Jalan Adi Sumarmo Ngabeyan di Kartasura termasuk jalan vital yang menghubungkan Bandara Adi Sumarmo. Sayang kondisinya tak layak dilewati.
Pembahasan jalan rusak di Indonesia memang tak ada habisnya. Gara-gara jalan rusak pengendara bisa terancam keselamatannya. Belum lagi motor jadi rusak dan harus masuk bengkel. Biaya perbaikannya tentu bisa menggerogoti dompet yang isinya lebih banyak angin ketimbang lembaran gambar pahlawan.
Beberapa hari lalu saya berkendara melewati Jalan Adi Sumarmo Ngabeyan, Kartasura. Jalan itu berada di ujung pinggiran Kabupaten Sukoharjo. Kondisi jalannya benar-benar “sakit”. Ibarat orang sakit, harus segera dibawa ke UGD.
Baca juga: Aku Cinta Kartasura, kecuali Saat Hujan, Pasti Banjir!
Jalan Adi Sumarmo Ngabeyan berlubang menyeramkan
Ketika melintasi jalan ini, saya dan pengendara lain otomatis berkendara pelan. Tujuannya agar bisa menghindari lubang yang ada. Istilah bahasa Jawa “alon-alon waton kelakon” cukup efektif di sini. Walaupun sudah pelan, kita harus pintar-pintar berbelok. Lebih baik begitu daripada nantinya terjadi hal yang tidak diinginkan seperti jatuh, menyerempet kendaraan lain, bahkan tabrakan.
Memang sih ada BPJS, tapi kalau bisa mencegahnya kenapa tidak. Bagaimanapun jalan ini merupakan jalan penghubung ke Bandara Adi Sumarmo, jadi tak heran jika banyak yang melewati jalan ini.
Selain itu pengendara motor harus lebih waspada jika berkendara di belakang mobil. Sebab pengendara bisa mendapat kejutan langsung dari lubang jalan. Badan mobil yang besar umumnya menutupi lubang jalan, membuat pengendara motor tak sadar.
Jangan kira melewati jalan berlubang itu hal sepele. Ban motor yang terperosok ke dalam lubang jalan bikin selangkangan pengendara sakit. Satu-satunya terapi agar bisa tenang adalah dengan mengumpat. Jika tidak percaya, silakan coba sendiri.
Air hujan menutupi lubang jalan, mustahil menghindar
Akhir-akhir ini hujan turun terus menerus. Durasinya tak hanya satu dua jam, tapi bisa sepanjang hari. Tak heran jika di Jakarta dan sekitarnya sampai kebanjiran. Intensitas hujan yang semakin sering juga berdampak pada Jalan Adi Sumarmo Ngabeyan di Kartasura. Soalnya lubang di jalanan ini jadi ketutupan air hujan yang menggenang di jalan.
Dalam kondisi cuaca cerah, tidak hujan, pengendara masih bisa menghindari jalan rusak. Soalnya lubangnya kelihatan. Sementara saat hujan, lubang tertutup air sehingga pengendara yang tak awas dan paham bisa terperosok ke dalam lubang karena tidak tahu.
Hal ini senada dengan keresahan yang dibagikan di grup Facebook bernama Pawartos (Perkumpulan Warga Ageng Kartasura). Di grup itu, ada video yang dibagikan akun bernama Dhennykartasura.
Kita harus menebak-nebak letak lubang jalan secara pasti. Bahkan untuk pengendara yang sering melewati Jalan Adi Sumarmo Ngabeyan, belum tentu berhasil. Pada akhirnya berkendara di jalan ini menjadi semacam “mission impossible”.
Belum lagi jika hujan deras turun, penglihatan pengendara jadi tidak maksimal. Lha gimana bisa melihat secara jernih jika kaca helm dipenuhi butiran air hujan. Menakutkan bukan?
Baca juga: Jalan Danliris Colomadu Terkutuk, Rusaknya Abadi.
Untungnya masuk prioritas perbaikan
Kabar bagus akhirnya tiba. Jalan Adi Sumarmo Ngabeyan akan segera diperbaiki. Ini sudah menjadi rencana pemerintah setempat untuk memasukkannya ke dalam empat jalan yang diprioritaskan akan diperbaiki.
Untuk sementara ini, jalan yang berlubang ditutup oleh tanah. Setidaknya, masih ada yang peduli satu dengan lainnya. Memang tidak semua lubang jalan ditutup, mungkin karena saking banyaknya. Tapi setidaknya kondisi jalan jadi lebih baik.
Bayangkan jika jalan rusak ini dibiarkan terus menerus. Masyarakat pasti marah dan menumpahkannya ke media sosial. Nantinya, di Facebook sudah tidak lagi muncul kata-kata “semangat bund”, tetapi berisi umpatan nama-nama binatang.
Melewati Jalan Adi Sumarmo Ngabeyan, Kartasura memang menyebalkan. Terlebih jika hujan turun membuat lubang tertutup air dan tak kelihatan. Pengendara hanya bisa pasrah dalam kondisi ini. Semoga dengan masuk dalam prioritas perbaikan, jalan ini bisa lebih baik dan pengendara yang lewat sini tak perlu waswas.
Penulis: Nafiuddin Fadly
Editor: Intan Ekapratiwi
BACA JUGA Kartasura, Kecamatan di Kabupaten Sukoharjo yang Ketularan Problem Perkotaan.
Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
