Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Kampus Loker

Jadi Pengusaha Itu Mudah, yang Bikin Rumit Pikiran Kita

Reni Soengkunie oleh Reni Soengkunie
13 September 2022
A A
Jadi Pengusaha Itu Mudah, yang Bikin Rumit Pikiran Kita Terminal Mojok (Unplash.com)

Jadi Pengusaha Itu Mudah, yang Bikin Rumit Pikiran Kita Terminal Mojok (Unplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Banyak orang yang bilang, jadi pengusaha itu merupakan pekerjaan paling enak di dunia: tidak ada yang menyuruh-nyuruh, tidak ada yang mengatur-atur, sekaligus waktunya sangat fleksibel. Tentu kalimat seperti itu hanya akan terucap dari mereka yang bukan seorang pengusaha dan mereka yang tidak benar-benar ingin jadi pengusaha. Sebab pada kenyataannya, menjadi seorang pengusaha bukan perkara yang gampang. Tidak seperti Bandung Bondowoso yang membangun candi dalam waktu semalam, jadi pengusaha tidak serta merta mendapat pemasukan jutaan hingga miliaran rupiah hanya dalam kedipan mata.

Meski banyak yang menganggap jadi pengusaha memiliki privilese yang tidak didapatkan oleh karyawan, nyatanya tidak semua orang berani untuk memilih jalan ini. Pasalnya, mereka yang ingin menjadi pengusaha akan diserang dengan pemikiran yang bikin overthinking akut.

Tidak sedikit dari mereka yang didera oleh ketakutan disertai deretan pertanyaan: Apa usaha yang harus aku mulai? Gimana memulainya? Dapat modalnya? Gimana kalau usahanya nggak berjalan lancar dan produknya nggak laku? Dan pertanyaan lainnya yang muncul tiada henti. Pikiran-pikiran semacam inilah yang tidak jarang bikin orang putar balik dan memilih melakoni pekerjaan lainnya.

Padahal, sebetulnya menjadi pengusaha itu cukup sederhana. Hal yang membuatnya sulit adalah melawan ketakutan kita sendiri. Semua orang di dunia ini berpotensi jadi pengusaha. Sayangnya, tidak semua orang berani menerima konsekuensi yang berlaku di dalamnya. Ada tiga hal yang bisa kita lakukan untuk mulai berani melawan pikiran-pikiran dari diri sendiri.

#1 Terjun langsung aja dulu

Menerka-nerka segala kemungkinan yang akan terjadi di masa depan itu hanya akan bikin kepala kita pusing dan capek sendiri. Takutnya sudah terasa, gelisahnya sudah menjadi-jadi, padahal dijalani saja belum. Ketika kita memang betul-betul ingin menjadi seorang pengusaha, nggak ada salahnya untuk terjun langsung aja dulu.

Ibaratnya, kalau kita sudah masuk ke kolam, mau nggak mau, siap nggak siap, kita bakalan berusaha menyelamatkan diri sampai ke seberang. Ya, minimal kita (terpaksa) belajar berenang biar nggak tenggelam, lah.

Namun, kalau kita hanya berdiri di tepian, lalu overthinking dengan ketakutan kita sendiri, kita tidak akan pernah berproses untuk belajar hal baru. Kondisi sulit dan tidak nyaman di awal, itu biasa. Terpenting, kita sudah merasakan “sensasi” untuk menyelamatkan diri di kondisi yang tidak nyaman tersebut.

Menjadi pengusaha pun seperti itu. Mungkin memang benar, kita perlu beberapa persiapan. Namun, yang terpenting adalah keberanian untuk mengambil langkah pertama. Kalau kita sudah melangkah ke dalamnya, nantinya akan disertai dengan langkah-langkah berikutnya. Makanya, kalau punya mimpi jadi pengusaha, ayo, bangun dan terjun dulu!

Baca Juga:

Untuk Warga Surabaya, Stop Menormalisasi Bayar Parkir kepada Juru Parkir di Toko Atau Minimarket yang Bertuliskan ‘Parkir Gratis’!

‎Lupakan Gaji 5 Juta, Pertimbangkan Hal Ini sebelum Menetap di Gresik!

