Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Kampus

Sulitnya Jadi Mahasiswa Jurusan Farmasi, Dikira Hafal Semua Obat hingga Bisa Langsung Buka Apotek

Intania Lathifah Kirana oleh Intania Lathifah Kirana
23 Mei 2025
A A
Sulitnya Jadi Mahasiswa Jurusan Farmasi, Dikira Hafal Semua Obat hingga Bisa Langsung Buka Apotek Mojok.co

Sulitnya Jadi Mahasiswa Jurusan Farmasi, Dikira Hafal Semua Obat hingga Bisa Langsung Buka Apotek (unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

“Demam nggak turun-turun sebaiknya minum obat ya?” adalah satu dari banyak pertanyaan yang kerap diterima mahasiswa jurusan Farmasi. Pertanyaaan seputar obat dan cara meminumnya memang jadi pengalaman yang tidak pernah terpisahkan dengan mahasiswa Farmasi. Maklum saja, di benak kebanyakan orang, mahasiswa jurusan ini memang identik dengan mempelajari obat-obatan. 

Anggapan itu tidak salah sebenarnya. Hanya saja, kebanyakan orang terlalu menyederhanakan jurusan yang kompleks ini hingga muncul anggapan-anggapan yang kurang pas. Di bawah ini beberapa anggapan yang kurang pas seputar jurusan ini yang perlu diluruskan. 

#1 Mahasiswa jurusan Farmasi pasti hafal semua jenis obat yang ada di pasaran

Kalian mahasiswa jurusan Farmasi pasti pernah tiba-tiba ditodong pertanyaan tentang merek sebuah obat yang belum pernah kalian dengar sebelumnya. Apabila tidak bisa menjawab atau menjelaskannya, penanya dengan entengnya akan meragukan pembelajaran kalian di bangku kuliah. Mungkin, maksud mereka bercanda, tapi hati ini rasanya langsung merasa gagal jadi mahasiswa jurusan Farmasi. 

Saya kasih tahu ya. Jumlah obat-obatan di dunia ini ada ribuan. Mustahil mahasiswa Farmasi menghafal seluruhnya. Untuk obat-obat yang sering dipakai, biasanya kita memang langsung familiar, bahkan tahu dosis dan aturan pakainya. Tapi, lain cerita dengan obat-obat paten.

Sal tahu saja, satu kandungan obat bisa punya banyak nama dagang, tergantung produsennya. Kadang, mahasiwa Farmasi  baru ngeh setelah melihat nama generiknya. Jadi, bukan berarti nggak tahu, tapi perlu waktu sebentar buat mengaitkan nama dagangnya dengan kandungan yang sudah dipelajari. 

#2 Pasti tahu aturan minum berbagai obat

Mirip seperti hafalan nama obat, mahasiswa Farmasi juga kerap mendapat pertanyaan aturan minum obat. “Obat ini diminum berapa kali sehari?” dan “Sebelum atau sesudah makan?” jadi segelintir pertanyaan yang paling sering dilontarkan. Bahkan, terkadang, kami juga menerima pertanyaan yang agak teknikal seperti, “Boleh nggak amoxicillin dikombinasi sama obat maag kayak omeprazole?”

Pertanyaan-pertanyaan itu memang wajar ditanyakan. Tapi, jujur aja, otak mahasiswa jurusan Farmasi kadang perlu waktu loading terlebih dahulu. Untuk obat yang sering muncul mungkin nggak jadi masalah. Tapi, kalau obatnya bukan yang sering muncul di keseharian kuliah atau praktik, itu lain cerita.

Soalnya, setiap obat punya aturan pakai yang beda-beda. Belum lagi, dosis dan cara konsumsinya bisa berubah tergantung usia, berat badan, atau kondisi pasien tertentu. Lalu, dari segi kandungan obatnya juga perlu dipertimbangkan ada tidaknya interaksi dengan obat lain. 

Baca Juga:

Wisuda Terasa Biasa Aja bagi Mahasiswa Jurusan Farmasi karena Setelahnya Masih Harus Sekolah Lagi 

Minyak Gosok sampai Obat Kuat, Ini 5 Obat Cina yang Wajib Ada di Rumah Saya

Itu mengapa, sebelum memberikan jawaban, kami terbiasa untuk memeriksa dengan teliti komposisi obat, lalu konfirmasi ulang lewat aplikasi referensi seperti MIMS. Kehati-hatian itu demi info yang akurat dan bisa dipertanggungjawabkan. 

