih, Jalanan Indonesia Saja yang Kelewat Kejam!

5 April 2026
Angkringan di Kendal Tak Lagi Merakyat: Harga Tambah Mahal dan Porsi Semakin Menyedihkan, Makan Jadi Cemas Mojok.co

Angkringan di Kendal Tak Lagi Merakyat: Harga Tambah Mahal dan Porsi Semakin Menyedihkan, Makan Jadi Cemas

7 April 2026
TPU Jakarta Timur yang Lebih Mirip Tempat Piknik daripada Makam Bikin Resah, Ziarah Jadi Nggak Khusyuk Mojok.co

TPU Jakarta Timur yang Lebih Mirip Tempat Piknik daripada Makam Bikin Resah, Ziarah Jadi Nggak Khusyuk 

6 April 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=ONHNlaDcbak

Liputan dan Esai

  • Bangun Rumah Tingkat 2 di Desa demi Tiru Sinetron, Berujung Menyesal karena Ternyata Merepotkan
  • Resign Kerja di Jakarta untuk Rehat di Jogja, Menyesal karena Hidup Tak Sesuai Ekspektasi dan Malah Kena Mental
  • Nasi Padang Rp13 Ribu di Jogja Lebih Nikmat dan Otentik daripada Yang Menang Mahal, tapi Rasanya Manis
  • Tinggalkan Pekerjaan Gaji Puluhan Juta demi Merawat Ibu di Desa, Dihina Tetangga tapi Tetap Bahagia
  • #NgobroldiMeta: Upaya AMSI dan Meta Bekali Media untuk Produksi Jurnalisme Berkualitas di Era AI
  • Meminta Dosen-Mahasiswa Jalan Kaki ke Kampus ala Eropa: Antara Visi Elite dan Realitas yang Sulit

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.