#2 Modal itu bukan sekadar uang, tapi juga kemauan

Banyak yang bilang bahwa modal adalah kunci dari sebuah gerbang usaha. Hal itu mungkin ada benarnya, tapi banyak orang yang terkecoh. Modal di sini tidak hanya berbentuk materi. Bukan orang kaya saja yang bisa jadi pengusaha. Sebab, modal utama dari sebuah usaha justru kemauan dari diri kita sendiri.

Jika kita sudah punya kemauan, semua yang dibutuhkan dalam membangun usaha bisa diusahakan. Misalnya, kita punya ide usaha yang ciamik, tapi keterbatasan modal atau belum memahami cara terjitu dalam menjalankan usaha yang akan kita bangun. Atau, kita sudah berani memulai usaha, tapi ternyata usaha yang kita jalankan masih gitu-gitu aja. Mungkin, kita bisa mengikuti program Diplomat Success Challenge (DSC) yang merupakan program kompetisi kewirausahaan. Sebuah program yang memberikan kesempatan pada kaum muda Indonesia yang berani memulai berwirausaha.

Dengan mengikuti program yang sudah berlangsung sejak 2010 ini, kita akan memperoleh hibah modal usaha, edukasi, dan pendampingan. Lantas kita bisa mewujudkan dan mengembangkan ide-ide bisnis yang kreatif, bergabung dalam jaringan alumni Diplomat Entrepreneur Network (DEN), dan berpeluang menjadi wirausahawan sukses yang tangguh dan bermanfaat.

Selain itu, kita bakal dibimbing dan mendapatkan mentorship dari coaches, hibah usaha hingga 2 miliar, jaringan (DEN) yang diisi oleh alumni DSC periode sebelumnya, serta pengembangan bisnis kreatif dan inovatif.

Pada 2022, jika kita ikutan program ini, kita bakal didampingi oleh coach-coach yang keren, seperti M Jupaka yang merupakan COO Nama Beauty dan strategic Advisor; Andanu Prasetyo, CEO of Maka group sekaligus Founder Toko Kopi Tuku; Tashya Araysha, Director RANS Bisnis; dan Tarra Budiman yang merupakan CEO Shining Bright.

Selalu ada jalan bagi kita yang memang menginginkan sesuatu dengan serius. Jadi, kalau kita sudah punya ide usaha atau ingin mengoptimalkan usaha yang sedang kita jalankan, segera daftarkan proposal bisnismu ke www.diplomatsukses.com. Sebab, kesempatan emas ini hanya berlangsung sampai 19 September 2022.

#3 Mau bertahan dan bertumbuh

Kalau kita sudah terjun dan punya kemauan dalam usaha, tapi nggak mau sabar untuk bertahan, semua itu bakalan sia-sia. Bertahan dalam proses yang tidak mudah itu memang tidak menyenangkan. Namun, apa yang bisa kita harapkan dari sebuah proses instan?

Kita harus terus belajar dan mencoba hal baru. Bahkan, ketika usaha kita sudah berjalan dengan baik sekalipun, kita tidak boleh berhenti bergerak. Sebab, yang namanya usaha harus bisa mengikuti perkembangan zaman, kemajuan teknologi, situasi di masyarakat, dan memenuhi selera maupun kebutuhan pasar.

Dengan melihat tiga poin di atas, menjadi pengusaha itu mudah, kan? Kita hanya perlu keberanian dan nekad untuk terjun langsung, menjadikan semangat sebagai modal, serta mau bertahan dan terus belajar. Gimana? Sudah memantapkan hati untuk resign dan menjadi fulltime pengusaha?

Penulis: Reni Soengkunie
Editor: Audian Laili

BACA JUGA Perjalanan Saya Berdagang dan 5 Kebiasaan Pembeli yang Bikin Hilang Akal

Terakhir diperbarui pada 13 September 2022 oleh

Tags: BisnisDiplomat Success Challengepengusahapilihan redaksi
Reni Soengkunie

Reni Soengkunie

Bakul sembako yang hobi mendengar keluh kesah emak-emak di warung tentang tumbuh kembang dan pendidikan anak, kehidupan lansia setelah pensiun, serta kebijakan pemerintah yang mempengaruhi kenaikan harga sembako.