#3 Mahasiswa farmasi cuma jago kimia

Memang benar, kimia bisa dibilang jadi pemeran utama di dunia farmasi. Hampir semua proses sintesis obat melibatkan reaksi kimia untuk menyusun komponen aktif yang utuh. Bahkan, setelah jadi, obat tetap erat hubungannya dengan reaksi kimia. Misalnya, dalam hal stabilitas atau interaksi dengan zat lain.

Selain Kimia, mahasiswa Farmasi juga perlu mempelajari Matematika untuk menghitung dosis yang tepat dengan rumus-rumus tertentu agar obat bisa mencapai kadar efektif di dalam tubuh, tanpa menimbulkan efek samping. Biologi juga tidak kalah krusial untuk mempelajari perjalanan obat di dalam tubuh. Begitu pula dengan fisika. Ilmu ini penting banget buat memahami stabilitas obat. Contohnya, ilmu fisika bisa digunakan untuk menghitung masa kadaluarsa obat, alasan kenapa obat tertentu butuh kemasan khusus, sampai cara mencegah reaksi fisik yang bisa menurunkan efektivitas obat. 

Jadi, meskipun bentuk obat itu kecil dan kadang kelihatannya sederhana, proses di baliknya ternyata kompleks, melibatkan banyak ilmu yang saling berkaitan. Semuanya berperan penting supaya satu butir obat itu bisa bekerja dengan aman dan efektif.

#4 Kuliahnya cuma belajar obat-obatan

Memang, sebagian besar yang dipelajari di farmasi adalah soal obat. Tapi nyatanya, ilmu yang dipelajari nggak melulu soal kandungan zat aktif atau interaksi obat. Kita juga belajar etika dan hukum, supaya tahu batasan tanggung jawab tenaga kefarmasian dan aturan mainnya di dunia kesehatan.

Selain itu, ada juga materi kewirausahaan. Soalnya, lulusan farmasi nggak harus selalu kerja di apotek atau rumah sakit. Bisa aja nantinya terjun ke dunia industri, entah itu bikin produk obat sendiri, suplemen, atau bahkan produk kecantikan. Nah, biar nggak kelimpungan pas mau mulai usaha, bekal ilmunya udah dikasih dari bangku kuliah.

Belajar farmasi kadang rasanya kayak kuliah multi jurusan. Komplit banget, tapi bikin pengen rebahan lama-lama saking padatnya.

#5 Habis lulus langsung bisa buka apotek

“Wah, akhirnya jadi sarjana juga. Mau kerja di rumah sakit, atau langsung buka apotek?” Pertanyaan seperti ini sering banget mampir ke telinga lulusan jurusan Farmasi. Padahal kenyataannya, setelah lulus sarjana, mahasiswa Farmasi harus lanjut satu tahun pendidikan profesi apoteker dulu. Baru setelah itu, bisa menyandang gelar Apt. di depan nama.

Seorang lulusan farmasi bisa praktik dan buka apotek perlu syarat lain, yakni lulus uji kompetensi untuk mendapatkan Sertifikat Kompetensi Profesi Apoteker (SKPA), lalu mengurus Surat Tanda Registrasi Apoteker (STRA), dan Surat Izin Praktik Apoteker (SIPA). Pengalaman magang juga penting, apalagi kalau mau buka apotek sendiri, izin usaha pun harus lengkap. Baru setelah semua itu terpenuhi, mimpi punya apotek sendiri bisa benar-benar diwujudkan. Jadi nggak bisa langsung buka apotek setelah mengantongi gelar sarjana farmasi ya. 

Ya, itulah gambaran tentang mahasiswa farmasi yang sebenarnya nggak sesimpel yang terlihat. Perjalanannya panjang dan ilmunya sangat luas. Itu bisa dimaklumi karena ladang pekerjaan lulusan Farmasi kompleks, penuh tanggung jawab, dan punya peran penting dalam menjaga kesehatan masyarakat. Berat sih, tapi keren banget, kan?

Penulis: Intania Lathifah Kirana
Editor: Kenia Intan 

BACA JUGA 3 Aturan Tidak Tertulis Apotek, Sebaiknya Pelanggan Tahu supaya Tidak Merepotkan Apoteker

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 23 Mei 2025 oleh

Tags: farmasijurusan farmasimahasiswa farmasimahasiswa jurusan farmasi
Intania Lathifah Kirana

Intania Lathifah Kirana

Seorang mahasiswi Farmasi yang gemar menulis.