ArtikelTerkait

5 Kasta Susu UHT yang Ada di Indomaret Terminal Mojok

5 Kasta Susu UHT yang Ada di Indomaret

22 November 2022
Tribute untuk 7 Lagu Absurd yang Punya Lirik dan Vibes Nyeleneh terminal mojok.co

Tribute untuk 7 Lagu Absurd yang Punya Lirik dan Vibes Nyeleneh

5 Oktober 2021
Saya Katolik dan Pengguna BSI Mobile, Jadi Makin Tahu Arah Kiblat dan Takut Transaksi Haram Mojok.co

Saya Katolik dan Pengguna BSI Mobile, Jadi Makin Tahu Arah Kiblat dan Takut Transaksi Haram

19 Juni 2024
Lord Takin, Pemancing Penuh Kharisma dan Capres yang Patut Diperhitungkan

Lord Takin, Pemancing Penuh Karisma dan Capres yang Patut Diperhitungkan

19 Desember 2022
Peresmian Pembukaan Subway Pertama di Yogyakarta.

Subway Adalah Kombinasi Restoran Fast Food dengan Nyali Besar dan Makanan Enak

28 Juli 2023
Kereta Cepat Jakarta-Bandung Whoosh Menang Cepat daripada Shinkansen Jepang, tapi Kalah Telak dalam Menjawab Kebutuhan Warga

Kereta Cepat Jakarta-Bandung Whoosh Menang Cepat dari Shinkansen Jepang, tapi Kalah Telak Soal Menjawab Kebutuhan Warga

17 Maret 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

4 Alasan Drama Korea Zaman Sekarang "Kalah" dengan Zaman Dahulu Menurut Saya yang Sudah 15 Tahun Jadi Penggemar Mojok.co

4 Alasan Drama Korea Zaman Sekarang “Kalah” dengan Zaman Dahulu Menurut Saya yang Sudah 15 Tahun Jadi Penggemar

11 Januari 2026
Rasanya Tinggal di Rumah Subsidi: Harus Siap Kehilangan Privasi dan Berhadapan dengan Renovasi Tiada Henti

Rasanya Tinggal di Rumah Subsidi: Harus Siap Kehilangan Privasi dan Berhadapan dengan Renovasi Tiada Henti

15 Januari 2026
5 Hal yang Perlu Diperhatikan Pemula Sebelum Ikut Kelas Pilates selain Persiapan Uang Mojok.co

5 Hal yang Perlu Diperhatikan Pemula Sebelum Ikut Kelas Pilates selain Persiapan Uang

12 Januari 2026
Jakarta Selatan Isinya Nggak Cuma Blok M, Ada Pasar Minggu yang Asyik Nggak Kalah Asyik Dikulik Mojok.co

Jakarta Selatan Isinya Nggak Cuma Blok M, Ada Juga Pasar Minggu yang Nggak Kalah Seru

13 Januari 2026
Kelurahan Batununggal dan Kecamatan Batununggal: Nama Mirip dan Sama-sama di Bandung, tapi Takdirnya Berbeda Mojok.co

Kelurahan Batununggal dan Kecamatan Batununggal: Nama Mirip dan Sama-sama di Bandung, tapi Takdirnya Berbeda

15 Januari 2026
Banyu Urip, Kelurahan Paling Menderita di Surabaya (Unsplash)

Banyu Urip Surabaya Kelurahan Paling Menderita, Dibiarkan Kebanjiran Tanpa Menerima Solusi Sejak Dulu

10 Januari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=ne8V7SUIn1U

Liputan dan Esai

  • Bagi Zainal Arifin Mochtar (Uceng) Guru Besar hanya Soal Administratif: Tentang Sikap, Janji pada Ayah, dan Love Language Istri
  • Gotong Royong, Jalan Atasi Sampah Menumpuk di Banyak Titik Kota Semarang
  • Bencana AI untuk Mahasiswa, UMKM, dan Pekerja Digital karena Harga RAM Makin Nggak Masuk Akal
  • Honda Vario 150 2016 Motor Tahan Banting: Beli Ngasal tapi Tak Menyesal, Tetap Gahar usai 10 Tahun Lebih Saya Hajar di Jalanan sampai Tak Tega Menjual
  • Adu Jotos Guru dan Siswa di SMKN 3 Tanjung Jabung Timur Akibat Buruknya Pendekatan Pedagogis, Alarm Darurat Dunia Pendidikan 
  • Kita Semua Cuma Kecoa di Dalam KRL Ibu Kota, yang Bekerja Keras Hingga Lupa dengan Diri Kita Sebenarnya

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.