ArtikelTerkait

5 Informasi Penting yang Perlu Kalian Tahu Sebelum Konsumsi Obat terminal mojok.co apoteker apotek farmasi efek samping obat

5 Informasi Penting yang Perlu Kalian Tahu Sebelum Konsumsi Obat

27 September 2020
Keluh Kesah Kuliah di Jurusan Farmasi: Jago Kimia Aja Nggak Cukup

Keluh Kesah Kuliah di Jurusan Farmasi: Jago Kimia Aja Nggak Cukup

17 April 2023
Dari Minyak Gosok sampai Obat Kuat, Ini 5 Obat Cina yang Wajib Ada di Rumah Saya Mojok.co

Minyak Gosok sampai Obat Kuat, Ini 5 Obat Cina yang Wajib Ada di Rumah Saya

25 September 2025
Jurusan Farmasi, Jurusan Favorit Kedua setelah Kedokteran yang Nggak Kalah Rumit

Jurusan Farmasi, Jurusan Favorit Kedua setelah Kedokteran yang Nggak Kalah Rumit

7 Januari 2024
Money Games Berkedok Pekerjaan Remote : Mudah, Menggiurkan, Sekaligus Menyeramkan

Susahnya Cari Pekerjaan Remote bagi Lulusan Farmasi kayak Saya

8 Juli 2023
Apoteker: Dituntut Sat-Set dan Multitalenta, tapi Minim Apresiasi jurusan farmasi

Siapa Bilang Jadi Apoteker Itu Gampang dan Tugasnya Cuma Ngasih Obat? Gampang dari Hongkong!

2 Februari 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Sarjana Keguruan Pilih Jadi TKW di Taiwan, Merasa Lebih Dihargai daripada Jadi Guru Honorer dengan Gaji “Imut” selama Bertahun-tahun Mojok.co

Sarjana Keguruan Pilih Jadi TKW di Taiwan, Lebih Menjanjikan daripada Jadi Guru Honorer dengan Gaji “Imut” Selama Bertahun-tahun

9 April 2026
Ciri Khas 3 Sate Ayam Ponorogo Dilihat dari Daerah Produksinya sate ayam madura

Sate Ponorogo, Sate Terbaik yang Pernah Ada. Sate Madura dan Sate Padang Minggir Dulu Sana ke Pojokan

9 April 2026
3 Hal di Karawang yang Membuat Pendatang seperti Saya Betah Mojok.co purwakarta

Seharusnya Karawang Mau Merendahkan Diri dan Belajar pada Purwakarta, yang Lebih Tertata dan Lebih Terarah

11 April 2026
Stop Menjadikan Kerak Telor Sebagai Ikon Kuliner Betawi karena Memang Tidak Layak dan Terkesan Eksklusif

Stop Menjadikan Kerak Telor Sebagai Ikon Kuliner Betawi karena Memang Tidak Layak dan Terkesan Eksklusif

9 April 2026
Warung Makan Padang di Jawa Banyak yang Ngawur. Namanya Saja yang “Padang”, tapi Jualannya Lebih Mirip Warteg Mojok.co

Warung Makan Padang di Jawa Banyak yang Ngawur. Namanya Saja yang “Padang”, tapi Jualannya Lebih Mirip Warteg

5 April 2026
Aerox Motor Yamaha Paling Menderita dalam Sejarah (unsplash)

Aerox: Motor Yamaha Paling Menderita, Nama Baik dan Potensi Motor Ini Dibunuh oleh Pengguna Jamet nan Brengsek yang Ugal-ugalan di Jalan Raya

8 April 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=ONHNlaDcbak

Liputan dan Esai

  • Nekat ke Jakarta Hanya Modal Ambisi sebagai Musisi, Gagal dan Jadi “Gembel” hingga Bohongi Orang Tua di Kampung
  • Omong Kosong Slow Living di Malang: Pindah Kerja Berniat Cari Ketenangan Malah Dibikin Stres, Nggak Ada Bedanya dengan Jakarta
  • Kuliah Jurusan Sepi Peminat Unsoed Purwokerto, Jadi Jalan Wujudkan Mimpi Ortu karena Tak Sekadar Kuliah
  • Bangun Rumah Tingkat 2 di Desa demi Tiru Sinetron, Berujung Menyesal karena Ternyata Merepotkan
  • Resign Kerja di Jakarta untuk Rehat di Jogja, Menyesal karena Hidup Tak Sesuai Ekspektasi dan Malah Kena Mental
  • Nasi Padang Rp13 Ribu di Jogja Lebih Nikmat dan Otentik daripada Yang Menang Mahal, tapi Rasanya Manis

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.